Article

Homepage Article Kain GOTS Certification: Mengenal…

GOTS Certification: Mengenal Standar, Label, dan Ruang Lingkupnya

Apa Itu GOTS Certification?

GOTS Certification adalah sistem sertifikasi untuk tekstil yang menggunakan serat organik bersertifikat dan diproses sesuai persyaratan lingkungan, sosial, bahan kimia, serta ketertelusuran yang ditetapkan oleh Global Organic Textile Standard (GOTS). Sertifikasi ini tidak hanya menilai bahan baku, tetapi juga mencakup tahapan pengolahan dan manufaktur dalam rantai pasok yang berada di bawah cakupan GOTS.

Bagi industri fashion, perbedaan ini penting. Kain yang mengandung kapas organik belum tentu otomatis menjadi produk GOTS-certified. Begitu pula sebuah pabrik yang memiliki sertifikat GOTS tidak berarti seluruh aktivitas atau seluruh produknya secara otomatis berada dalam cakupan sertifikasi.

Karena itu, ketika menemukan label GOTS pada pakaian, kain, benang, atau produk tekstil lainnya, yang perlu diperhatikan bukan hanya logonya, tetapi juga jenis klaim, status sertifikasi, scope, komposisi material, dan pihak yang menerbitkan sertifikasi.

Mengapa GOTS Tidak Sekadar Berarti "Bahan Organik"?

Istilah "organik" dan "GOTS" sering digunakan berdekatan sehingga keduanya mudah dianggap sama. Padahal, keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda.

Status organik pada serat pada dasarnya berkaitan dengan standar produksi pertanian atau sumber seratnya. GOTS mengambil langkah lebih jauh dengan mengatur bagaimana serat tersebut diproses menjadi material tekstil dan produk.

Dalam rantai tekstil, serat tidak langsung berubah menjadi pakaian. Ada sejumlah tahap yang dapat melibatkan ginning, pemintalan, weaving atau knitting, dyeing, printing, finishing, cutting, sewing, hingga distribusi. Setiap tahap dapat memiliki implikasi terhadap integritas material, penggunaan bahan kimia, lingkungan kerja, dan ketertelusuran.

Itulah alasan GOTS dibangun sebagai standard for processing and manufacturing of textiles made from organic fibres, bukan sekadar sebagai tanda bahwa sebuah produk menggunakan bahan pertanian organik.

Untuk bisnis fashion, pemahaman ini mengubah cara membaca klaim pemasok. Pertanyaannya bukan lagi sekadar "apakah bahannya organik?", tetapi "bagaimana status organik dan kepatuhan GOTS dapat dibuktikan sepanjang proses yang relevan?"

Rantai proses tekstil organik dalam ruang lingkup GOTS

Apa Sebenarnya yang Dicakup oleh GOTS?

GOTS memiliki ruang lingkup yang luas karena sebuah produk tekstil melewati lebih dari satu jenis proses sebelum sampai ke konsumen.

Secara sederhana, cakupan tersebut dapat dipahami melalui empat kelompok besar: material organik, proses tekstil, persyaratan lingkungan dan bahan kimia, serta aspek sosial dan ketertelusuran.

Namun, batas cakupan tetap bergantung pada aktivitas dan entitas yang disertifikasi. Inilah sebabnya istilah "GOTS-certified factory" perlu dibaca dengan hati-hati. Sertifikat bukan berarti seluruh kegiatan perusahaan tanpa pengecualian memenuhi semua persyaratan GOTS.

Dalam proses sourcing, scope sertifikasi justru menjadi salah satu informasi paling penting yang perlu diperiksa.

Material dan Kandungan Organik

GOTS menetapkan persyaratan mengenai serat organik yang dapat digunakan dalam produk bersertifikat. Serat tersebut harus berasal dari sistem produksi organik yang diakui dalam kerangka standar.

Namun, GOTS juga mengatur penggunaan serat tambahan tertentu dalam kondisi yang ditentukan.

GOTS Version 8.0, misalnya, menetapkan batas berbeda untuk additional fibre materials berdasarkan kategori klaim produk. Untuk produk yang dilabeli atau direpresentasikan sebagai "organic" atau "organic in-conversion", batas additional fibre materials tertentu adalah maksimal 5%. Sementara kategori "made with (x%) organic materials" atau "made with (x%) organic in-conversion materials" memiliki batas yang berbeda.

Bagi product developer, aturan komposisi ini tidak boleh baru diperiksa setelah produk selesai dibuat.

Keputusan mengenai serat harus masuk sejak tahap pengembangan spesifikasi produk.

Bagaimana GOTS Membedakan Label Produk?

Label merupakan bagian yang sangat penting karena menjadi titik pertemuan antara sistem sertifikasi dan komunikasi kepada konsumen.

Secara umum, GOTS menggunakan kategori label berdasarkan kandungan material organik. Dalam penerapan GOTS, label grade antara lain membedakan "organic" dan "made with x% organic", dengan persyaratan komposisi yang berbeda.

Namun, label tidak boleh dibaca hanya sebagai pernyataan persentase serat.

Produk juga harus memenuhi persyaratan lain yang berlaku dalam standar dan berada dalam sistem sertifikasi yang sesuai.

Karena itu, sebuah brand yang melihat kain dengan sertifikasi GOTS perlu membedakan antara:

Yang diperiksa

Maknanya

Serat organik

Menunjukkan status bahan berdasarkan standar organik yang relevan

Produk GOTS

Produk memenuhi persyaratan GOTS yang berlaku

Certification Body

Pihak independen yang melakukan proses sertifikasi

Scope

Aktivitas dan proses yang tercakup dalam sertifikasi

Label grade

Menunjukkan kategori klaim organik yang dapat digunakan

License number

Identitas lisensi yang berkaitan dengan sertifikasi

Tabel tersebut penting karena satu informasi tidak dapat menggantikan informasi lainnya.

Misalnya, mengetahui bahwa sebuah kain dibuat dari kapas organik tidak dengan sendirinya menjawab apakah garment yang dibuat dari kain tersebut dapat menggunakan label GOTS.

Memahami "Organic" dan "Made With Organic" Tanpa Salah Tafsir

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika membaca GOTS adalah cara produk direpresentasikan.

"Organic" bukan sekadar kata pemasaran. Dalam konteks GOTS, penggunaan label dan klaim berkaitan dengan persyaratan komposisi serta persyaratan lain dalam standar.

Sementara itu, klaim "made with organic" digunakan untuk kategori produk dengan persentase material organik tertentu yang masih memenuhi persyaratan GOTS.

Bagi brand fashion, perbedaan ini berdampak langsung pada product information.

Bayangkan sebuah brand mengembangkan sweatshirt dengan komposisi serat yang tidak sepenuhnya organik. Tim marketing mungkin tergoda menggunakan kata "organic sweatshirt" karena sebagian besar bahan berasal dari sumber organik. Namun, keputusan tersebut tidak boleh dibuat hanya berdasarkan proporsi bahan. Brand harus memeriksa kategori klaim yang diizinkan berdasarkan standar dan status sertifikasi produk.

Ini adalah contoh kecil bagaimana product compliance dan marketing communication sebenarnya saling berkaitan.

Apa Peran Certification Body dalam GOTS?

GOTS tidak menggunakan model deklarasi sepihak di mana perusahaan cukup menyatakan sendiri bahwa produknya sesuai standar.

Sertifikasi dilakukan melalui independent third-party certification. GOTS memiliki daftar Certification Bodies yang telah disetujui untuk melakukan sertifikasi dalam scope tertentu.

Certification Body dapat memiliki scope yang berbeda. GOTS mencakup antara lain aktivitas seperti:

  • mechanical textile processing and manufacturing;
  • wet processing and finishing;
  • trading;
  • approval untuk textile auxiliary agents dalam konteks yang ditentukan.

Karena itu, memilih Certification Body bukan hanya soal menemukan lembaga yang "bisa mengurus GOTS".

Perusahaan perlu memastikan bahwa scope lembaga tersebut relevan dengan aktivitas yang ingin disertifikasi.

Proses audit sertifikasi GOTS di fasilitas tekstil

Mengapa Scope Sertifikasi Sangat Penting?

Scope menjawab pertanyaan sederhana tetapi sering diabaikan: aktivitas apa yang sebenarnya disertifikasi?

Sebuah perusahaan dapat memiliki sertifikasi untuk aktivitas tertentu tanpa seluruh kegiatan bisnisnya otomatis berada dalam cakupan tersebut.

Misalnya, sebuah fasilitas melakukan spinning sekaligus memiliki unit lain yang menangani proses berbeda. Jika sertifikat hanya mencakup aktivitas tertentu, perusahaan tidak seharusnya menggunakan status tersebut untuk menggambarkan seluruh operasionalnya sebagai GOTS-certified tanpa memeriksa batas scope.

Bagi buyer, scope membantu menentukan apakah pemasok memang relevan untuk kebutuhan yang sedang dibeli.

Contohnya:

Brand → membeli kain dyed and finished → perlu memeriksa apakah pemasok memiliki scope yang sesuai dengan proses tersebut.

Brand → membeli garment jadi → perlu memeriksa status entitas dan produk yang relevan, bukan sekadar keberadaan sertifikat di situs pemasok.

Dengan kata lain, sertifikat tanpa memahami scope memberikan informasi yang belum lengkap.

Bagaimana GOTS Mengatur Proses Tekstil?

GOTS tidak berhenti pada komposisi serat. Proses pengolahan tekstil menjadi bagian penting dari sistem.

Penggunaan bahan kimia, misalnya, harus mengikuti persyaratan GOTS. Ini penting karena proses dyeing, printing, finishing, dan berbagai tahap wet processing dapat melibatkan bahan kimia yang memiliki implikasi terhadap lingkungan, pekerja, dan produk akhir.

Karena itu, GOTS memiliki sistem terkait chemical inputs yang digunakan dalam produksi tekstil bersertifikat.

Untuk perusahaan manufaktur, hal ini membuat daftar bahan kimia menjadi bagian dari pengendalian compliance, bukan hanya persoalan teknis produksi.

Sebuah dyehouse yang mengembangkan warna baru, misalnya, tidak cukup hanya mengevaluasi shade dan fastness. Tim terkait juga perlu memastikan bahan kimia yang digunakan memenuhi persyaratan yang berlaku dan dokumentasinya tersedia untuk proses verifikasi.

Bagaimana Aspek Sosial Masuk ke Dalam GOTS?

GOTS juga memasukkan persyaratan sosial ke dalam standar.

Artinya, sertifikasi tidak hanya membahas apa yang terjadi pada kain, tetapi juga kondisi kerja yang relevan di fasilitas yang berada dalam cakupan standar.

Pendekatan ini penting karena rantai pasok tekstil terdiri dari banyak pekerja di berbagai tahapan. Bahan organik tidak dengan sendirinya membuat seluruh proses produksinya bertanggung jawab secara sosial.

Bagi perusahaan garmen, implikasinya cukup konkret. Compliance tidak hanya perlu berbicara dengan purchasing atau production manager. Informasi terkait tenaga kerja, kebijakan tempat kerja, dokumentasi, dan penerapan persyaratan sosial perlu menjadi bagian dari kesiapan perusahaan.

Hal ini semakin relevan dalam perkembangan GOTS terbaru karena due diligence dan hak asasi manusia menjadi bagian dari arah penguatan sistem standar.

GOTS Version 8.0: Apa yang Perlu Diketahui Saat Membaca Standar Terbaru?

GOTS Version 8.0 dirilis pada Maret 2026, sementara penerapan wajib versi tersebut dijadwalkan mulai 1 Maret 2027.

Perbedaan versi bukan sekadar pergantian dokumen.

Setiap revisi standar dapat memengaruhi cara perusahaan mengelola material, proses, dokumen, supplier, klaim, dan audit. GOTS 8.0 juga dikembangkan dengan mempertimbangkan perkembangan industri tekstil, tanggung jawab lingkungan dan sosial, serta perkembangan kerangka regulasi.

Beberapa arah yang patut diperhatikan meliputi:

  • penguatan due diligence;
  • perkembangan aspek circularity;
  • perhatian terhadap dampak perubahan iklim dan kesejahteraan pekerja;
  • penguatan traceability dan integritas rantai pasok;
  • penyesuaian persyaratan material dan komposisi tertentu.

Namun, jangan menjadikan ringkasan perubahan sebagai pengganti dokumen standar.

Untuk implementasi, perusahaan perlu merujuk pada GOTS Version 8.0 dan implementation manual yang berlaku.

Persiapan transisi GOTS Version 8.0 di industri tekstil

Apa Hubungan GOTS dengan Traceability?

Traceability atau ketertelusuran adalah kemampuan untuk mengikuti perjalanan material melalui rantai pasok dengan dokumentasi yang dapat diverifikasi.

Dalam konteks GOTS, traceability menjadi penting karena klaim organik harus memiliki dasar yang dapat ditelusuri.

Jika sebuah brand membeli kaus dengan klaim GOTS, pertanyaan yang relevan bukan hanya "siapa pembuat kaus ini?" tetapi juga bagaimana material dan proses dalam rantai pasoknya dapat dikaitkan dengan klaim tersebut.

Global Standard telah mengembangkan mekanisme seperti Global Trace Base dan Farm-Gin Registry sebagai bagian dari upaya memperkuat traceability dan mencegah fraud dalam rantai pasok organik.

Bagi perusahaan, prinsip sederhananya adalah: semakin kompleks rantai pasok, semakin penting sistem dokumentasi yang konsisten.

Hal ini terutama relevan ketika perusahaan menggunakan trader, intermediary, subcontractor, atau pemasok dari beberapa negara.

Bagaimana Membaca Sertifikat GOTS dengan Benar?

Saat menerima sertifikat dari pemasok, jangan langsung melihat logo.

Baca informasi yang menjelaskan siapa pemegang sertifikat, apa scope-nya, siapa Certification Body-nya, dan periode validitasnya.

Setidaknya, tim sourcing dapat menggunakan urutan pemeriksaan berikut:

1. Periksa nama entitas.
Pastikan perusahaan yang tercantum pada dokumen memang perusahaan yang memasok material atau produk.

2. Periksa Certification Body.
Pastikan lembaga tersebut termasuk dalam sistem Certification Bodies yang disetujui GOTS.

3. Periksa scope.
Pastikan aktivitas yang dilakukan pemasok berada dalam scope sertifikasinya.

4. Periksa status dan masa berlaku.
Dokumen lama tidak seharusnya diperlakukan sebagai bukti status saat ini.

5. Cocokkan dengan produk.
Pastikan produk atau material yang dibeli relevan dengan sertifikasi.

6. Periksa klaim dan label.
Jangan mengubah status bahan menjadi klaim produk jadi tanpa memeriksa ketentuan pelabelan.

Pemeriksaan ini jauh lebih berguna daripada sekadar menyimpan PDF sertifikat di folder purchasing.

Apa yang Perlu Diperhatikan Brand Fashion Saat Menggunakan Label GOTS?

Brand memiliki posisi khusus karena mereka menjadi pihak yang menerjemahkan sistem sertifikasi menjadi informasi yang terlihat oleh konsumen.

Di sinilah risiko salah komunikasi cukup besar.

Logo GOTS, misalnya, bukan dekorasi sustainability yang dapat ditempel bebas pada produk hanya karena bahan tertentu berasal dari pemasok bersertifikat. Penggunaan tanda dan label harus mengikuti ketentuan GOTS, termasuk informasi terkait label grade, approved certifier, dan license number.

Brand juga perlu berhati-hati ketika menggunakan klaim turunan seperti:

  • "100% sustainable";
  • "eco-friendly";
  • "chemical-free";
  • "zero impact";
  • "fully organic".

Klaim semacam itu tidak otomatis dapat dibenarkan hanya karena produk memiliki sertifikasi GOTS.

GOTS merupakan bukti kepatuhan terhadap seperangkat persyaratan tertentu. Ia bukan sertifikat yang menyatakan bahwa produk tersebut unggul dalam seluruh dimensi sustainability.

Brand fashion memeriksa penggunaan label sertifikasi GOTS dan klaim sustainability pada produk

Kesalahan Membaca Label GOTS yang Sering Terjadi

Menganggap logo sebagai bukti tunggal

Logo memang mudah dikenali, tetapi tidak memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan buyer.

Masalahnya: pembeli tidak mengetahui siapa pemegang sertifikat, scope, atau dasar klaim.

Solusinya: periksa informasi sertifikasi secara lengkap.

Menganggap kapas organik = produk GOTS

Kapas organik dan produk GOTS merupakan dua konsep yang berhubungan tetapi tidak identik.

Masalahnya: brand dapat membuat klaim produk yang terlalu luas.

Solusinya: bedakan status bahan dari status sertifikasi produk.

Mengabaikan scope

Sertifikat pemasok dapat terlihat meyakinkan tetapi belum tentu mencakup aktivitas yang sedang dibeli.

Masalahnya: status sertifikasi dapat disalahartikan.

Solusinya: cocokkan scope dengan proses dan produk aktual.

Menggunakan klaim GOTS secara berlebihan

Sertifikasi sering dijadikan dasar untuk berbagai klaim sustainability yang sebenarnya berada di luar cakupan sertifikasi.

Masalahnya: komunikasi dapat menjadi misleading dan meningkatkan risiko greenwashing.

Solusinya: batasi klaim pada apa yang dapat dibuktikan.

Apa Arti GOTS bagi Tim Sourcing, Produksi, dan Marketing?

GOTS tidak seharusnya menjadi tanggung jawab satu departemen saja.

Untuk sourcing, fokus utama adalah pemasok, scope, dokumen, dan traceability.

Untuk product development, fokusnya adalah material, komposisi, konstruksi produk, dan persyaratan yang terkait.

Untuk production dan QA, fokusnya mencakup proses, chemical inputs, dokumentasi, serta konsistensi proses.

Untuk marketing, fokusnya adalah memastikan klaim, label, dan komunikasi produk tidak melampaui status sertifikasi.

Keempat fungsi tersebut saling berhubungan.

Jika sourcing membeli material dengan status yang salah, product development dapat membuat spesifikasi yang keliru. Jika produksi tidak mengikuti persyaratan, klaim produk dapat bermasalah. Jika marketing salah menggunakan label, seluruh pekerjaan compliance sebelumnya kehilangan konteksnya di hadapan konsumen.

Karena itu, pendekatan terbaik adalah membuat single source of truth untuk status material, pemasok, produk, dan klaim yang boleh digunakan.

Apa yang Perlu Diverifikasi Sebelum Memilih Produk Tekstil GOTS?

Untuk pembahasan yang lebih praktis mengenai keputusan pembelian, pembaca dapat melanjutkan ke cara memilih produk tekstil bersertifikat GOTS dengan tepat.

Sebagai dasar awal, gunakan lima pertanyaan berikut:

Pertanyaan

Mengapa penting?

Siapa yang tersertifikasi?

Menentukan identitas entitas dalam rantai pasok

Apa scope-nya?

Menentukan aktivitas yang benar-benar tercakup

Produk apa yang dicakup?

Menghindari asumsi bahwa semua produk pemasok bersertifikat

Bagaimana klaimnya digunakan?

Memastikan komunikasi sesuai persyaratan

Apakah dokumen dapat diverifikasi?

Mendukung audit dan traceability

Kerangka tersebut cukup sederhana untuk diterapkan bahkan oleh brand kecil. Yang berubah seiring skala bisnis adalah kedalaman dokumentasi dan jumlah pemasok yang perlu dikelola.

GOTS dan Tantangan Implementasi bagi Bisnis Fashion Indonesia

Bagi perusahaan Indonesia yang memasok pasar domestik maupun ekspor, tantangan GOTS sering kali bukan terletak pada pemahaman definisi.

Tantangannya adalah menjaga konsistensi antara supplier, material, proses, dokumen, dan komunikasi produk.

Rantai pasok garmen dapat melibatkan beberapa perusahaan sekaligus. Satu brand mungkin membeli kain dari mill A, menggunakan dyehouse B, memproduksi garment di factory C, lalu mengirim produk melalui trader D. Semakin banyak titik tersebut, semakin besar kebutuhan untuk memahami siapa yang bertanggung jawab atas setiap tahap.

Perusahaan kecil juga menghadapi tantangan berbeda. Mereka mungkin tidak memiliki dedicated sustainability team sehingga tugas sertifikasi dibagi antara purchasing, QA, production, dan owner.

Dalam kondisi seperti itu, sistem yang sederhana justru lebih efektif daripada dokumentasi yang rumit tetapi tidak dipelihara.

Satu database pemasok yang memuat status sertifikasi, scope, tanggal berlaku, produk yang disetujui, dan dokumen terkait dapat menjadi fondasi yang jauh lebih berguna.

Tim bisnis fashion Indonesia mengelola rantai pasok, sertifikasi, dan dokumen GOTS dari berbagai pemasok

Batasan yang Perlu Diingat Saat Menggunakan GOTS

GOTS merupakan standar penting dalam tekstil organik, tetapi bukan pengganti seluruh sistem compliance perusahaan.

Sertifikasi tidak menghilangkan kebutuhan untuk:

  • melakukan quality control;
  • mengelola supplier;
  • mengevaluasi keamanan produk;
  • memenuhi regulasi pasar tujuan;
  • memeriksa performa kain;
  • menghitung biaya produksi;
  • mengendalikan lead time;
  • mengevaluasi durability dan product design.

Begitu pula, GOTS tidak boleh dipakai sebagai dasar tunggal untuk menyimpulkan bahwa suatu produk pasti memiliki dampak lingkungan paling rendah.

Untuk keputusan bisnis, sertifikasi sebaiknya diposisikan sebagai salah satu lapisan verifikasi dalam sistem pengadaan dan product compliance yang lebih luas.

FAQ

Apakah semua produk berbahan kapas organik bisa disebut GOTS?

Tidak. Kapas organik merupakan material yang dapat digunakan dalam rantai GOTS, tetapi status "GOTS-certified" bergantung pada pemenuhan persyaratan GOTS yang berlaku sepanjang proses yang tercakup. Produk juga harus memenuhi ketentuan komposisi dan pelabelan yang relevan.

Karena itu, brand tidak sebaiknya mengubah klaim "organic cotton" menjadi "GOTS-certified" tanpa memeriksa sertifikasi produk dan rantai prosesnya.

Apa perbedaan GOTS dan sertifikasi organik?

Sertifikasi organik pada dasarnya berkaitan dengan standar produksi bahan atau serat organik. GOTS berfokus pada pengolahan dan manufaktur tekstil yang menggunakan serat organik bersertifikat, sekaligus menetapkan persyaratan tambahan terkait proses, lingkungan, sosial, bahan kimia, dan ketertelusuran.

Keduanya dapat saling berhubungan, tetapi bukan sertifikasi yang identik.

Apa yang dimaksud GOTS scope?

GOTS scope adalah ruang lingkup aktivitas yang dicakup dalam sertifikasi sebuah entitas. Scope dapat berkaitan dengan jenis proses atau aktivitas tertentu dalam rantai tekstil.

Bagi buyer, scope penting karena keberadaan sertifikat saja belum cukup untuk memastikan bahwa aktivitas yang sedang dibeli termasuk dalam sertifikasi tersebut.

Apakah logo GOTS boleh digunakan oleh semua brand yang memakai kain GOTS?

Tidak otomatis. Penggunaan GOTS label harus mengikuti persyaratan pelabelan dan sertifikasi yang berlaku. Brand perlu memastikan bahwa produk akhir dan rantai nilainya memenuhi kondisi yang diperlukan sebelum menggunakan label.

Memiliki bahan GOTS-certified tidak dengan sendirinya memberikan hak untuk menggunakan logo GOTS pada semua produk yang menggunakan bahan tersebut.

Mengapa Certification Body penting?

Certification Body melakukan verifikasi independen terhadap kepatuhan terhadap standar dalam scope yang disetujui. Karena GOTS memiliki daftar Certification Bodies yang disetujui dan scope tertentu, perusahaan perlu memastikan bahwa lembaga yang digunakan memang relevan dengan jenis aktivitas yang hendak disertifikasi.

Apakah GOTS Version 8.0 sudah berlaku?

GOTS Version 8.0 telah dirilis pada Maret 2026, tetapi mandatory adherence terhadap versi tersebut dijadwalkan mulai 1 Maret 2027. Perusahaan sebaiknya menggunakan masa transisi untuk memeriksa perubahan persyaratan dan melakukan gap assessment.

Apakah produk GOTS pasti paling sustainable?

Tidak. GOTS menunjukkan kepatuhan terhadap persyaratan tertentu dalam standar. Penilaian sustainability produk secara keseluruhan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor lain, termasuk material, energi, proses produksi, transportasi, umur pakai, perawatan, desain, dan akhir masa pakai.

Karena itu, klaim "paling sustainable" tidak seharusnya ditarik hanya dari keberadaan sertifikasi GOTS.

Kesimpulan

Memahami GOTS Certification berarti memahami lebih dari sekadar logo pada label pakaian.

GOTS merupakan standar yang menghubungkan serat organik dengan persyaratan pengolahan, manufaktur, lingkungan, sosial, bahan kimia, dan ketertelusuran dalam rantai tekstil yang tercakup. Karena itu, status "organic", "GOTS-certified", scope sertifikasi, dan klaim label tidak boleh diperlakukan sebagai istilah yang identik.

Bagi industri fashion, bagian paling penting adalah kemampuan membaca hubungan antara material → proses → sertifikasi → scope → produk → klaim.

GOTS Version 8.0 yang dirilis pada Maret 2026 dan mulai diwajibkan pada 1 Maret 2027 juga menunjukkan bahwa perusahaan perlu melihat sertifikasi sebagai sistem yang berkembang, bukan dokumen yang berlaku selamanya.

Untuk brand dan manufaktur, pemahaman tersebut membuat proses sourcing menjadi lebih disiplin: bukan hanya mencari bahan dengan label organik, tetapi memastikan bahwa klaim produk memiliki dasar yang dapat ditelusuri dan sesuai dengan cakupan sertifikasi.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.