Article

Homepage Article Kain Tekstil Tips Memilih Selimut Yang…

Tips Memilih Selimut Yang Berkualitas Lengkap Dengan Rekomendasi Bahan Kain Untuk Membuatnya

Biasa menggunakan selimut saat tidur di malam hari maupun siang hari?. Selain berguna untuk menghangatkan tubuh dari suhu dingin, selimut juga berguna untuk melindungi tubuh dari serangan nyamuk lho. Karena itulah untuk meningkatkan kenyamanan saat beristirahat selimut inipun harus dipilih dengan cara yang tepat.

Pengertian Selimut

Selimut merupakan sepotong kain berukuran panjang dan lebar yang biasa digunakan untuk perlengkapan tidur. Sebagai salah satu elemen yang berperan penting untuk membuat tidur merasa hangat dan nyaman, selimut sendiri secara tradisional banyak terbuat dari wool karena kehangatan dan sifat tahan apinya.

Selimut

Sumber : https://www.pillowtalk.com.au/

Dari yang awalnya dibuat dari kain wool, bahan yang dipakai untuk membuat selimut inipun terus berevolusi. Bahkan dalam perkembangannya, saat ini dikenal juga istilah bed cover yang sebenarnya memiliki arti yang sama dengan selimut, walaupun dari segi desain memang cenderung lebih unik dan artistik.

Selimut

Sumber : https://www.pillowtalk.com.au/

Sedikit berbeda dengan selimut satu lapis, sebuah bed cover biasanya terbuat dari bahan kain yang sama dengan kain sprei namun dibagian tengahnya masih diisi dengan busa lembaran yang berfungsi untuk isolasi panas. Dengan adanya material ini bedcover yang dihasilkan justru akan jadi semakin lebih hangat.

Selimut

Sumber : https://www.tokopedia.com/

Fungsi Selimut

Tidak hanya terbatas pada bahannya saja yang beragam, sejak dulu hingga sekarang selimut yang dibuat oleh manusia umumnya juga memiliki fungsi yang berbeda-beda. Dalam budaya yang berkembang di sejulah negara selimut bahkan juga sering digunakan sebagai lambang kekayaan para bangsawan.

Fungsi selimut untuk menghangatkan tubuh pertama kali disadari oleh para manusia gua. Karena alasan itulah untuk melawan suhu dingin, manusia gua sering membawa kulit binatang besar yang masih lengkap dengan bulu di atasnya.

  • Manusia gua mulanya menggunakan kulit binatang untuk alas di tanah sebagai karpet.
  • Tetapi ketika malam menjadi lebih dingin, beberapa orang mulai berguling dan menutupi diri mereka dengan kulit tersebut.
  • Tidak puas sampai disitu, para manusia gua selanjutnya mengembangkan selimut yang tidak hanya digunakan saat tidur saja namun juga untuk menutupi tubuh ketika cuaca dingin.

Lain halnya dengan manusia goa, pada beberapa kebudayaan di dunia seperti Meksiko dan Maroko selimut tidak hanya terbatas digunakan sebagai alat untuk tidur.

  • Pada kebudayaan Meksiko laki-laki menggunakan selimut bernama serape berwarna cerah untuk aktivitas sehari-hari.
  • Sementara di Maroko selimut punya kegunaan khusus yakni sebagai semacam jubah pada hari pernikahan.

Dilihat dari sisi historisnya, kebiasaan menenun selimut seperti dalam kebudayaan Meksiko atau Maroko sendiri konon sudah dimulai sejak sebelum masehi. Saat itu selimut tenun memiliki harga yang terlalu tinggi dan membuat selimut menjadi kebanggan tersendiri bagi orang kaya atau bangsawan.

Memasuki periode modern awal, tepatnya pada awal tahun 1800-an, selimut barulah dibawa ke rumah-ruah orang kelas menengah sebagai sarana untuk menghangatkan tubuh. Mulai dari situlah penggunaan selimut kemudian semakin meluas dan siapa pun dapat membeli selimut untuk menghangatkan tubuh mereka.

Bahan Utama Selimut

Terkait dengan bahan kain yang digunakan untuk membuatnya, selimut sendiri sebenarnya dapat dibuat dari berbagai macam bahan yang memiliki karakteristik lembut, hangat, ringan dan juga berat. Beberapa jenis bahan kain yang dimaksud antara lain berupa wool, kain sintetis, flannel, kain bulu, kain katun, linen serta fleece.

1. Kain Wool

Wool termasuk ke dalam jenis bahan kain yang sudah dijadikan bahan utama selimut sejak ratusan tahun. Banyak orang yang memilih selimut berbahan wol karena mampu menjaga kehangatan tubuh, terutama saat musim dingin atau musim hujan.

  • Selimut dari bahan kain wool disukai banyak orang karena sangat ampuh untuk menghangatkan tubuh.
  • Kain wool sangat cocok digunakan di daerah yang bersuhu rendah hanya saja bahannya yang lembut membutuhkan perlakuan khusus saat dicuci.
  • Beberapa karakteristik dari serat wool yang paling menonjol diantaranya:
  • Sebagai serat hewan alami serat wool tidak hanya bersifat reusable tetapi juga biodegradable.
  • Serat wool terdiri dari protein yang membentuk lapisan pelindung luar kulit manusia.
  • Serat wool memiliki tampilan yang tampak berkerut dan cenderung bersifat elastis.
  • Serat wool mampu meregangkan hingga 50% ketika basah dan 30% saat kering.
  • Serat wool dapat menyerap uap air dengan baik serta tidak mudah kusut.
  • Tingkat penyebaran api, pelepasan panas dan panas pembakaran lebih rendah.
  • Tahan terhadap listrik statis.
  • Bersifat higroskopis alias mempunyai kemampuan menyerap molekul air yang baik danrongga kainnya sangat nyaman.

Selimut

Sumber : https://www.faribaultmill.com/

2. Kain Sintetis

Kain sintetis menjadi bahan kain berikutnya yang dapat dipakai unruk membuat selimut. Beberapa jenis kain sintetis yang sering dijadikan sebagai bahan selimut di antaranya nilon, polyester dan akrilik. Keunggulan dari selimut sintetis adalah harganya terjangkau, awet dan cara merawatnya relatif mudah.

3. Selimut Flanel

Bahan flanel hampir mirip dengan bahan wool yang mampu menciptakan kehangatan bagi penggunanya. Bedanya kain flanel atau felt yang dibuat dari serat wool ini sudah melalui proses pemanasan dan penguapan sehingga menghasilkan kain dengan beragam tekstur dan jenis (tergantung bahan pembuatnya).

Selimut

Sumber : https://www.naykedapparel.com/

4. Kain Bulu

Kain yang memiliki tekstur berbulu memberikan sensasi lembut dan hangat ketika dipakai, bervolume tebal, namun tidak terlalu berat. Hanya saja jika salah memilih, bisa-bisa bulu ini lepas dan mengganggu kesehatan pernafasan. Khusus untuk pembuatan selimut salah satu jenis kain berbulu yang banyak dipakai yakni berupa kain rasfur yang memiliki kesan lucu dan menarik.

  • Kain rasfur sendiri merupakan sejenis bahan kain yang biasa digunakan untuk pembuatan boneka, bantal print, dompet, tas, karpet, hingga aksesoris pelengkap fashion design lainnya.
  • Bulu-bulu lembut dan kenyal yang terdapat pada permukaan bahan rasfur rata-rata memiliki panjang 5 mm, 10 mm, 15 mm, hingga 20 mm.
  • Semakin panjang bulu yang terdapat pada kain rasfur maka semakin mahal pula harga kainnya.

Selimut

Sumber : https://www.faux-fur-throws.com/

5. Kain Katun

Kain katun juga menjadi primadona bahan utama selimut karena sifatnya yang halus, lembut dan tahan lama. Sama halnya dengan selimut wool selimut katun biasanya memiliki tampilan lebih menarik namun juga memiliki kecenderungan mudah menyusut ketika dicuci.

  • Selimut berbahan katun cocok digunakan di tempat yang bersuhu panas atau pada saat musim.
  • Bahannya yang ringan, halus dan tahan lama dinilai cocok untuk orang yang merasa kepanasan namun tidak bisa tidur tanpa selimut.
  • Beberpa ciri paling khas yang membedakan kain katun dengan jenis bahan selimut lainnya yaitu:
  • Kain katun bertekstur halus dan lembut.
  • Kain katun cukup tebal, namun tetap bertekstur lembut, jatuh, serta nyaman dipakai.
  • Cara perawatan kain katun lebih mudah.
  • Karena terbuat dari serat alami maka kain katun tidak membuat alergi.

Untuk membersihkan selimut katun minimal anda bisa mencucinya satu bulan sekali. Kalaupun ingin mencucinya dengan mesin cuci anda bisa memilih putaran yang paling ringan dan jemur di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.

6. Kain Linen

Kain linen merupakan bahan kain tertua di dunia yang biasa digunakan untuk membuat selimut. Kain linen sangat disukai karena karakteristiknya yang sangat istimewa bisa bertahan puluhan tahun dengan perawatan yang baik. Semakin lama digunakan dan dengan proses pencucian yang benar kain linen akan semakin nyaman digunakan.

  • Kain linen dikenal memiliki serat yang tebal dan kuat meski terkena gesekan berkali-kali.
  • Kain linen memiliki tekstur yang lembut dan ketika di raba sangat halus.
  • Serabut kain linen tersusun sangat rapi tidak seperti bahan kain yang terbuat dari kapas (cotton).
  • Selimut yang terbuat dari bahan kain linen tidak hanya halus tapi juga mengkilap sehingga terlihat mahal.
  • Daya serap airnya juga cukup tinggi, namun cepat kering dengan cara diangin-anginkan saja.
  • Semakin lama digunakan kain linen akan terasa sangat nyaman asal diimbangi dengan proses pencucian yang baik dan benar. Namun jika tidak dirawat dengan baik kain linen biasanya akan terlihat kurang menarik dan rusak.

Selimut

Sumber : https://www.alwayspiper.com/

7. Kain Fleece

Kain fleece dikenal sebagai salah satu jenis kain tekstil yang memiliki karakteristik lembut, hangat, dan sedikit berbulu pada bagian permukaannya. Kain fleece sendiri sebenarnya merupakan finishing dari produk tekstil yang dikenal sebagai imitasi wool.

  • Kain fleece dapat bekerja dengan baik sebagai insulator tubuh meski dalam kondisi basah.
  • Kain fleece cenderung lebih cepat kering.
  • Kain fleece memiliki kemampuan breathability yang cukup baik sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara pada saat digunakan.
  • Bahan fleece cenderung bersifat elastis.
  • Harga kain fleece umumnya relatif murah.

 

Selimut

Sumber : https://www.target.com/

Mencari kain linen dan kain fleece berkualitas dengan harga murah untuk membuat pakaian maupun lenan rumah tangga?. Sebagai bahan pertimbangan anda bisa melihat-lihat dulu koleksi Kain Linen dan Kain Fleece dari kami.

Tips Memilih Selimut

Berencana untuk membeli selimut dalam waktu dekat?. Untuk menjamin kualitas tidur anda pastikan selimut yang pilih terbuat dari bahan yang cukup bagus untuk menghangatkan tubuh dan dapat menghilangkan berbagai rasa lelah setelah seharian beraktivitas. Selain itu perhatikan pula beberapa hal penting sebagai berikut.

1. Ketebalan Selimut

Masih terjebak dalam pemahaman bahwa selimut yang tebal merupakan selimut yang paling tepat untuk membungkus tubuh saat tidur. Faktanya dalam memilih bahan selimut yang terpenting adalah selalu sesuaikan dengan kebutuhan, sebaiknya jangan sampai terlalu tebal dan terlalu berat.

  • Sebelum membeli selimut pertimbangkan faktor suhu harian di kamar dan daerah tempat tinggal kita.
  • Khusus untuk anda yang berada di negara tropis seperti Indonesia ada baiknya pilih selimut yang tidak terlalu tebal ataupun tipis agar tetap aman digunakan pada cuaca apapun.

2. Bahan Selimut

Bahan selimut tentunya menjadi salah satu faktor penting yang harus anda pertimbangkan ketika akan membeli selimut. Sebagai referensi anda bisa memilih selimut yang dibuat dari kain wool, kain sintetis, kain flanel, kain bulu, kain katun, kain linen serta kain fleece.

3. Berat Selimut

Berat selimut juga tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan sebelum membeli selimut karena dapat menentukan nyaman tidaknya seseorang ketika tidur. Tapi jangan lupa perhatikan suhu kamar anda agar tidak merasa kepanasan.

  • Jika anda tengah mengalami stres dan gangguan tidur, ada baiknya untuk memilih selimut yang agak tebal.
  • Selimut yang berat dinilai mampu memberikan rasa relaks dan sensasi pijat ketika menimpa tubuh seseorang.

4. Warna dan Motif Selimut

Dalam memilih selimut anda bisa menyesuaikan warna dan motifnya dengan seprai atau cat dinding agar tampilannya tampak harmonis dan cantik. Selain memperhatikan faktor warna tempat tidur dan bed cover, warna dan corak selimut juga harus mencerminkan kerpibadian anda.

  • Selimut dengan warna cerah seperti pink, kuning, merah, hijau dan biru cocok untuk kamar tidur wanita.
  • Selimut dengan warna bold dan netral seperti coklat, hitam dan abu-abu cocok untuk kamar tidur pria
  • Sedangkan selimut karakter lebih cocok untuk anak-anak dan remaja.

5. Kerapatan Jahitan

Dari sisi teknis sebuah selimut yang berkualitas baik harus memiliki jahitan benang yang rapat untuk memastikan bahwa selimut tersebut telah dijahit kuat dan tahan sobekan. Kualitas jahitan selimut yang baik umumnya ditandai dengan beberapa ciri khas sebagai berikut.

  • Jahitan selimut yang bagus harus memiliki ciri-ciri yang halus dan rapi, tidak melenceng,  tidak loncat dan tidak mengkerut.
  • Semakin kecil stik yang digunakan maka semakin halus juga hasil jahitannya.
  • Semakin banyak jumlah kerapatannya jahitannya maka semakin bagus kualitasnya.

6. Ukuran Selimut

Ukuran selimut yang dijual dipasaran tentunya bervariasi. Oleh karena itu pastikan anda mengetahui ukuran tempat tidur dengan jelas. Sebisa mungkin sesuaikan ukuran selimut dengan ukuran tempat tidur, lebih bagus lagi bila ukurannya sedikit melebihi ukuran tempat tidur.

7. Harga Selimut

Cari selimut dengan harga sesuai anggaran, prinsip yang harus anda pegang adalah pilihlah selimut dengan harga terjangkau namun tetap mampu memenuhi kebutuhan tidur anda. Bahan polyester yang terjangkau pun tidak kalah hangatnya dengan wol asalkan dirawat dengan cara yang tepat.

Tips Merawat Selimut

Sudah menemukan selimut yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anda?. Jangan lupa pula untuk senantiasa merawat selimut dan perlengkapan tidur lainnya agar tidak menjadi sarang bakteri dan bau tidak sedap.

  1. Rendam selimut kedalam air dengan suhu rata-rata atau tidak hangat dan juga tidak terlalu dingin.
  2. Masukan detergen kedalam rendaman selimut tadi dan diamkan selama 30 menit.
  3. Jika mencuci bed cover sprei menggunakan mesin cuci pilih putaran normal atau sedang.
  4. Jangan gunakan pemutih untuk mencuci selimut. Penggunaan pemutih pakaian hanya akan membuat selimut menjadi kaku bahkan lebih parahnya lagi jadi terlihat kusam.

Untuk mencuci selimut berbahan wool anda bisa menggunakan air dingin untuk mencegah bahannya menyusut. Selain itu cucilah selimut dari bahan wool menggunakan tangan agar tekstur kainnya tidak mudah rusak.

Hindari kebisaan mencuci selimut berbahan sintetis terlalu sering, benang selimut akan lebih mudah mencuat serta warnanya jadi cepat memudar. Cukuplah mencuci selimut berbahan kain sintetis sebanyak satu hingga dua bulan sekali dan menjemurnya di tempat yang tidak terlalu panas agar tidak mudah menyusut.

Demikian pembahasan singkat mengenai beberapa tips sederhana yang bisa anda terapkan untuk mendapatkan selimut yang tepat sesuai kebutuhan. Jangan sampai karena salah memilih selimut, tidur anda malah jadi kurang nyenyak dan berimbas pada kebugaran tubuh.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.