Jas almamater adalah salah satu atribut penting dalam dunia akademik, khususnya di perguruan tinggi. Jas ini tidak hanya menjadi simbol identitas institusi tetapi juga mencerminkan profesionalisme dan kebanggaan mahasiswa terhadap almamaternya. Oleh karena itu, pemilihan bahan kain yang tepat untuk jas almamater sangatlah penting agar nyaman digunakan sekaligus tahan lama. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai jenis-jenis kain luar seperti drill, tropical, high twist, dan oxford, serta kain dalam seperti katun hero (Arrow), asahi, dormeuil, dan parasit, berdasarkan karakteristik masing-masing.

Sumber: Siplah
Jenis-Jenis Kain Luar untuk Jas Almamater
Kain luar adalah elemen utama dari jas almamater, karena menentukan penampilan, kenyamanan, dan daya tahannya. Berikut adalah beberapa jenis kain luar yang paling direkomendasikan untuk pembuatan jas almamater:
1. Kain Drill
Kain drill merupakan salah satu bahan favorit untuk jas almamater karena teksturnya yang kuat dan tebal. Kain ini memiliki serat diagonal yang memberikan kesan formal namun tetap nyaman dipakai. Salah satu varian kain drill yang sering digunakan adalah American drill , yang dikenal dengan daya tahan tinggi dan kemampuannya menyerap keringat. Selain itu, ada juga Japan drill , yang memiliki serat lebih besar dan cocok untuk daerah beriklim tropis karena sifatnya yang adem.
2. Kain Tropical
Kain tropical adalah jenis kain yang dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan pada saat cuaca panas dan lembap. Kain ini terbuat dari serat alami atau sintetis yang ringan, sehingga sangat cocok untuk digunakan di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Salah satu contoh kain tropical adalah Taipan Tropical , yang memiliki komposisi 70% katun dan 30% polyester. Kain ini lebih tipis dan ringan dibandingkan kain drill, tetapi tetap lentur dan nyaman digunakan.
3. Kain High Twist
Kain high twist adalah pilihan lain yang cukup populer. Serat kain ini memiliki tekstur halus dan ringan, sehingga sangat nyaman digunakan dalam kondisi cuaca panas. Meskipun begitu, kain ini tetap kuat dan tidak mudah kusut, menjadikannya pilihan ideal untuk jas almamater. Kain high twist juga memiliki kepadatan tinggi, sehingga memberikan kesan premium dan elegan.
4. Kain Oxford
Kain oxford memiliki tekstur rata dan tidak seperti kain drill yang bergaris diagonal. Kain ini biasanya lebih tipis dibandingkan kain drill, tetapi tetap nyaman digunakan. Bahan ini cocok untuk daerah dengan suhu hangat karena sifatnya yang adem dan tidak panas Kain oxford sering digunakan untuk jas almamater yang membutuhkan kesan kasual namun tetap formal.
Berikut adalah tabel perbandingan kain luar yang umum digunakan untuk pembuatan jas almamater, beserta kelebihan dan kekurangannya:
| Jenis Kain | Kelebihan | Kekurangan |
| Drill | Kuat dan tahan lama | Agak panas jika digunakan di iklim tropis |
| Tropical | Ringan dan adem | Kurang tahan lama dibandingkan kain drill |
| High Twist | Tidak mudah kusut | Harganya relatif lebih mahal |
| Oxford | Tekstur rata dan ringan | Kurang kuat dibandingkan kain drill atau high twist |

Sumber: Shopee
Jenis-Jenis Kain Dalam (Furing) untuk Jas Almamater
Selain kain luar, pemilihan kain furing atau bagian dalam jas almamater juga sangat penting. Kain furing berfungsi sebagai pelapis dalam yang memberikan kenyamanan ekstra serta melindungi kulit dari gesekan langsung dengan kain luar. Berikut adalah beberapa jenis kain furing yang umum digunakan:
1. Kain Katun Hero (Arrow)
Kain katun hero, atau lebih dikenal dengan nama Arrow, adalah salah satu jenis kain furing yang sangat nyaman digunakan. Kain ini memiliki tekstur lembut, adem, dan tidak terawang, sehingga cocok untuk digunakan sebagai lapisan dalam jas almamater . Lebar kainnya mencapai 115 cm, sehingga memudahkan proses penjahitan.
2. Kain Furing Asahi
Kain furing asahi adalah salah satu jenis furing berkualitas tinggi yang sering digunakan untuk jas almamater. Kain ini memiliki ciri khas yaitu teksturnya yang halus dan licin, sehingga memudahkan pemakai saat memakai atau melepas jas. Selain itu, kain asahi juga memiliki daya tahan yang baik, sehingga cocok untuk penggunaan jangka panjang.
3. Kain Furing Dormeuil
Kain furing dormeuil adalah alternatif berkualitas tinggi selain kain asahi. Kain ini memiliki ciri khas berupa stamp permanen yang memberikan kesan eksklusif pada bagian dalam jas. Furing dormeuil juga dikenal dengan daya tahannya yang baik, sehingga sering digunakan untuk jas almamater premium.
4. Kain Parasit
Kain parasit adalah jenis furing yang lebih tipis dan ringan dibandingkan kain asahi atau dormeuil. Meskipun begitu, kain ini tetap nyaman digunakan karena teksturnya yang halus. Kain ini biasanya lebih lazim digunakan sebagai furing jaket.
Berikut adalah tabel perbandingan kain dalam yang sering digunakan sebagai pelapis jas almamater, beserta kelebihan dan kekurangannya:
| Jenis Kain | Kelebihan | Kekurangan |
| Katun Hero (Arrow) | Lembut dan adem | Rentan terhadap kerutan |
| Asahi | Licin dan halus | Kurang menyerap keringat |
| Dormeuil | Memberikan kesan eksklusif | Harganya lebih mahal |
| Parasit | Ringan dan tipis | Kurang nyaman untuk pemakaian dalam waktu lama |

Pertimbangan dalam Memilih Jenis Kain untuk Jas Almamater
Memilih bahan kain untuk jas almamater bukanlah hal yang bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan agar hasil akhirnya sesuai dengan harapan:
1. Kenyamanan
Kenyamanan adalah prioritas utama dalam memilih bahan kain. Jas almamater sering digunakan dalam waktu lama, terutama selama acara formal atau upacara resmi. Oleh karena itu, kain yang dipilih harus memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak membuat pemakai merasa gerah.
2. Daya Tahan
Jas almamater biasanya digunakan oleh banyak orang dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, bahan kain yang dipilih harus kuat dan tidak mudah rusak. Kain drill dan high twist adalah contoh bahan yang memiliki daya tahan tinggi.
3. Estetika
Penampilan jas almamater juga penting, karena mencerminkan identitas institusi. Kain dengan tekstur halus dan warna solid biasanya lebih disukai karena memberikan kesan formal dan profesional.
4. Anggaran
Harga bahan kain juga menjadi pertimbangan penting. Beberapa bahan seperti satin atau high twist mungkin lebih mahal dibandingkan kain drill atau PE. Oleh karena itu, anggaran yang tersedia harus disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi institusi.
5. Faktor Lingkungan
Iklim tempat institusi berada juga memengaruhi pemilihan bahan kain. Untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia, bahan yang adem dan menyerap keringat seperti Japan drill atau kain tropical lebih direkomendasikan.
Kesimpulan
Jas almamater adalah simbol kebanggaan bagi setiap mahasiswa, sehingga pemilihan bahan kain yang tepat sangatlah penting. Kain luar seperti drill, tropical, high twist, dan oxford menawarkan kombinasi antara kenyamanan, daya tahan, dan estetika. Sementara itu, kain furing seperti katun hero (Arrow), asahi, dormeuil, dan parasit memberikan perlindungan tambahan serta meningkatkan kenyamanan pemakaian.
Dalam memilih bahan kain, beberapa faktor seperti kenyamanan, daya tahan, estetika, anggaran, dan faktor lingkungan harus dipertimbangkan dengan cermat. Dengan memilih bahan yang sesuai, jas almamater tidak hanya akan terlihat menarik tetapi juga nyaman digunakan dalam berbagai situasi.
Artikel ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi institusi atau individu yang ingin membuat jas almamater berkualitas tinggi. Ingatlah bahwa kualitas bahan kain adalah investasi jangka panjang yang akan memengaruhi pengalaman pemakaian jas almamater.
Download Pola Jas Almamater siap pakai dari kami kalau kamu ingin membuat jas almamater sendiri dengan pola yang sudah jadi.
Comments 0
Leave a CommentSend Comment
Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.