Ketika Cuaca Menentukan Nasib Sebuah Desain
Inggris dikenal dengan hujan yang tak pernah benar-benar pergi. Angin dingin, kabut, dan cuaca yang berubah cepat membentuk cara orang berpakaian sejak berabad-abad lalu. Di akhir abad ke-19, kebutuhan paling mendesak bukanlah gaya, melainkan perlindungan. Pakaian harus tahan air, kuat, dan bisa dipakai berjam-jam di luar ruangan.

Dari kebutuhan itulah, jauh sebelum karpet merah dan lampu kamera, Burberry lahir—bukan sebagai rumah mode mewah, tetapi sebagai solusi teknis untuk bertahan hidup di alam dan medan perang.
Thomas Burberry dan Obsesi pada Fungsi
Burberry didirikan pada 1856 oleh Thomas Burberry, seorang pemuda berusia 21 tahun di Basingstoke, Inggris. Ia tidak datang dari dunia aristokrat atau mode kelas atas. Ia adalah pengusaha yang tertarik pada satu hal: bagaimana pakaian bisa bekerja lebih baik.

Thomas Burberry percaya bahwa bahan adalah kunci. Ia bereksperimen dengan kain yang dapat melindungi tubuh dari hujan dan angin tanpa membuat pemakainya kepanasan. Hasil dari eksperimen itu adalah gabardine, kain yang dipatenkan pada tahun 1879—tahan air, ringan, dan bernapas. Inovasi ini kelak menjadi fondasi seluruh identitas Burberry.

Dari Alam Liar ke Medan Perang
Gabardine segera digunakan oleh para penjelajah dan petualang. Burberry dikenakan oleh tokoh-tokoh ekspedisi Inggris yang menjelajah wilayah ekstrem. Reputasi Burberry sebagai pakaian fungsional yang dapat diandalkan pun menguat.
Namun peran paling menentukan datang saat Perang Dunia I. Tentara Inggris membutuhkan mantel yang bisa melindungi prajurit di parit-parit berlumpur Eropa. Burberry mengembangkan mantel militer dengan detail fungsional: epaulet untuk pangkat, sabuk untuk peralatan, dan potongan yang memungkinkan bergerak cepat.

Dari sinilah lahir trench coat—mantel parit yang awalnya sama sekali tidak dimaksudkan untuk mode.
Perang Usai, Mantel Tetap Tinggal
Ketika perang berakhir, para prajurit kembali ke kehidupan sipil. Mereka membawa pulang mantel yang telah menemani mereka di medan tempur. Tanpa disadari, trench coat mulai memasuki ruang publik.

Mantel ini tampil berbeda: tegas, rapi, dan berwibawa. Ia membawa kesan pengalaman, ketangguhan, dan kedewasaan. Perlahan, trench coat Burberry menjadi pakaian favorit pria dan wanita urban Inggris—terutama mereka yang ingin terlihat serius, profesional, dan berkelas.
Fungsi berubah menjadi gaya.
Hollywood Membentuk Imajinasi
Pada pertengahan abad ke-20, film mengambil alih peran besar dalam membentuk citra fashion. Burberry muncul di layar lebar, dikenakan oleh aktor dan aktris dalam film-film ikonik. Trench coat menjadi simbol misteri, romantisme, dan karakter yang kompleks.

Hollywood memberi trench coat makna baru: bukan hanya pelindung cuaca, tetapi kostum karakter. Dari detektif hingga tokoh romantis, mantel Burberry menjadi penanda kepribadian.
Di titik ini, Burberry telah sepenuhnya melintasi batas antara pakaian utilitarian dan ikon budaya.
Pola Kotak yang Menjadi Tanda Pengenal
Pada tahun 1920-an, Burberry memperkenalkan Burberry check—pola kotak khas yang awalnya digunakan sebagai lapisan dalam mantel. Pola ini kemudian menjadi identitas visual yang sangat kuat.

Namun kekuatan simbol selalu datang dengan risiko. Pada akhir abad ke-20, Burberry sempat mengalami krisis citra akibat popularitas berlebihan dan asosiasi yang tidak sejalan dengan nilai brand. Tantangannya bukan mempertahankan ketenaran, tetapi memulihkan makna eksklusivitas.
Reposisi dan Kembalinya Status
Memasuki abad ke-21, Burberry melakukan reposisi besar-besaran. Fokus kembali pada warisan, kualitas, dan desain yang relevan dengan generasi baru. Trench coat tetap menjadi pusat cerita, tetapi diperbarui dalam potongan, warna, dan pendekatan styling.

Selebriti, musisi, dan ikon fashion mulai mengenakan Burberry bukan sebagai tren sesaat, melainkan sebagai pernyataan gaya. Mantel yang dulunya milik tentara kini menjadi status simbol global—dipakai di bandara, karpet merah, dan jalanan kota besar dunia.
Ketika Fungsi Menjadi Kemewahan
Kisah Burberry menunjukkan bahwa kemewahan tidak selalu lahir dari kemewahan itu sendiri. Terkadang, ia lahir dari fungsi yang dirancang dengan sangat baik hingga bertahan melampaui zamannya.
Dari hujan Inggris, parit perang, hingga sorotan kamera selebriti, Burberry membawa satu pesan yang konsisten: gaya sejati adalah gaya yang punya alasan untuk ada.
Trench coat Burberry bukan sekadar mantel. Ia adalah cerita tentang ketahanan, adaptasi, dan bagaimana sejarah bisa dikenakan—dan tetap relevan—hingga hari ini.
Download E-Book Mendesain dan Video Tutorial Menjahit dari kami kalau kamu ingin belajar desain fashion secara otodidak.
Comments 0
Leave a CommentSend Comment
Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.