Article

Homepage Article Advertorial Batik Madelion’s : Berawal…

Batik Madelion’s : Berawal Dari Hobi Menjadi Bisnis Batik

Batik Medalion's

Sumber : Batik Madelion’s

Menjadi pengusaha yang sukses tentunya menjadi mimpi setiap orang. Tentunya kesuksesan tersebut tidak dapat diraih dengan mudah. Ada beberapa hal yang harus diperjuangkan secara konsisten dengan kegigihan yang penuh agar dapat menjadi pengusaha yang sukses, seperti cerita dari pemilik bisnis Batik Madelion’s.

I Made Murjaya atau yang biasa dipanggil Made itu memulai bisnis batiknya bersama Sang Istri, Agustina Ari Handayani. Agustina bercerita jika awalnya beliau dan Sang Suami sama sekali tidak memiliki latar belakang di bidang fashion. Hal ini diceritakan oleh yang bersangkutan pada saat sesi tanya jawab pada acara Webinar FitAcademy yang diadakan oleh Fitinline dengan tajuk “Gen-Z Menjadi Fashionpreneur? Kenapa Tidak?” melalui media Zoom (15/10/2022).

Batik Medalion's

Sumber : Batik Madelion’s

Madelion’s berawal pada tahun 2010 sebagai unit usaha jahit. Pada masa itu, keduanya sama sekali tidak memiliki latar belakang di bidang fashion. Diketahui jika Made merupakan alumni dari prodi Seni Kriya Kulit di Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta, sedangkan Agustina merupakan alumni dari S1 Keperawatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan An-Nur Purwodadi. Lantas hal ini disampaikan secara langsung oleh Agustina dalam sesi tanya jawab Webinar Series FitAcademy.

“Awal mula usaha Batik Madelion’s itu tadinya di bidang jahit ya, karena kebutuhannya di menjahit di tahun 2010. Saya sendiri walaupun tidak memiliki latar belakang di pendidikan fashion, tapi saya kursus gitu ya. Kursus untuk jahit, demikian juga dengan Pak Made. Lebih banyak kita ke pakaian-pakaian perempuan perempuan, seperti kebaya, blouse dan pesta. Pakaian bridal. Jadi mengikuti kebutuhan dari masyarakat, inginnya apa baru kita buatkan.” Ujar Agustina.

Agustina kemudian melanjutkan jika awal mula tercetusnya ide bisnis batik tersebut berawal dari Sang Suami yang memenangkan juara 2 di ajang lomba batik untuk pertama kalinya. Pada tahun 2015, usaha menjahit tersebut pada akhirnya beralih menjadi pembuatan wastra atau kain batik dengan visi mengedukasi dan menumbuh kembangkan tradisi batik Nusantara untuk kesejahteraan masyarakat.

“Di tahun 2015 itu awal mula tentang batik. Saya sendiri memang suka batik, karena dari kecil sudah diperkenalkan batik oleh keluarga. Pak Made itu ikut lomba batik, nah itu baru pertama kali ikut itu di Dekranasda Yogyakarta waktu itu menang juara 2. Terus dari situ, karena kita menang lomba, kita belajar batik di sana untuk proses, kemudian teknik pewarnaan yang benar seperti apa dan yang lainnya. Lalu yang terakhir itu Pak Made juara 1 di kejuaraan yang diselenggarakan oleh KJRI Chicago. KJRI Chicago itu ingin mencari batik yang Indonesia nusantara tidak hanya satu wilayah Indonesia tetapi dengan selera internasional, itu dia dapat juara 1. Kami di akhir tahun ini, batik kami siap untuk warung konsuler miliknya KJRI Chicago.” Jelasnya.

Pernyataan tersebut kemudian dibenarkan oleh Made yang pada saat itu ikut menjadi Narasumber dari Webinar Series FitAcademy. Beliau menjelaskan bahwa perjalanan bisnis Batik Madelion’s ini berawal dari hobinya dalam menciptakan sesuatu. Made menceritakan mengenai perjalanannya memulai bisnis di usia muda kala itu.

“Saya dari kecil itu suka menggambar, itu mungkin kalau saya tadi berbicara tentang peluang bagaimana memulai bisnis batik, saya memulai usaha atau memulai mengerjakan sesuatu karena saya suka. Saya suka menggambar, kemudian saya suka kriya, saya suka membuat sesuatu. Kalau dulu di SD, zaman saya mungkin masih ada pelajaran keterampilan. Itu akhirnya berkembang ketika saya kuliah, saya mulai melakukan bisnis kecil-kecilan dari mulai membuat kartu lebaran, sketsa wajah, penjual bunga wisuda dan seterusnya mengikuti tren.” Jelas Made dalam sesi tanya jawab webinar series FitAcademy.

Beliau juga menambahkan jika pertemuannya dengan seorang pelaku batik di Yogyakarta membawanya semakin dekat dengan batik.
“Seperti yang diceritakan oleh Ibu, saya mengikuti lomba kemudian design saya mendapatkan perhatian yang cukup besar dari pelaku batik di Yogyakarta waktu itu, Ibu Haryani winotosastro, beliau setelahnya memaksa saya untuk ikut bergabung di paguyuban batik. Sekarang saya anggota Paguyuban Batik Sekar Jagad, di sana mau tidak mau saya harus belajar tentang batik, saya juga semakin tertarik dengan batik, kemudian menekuni batik sampai sekarang. Dan sampai sekarang saya masih belajar karena masih banyak hal tentang yang tersembunyi. Itu ibarat harta karun, itu begitu banyak hal-hal yang menakjubkan. Itu yang belum kita ketahui.” Tambahnya.

Batik Medalion's

Sumber : Batik Madelion’s

Dan akhirnya kini Batik Madelions menjadi salah satu bisnis yang dikenal oleh banyak masyarakat, terutama masyarakat di wilayah Yogyakarta. Beberapa produk yang ditawarkan oleh Batik Madelion’s diantaranya adalah samir wisuda batik, masker batik, kain atau wastra batik, canting cap tembaga dan kertas. Tidak hanya produk, Batik Madelion’s juga menawarkan jasa pelatihan yang diajarkan langsung oleh instruktur yang berkompeten dan tersetifikasi.

Tidak hanya itu, Batik Madelion’s kini sudah memiliki banyak klien yang cukup ternama, seperti Perorangan; LKP Fashion, Batik dan Kriya; Komunitas Wirausaha; Komunitas Seni; NGO Internasional: Yayasan Orang Utan Lestari; Vendor Pariwisata: PT Kuda Nil Explorer; Perguruan Tinggi: Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta.

“Itu tidak serta-merta perjalananan usaha kita. Awalnya kita memang ingin dan niat punya hobi seperti itu ya kita lakukan. Jadi kalau kita tidak suka itu akan sulit. Jadi seperti itu.” Lanjut Agustina setelahnya.

Dari penjelasan Agustina mengenai awal mula Batik Madelion’s cukup menjelaskan bahwa untuk menjadi pengusaha yang sukses bukanlah sesuatu yang mudah dan cepat. Perlu usaha serta kegigihan yang konsisten untuk dilakukan dalam setiap prosesnya, dan hal tersebut terlihat dari kesuksesan Batik Madelion’s saat ini.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.