Article

Homepage Article Batik Batik Warna Alam

Batik Warna Alam

Menjaga keselarasan alam dan kelestarian budaya itulah keunggulan batik warna alam... Back to nature akhir-akhir ini menjadi trend di masyarakat. Penggunaan eco produk menjadi salah satu pilihan yang bijak untuk tetap menjaga keseimbangan alam. Bumi yang semakin panas akibat global warming menjadi tempat yang tak nyaman lagi untuk dihuni. Sebagai manusia hendaknya kita mampu menjaga dan melestarikan keselarasan alam. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah memilih bahan sandang dari bahan yang ramah lingkungan. Misalnya dengan memakai batik dengan pewarna alam. 

Batik warna alam

(Sumber gambar: http://baltyra.com)

Penggunaan warna alam pada batik sudah berlangsung sejak lama. Nenek moyang kita mewariskan kearifan bagaimana tanaman yang tumbuh di sekeliling kita dapat menjadi sumber pewarna alami yang indah. Tanpa mencemari lingkungan. Sekilas nampak kalo batik tulis maupun cap yang menggunakan warna alam akan terlihat "mbladus”, kusam dan mudah pudar warnanya, dibanding dengan batik warna sintetis yang cenderung cerah dan variatif. 

Bahan Pewarna alam

(Sumber gambar: http://baltyra.com)

Ingin belajar membatik? Klik Disini untuk melihat video tutorial membatik.

Proses pembuatan batik warna alam sebenarnya gampang, hanya saja memerlukan ketelatenan dan kesabaran. Umumnya untuk menghasilkan warna yang diinginkan diperlukan waktu yang tidak sebentar. Kita bisa menghabiskan waktu berhari-hari bahkan hingga hitungan minggu.

Pewarna alam bisa berasal dari berbagai tumbuhan yang berada di sekeliling kita. Bahan untuk pewarnanya sendiri didapat dengan cara mengekstrak bagian-bagian dari tumbuhan penghasil celup. Pengekstrakan dapat dilakukan baik pada temperatur rendah maupun temperatur tinggi dengan menggunakan air sebagai pelarut.

Bahan Pewarna Alam

(Sumber gambar: http://amiafiyati.blogspot.com/)

Pembuatan batik warna alam terbagi tiga jenis yaitu bejana/rebus, fermentasi (pembusukan), dan direct (langsung). Agar bahan-bahan yang digunakan bisa menempel kuat di kain, proses pewarnaan harus dibantu dengan fiksasi. Sebelum proses pembatikan sebaiknya kain diproses mordanting terlebih dahulu. Bisa dikatakan, berhasil atau tidaknya suatu proses pewarnaan tergantung dari proses mordanting. Itu sebabnya mordanting harus dilakukan secara hati-hati, akurat, dan tidak terlalu cepat, agar menghasilkan warna yang stabil. Mordanting adalah proses perebusan kain dengan garam logam seperti tawas. Penggunaan mordan dapat mengurangi kelunturan warna kain terhadap pengaruh pencucian, mengikat warna sehingga tidak mudah luntur, meningkatkan daya tarik zat warna alam terhadap kain sehingga menghasilkan kerataan dan ketajaman warna yang baik. Resep Mordan untuk 500 gram kain katun :

  1. Kain direndam dalam larutan 2 gram/ liter deterjen selama semalam
  2. Kain dicuci bersih dan diperas
  3. Rebus(mendidih) dalam 17 liter air yang mengandung 100 gram tawas dan 30 gram selama 1 jam, sambil dibolak-balik kainnya.
  4. Setelah itu, matikan api biarkan kain tetap dalam larutan tersebut selama semalam
  5. Pagi harinya kain dicuci bersih dan diangin – anginkan.

Dalam pembuatan larutan warna alam perlu disesuaikan dengan berat bahan yang akan diproses sehingga jumlah larutan zat warna alam yang dihasilkan dapat mencukupi untuk mencelup. Banyaknya larutan warna alam yang diperlukan tergantung pada jumlah kain yang akan diwarna. Perbandingan yang biasa digunakan adalah 1:30. Misalnya berat kain 100 gram maka kebutuhan warna alam adalah 3 liter. Cara membuat warna alam sebagai berikut:

  1. Timbang bahan warna alam yang dikehendaki, misal: kayu mahoni
  2. Tiap 1 kg bahan warna alam direbus dengan 10 liter air.
  3. Rebus dengan api panas hingga rebusan tadi menjadi ½ nya
  4. Setelah rebusan menjadi ½, biarkan larutan warna menjadi dingin, setelah larutan sudah dingin kemudian disaring lalu digunakan untuk mewarna kain.

Teknik pewarnaan alam dengan cara dicelup yaitu:

  1. Kain batik direndam dalam larutan TRO selama minimal 30 menit, lalu tiriskan
  2. Jika kain sudah setengah kering dicelup sambil dibolik-balik selama minimal 15 menit,lalu diangin anginkan
  3. Dalam keadaan setengah kering dicelupkan lagi pada larutan warna yang sama. Lakukan pencelupan ini berulang–ulang sesuai kebutuhan warna yang diinginkan
  4. Setelah warna yang diinginkan sudah dicapai, langkah selanjutnya adalah proses fiksasi dengan cara dicelupkan pada larutan Fiksasi (tawas, kapur, tunjung)
  5. Kemudian dicuci bersih dan keringkan. Kain batik siap untuk ditutup (dibatik lagi) atau siap untuk dilorod (direbus untuk menghilangkan lilin).

Batik sebelum di-fiksasi

Batik sebelum di-fiksasi

(Sumber gambar: http://www.tembi.org)

Ingin membeli alat-alat membatik? Klik Disini untuk mendapatkan alat-alat membatik.

Fungsi Fiksasi adalah memperkuat warna dan merubah warna zat warna alam sesuai dengan jenis logam yang mengikatnya. Jenis Fiksasi ada 3 macam :

  1. Tawas dosis 70 gram / liter. Biarkan mengendap dan ambil larutan beningnya. Tawas akan memberiakan warna sesuai dengan warna aslinya
  2. Kapur tohor (CaCO3) dosis 50 gram/ liter. Biarkan mengendap dan ambil larutan beningnya. Kapur akan memberikan warna lebih tua dari aslinya
  3. Tunjung (FeSO4) dosis 20 gram/liter. Biarkan mengendap dan ambil larutan beningnya. Tunjung akan memberikan warna kearah gelap / tua.

Bahan Fiksasi

Ada juga fiksasi lain yang bisa digunakan yaitu: Jeruk nipis, cuka, sendawa/ salpeter, pijem/ borak, gula batu, gula jawa, prusi, tetes, tape, injet, pisang klutuk dan daun jambu klutuk. Bahan-bahan tersebut bisa dibeli di toko khusus jualan alat dan bahan batik ataupun di toko bahan kimia.

Cara Pencelupan Fiksasi

  1. Ambil Kain kering yang sudah dicelup warna
  2. Ambil 3 liter salah satu larutan fiksasi yang diinginkan
  3. Kain batik dicelupkan pada larutan fiksasi tersebut, lakukan proses ini sesuai kebutuhan intensitas warna yang dikehendaki.
  4. Lalu cuci bersih perlahan dan bilas, lalu diangin–anginkan.

Batik setelah di-fiksasi

Batik setelah di-fiksasi

(Sumber gambar: http://www.tembi.org)

Ingin membeli batik tulis eksklusif? Klik Disini untuk melihat katalog kain batik.

Bahan tekstil yang bisa diwarnai dengan warna alam adalah bahan-bahan yang berasal dari serat alam contohnya sutera, wol dan kapas (katun). Untuk bahan sintetis biasanya tidak bisa menyerap zat warna alam.

Kendala dalam penggunaan warna alam adalah variasi warnanya sangat terbatas dan ketersediaan bahannya tidak siap pakai sehingga diperlukan proses-proses khusus untuk dapat dijadikan larutan pewarna sehingga kurang praktis dalam penggunaannya.

Kelebihan batik warna alam adalah ramah lingkungan, memiliki potensi pasar yang tinggi sebagai komoditas unggulan produk Indonesia untuk memasuki pasar global dengan daya tarik dengan karakteristik yang unik, etnik dan ekslusif. Memiliki daya jual yang lebih tinggi dari pada batik warna sintetis.

Manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaaan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan pewarna alam adalah ikut mendorong pembudidayaan tanaman-tanaman yang kurang dikenal masyarakat yang dapat dijadikan sumber warna sehingga ikut mendorong pelestarian keanekaragaman hayati. Sumber warna dapat diperoleh pula secara gratis dari pasar swalayan dan pasar tradisional berupa sayuran dan buah-buahan yang sudah tidak layak jual. Buah-buahan dan sayuran yang dimaksud antara lain manggis, rambutan, jengkol, alpukat. Mendaur ulang sampah menjadi lebih berguna bukan?

Tags: jual kain, jual kain batik, jual batik, jual kain batik murah, toko kain, toko kain batik, toko batik, toko batik online, toko kain batik online, beli kain, beli kain batik, beli batik, batik indonesia, belanja batik, belanja batik online, motif batik, harga batik

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.