Article

Homepage Article Jahit Menjahit 8 Jenis Benang Menurut Jenis…

8 Jenis Benang Menurut Jenis Serat dan Kegunaannya

Bisa bekerja dengan mesin jahit dan menggunakan benang untuk menyambung potongan bahan kain menjadi sebuah bentuk lain?. Meski sudah sangat akrab dengan yang namanya benang jahit namun tahukah anda bila berdasarkan asal seratnya jenis benang yang biasa digunakan di industri tekstil sendiri ada banyak macamnya lho. 

Pengertian Benang

Sebagai salah satu komponen penting yang diperlukan dalam proses produksi pakaian secara umum benang dapat didefinisikan sebagai suatu material yang tersusun atas sekumpulan serat-serat teratur kearah memanjang dengan garis tengah dan jumlah antihan tertentu yang diperoleh melalui suatu proses pemintalan.

Berdasarkan panjang seratnya, benang dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu benang stapel dan benang filamen. Kalau benang dari serat-serat stapel umumnya dipintal secara mekanik, maka untuk benang-benang filamen dipintal secara kimia.

  1. Benang stapel merupakan sejenis benang yang dibuat dari serat-serat stapel yang mempunyai panjang terbatas.
  2. Benang filamen merupakan jenis benang yang terbuat dari serat filamen mempunyai panjang yang tidak terbatas.

Setiap serat yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan benang inipun umumnya memiliki karakteristik yang sangat khas sebagai berikut.

  1. Sifat-sifat serat akan mempengaruhi sifat-sifat benang atau bahan kain yang dihasilkan.
  2. Sifat-sifat serat akan mempengaruhi cara pengolahan benang baik pengolahan secara mekanik maupun pengolahan secara kimia.

Jenis Benang Berdasarkan Seratnya

Mau tahu lebih banyak lagi tentang jenis-jenis benang yang biasa digunakan untuk industri tekstil dan garmet? Bergantung pada serat yang digunakan benang tekstil dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

1. Benang Kapas

Benang kapas merupakan benang berbahan dasar serat kapas yang diperoleh dengan sistem pemintalan mule, ring atau open end. Mesin pemintalan benang tanpa spindel yang terkenal dengan nama open end spinning frame ini juga menjadi salah satu mesin yang dihasilkan dari perkembangan teknologi pemintalan.

Benang Kapas

Sumber : http://www.guneshexports.co.in/

Dari proses pemintalan tersebut akan dihasilkan dua macam benang kapas yakni berupa benang kapas garu (carded) dan benang kapas sisir (combining) yang kesemuanya memiliki keistimewaan tersendiri.

  • Benang kapas garu permukaannya lebih berbulu dibandingkan dengan benang sisir dan juga masih mengandung biji atau daun. Benang ini banyak digunakan untuk pembuatan kain handuk, sprei, blaco, karung terigu, cambric, pakaian dalam laki-laki, poplin, sarung pelekat, muslin, tetra dan lainnya.
  • Sedangkan benang sisir kenampakannya lebih mengkilap, rata, bersih dan lebih kuat dibandingkan dengan benang garu. Benang ini banyak digunakan untuk pembuatan bahan kain voile, benang jahit, organdy, bahan kain untuk kemeja , sapu tangan dan lainnya.

Benang Kapas

Sumber : https://www.indiamart.com/

2. Benang Linen

Benang linen merupakan benang yang biasa dibuat dengan menggunakan serat linen, sejenis serat yang diambil dari tumbuhan rami atau pohon flax (Linum usitatissimum). Khusus untuk membuat benang linen bagian yang diambil bukanlah bunganya melainkan kulit pohon flax yang memiliki serat cukup panjang.

Benang Linen

Sumber : https://maiwa.com/

Dilihat dari proses pembuatannya benang linen sendiri pada prinsipnya juga dapat dibedakan lagi menjadi beberapa golongan, yaitu benang linen yang dipintal kering, setengah kering, dipintal basah dan juga dimasak.

  • Benang Linen Yang Dipintal Kering

Cara pemintalan kering ditujukan untuk membuat benang kasar. Ukuran kehalusan jenis benang ini biasanya dinyatakan dalam spindel, yaitu suatu penomoran yang menunjukkan berat dalam pound setiap 14.400 yard.

  • Benang Linen Yang Dipintal Setengah Kering

Benang linen yang dipintal setengah kering biasanya lebih licin dan rata dari pada benang linen yang dipintal kering. Proses pemintalannya sendiri terjadi setelah roving yang telah diregang meninggalkan rol-rol depan dan dilewatkan melalui rol-rol basah (damp-roller). Jadi antihan diberikan kepada serat tersebut dalam keadaan basah.

  • Benang Linen Yang Dipintal Basah

Dalam pemintalan basah roving dilewatkan melalui air panas (180°F/ 85°C) agar perekat (gum) dalam serat linen menjadi lunak dan serat-seratnya terpisah atau terurai dalam proses penarikan (drawing). Serat pendek dan halus yang dihasilkan dalam proses ini selanjutnya dapat dipintal menjadi benang halus.

  • Benang Linen Yang Dimasak

Benang linen yang dimasak biasanya telah kehilangan beratnya ± 5-10%. Kehilangan berat ini disebabkan karena benang dimasak sekali atau dua kali dalam larutan soda (kaustik soda). Juga benang ini diputihkan, maka akan kehilangan beratnya berkisar 10-12%.

Sebagai bahan baku pembuatan bahan kain, benang linen jarang dibuat dalam bentuk gintiran karena kekuatannya tiga kali lebih besar dari benang kapas sehingga cukup untuk menerima daya tarik dan gesekan pada waktu ditenun.

Benang Linen

Sumber : https://www.camillavalleyfarm.com/

Butuh bahan kain linen berkualitas dengan harga murah untuk membuat pakaian?. Sebagai bahan pertimbangan anda bisa melihat-lihat dulu koleksi kain linen dan kain linen rami dari kami.

  • Kain Linen

Kain linen adalah kain yang terbuat dari serat alami tumbuhan linen yang diolah menjadi bahan pakaian yang sangat nyaman dikenakan. jenis kain ini mempunyai tekstur yang spesial yang cocok untuk pakaian vintage maupun klasik.

  • Kain Linen Rami

Kain linen rami adalah kain linen yang terbuat dari serat rami yang mempunyai kemiripan tekstur dengan serat linen. Kain ini mempunyai sifat yang tidak panas, sehingga nyaman dipakai. Aplikasinya bisa untuk semua jenis pakaian. Ketebalannya cukup dan tidak menerawang.

3. Benang Jute

Benang jute merupakan sejenis benang yang dibuat atau dipintal dari serat tanaman jute Corchorus Capsularis dan Corchorus Olitorius. Serat yang digunakan untuk membuat benang jute kebanyakan berasal dari batangnya yang kecil dan lurus. Penghasil dan pemakai utama serat jute India membagi jenis dan mutu serat sebagai berikut:

  • Lusi Hessian (Hessian Warp)

Lusi hessian merupakan serat jute yang kuat, panjang, mempunyai kilap yang baik, berwarna putih keperak-perakan dan tanpa cacat seperti kaku serta berbintik-bintik kotor (specky).

  • Pakan Hessian (Hessian Weft)

Pakan hessian memiliki mutu yang lebih rendah daripada lusi hessian terutama panjang dan kilapnya.

  • Lusi Sacking (Sacking Warp)   

Benang yang dibuat dari serat jute panjang, tetapi lebih kasar daripada lusi hessian dan pakan hessian.

  • Pakan Sacking (Sacking Weft)

Benang pakan yang dibuat dari serat jute yang pendek, lemah dan tidak mengkilap warnanya.

  • Rejection

Seratnya bermutu jelek dan digunakan untuk benang pakan pada sacks (damaged, barky, atau knotty). Serat ini dapat dipintal setelah diberi oli, air dan dilewatkan melalui softeners (pelumas).

  • Cutings

Merupakan bagian potongan serat jute yang barky atau keras. Digunakan sebagai benang pakan untuk sacks dan pemintalannya dilakukan setelah dilembutkan dengan oli dan air.

Benang jute umumnya merupakan benang kasar yang digunakan untuk membuat karung (goni), lembaran-lembaran pengepak, pelapis belakang karpet dan rug (permadani), bulu karpet dan lainnya. Dalam pertenunan benang jute yang kasar biasa digunakan untuk membuat kain gunny sedangkan yang lebih halus ditenun menjadi hessian.

Benang Jute

Sumber : https://www.indiamart.com/

4. Benang Wool

Benang wool merupakan sejenis benang yang dibuat dari pengolahan serat alami bulu domba dan kambing (hewan dari keluarga Caprinae), tapi bisa juga berasal dari bulu mamalia lain seperti ilama, unta dan alpaca. Bergantung dari mana serat itu berasal tampilan serat wool yang dihasilkan pun bisa sangat bervariasi.

  • Serat hewan yang lebih lembut dan lebih hangat cenderung memiliki lebih banyak sisik dan lebih halus.
  • Sementara serat hewan yang lebih tebal dan kurang hangat biasanya memiliki lebih sedikit sisik dan kasar.

Benang Wool

Sumber : https://m.lionbrand.com/

Sebagai bahan pembuatan benang secara garis besar, serat wool dapat diklasifikasikan menurut tiga golongan, yaitu wool panjang, wool medium dan wool halus.

  • Wool Panjang

Wool panjang berkisar antara 6-9 inci dan dipintal menjadi benang nomor 36-44 S. Wool jenis ini biasanya banyak digunakan untuk tali sepatu, selimut dan bahan kain yang agak kasar.

  • Wool Medium

Wool medium memiliki panjang antara 2-5 inci. Wool jenis ini dapat dipintal menjadi benang nomor 46-60 S dan biasa digunakan untuk membuat kain celana, tweed halus, selimut, dan lainnya.

  • Wool Halus

Wool halus memiliki panjang antara 1-5 inci. Wool jenis ini dapat dipintal menjadi benang bernomor 64 S ke atas dan dipakai bahan untuk membuat kain rajut, kain celana dan jenis-jenis kain halus.

Benang Wool

Sumber : https://www.aliexpress.com/

Sementara kalau dilihat dari cara pemintalannya benang wool dapat dibedakan menjadi dua macam cara, yaitu benang wool garu (woollen system) dan benang wool sisir (worsted system).

  • Benang Wool Garu (Woollen System)

Benang wool garu merupakan benang wool yang dibuat dengan woollen sistem. Urutan proses pemintalan benang garu secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Pemilihan serat (sorting) untuk menggolongkan serat yang sama menurut jenis-jenis yang diperlukan.
  • Pembersihan kotoran (scouring) untuk menghilangkan kotoran baik yang berasal dari luar maupun dari bulunya sendiri.
    • Kotoran dari luar dibersihkan secara mekanis, prinsipnya sama seperti blowing pada kapas.
    • Kotoran dari bulunya sendiri dibersihkan secara kimia yang dilakukan setelah pembersihan mekanis.
  • Pengkarbonan (carbonizing), tujuannya untuk menghilangkan zat-zat dari tumbuh-tumbuhan.
  • Pencampuran (blending), pencampuran menggunakan mesin-mesin yang namanya hampir sama dengan sistem kapas, susunannya terdiri dari: mesin penyuap (feeder) silinder dan mesin pemukul.
  • Pemberian minyak (oiling) dengan tujuan untuk mengurangi kerusakan dan putusnya serat dalam carding atau drawing, mengurangi serat yang berterbangan, mengurangi limbah dan menghindari elektrostatik.
  • Penggaruan dengan mesin garu (carding) dengan tujuan untuk membuka serat, menguraikan serat, meluruskan serat, mencampur serat, membersihkan serat dan membentuk serat menjadi sliver.
  • Pemintalan, proses pemintalan sliver benang garu langsung disuapkan ke dalam proses pemintalan yang sesungguhnya yaitu untuk memperoleh benang dengan nomor (run atau cut) yang dibutuhkan. Mesin yang dapat digunakan yaitu mesin pintal mule atau mesin pintan ring (ring spinning frame).
  • Hasil pemintalan dengan mesin ring bersifat kurang lembut dan dalam peregangan terasa kurang penuh. Selain itu sifat kempa benang yang dihasilkan juga agak rendah daripada benang yang dihasilkan dengan mesin pintal mule.
  • Benang Wool Sisir (Worsted System)

Benang wool sisir merupakan sejenis benang yang dibuat dengan worsted system. Urutan proses pembuatan benang wool sisir, secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Pemeriksaan dan pemilihan (sorting).
  • Pencucian dan pembersihan kotoran (scouring).
  • Pembuatan top atau sliver dengan menggunakan salah satu cara berikut:
    • Bradford system atau sistem Inggris, digunakan untuk mengolah serat yang panjangnya lebih dari 2½ inci.
    • Continental system atau sistem Prancis, digunakan untuk mengolah serat yang panjangnya sama atau lebih pendek dari 2½ inci.
    • Sistem Amerika, digunakan untuk mengolah serat yang panjangnya sampai 6 inci.
  • Peregangan (drawing).
  • Roving.
  • Pemintalan benang wool sisir dengan menggunakan mesin pintal mule, mesin pintal sayap (flyer), mesin pintal cincin (ring) atau mesin pintal cap.

5. Benang Sutra

Benang sutra merupakan sejenis benang yang diperoleh dari pemintalan serat sutra. Adapun jenis sutra yang paling umum digunakan dalam pembuatan benang maupun kain sutra yaitu berupa sutra dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei (Bombyx mori), ngengat yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Benang Sutra

Sumber : https://www.deccanherald.com/

Pada umumnya benang sutra terdiri dari 2 sampai 20 benang filamen. Filamen sutra sendiri rata-rata mengandung 25% serisin dan 75% fibrorin.

  • Apabila benang sutra masih mengandung serisin maka benang sutra tersebut disebut benang sutra kasar, sutra keras atau sutra grey.
  • Sedangkan benang sutra yang telah dihilangkan serisinnya disebut sutra lembut, nett, atau sutra yang telah dimasak.
  • Satu helai filamen sutra disebut brin, sedangkan filamen dalam kokon disebut bave.

Benang Sutra

Sumber : https://www.seidentraum.biz/

Sebelum ditenun menjadi bahan kain, benang sutra itu sendiri pada prinsipnya harus diproses lebih lanjut baru kemudian dapat ditenun. Proses tersebut dikenal dengan nama throwing atau pemintalan benang sutra yang meliputi pengerjaan sebagai berikut:

  • Sortasi atau pemilihan sesuai dengan diameter dan kondisi dari benang. Pekerjaan ini disebut deniering atau sizing untuk memisahkan benang-benang sutra menurut kualitasnya.
  • Perendaman untuk mengurangi serisin sehingga pegangan benang menjadi lebih lembut. Benang sutra yang tidak direndam disebut benang sutra bright.
  • Benang sutra yang telah direndam, kemudian dikeringkan dengan mesin sentrifuge dan dengan udara kering.
  • Untaian yang telah kering digulung pada bobin. Pada proses penggulungan juga dilakukan pembuangan bagian-bagian yang tidak rata dan menggumpal.
  • Perangkapan atau proses pemberian antihan rendah. Pada proses ini benang-benang dari 2 bobin atau lebih dirangkap dan diberi antihan, sehingga membentuk suatu benang dengan nomor yang dikehendaki.
  • Pemberian antihan lebih lanjut pada benang rangkapan untuk pembuatan benang lusi pada kain krep. Benang lusi ini terkenal dengan nama organzine. Dalam proses penggintiran, jumlah gintiran yang diberikan disesuaikan dengan pemintalan dalam perdagangan.
  • Conditioning atau proses pemantapan antihan yang dilakukan dengan memasukkan untaian benang yang telah dipintal ke dalam oven atau kamar uap dengan suhu dan tekanan tertentu.

Benang Sutra

Sumber : https://www.seidentraum.biz/

6. Benang Rayon

Benang rayon merupakan benang yag dibuat dari serat rayon, yaitu serat setengah buatan yang basis bahannya terdiri dari selulosa. Ditinjau dari susunannya benang rayon sendiri secara umum dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu benang filamen rayon dan benang stapel rayon.

  • Benang Filamen Rayon

Benang filamen rayon dibuat dari sekelompok serat-serat rayon yang panjangnya tidak terhingga. Biasanya benang jenis ini hanya diberi sedikit antihan, sekadar untuk memegang filamen-filamen agar berjalan paralel bersama-sama.

  • Benang Stapel Rayon

Benang stapel rayon apabila serat rayon dipotong-potong dengan panjang tertentu dan kemudian serat pendek ini dipintal, maka hasilnya adalah benang stapel rayon. Panjang serat stapel disesuaikan dengan panjang serat kapas atau serat wool.

Karena serat rayon mempunyai kilap yang tinggi, maka untuk pembuatan kain yang kurang atau tidak mengkilap, maka dibuat juga benang rayon yang telah dihilangkan kilapnya. Benang ini disebut benang dull atau dull rayon.

Benang Rayon

Sumber : https://dir.indiamart.com/

Beberapa ciri paling khas yang membedakan benang rayon dengan jenis benang lainnya yaitu:

  • Benang rayon yang tersusun dari filamen kasar atau tebal biasanya lebih mengkilap dari benang sutra asli dan menyerupai kilap logam atau cermin.
  • Benang rayon yang tersusun dari filamen halus, filamen tabung atau filamen yang bagian tengahnya berlobang, atau benang filamen yang mempunyai antihan keras, kilapnya menjadi berkurang.
  • Benang rayon yang tersusun dari filamen-filamen halus, mempunyai sifat pegangan yang lebih lembut, lebih lentur (supel), lebih hangat, daya tutup lebih besar dan juga sifat gantung yang lebih baik.
  • Benang rayon yang tersusun dari filamen halus lebih mudah putus, sehingga memerlukan pemeliharaan yang lebih berhati-hati.
  • Pada kondisi atmosfer yang normal kekuatan benang rayon yang baik berkisar 1,5 – 2 gram per denier, tetapi dalam keadaan basah kekuatannya turun kurang lebih setengahnya.
  • Benang rayon pada umumya memiliki daya tutup yang lebih jelek dari benang sutra karena kehalusan filamen benang rayon lebih kasar daripada filamen pada benang sutra.

7. Benang Polyester

Benang polyester merupakan benang yang dibuat dari bahan dasar serat polyester. Serat polyester sendiri biasanya dibuat dalam bentuk filamen maupun stapel untuk kemudian digunakan sebagai bahan dasar benang tenun maupun benang rajut.

  • Benang filamen banyak digunakan untuk membuat kain taffeta, kain satin, kain-kain untuk pakaian yang ringan dan untuk membuat benang tekstur.
  • Serat polyester dalam bentuk stapel banyak dicampur dengan kapas dan dipintal menjadi benang.

Benang Polyester

Sumber : https://www.globalsources.com/

Benang polyester campuran sendiri umumnya banyak digunakan untuk pakaian pria, wanita dan anak-anak, baik berupa kain tenun maupun kain rajut. Tujuan dari pembuatan benang dari serat campuran yaitu:

  • Untuk mendapatkan penyempurnaan pada aestetika kain berupa kenampakan misalnya warna, kilap, tekstur dan sifat pegangan misalnya lembut ataupun licin.
  • Meningkatkan fungsi dan penggunaannya misalnya tahan kusut, enak, hangat, dingin dan harganya lebih murah.
  • Keuntungan dari penggunaan benang polyester murni atau campurannya yaitu, sifat anti kusut, dimensi stabil setelah pencucian berkali-kali dan jika perlu lipatannya dibuat permanen. Kain yang dihasilkan dari benang polyester biasanya juga mempunyai ketahanan yang baik terhadap cahaya matahari, cuaca dan serangan serangga (moths or mildew).

Benang Polyester

Sumber : https://www.fibre2fashion.com/

8. Benang Akrilik

Benang akrilik merupakan benang yang pada umumnya dipintal 20-30% lebih halus dari pada nomor yang dikehendaki, dengan maksud agar benangnya mempunyai diameter sama dengan kapas atau benang rayon dari nomor yang bersangkutan. Hal ini karena benang dari serat akrilik lebih ruwah daripada benang kapas atau rayon.

  • Benang akrilik sebagian besar digunakan untuk membuat kain rajut yang dipakai untuk pakaian luar. Benang untuk keperluan ini dikenal sebagai hi-bulk atau high loft, yang dibuat dari kombinasi serat-serat akrilik yang mempunyai karakter mengkeret berbeda-beda.
  • Benang akrilik sekarang juga banyak yang digunakan untuk kain-kain berbulu, yang dipakai untuk setelan pria maupun wanita, pakaian musim dingin, kain pelapis pada sepatu boot dan kain selimut.

Benang Akrilik

Sumber : https://www.indiamart.com/

Demikian pembahasan singkat mengenai jenis-jenis benang tekstil menurut seratnya yang dapat kami bagikan untuk anda. Kalau sahabat Fitinline mau tahu lebih banyak lagi informasi penting terkait dengan dunia desain fashion simak terus artikel dari kami ya.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.