Article

Homepage Article Kisah Unik Dunia Fashion Tod’s: Sepatu Mengemudi…

Tod’s: Sepatu Mengemudi yang Menjadi Simbol Quiet Luxury

Di tengah dunia fashion yang semakin bising oleh logo besar dan tren cepat, Tod’s memilih jalan berbeda. Brand asal Italia ini membangun reputasi global lewat kemewahan yang tenang—quiet luxury—dengan ikon sederhana: sepatu mengemudi berbahan kulit yang nyaris tanpa logo. Namun di balik kesederhanaan itu, ada sejarah panjang, visi keluarga, dan figur penting yang membentuk arah Tod’s hingga hari ini.

Tod's

Sumber: theFashionisto

Tod’s adalah bukti bahwa kemewahan sejati sering lahir dari konsistensi, bukan sensasi.

Akar Sejarah: Dari Bengkel Keluarga ke Brand Global

Cikal bakal Tod’s berawal pada awal abad ke-20 di wilayah Marche, Italia, daerah yang dikenal sebagai pusat kerajinan sepatu kulit. Bisnis keluarga ini mulai berkembang serius pada 1970-an, ketika generasi berikutnya membawa pendekatan yang lebih modern namun tetap berakar pada craftsmanship.

Tod's

Sumber: World Footwear

Tokoh sentral di balik transformasi ini adalah Diego Della Valle. Di bawah kepemimpinannya sejak akhir 1970-an hingga 1980-an, Tod’s beralih dari produsen sepatu berkualitas menjadi brand luxury internasional dengan identitas yang jelas: fungsional, elegan, dan tahan waktu.

Diego Della Valle bukan hanya CEO—ia adalah penjaga filosofi Tod’s: kualitas harus terasa sebelum terlihat.

Lahirnya Ikon: Sepatu Mengemudi Tod’s (1979)

Momen paling menentukan dalam sejarah Tod’s terjadi pada 1979, saat brand ini memperkenalkan Gommino Driving Shoes. Terinspirasi dari sepatu mengemudi klasik yang digunakan di Eropa, Gommino dirancang dengan 133 paku karet kecil di solnya untuk memberikan grip dan fleksibilitas maksimal saat mengemudi.

Tod's

Sumber: Robbreport

Awalnya, sepatu ini murni fungsional. Namun desainnya yang sederhana, ringan, dan nyaman justru menarik perhatian kalangan elit Eropa. Dari sinilah Gommino berkembang menjadi ikon gaya hidup, bukan sekadar alas kaki.

Tanpa kampanye bombastis, sepatu ini menyebar dari mulut ke mulut—dipakai oleh pengusaha, bangsawan, hingga figur publik yang menghargai understated elegance.

Quiet Luxury Jauh Sebelum Istilahnya Populer

Istilah quiet luxury baru ramai dibicarakan dalam satu dekade terakhir, tetapi Tod’s telah mempraktikkannya sejak 1980–1990-an. Brand ini secara sadar menghindari logo besar, memilih desain yang hanya dikenali oleh mereka yang paham kualitas material dan potongan.

Tod's

Sumber: CM Models

Pendekatan ini menjadikan Tod’s favorit di kalangan:

  • profesional dan eksekutif Eropa
  • keluarga old money
  • konsumen yang menilai produk dari rasa pakai, bukan tampilan luar

Di era ketika kemewahan sering dikaitkan dengan visibilitas, Tod’s justru menanamkan nilai sebaliknya: kepercayaan diri yang tidak perlu dipamerkan.

Konsistensi Estetika dan DNA Produk

Selama lebih dari empat dekade, Tod’s tidak banyak mengubah bahasa desainnya. Sepatu loafers, driving shoes, dan tas kulitnya mempertahankan siluet klasik, warna netral, dan fokus pada material.

Tod's

Sumber: Chic by Prince B

Pendekatan ini disengaja. Bagi Diego Della Valle, fashion bukan tentang kecepatan, melainkan ketahanan nilai. Produk Tod’s dirancang agar relevan bertahun-tahun—bukan hanya satu musim.

Ini menjelaskan mengapa Tod’s sering dianggap “tidak trendi”, namun justru selalu ada.

Tod’s di Era Digital dan Generasi Baru

Memasuki 2010-an, Tod’s menghadapi tantangan baru: perubahan perilaku konsumen dan dominasi media sosial. Generasi muda tumbuh dengan visual cepat dan tren viral—sesuatu yang bertolak belakang dengan karakter Tod’s.

Alih-alih mengubah DNA-nya, Tod’s memilih adaptasi selektif:

  • memperbarui komunikasi visual
  • menggandeng figur kreatif dan kolaborasi terkurasi
  • memperkuat storytelling tentang craftsmanship dan Italia

Tod's

Sumber: uneedusgroup

Langkah ini menjaga Tod’s tetap relevan tanpa kehilangan identitas.

Lebih dari Sepatu: Gaya Hidup Italia

Hari ini, Tod’s tidak hanya dikenal sebagai pembuat sepatu mengemudi. Brand ini telah berkembang menjadi house of Italian lifestyle, mencakup tas, ready-to-wear, dan aksesori—semuanya konsisten dengan filosofi awal.

Tod's

Sumber: Monocle

Tod’s menjual pengalaman: hidup yang tenang, berkelas, dan sadar kualitas.

Mengapa Tod’s Tetap Bertahan

Di saat banyak brand luxury terjebak antara overexposure dan kelelahan tren, Tod’s justru diuntungkan oleh kesabarannya. Konsumen modern mulai kembali mencari:

  • produk tahan lama
  • desain timeless
  • kemewahan yang tidak agresif

Dan di titik inilah Tod’s menemukan momentumnya kembali.

Pelajaran dari Tod’s

Kisah Tod’s menunjukkan bahwa:

  • inovasi tidak selalu berarti perubahan drastis
  • identitas yang kuat lebih berharga dari tren sesaat
  • quiet luxury bukan strategi pemasaran, melainkan hasil dari konsistensi panjang

Sepatu Mengemudi yang Melampaui Fungsinya

Dari Gommino 1979 hingga gaya hidup quiet luxury hari ini, Tod’s membuktikan bahwa kemewahan sejati tidak harus berubah setiap musim. Ia cukup dibuat dengan baik, dipimpin dengan visi yang jelas, dan dibiarkan berbicara lewat waktu.

Dalam dunia fashion yang semakin gaduh, Tod’s memilih diam—dan justru karena itu, ia terus didengar.

Baca juga 8 Fakta Unik dan Menarik Tentang Quiet Luxury yang Mendunia kalau kamu ingin tampil mewah dengan cara yang lebih subtle.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.