Article

Homepage Article Fashion Design Sistem Produksi Busana Wanita…

Sistem Produksi Busana Wanita dan Busana Anak di Modiste

Mencari ide usaha dibidang fashion yang bisa anda kerjakan untuk mengisi waktu luang?. Barangkali usaha modiste bisa menjadi salah satu pilihan terbaik yang bisa anda coba diantara banyaknya peluang usaha yang ada. Tapi sebelumnya cari tahu dulu yuk seperti apa sistem produksi modiste itu sendiri.

Definisi Modiste

Modiste dapat didefinisikan sabagai salah satu usaha di bidang fashion yang mengerjakan busana wanita dan busana anak. Pada modiste ini pengerjaanya bisa dibilang masih sangat sederhana karena hampir semua proses produksi dilakukan sendiri, dari mulai mengukur baju, memotong, menjahit, hingga penyelesaian.

Modiste

Sumber : https://fitinline.com/

Dari segi orgasnisasi modiste juga tergolong masih sangat sederhana, karena yang terlibat dalam usaha busana ini hanya terdiri dari pemilik sekaligus pimpinan modiste yang dibantu oleh beberapa tenaga kerja. Kompleksitas struktur organisasi dari modiste biasanya tergantung pada kapasitas produksi modiste.

Modiste

Sumber : http://elizabethhaydnstyle.blogspot.com/

Alat Produksi Busana Modiste

Terkait dengan alat produksi yang digunakannya, kebanyakan modiste biasanya masih mengandalkan  alat jahit yang sangat  standar, sederhana dan terbatas. Beberapa alat produksi yang dimaksud umumnya terdiri dari mesin jahit, mesin obras, alat pembuat kancing dan mesin lubang kancing.

1. Mesin Jahit

Mesin jahit merupakan peralatan mekanis atau elektromekanis yang berfungsi untuk menjahit. Khusus di sejumlah modiste mesin jahit yang digunakan umumnya dapat dibedakan menjadi tiga jenis yakni berupa mesin jahit manual, portable dan high speed.

a. Mesin Jahit Manual

Mesin jahit manual atau mesin jahit konvensional dapat dikategorikan ke dalam jenis mesin jahit yang pertama diperkenalkan dan dipakai oleh penjahit. Meski tergolong jadul, mesin jahit ini justru memiliki sejumlah keunggulan tersendiri.

  • Mesin jahit manual masih menggunakan kayuhan dan pedal jadi masih bisa digunakan walaupun aliran listrik padam.
  • Mesin jahit manual memiliki kemampuan menjahit berbagai macam kain yang lebih baik sehingga lebih cocok jika digunakan pada industri besar seperti konveksi.
  • Rangka atau badan mesin jahitnya sebagian besar terbuat dari besi cenderung  cukup awet dan tahan banting jika dirawat dengan baik.

b. Mesin Jahit Portable

Mesin jahit portable merupakan sejenis mesin jahit multifungsi yang dapat digunakan untuk menjahit pakaian maupun produk desain baju lainnya. Kelebihan yang ditawarkan mesin jahit ini diantaranya:

  • Mesin jahit portable pada umumnya memiliki banyak pola jahitan yang bervariasi dalam satu mesin, biasanya terdiri atas 7 hingga 8 pola jahitan atau lebih.
  • Mesin jahit portable lebih mudah dioperasikan dan dipindahkan dari satu tempat ketempat lain.
  • Desain mesin jahit portable terkesan lebih modern jika dibandingkan dengan mesin jahit manual.

c. Mesin Jahit High Speed

Mesin jahit industri atau mesin jahit high speed merupakan jenis mesin jahit berkecepatan tinggi yang biasa digunakan untuk menjahit lurus.

Mau tahu bagaimana cara penggunaan dari ketiga mesin jahit tersebut?. Simak kembali pembahasan mengenai Cara Mudah Menggunakan Mesin Jahit Manual, Mesin Jahit Portable dan Mesin Jahit Industri.

2. Mesin Obras

Mesin obras merupakan mesin yang digunakan untuk membuat jahitan pada tepian kain agar lebih rapi. Dalam usaha menjahit dikenal beberapa jenis mesin obras diantaranya mesin obras benang 3, benang 4, benang 5 dan benang 6.

  • Mesin obras benang tiga paling banyak digunakan untuk penyelesaian tiras busana seperti kemeja maupun blouse.
  • Mesin obras benang empat untuk menjahit tepian kaos sekaligus merapikan jahitan dengan cara memotong tepian kain.
  • Mesin obras benang lima biasa digunakan untuk penyelesaian jeans dan celana agar pinggiran benangnya tidak rontok.
  • Mesin obras benang enam merupakan mesin standar yang dimodifikasi untuk mengobras kain dengan cara memanipulasi stitching untuk bahan lain.

3. Alat Pembuat Kancing

Untuk membuat kancing busana wanita dan busana anak yang berkualitas pada prinsipnya diperlukan sebuah alat khusus yaitu berupa pengepres kancing yang dikenal dengan nama handpress kancing bungkus dan juga matras atau cetakan kancing.

Handpress kancing bungkus umumnya terbuat dari bahan besi sehingga secara fisik tampilannya lebih kokoh dan kuat. Alat ini ukurannya tidak terlalu besar dan bisa di simpan di atas meja.

Matras merupakan alat cetak kancing yang biasanya dijual terpisah dengan handpress. Matras yang diperlukan sebagai cetakan kancing bungkus secara garis besar terdiri dari dua komponen utama:

  • Bagian atas yaitu besi yang berlubang di bagian tengahnya dan cetakan kancing yang bentuknya sesuai dengan cangkang kancing.
  • Bagian bawah yaitu bagian besi yang dilengkapi dengan per untuk meletakkan cangkang kancing yang berlubang (bagian bawah kancing bungkus).

Setiap model dan ukuran kancing membutuhkan matras yang berbeda. Untuk lebih jelasnya anda bisa menyimak kembali pembahasan mengenai Jenis-Jenis Cetakan Kancing Bungkus dan Kegunaannya.

4. Mesin Lubang Kancing

Mesin lubang kancing merupakan mesin yang biasa digunakan untuk membuat lubang kancing sekaligus memotong sisa benang yang tersisa dari proses tersebut. Mesin ini memiliki harga yang paling mahal diantara mesin jahit lainnya karena kerumitan dan kesempurnaan hasil kerjanya sangat tinggi.

Sistem Produksi Modiste

Sedikit berbeda dengan jenis usaha menjahit yang memproduksi pakaian siap pakai dalam jumlah banyak, pada usaha modiste sistem produksinya justru berdasarkan pesanan dari pelanggan baik dari segi model maupun ukurannya. Istilah produksi semacam ini bisa disebut juga dengan nama lain make to order.

1. Pemilihan Model Baju

Untuk membuat baju ala modiste mula-mula harus ditentukan terlebih dahulu model bajunya seperti apa. Dalam hal ini client bisa memilih sendiri model baju yang dikehendaki atau mengambil contoh baju dari majalah, internet atau sumber lainnya.

2. Pengambilan Ukuran Badan

Setelah mendapatkan model baju dari cient perlu dilakukan pula pengukuran yang tepat pada beberapa bagian badan tubuh.

  • Lingkar leher diukur sekeliling pangkal leher dengan meletakkan jari telunjuk di lekuk leher.
  • Lingkar badan diukur sekeliling badan atas yang terbesar melalui puncak dada ditambah 4 cm.
  • Lingkar pinggang diukur pas sekeliling pinggang.
  • Lingkar panggul diukur sekeliling panggul terbesar pas ditambah 4 cm.
  • Tinggi panggul diukur dari batas ban pinggang sampai garis panggul.
  • Panjang punggung diukur dari tulang leher yang menonjol ke bawah sampai tali pinggang.
  • Lebar punggung diukur 9 cm di bawah tulang leher yang menonjol, kemudian diukur dari batas ketiak kiri ke ketiak kanan.
  • Panjang sisi diukur dari batas ketiak ke bawah ban pinggang dikurangi dua atau tiga.
  • Lebar muka diukur turun 5 cm dari lekuk leher muka kemudian diukur dari batas lengan kanan ke lengan kiri.
  • Panjang muka diukur dari lekuk leher tengah muka ke bawah sampai tali pinggang.
  • Tinggi dada diukur dari ban pinggang tegak lurus ke atas sampai puncak dada.
  • Panjang bahu diukur dari pangkal leher sampai tulang bahu (bahu terendah).
  • Lingkar lubang lengan diukur sekeliling lubang lengan pas ditambah 4 cm.
  • Panjang lengan blus diukur dari puncak lengan ke bawah sampai tulang pergelangan lengan yang menonjol.
  • Lebar dada diukur dari jarak ke dua puncak dada.

3. Pembuatan Pola Baju

Selesai melakukan pengukuran selanjutnya buat pola busana wanita dan busana anak sesuai model yang yang diinginkan pelanggan. Pola pakaian ini pada umumnya tersusun atas dua buah pola besar dan beberapa pola kecil.

  • Pola besar pada busana anak dan busana wanita  terdiri dari pola baju bagian muka, pola baju bagian belakang dan pola lengan.
  • Pola kecil terdiri atas berbagai bentuk pola saku, pola manset, pola kerah dan berbagai pola pendukung lainnya.

4. Mengecek Pola Busana

Pola busana anak dan busana wanita yang sudah disiapkan selanjutnya diperiksa kembali sesuai prosedur sebagai berikut.

  • Hitung jumlah pola sesuai dengan pola baju yang sudah disiapkan di atas meja.
  • Periksa tanda-tanda pola baju, termasuk arah serat bahan serta tanda pola bagian muka dan pola bagian belakang.
    • Pola bagian muka hendaknya digambar dengan pensil merah atau diberi keterangan “pola muka”.
    • Pola belakang hendaknya digambar dengan pensil biru atau diberi keterangan “pola belakang”.
  • Tandai letak saku pada pola busana wanita dan busana anak.
  • Untuk kampuh dan kelim pada busana wanita dan busana anak besarnya bisa berbeda-beda.

5. Menyiapkan Bahan Kain

Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam membuat busana wanita dan busana anak bahan kain yang akan dipotong hendaknya harus disiapkan dengan cermat dan teliti, terutama jika bahan tersebut merupakan bahan yang bermotif.

  • Bahan kain yang memiliki motif satu arah pola semestinya diletakkan searah dengan motif.
  • Bahan kain yang memiliki motif dua arah pola bisa diletakkan bersilang.
  • Bahan kain yang bermotif garis atau kotak motif bahan harus ditemukan kemudian disemat pada beberapa tempat agar bahan (motif) tidak bergeser.

6. Pemotongan Bahan

Potong bahan kain sesuai pola yang sudah dibuat sebelumnya dengan menggunakan gunting khusus kain yang tajam. Meski terkesan sepele namun penggunaan gunting yang kurang tepat akan mempengaruhi hasil pemotongan kainnya.

  • Mulailah memotong bahan kain sesuai pola busana dari bagian yang paling dekat dengan tepi terlebih dahulu.
  • Potong bahan kain mengikuti garis kampuh yang terdapat pada kain.
  • Potong bahan kain dari bagian pola yang besar baru pola yang kecil seperti saku, kerah dan juga manset.
  • Supaya hasil guntingan yang didapatkan terkesan tampak rata dan halus gunakan gunting yang tajam.

Supaya tidak salah pilih ada baiknya jika sahabat Fitinline menyimak terlebih dahulu pembahasan mengenai 5 Tips Memilih Gunting Kain Yang Tepat.

7. Memindahkan Tanda Pola

Selesai melakukan pemotongan bahan, selanjutnya seluruh tanda garis pola dipindahkan pada bahan kain. Untuk memindahkan garis pola sendiri sebenarnya terdapat beberapa  teknik yang bisa dilakukan.

a. Menggunakan Kapur Jahit

Dalam proses memindahkan tanda pola, kapur jahit berperan untuk menjamin keakuratan garis kupnat, tanda pola pada badan bagian depan dan belakang, serta titik-titik penting pada pola lainnya.

b. Rader dan Karbon Jahit

Rader jahit merupakan alat yang berfungsi untuk memberi tanda jahitan pada bahan sesuai garis pola baju yang diinginkan. Dalam pembuatan tanda jahitan atau garis pola tersebut, rader biasa dipasangkan dengan karbon jahit.

c. Tusuk Jelujur Renggang

Tusuk jelujur renggang menjadi salah satu metode memindahkan tanda pola pada bahan kain yang sifatnya sementara. Untuk membuat jelujur renggang pada bahan kain cara paling mudah yang dapat dilakukan yaitu:

  • Siapkan benang dan jarum, benang dimasukkan berjumlah dua helai.
  • Setik garis-garis pola dengan setik jelujur.
  • Tarik perlahan-lahan kedua bahan celana lalu gunting bagian tengahnya.

8. Proses Menjahit Baju

Jahit bahan kain yang telah dipotong hingga membentuk sebuah pakaian dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  • Untuk membuat pakaian yang memiliki bukaan ritsleting pada bagian depan atau bagian belakang mula-mula pasangkan ritsletingnya terlebih dahulu.
  • Setelah terpasang berikutnya gabungkan badan bagian depan dan belakang dengan cara menjahit bagian bahu pakaian kemudian selesaikan bagian lehernya.
  • Pasangkan bagian lengan pakaian pada badan setelah itu jahit bagian lengan dan badan pakaian secara bersamaan dengan menggunakan mesin jahit.
  • Jahit sisi pakaian untuk menyambungkan bagian belakang dan bagian depan pakaian. Supaya lebih mudah posisikan agar kedua bagian baik bahan pakaian saling berhadapan kemudian jahit sesuai batas kampuh pakaian.
  • Tambahkan beberapa sentuhan akhir seperti melipat bagian bawah pakaian dan ujung lengan lalu memasang karet elastis ke dalamnya supaya lebih rapi.

9. Penyelesaian Akhir

Sebagai penyelesaian akhir periksa ada tidaknya jahitan yang terbuka, teknik jahit yang salah, benang yang tidak cocok dan benang yang kusut karena hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas produk. Jika jahitan pakaian sudah dirasa cukup baik dan tidak ada masalah bisa dilakukan pengepresan.

10. Mengepress Pakaian

Teknik pressing merupakan teknik yang dibutuhkan untuk menghaluskan pakaian supaya busana yang dihasilkan tampak lebih rapi dan berkesan mewah. Cara paling mudah yang bisa anda lakukan untuk mengepres pakaian yaitu:

  • Gunakan alat untuk mengepres bagian-bagian pakaian.
  • Pres lipatan pakaian.
  • Pres kampuh-kampuh pakaian.
  • Pres kelim pakaian.

Untuk memudahkan anda dalam melakukan pengepresan pakaian gunakan alat bantu setrika bila memang sekiranya dibutuhkan.

Keistimewaan Busana Modiste

Sebanding dengan proses pembuatannya yang cukup panjang dan membutuhkan waktu lama busana wanita dan busana anak yang diproduksi dimodiste umumnya memiliki sejumlah keistimewaan tersendiri lho.

  1. Walaupun dijahit dengan mesin, jahitan busana modiste terbilang halus.
  2. Model baju yang dibuat didesain berdasarkan permintaan pelanggan. Oleh karena itu, model busana yang dihasilkan tidak selalu unik karena tergantung selera pelanggan.
  3. Ukuran busana dibuat berdasarkan ukuran tubuh pelanggan.
  4. Tarif yang ditetapkan oleh modiste modiste sangat bervariasi. Semakin halus jahitan seorang modiste, semakin tinggi ongkos jahitnya.

Tips Membuka Usaha Modiste

Tertarik untuk menjadikan usaha modiste sebagai sumber mata pencaharian anda?. Untuk menjamin agar usaha yang anda bangun dapat berjalan dengan baik perhatikan beberapa hal penting sebagai berikut.

  1. Bila anda ingin menjalankan usaha modiste minimal anda harus menguasai “ketrampilan menjahit”. Keahlian menjahit ini sebenarnya bisa anda pelajari secara otodidak melalui buku-buku menjahit, video tutorial menjahit atau sumber lain.
  2. Terapkan sebuah sistem yang baik dalam menjalankan usaha modiste agar kelancaran bisnis anda lebih terjamin.
  3. Miliki jam kerja tersendiri walaupun sebenarnya anda hanya menjalankan usaha ini sebagai sebuah usaha sampingan.
  4. Buat strategi pemasaran dan promosi yang baik agar usaha anda lebih mudah dikenal luas oleh masyarakat. Dalam hal ini anda bisa memanfaatkan social media seperti facebook, twitter mapupun instagram.
  5. Pilih sebuah nama yang menarik dan unik untuk usaha anda agar lebih mudah diingat oleh orang yang menggunakan jasa anda.
  6. Lakukan survey terhadap pesaing anda untuk memudahkan anda dalam menetapkan kisaran harga yang harus dibayar oleh para client yang akan memakai jasa menjahit anda.

Demikian pembahasan singkat mengenai definisi modiste, alat produksi usaha modiste, sistem produksi modiste, keistimewaan busana modiste serta tips membuka usaha modiste yang dapat kami bagikan untuk anda.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.