Article

Homepage Article Fashion Design Pentingnya Manajemen Sumber…

Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia Pada Suatu Usaha Butik

Manajemen sumber daya manusia memiliki fungsi yang sangat penting untuk mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien dalam membantu terwujudnya tujuan perusahaan. Untuk mengetahui lebih detail lagi tentang seperti apa pengadaan, proses dan pengelolaan sumber daya manusia di usaha butik simak pembahasan berikut yuk.

Beberapa point penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

Manajemen SDM Pada Usaha Butik

Manajemen sumber daya manusia (SDM) pada usaha butik dapat didefinisikan sebagai suatu strategi dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading dan controlling untuk mencapai tujuan perusahaan secara lebih efektif dan efisien melalui sejumlah cara yang bertanggung jawab secara strategis, etis dan sosial.

Manajemen SDM Butik

Sumber : https://id.pinterest.com/

Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya perusahaan harus selektif dalam memilih siapa saja yang memiliki kualifikasi dan pantas untuk menempati posisi tertentu seperti disyaratkan perusahaan (the right man on the right place) hingga bagaimana agar kualifikasi tersebut dapat dipertahankan, ditingkatkan serta dikembangkan dari waktu ke waktu.

Pengadaan Sumber Daya Manusia

Untuk mengisi berbagai posisi atau jabatan yang dibutuhkan oleh perusahaan, dalam hal ini usaha butik perlu melakukan yang namanya pengadaan sumber daya manusia (procurement). Adapun tujuan dari pengadaan sumber daya manusia dalam membuka bisnis secara umum dapat dibedakan dalam dua aspek, yakni aspek kuantitatif dan aspek kualitatif.

  • Aspek Kuantitatif

Pengadaan sumber daya manusia dilihat dari aspek kuantitatif bertujuan untuk mengetahui jumlah karyawan yang dibutuhkan di workshop dan jumlah karyawan yang dibutuhkan di showroom.

  • Aspek Kualitatif

Pengadaan sumber daya manusia dilihat dari aspek kualitatif, bertujuan untuk menentukan keahlian karyawan yang ditempatkan di workshop dan karyawan yang ditempatkan di showroom.

Proses dan Pengelolaan SDM

Untuk memperoleh, mempertahankan dan mengembangkan sumber daya manusia yang potensial, perusahaan harus melakukan pengelolaan sumber daya manusia dengan sesuai kompetensi yang dimilikinya dengan cara merekrut tenaga kerja, menyeleksi tenaga kerja, pemeliharaan karyawan hingga pemutusan tenaga kerja.

1. Merekrut Tenaga Kerja (Recruitment)

Rekrutmen tenaga kerja (karyawan) merupakan suatu proses untuk menemukan dan menarik calon tenaga kerja yang memiliki keahlian tertentu sesuai dengan posisi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Khusus untuk usaha butik, tenaga kerja ahli yang dibutuhkan paling tidak harus memiliki kemampuan untuk:

  • Mendesain busana / membuat desain busana yang inovatif.
  • Membuat pola busana sesuai kebutuhan perusahaan maupun permintaan pelanggan.
  • Mengadakan bahan baku dan bahan pelengkap busana.
  • Memotong bahan kain dengan cara yang tepat.
  • Melakukan finishing (memasang payet, ornamen) dan packaging.

Sementara tenaga kerja dalam sistem manajemen usaha butik paling tidak harus memiliki kemampuan untuk:

  • Menerima order ketika ada pelanggan yang datang ke butik.
  • Melakukan pembukuan pembayaran untuk meminimalkan risiko hilangnya produk, aset atau bahkan uang, mengetahui jumlah pajak yang harus dibayarkan serta aset dan laba rugi usaha di masa mendatang.
  • Melakukan kegiatan administrasi yang meliputi catat-mencatat, surat-menyurat dan pembukuan sederhana.
  • Melayani pelanggan dengan ramah, tepat dan cepat, sehingga pelanggan merasa puas.
  • Membersihkan area showroom butik.
  • Merapikan showroom berikut busana yang diperdagangkan.
  • Membuat iklan dan melakukan promosi untuk menarik minat pelanggan.
  • Melakukan penataan display showroom / mengelompokkan barang sesuai dengan jenis dan kegunaan dengan memperhatikan keindahan untuk menarik minat pelanggan.
  • Membuat faktur penjualan / sales invoice untuk pelanggan.
  • Melayani pengaduan dari pelanggan / keluhan pelanggan (customer complaint) yang dilakukan secara tertulis atau secara lisan.
  • Melakukan penagihan pembayaran.
  • Melakukan pengendalian kualitas produksi untuk menjamin agar kegiatan produksi dan operasi yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang direncanakan.
  • Melakukan pengecekan busana yang diperdagangkan.
  • Melakukan pengemasan busana (packaging).

2. Menyeleksi Tenaga Kerja (Selection)

Seleksi tenaga kerja merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memilih calon karyawan mana yang lebih memenuhi kriteria di antara sekumpulan pelamar yang ada.

  • Untuk suatu jabatan tertentu seperti manajer persyaratan minimal yang diperlukan sekurangkurangnya meliputi: pendidikan formal, kecerdasan minimal, usia, keterampilan, status perkawinan, penampilan, jenis kelamin, pengalaman dan kewarganegaraan.
  • Untuk tenaga kerja pada bagian produksi diperlukan keterampilan dalam membuat busana dari mulai menjahit sampai penyelesaian akhir seperti bagian payet dan lainnya.

2. Pemeliharaan Karyawan

Pemeliharaan karyawan merupakan suatu usaha untuk meningkatkan atau mempertahankan kondisi fisik, mental dan sikap karyawan agar tetap loyal dan bekerja produktif guna menunjang pencapaian tujuan perusahaan.

Keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya sangat ditentukan oleh keberadaan karyawan, sehingga perlu selalu diupayakan untuk menjaga dan memelihara karyawan agar merasa betah, bertahan, dan melaksanakan tugas dengan baik.

Untuk mempertahankan karyawan agar tetap bekerja dan loyal kepada perusahaan, maka perlu diperhatikan hal-hal lain yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan karyawan berupa tunjangan kesejahteraan (benefit) dan pelayanan (service) di luar gaji dan upah.

  • Kompensasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan dapat memberikan konstribusi yang positif bagi perusahaan.
  • Kompensasi dapat berbentuk gaji dan bonus, pelaksanaan rekreasi atau seperti pujian, penghargaan dan pengakuan terhadap karyawan.

3. Pemutusan Tenaga Kerja (Separation)

Pemutusan hubungan kerja antara perusahaan dengan karyawan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: karyawan diberhentikan karena tidak dapat mencapai kinerja yang dipersyaratkan seperti tidak tepat waktu dalam penyelesaian produksi busana tanpa alasan yang jelas dan karyawan mengundurkan diri dari perusahaan.

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai pentingnya manajemen sumber daya manusia dalam bisnis busana butik yang dapat kami bagikan untuk anda. Intinya suatu perusahaan yang didukung oleh sumber daya manusia yang terampil akan dapat meningkatkan kinerja karyawan yang pada akhirnya berdampak pada kemajuan perusahaan.

Kinerja karyawan akan mencapai hasil yang lebih maksimal apabila didukung dengan knowledge yang dimiliki.
Setiap karyawan juga diharapkan dapat terus menggali pengetahuannya dan tidak hanya bergantung atau terpaku pada sistem yang ada.

Ingin membuat busana wanita dan busana anak sendiri tapi masih bingung memikirkan bagaimana cara menggambar polanya?. Kalau mau cara yang lebih praktis anda bisa mendownload Pola Busana Wanita dan Pola Busana Anak yang kami miliki.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.