Article

Homepage Article Fashion Design Makna Pakaian Adat Dolomani…

Makna Pakaian Adat Dolomani Yang Dikenakan Jokowi Saat HUT RI Ke-77

Dikenal sebagai salah satu jenis pakaian adat yang unik dan memiliki keistimewaan tersendiri, pakaian adat dolomani yang berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara ternyata juga menyimpan banyak sekali fakta dan makna tersembunyi yang menarik untuk ditelusuri lho. Buat anda yang penasaran langsung simak pembajasan berikut yuk.

Beberapa point penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

Sekilas Tentang Pakaian Adat Dolomani

Pakaian adat dolomani sebenarnya merupakan pakaian kebesaran Sultan di Buton, salah satu kesultanan terbesar di nusantara yang masih bertahan sampai hari ini. Adapun pakaian adat dolomani yang kerap dikenakan oleh sultan-sultan kerajaan Buton pada masa silam juga menjadi lambang kepemimpinan dan menunjukkan status sang pemakai.

Pakaian Adat Dolomani

Sumber : https://nasional.kompas.com/

Untuk memperindah tampilannya, pakaian adat dolomani umumnya juga dihiasi dengan sulaman benang emas atau perak. Adapun beberapa motif yang disulam dengan benang emas atau perak menujukan kebesaran dan keagungan yang dimiliki pemimpin akan berkilauan menerangi seantero negeri.

  • Pada pinggiran dan kerah baju adat kesultanan Buton tersebut biasanya terdapat sulaman bermotif bunga rongo.
  • Sulur bunga menghiasi baju dan celana baju adat dolomani yang berupa bunga rongo menunjukkan tumbuhan menjalar dari tanah ke pepohonan yang tinggi lalu menjalar kembali ke bawah.

Pakaian Adat Dolomani

Sumber : https://www.giwangkara.com/

Dilihat dari segi warnanya, pakaian adat dolomani khas Buton aslinya identik dengan warna hitam dan corak putih. Namun untuk merayakan HUT RI ke-77 pakaian adat ini sengaja didesain secara khusus untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam warna merah putih.

  • Pakaian adat dolomani yang dikenakan Presiden Jokowi dikirimkan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara ke Sekretariat Negara (Setneg).
  • Pakaian adat dolomani yang dikenakan oleh presiden Jokowi terdiri dari kombinasi merah putih seperti layaknya bendera pusaka Republik Indonesia.
  • Tak hanya mengusung warna nasional Indonesia, pakaian tersebut juga dihiasi oleh corak motif yang sarat akan berbagai makna.

Pakaian Adat Dolomani

Sumber : https://www.parapuan.co/

Unsur-Unsur Dalam Pakaian Adat Dolomani

Meski secara tampilan warna pakaian adat yang dikenakan Presiden Jokowi untuk merayakan HUT RI ke-77 memang tampak berbeda dengan pakaian adat dolomani yang biasa digunakan saat menghadiri upacara resmi kesultanan, namun secara keseluruhan unsur-unsur yang terdapat pada pakaian adat dolomani tersebut pada dasarnya tetap sama.

Beberapa unsur penting yang terdapat pada pakaian adat dolomani diantaranya:

  • Pakaian adat dolomani umumnya terdiri dari dua lapisan. Pada lapisan dalam terdapat sebuah dalaman seperti kemeja berkancing yang disebut kotangi, sedangkan pada lapisan luar terdapat pakaian seperti jas yang menutupi kotangi.
  • Untuk penutup tubuh bagian bawah, pakaian adat dolomani dilengkapi dengan sarung yang dililitkan pada tubuh bagian bawah pemakai.
  • Selain kedua baju lapis tersebut, umumnya pakaian dolomani juga dihiasi dengan aksesoris berupa kopiah sebagai penutup kepala, sulepe (ikat pinggang), ewanga (keris atau badik), serta katuko (tongkat).

Makna Tersembunyi Pakaian Adat Dolomani

Layaknya pakaian adat yang berasal dari daerah lain di Indonesia, pakaian adat dolomani sendiri pada prinsipnya juga memiliki beberapa makna mendalam yang bisa dilihat dari sulaman dan berbagai ornamen lainnya.

1. Perjalanan Seorang Pemimpin

Pada pakaian adat dolomani ada beberapa filosofi yang sangat mendalam salah satunya yaitu sulaman bermotif bunga rongo yang melambangkan makna perjalanan seorang pemimpin.

  • Motif bunga rongo pada pakaian adat dolomani bermula dari bawah lalu naik ke atas yang menggambarkan perjalanan seorang pemimpin.
  • Kemudian motif tersebut akan turun lagi ke bawah. Maknanya yaitu pada akhirnya pemimpin akan turun kembali menjadi rakyat biasa.

2. Waspada Terhadap Bahaya

Selain motif bunga ada juga ornamen tumbuhan dengan buah manis pada baju dolomani. Motif tersebut juga memiliki makna tersendiri yaitu menggambarkan bahwa sultan harus waspada terhadap bahaya yang mengancam daerahnya.

3. Membawa Kesejahteraan bagi Rakyat

Pakaian adat dolomani juga dilengkapi dengan kopiah berornamen bunga dan tulisan kaligrafi “Maulana”. Detail ini bermakna bahwa seorang pemimpin harus mampu membawa kesejahteraan, amanah, dan mengutamakan kepentingan rakyat daripada pribadi.

Lalu pada sisi atas kopiah Dolomani, terdapat sulaman “kamba manuru” yang merupakan nama bunga dalam bahasa setempat (Wolio).

  • Bunga kambamanuru diambil dari kata “kamba” yang berarti bunga dan “manuru” yang dimaknai sejahtera.
  • Ornamen kamba maru ini memiliki arti bahwa seorang pemimpin memiliki tugas utama untuk mensejahterakan rakyatnya.

Terdapat pula ornamen bakena uwa yang merupakan buah dari tumbuhan indah, namun ketika disentuh dapat memimbulkan sensasi gatal. Ornamen ini menggambarkan bahwa situasi negeri yang indah dan elok namun rentan dikuasai musuh wajib dipimpin oleh seseorang yang kuat bersama rakyatnya untuk melakukan perlawanan.

Tata Cara Memakai Pakaian Adat Dolomani

Berbicara mengenai tata cara penggunaannya, pakaian adat dolomani juga memiliki aturan tersendiri yang berbeda dengan jenis pakaian lain. Berikut tata cara penggunaan pakaian adat dolomani beserta kelengkapan lainnya yang penting untuk anda ketahui.

  • Untuk pelangkap gaya penampilan pria, pertama kenakan celana seperti semestinya dan juga kotango atau dalam bahasa Indonesia pakaian dalam.
  • Tambahkan sarung di luar celana yang panjangnya hanya sampai lutut. Penggunaan sarung pun akan diikat dengan sulepe atau sebuah ikat pinggang.
  • Masukan ewanga yaitu (keris atau badik) pada bagian dalam sarung di sebelah kiri dengan posisi ewanga menghadap ke depan.
  • Tahap selanjutnya kenakan baju dolomani sebagai luaran seperti layaknya blazer.
  • Kopiah juga harus dikenakan dengan memastikan sulaman emas atau perak ada di bagian depan tepat di bagian kening.
  • Sebagai pelengkap, orang yang memakai baju dolomani harus membawa tongkat dengan tangan kanan.

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai makna tersembunyi dibalik pakaian adat dolomani khas Buton, Sulawesi Tenggara yang juga sempat dikenakan oleh Presiden Jokowi saat HUT RI ke-77. Selain menarik dari segi tampilan ternyata ada banyak sekali ya makna tersembunyi yang dimiliki oleh pakaian adat dolomani itu sendiri.

Untuk anda yang mau tahu lebih banyak lagi informasi terkait dengan teknik menjahit dan tips mendesain busana anda bisa mendownload E-Book Menjahit dan E-Book Mendesain yang kami miliki.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.