Article

Homepage Article Fashion Design Pentingnya Ethical Fashion…

Pentingnya Ethical Fashion Untuk Menekan Dampak Buruk Fast Fashion

Perkembangan industri mode yang bergerak sangat cepat tanpa disadari ternyata masih memiliki dampak yang kurang baik terhadap keseimbangan antara lingkungan, sosial dan industri. Melihat efeknya yang semakin destruktif, lahirlah gerakan ethical fashion (fesyen yang etis) untuk meredam pertumbuhan fast fashion.

Sekilas Tentang Fast Fashion

Fast fashion sendiri merupakan istilah kontemporer untuk perusahaan retail fashion. Fenomena ini lahir semenjak masa revolusi industri memperkenalkan teknologi baru berupa mesin jahit sehingga memungkinkan proses produksi pakaian pria dan pakaian wanita yang semula memakan waktu lama menjadi semakin mudah, lebih cepat dan lebih murah.

Ethical Fashion

Sumber : https://www.thegoodwear.com/

Beberapa karakteristik umum yang melekat pada merek produk fast fashion diantaranya:

  • Terdapat ribuan model pakaian pria dan pakaian wanita yang mengikuti perkembangan trend terbaru.
  • Memiliki waktu putaran yang singkat sejak produk pertama kali terlihat pada pameran busana atau kalangan selebriti hingga sampai ke toko.
  • Bahan yang digunakan untuk produksi pakaian pria dan pakaian wanita umumnya terbilang murah dan berkualitas rendah.
  • Rendahnya kualitas bahan yang digunakan juga akan membuat kualitas pakaian juga ikut menurun, bahkan hanya dengan pemakaian beberapa kali saja.

Meski menawarkan banyak pilihan, konsep fast fashion yang memproduksi pakaian pria dan pakaian wanita per season alias per musim nyatanya juga menimbulkan sejumlah permasalahan.

  • Kehadiran fast fashion brand yang mampu memprediksi koleksi runway bahkan sebelum dikeluarkan semakin meningkatkan sifat konsumtif masyarakat.
  • Fast fashion disebut-sebut sebagai salah satu konsep fashion yang menyebabkan banyak kerusakan alam lantaran turut menyumbang pencemaran lingkungan.
  • Efek samping yang ditimbulkan oleh industri fast fashion menjadi harga yang teramat mahal untuk memproduksi pakaian yang usianya mungkin tidak sampai lima bulan.
  • Untuk tiap season yang berlangsung antara tiga hingga empat bulan sekali dalam setahun fast fashion selalu mengeluarkan model-model terbaru.
  • Produk fast fashion biasanya dijual oleh peretail dalam skala besar dan selalu mengikuti perkembangan trend yang ada.
  • Trend yang bersifat musiman tersebut seringkali akan membuat pakaian yang tidak terpakai seperti halnya jaket, celana, kaos, kemeja dan berbegai produk desain fashion lainnya akan berakhir di tempat sampah.
  • Kabar buruknya lagi fast fashion juga kerap melakukan eksploitasi pekerja dengan sistem upah kerja yang rendah demi menciptakan produk murah yang bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dalam beberapa kasus, fast fashion kemungkinan juga menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh pabrik menjadi sangat drastis, sehingga membuat para buruh pabrik mendapatkan upah yang tidak layak dan tidak sebanding dengan kondisi pekerjaan mereka yang menguras waktu dan tenaga.

Mengingat begitu banyaknya dampak yang ditimbulkan dari industri fast fashion, seiring berjalannya waktu berkembanglah industri slow fashion yang menjadi antitesis dari industri fast fashion. Slow fashion ini sekaligus menjadi bagian dari gerakan ethical fashion yang bertujuan untuk menekan laju perkembangan industri fast fashion.

Pengertian Ethical Fashion

Ethical fashion merupakan sebuah gerakan yang berfokus pada sikap etis suatu perusahaan garmen/pakaian terhadap para pekerja dan perusahaan itu sendiri. Sikap etis ini mencakup bagaimana suatu perusahaan memperlakukan para pekerjanya dan melakukan proses produksi tanpa mengganggu keseimbangan lingkungan.

Ethical Fashion

Sumber : https://www.ethicalconsumer.org/

Sejarah Ethical Fashion

Berbicara mengenai ethical fashion lantas dari manakah istilah tersebut sebenarnya berasal dan mengapa belakangan menjadi sangat populer?. Jadi istilah ethical fashion sendiri sebenarnya sudah mulai terdengar sejak tahun 2002 ketika terbit sebuah paper berjudul “Ethics and Innovation: Is An Ethical Fashion Industry An Oxymoron?”.

Artikel tersebut berupaya mengungkapkan bagaimana para desainer mode dapat lebih etis dalam menciptakan karyanya bila dipandang dari sudut kekayaan intelektual, hak azasi manusia, hingga keberlanjutan (sustainability). Dengan begitu fashion semestinya menjadi suatu industri yang memiliki “value” atau nilai selain uang.

Ketika pertama kali diperkenalkan ke publik sayangnya isu fast fashion dan ethical fashion tidak serta merta memengaruhi keputusan konsumen ketika membeli produk fesyen. Mereka tetap saja membeli berbagai macam produk fashion utamanya hanya berdasarkan kebutuhan pribadi, bukan etis atau tidak suatu produk dibuat.

Untungnya isu ethical fashion tidak tenggelam begitu saja, terlebih lagi sempat ada beberapa musibah terkait eksploitasi pekerja dalam industri mode yang cukup memprihatinkan. Salah satunya tragedi runtuhnya gedung Rana Plaza pada tahun 2013 yang banyak memakan korban jiwa, dimana kebanyakan adalah pekerja garment.

Tragedi Rana Plaza

Rana Plaza sendiri merupakan berlantai delapan di Dhaka, Bangladesh yang dulunya sempat dimanfaatkan untuk bank, toko dan pabrik garmen. Namun karena kondisi bangunan yang tidak menjamin keselamatan dan memaksa buruh untuk terus berkerja, akhirnya gedung tersebut runtuh dan menyebabkan ribuan nyawa melayang.

Diketahui sekitar 2.500 orang cedera dan 1.134 orang tewas dalam peristiwa tersebut. Besarnya jumlah korban membuat tragedi Rana Plaza disebut sebagai kecelakaan akibat kerusakan struktur bangunan terbesar dalam sejarah manusia modern dan bencana pabrik garmen paling mematikan sepanjang sejarah.

Setelah tragedi mengenaskan di Rana Plaza itulah gerakan sustainable fashion dan ethical fashion mulai menggema dan kembali ramai dibicarakan dalam dunia mode. Rana Plaza akhirnya menyadarkan banyak pihak bahwa dunia mode masih dibayang-bayangi oleh isu kelaikan lingkungan kerja dan hak bagi para pekerjanya.

Penerapan Ethical Fashion

Terkait dengan penerapan ethical fashion dalam kehidupan manusia, konsep ini sebenarnya bisa saja dilakukan oleh para pelaku industri dan juga konsumen. Khusus untuk ruang lingkup industri, para pelaku bisnis fashion hendaknya harus lebih memperhatikan dampak yang bisa ditimbulkan pada lingkungan serta kesejahteraan pekerjanya.

Beberapa prinsip penting yang harus diperhatikan dalam penerapan ethical fashion dari sisi pelaku bisnis fashion diantaranya:

  • Melawan fast fashion dan mendukung sustainable fashion demi kehidupan yang berkelanjutan.
  • Membatasi penggunaan pestisida dan bahan kimia yang berpotensi merusak lingkungan.
  • Menggunakan bahan kain organik yang lebih ramah lingkungan, misal dengan memanfaatkan katun organik, kain linen, hemp, bahan tencel dan material recycle.
  • Meminimalisir penggunaan air dan mengkampanyekan kesadaran sustainable fashion.
  • Mengkampanyekan mengenai hak-hak terhadap hewan, maksudnya berhenti memproduksi produk fashion yang berasal dari jaringan kulit dan bulu hewan.
  • Ikut andil dalam mempertahankan tradisi dari suku atau etnis (asli) minoritas.
  • Tidak mempekerjakan anak, menetapkan jam kerja yang wajar dan memberikan upah hidup yang layak.
  • Terbuka menunjukkan lokasi pabrik dan kebijakan kerja yang diterapkan di perusahaan.
  • Produknya mampu meningkatkan kesadaran atau promosikan kondisi produksi yang ideal.

Untuk mendukung ethical fashion, gerakan yang dilakukan oleh para pelaku bisnis fashion pun bisa dikatakan cukup beragam, beberapa diantaranya:

  • Merancang pakaian bermodel fleksibel yang mudah di mix and match sehingga bisa dipakai konsumen dalam jangka waktu yang lama.
  • Memanfaatkan bahan pewarna alami dan garmen yang mudah didaur ulang untuk meminimalisir pencemaran lingkungan.
  • Selain memanfaatkan bahan organik, penggunaan pewarna alami (natural dye) juga dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan.
  • Zat pewarna alami sendiri memiliki sejumlah kelebihan yakni mudah terurai di alam, warnanya tidak mudah pudar dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.
  • Mendonasikan sebagian hasil penjualan untuk kegiatan sosial.
  • Memberdayakan pengrajin lokal untuk menunjang perekonomian warga. Dalam hal ini pemberian upah yang layak untuk pekerja juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Sementara dari sisi konsumen anda juga bisa berperan serta dalam menilai dan menggalakkan gerakan sustainable fashion dengan cara membeli pakaian preloved atau mendaur ulang busana, mendonasikan baju yang tidak terpakai, lebih cerdas lagi melakukan padu padan baju lama, juga membeli pakaian yang selalu mengikuti tren.

  • Bebaskan diri anda dari mentalitas fast fashion dengan cara menginvestasikan uang untuk membeli baju yang kualitas bahannya baik dan bisa dipakai seumur hidup.
  • Pilih pakaian yang terbuat dari serat organik seperti rami atau bambu (yang tidak menggunakan banyak bahan kimia atau air untuk tumbuh).
  • Pilih produk pakaian pria dan pakaian wanita yang dibuat dengan menggunakan pewarna alami dan diproduksi tanpa zat atau bahan beracun.
  • Pilih bahan kain yang mudah didaur ulang atau bahan daur ulang itu sendiri.
  • Usahakan untuk memilih bahan garmen yang awet dan tahan lama sehingga dapat digunakan dalam waktu lama.
  • Dalam berbelanja pakaian pria dan pakaian wanita utamakan untuk lebih memprioritaskan kualitas dari pada trend fast fashion.
  • Terus gunakan pakaian kesayangan anda hingga pakaian tersebut usang dan akhirnya layak untuk dibuang.
  • Kalau anda punya beberapa koleksi pakaian lama yang dari segi model sudah ketinggalan jaman tapi bahan kainnya masih bagus maka anda bisa mendaur ulang pakaian tersebut agar bisa digunakan kembali.

Umumnya serat alami merupakan pilihan dengan dampak yang lebih baik untuk lingkungan, dibandingkan dengan serat sintetis. Selain berasal dari alam dan dibudidayakan secara berkelanjutan, serat alami hendaknya juga harus diproses dengan cara yang lebih aman tanpa melibatkan banyak bahan kimia berbahaya yang berpotensi merusak alam.

Ethical Fashion

Sumber : https://www.carmenbusquets.com/

Beberapa contoh material yang cocok dengan konsep sustainable clothing dan ethical fashion diantaranya ada kain katun organik, kain linen, hemp, bahan tencel dan material recycle.

1. Kain Katun Organik

Katun organik terkenal lebih aman dan sehat tidak hanya pada manusia tetapi juga aman bagi lingkungan ditanam dengan tidak menggunakan pupuk kimia, pestisida dan bahan-bahan kimia berbahaya lainnya.

  • Dengan sifatnya yang anti bakteri dan anti jamur kain katun organik sangat cocok digunakan oleh orang yang memiliki kulit sensitif.
  • Selain mendukung penggunaan bahan-bahan organik atau bebas kimia, kain katun organik juga bisa jadi model yang timeless dan barang yang tahan lama.

Ethical Fashion

Sumber : https://www.ecotextile.com/

Butuh bahan kain katun berkualitas dengan harga murah untuk membuat pakaian pria dan pakaian wanita?. Sebagai referensi anda bisa melihat-lihat dulu koleksi Kain Katun kami Di Sini.

2. Kain Linen

Linen merupakan salah satu bahan kain tertua di dunia yang biasa dibuat dengan menggunakan serat linen, sejenis serat yang biasa diambil dari tumbuhan rami atau pohon flax (Linum usitatissimum).

  • Limbah yang dihasilkan dalam proses produksi kain linen bisa diminimalisir sekecil mungkin karena sebagian besar produk sampingannya dapat dimanfaatkan dengan baik.
  • Minyak biji rami yang merupakan produk sampingan linen umumnya dapat digunakan dalam pengawetan kayu dan pembuatan pernis.
  • Kain linen juga termasuk bahan yang dapat dikomposkan.

Ethical Fashion

Sumber : http://sustainablesartorial.com/

Butuh bahan kain linen berkualitas dengan harga murah untuk membuat pakaian pria dan pakaian wanita?. Sebagai referensi anda bisa melihat-lihat dulu koleksi Kain Linen dan Kain Linen Rami kami.

3. Hemp

Hemp merupakan salah satu jenis dari tanaman cannabis yang mulai dikembangkan dalam industri fashion. Pengolahan tanaman ini menjadi benang dinilai memiliki banyak kelebihan, yakni lebih bersifat tahan terhadap jamur dan memiliki kualitas seperti benang linen.

  • Tanaman hemp tumbuh sangat cepat dan menghasilkan lebih banyak serat dari pada flax (linen) atau katun.
  • Serat yang dihasilkan dikenal lebih kuat namun biodegradable, tahan terhadap sinar ultraviolet (UV), memiliki daya serap tinggi, cepat kering dan antimikroba.
  • Sebagai bahan dasar pembuatan kain serat hemp dapat diolah tanpa campuran atau dikombinasikan dengan serat alami lainnya seperti linen dan sutra.

Ethical Fashion

Sumber : https://www.alibaba.com/

4. Bahan Tencel

Tencel merupakan salah satu bahan kain kelas premium yang bersifat biodegradable dan biasa dibuat dari bubuk kayu selulosa. Kain ini umumnya banyak digunakan untuk bahan pakaian dan juga bisa ditemukan pada produk sprei.

  • Tencel dapat digunakan untuk membuat jenis pakaian yang sama seperti rayon, karena memiliki tampilan dan rasa yang serupa.
  • Tencel juga menyerap pewarna dengan sangat baik yang artinya produsen tidak perlu menggunakan terlalu banyak bahan pewarna selama proses produksi.

Ethical Fashion

Sumber : https://www.siebenblau.de/

5. Material Recycle

Mengusung teknologi yang ramah lingkungan bahan pakaian sebenarnya bisa juga diciptakan dari bahan baku atau material yang sudah ada sebelumnya. Fashion ini bisa didesain dan diciptakan kembali dengan berbagai ide bahkan bentuk baru.

Ethical Fashion

Sumber : https://www.cottonworks.com/

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai prinsip dasar ethical fashion dan pentingnya gerakan ethical fashion yang dapat kami bagikan untuk anda. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menekan dampak buruk akan fast fashion pada prinsipnya terdapat banyak sekali hal-hal yang penting untuk diperhatikan.

  • Bagi industri harus lebih memperhatikan lagi dampak lingkungan serta memberikan upah yang layak dan adil bagi para pekerjanya.
    • Untuk memastikan bahwa produk pakaian yang dihasilkan benar-benar aman terhadap lingkungan bisa dipilih bahan kain yang terbuat dari serat organik (serat alam).
    • Gaji yang layak untuk para kerja juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan selain pemilihan bahan atau material pakaian.
  • Sedangkan dari sisi konsumen bisa dilakukan dengan membeli pakaian preloved, mendaur ulang busana, hingga membeli busana yang tahan lama.
    • Sebisa mungkin hindari belanja produk fast fashion.
    • Bila anda termasuk orang yang tidak terlalu masalah memakai barang bekas anda bisa membeli pakaian second yang masih layak pakai.
    • Belilah pakaian dengan model yang timeless dan tidak bergantung dengan musim.
    • Cobalah berbelanja di toko-toko lokal atau small business.
    • Untuk barang-barang yang sudah tidak lagi dipakai anda bisa menjual atau mendonasikannya pada orang-orang yang membutuhkan.

Butuh bahan kain berkualitas dengan harga murah untuk membuat pakaian tapi bingung dimana anda bisa mendapatkannya?. Sekarang anda tidak perlu khawatir lagi karena Fitinline menyediakan banyak pilihan kain yang anda butuhkan.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.