Article

Homepage Article Pakaian Adat Mengenal Dirndl, Pakaian…

Mengenal Dirndl, Pakaian Tradisional Wanita Jerman Bisa Anda Jadikan Koleksi

Setiap negara atau suku bangsa tentu memiliki sejarah, budaya dan pakaian adat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Khusus di negara Jerman misalnya, terdapat pakaian tradisional bernama dirndl yang sangat mendunia dan umumnya sering dikenakan pada festival tahunan “Oktoberfest” atau festival Oktober.

Bila ditelusuri lebih jauh sebenarnya banyak juga lho hal-hal yang melatarbelakangi terciptanya pakaian tradisioal di berbagai belahan dunia. Beberapa faktor penting yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap terciptanya pakaian adat diantaranya:

1. Cuaca

Karena setiap daerah memiliki cuaca yang berbeda-beda, maka cuaca ini bisa dibilang sangat mempengaruhi terciptanya pakaian adat.

Daerah yang cenderung dingin umumnya memiliki pakaian adat yang tebal dan tertutup.
Sementara untuk daerah yang cenderung panas kabanyakan memiliki pakaian adat yang pendek dan terbuka.

2. Kepercayaan

Agama dan kepercayaan di berbagai daerah sangatlah beragam, hal ini juga menjadi salah satu faktor yang membuat baju adat menjadi berbeda-beda. Pakaian adat ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pakaian untuk mengikuti upacara keagamaan.

3. Sosial dan Budaya

Faktor sosial dan budaya juga memiliki pengaruh yang besar untuk melahirkan baju adat yang khas di setiap daerah. Hal senada juga berlaku di negara Jerman yang memiliki dirndl sebagai pakaian tradisional mereka.

Pengertian Dirndl

Dirndl merupakan kostum tradisional yang biasa dikenakan oleh para wanita Jerman yang berada di sekitar pegunungan Alpen seperti wilayah Bayern atau Bavaria. Pakaian tradisional yang satu ini biasanya memiliki warna-warna terang dan terdiri dari korset, rok penuh, apron serta blus dengan model lengan “lonceng”.

Dirndl Jerman

Sumber : https://indonesian.alibaba.com/

Ditinjau dari asal bahasanya istilah dirndl sendiri sebenarnya merupakan kependekan dari Dirndlgewand yang berarti “pakaian pembantu”. Kata ini berasal dari dialek Jerman dan Austria yang berarti “gadis kecil”. Selain Jerman dirndl juga dikenakan di negara-negara sekitar seperti Austria, Swiss dan Liechtenstein.

Dirndl Jerman

Sumber : https://shopee.co.id/

Sebagai pakaian tradisional yang cukup mendunia dirndl konon mulai dikenal ketika Pangeran Regent Luitpold memerintah Bavaria pada 1886, sejak saat itu banyak orang-orang di daerah Bavaria yang mengenakan dirndl. Setelah menjadi pakaian pekerja dan pelayan setempat, dirndl naik kelas menjadi pakaian mode sekitar tahun 1870.

Dirndl Jerman

Sumber : https://www.amazon.co.uk/

Dari yang awalnya kerap dijadikan sebagai pakaian pelayan, dirndl lambat laun juga diadaptasi menjadi pakaian pakaian santai dan pakaian musim panas bagi kalangan kelas bangsawan. Stigma dirndl sebagai pakaian kelas bawah pun turut menghilang sejak dijadikan sebagai kostum dari Festival Salzburg pada 1920-an.

Dirndl Jerman

Sumber : https://www.amazon.co.uk/

Walau tidak berlangsung lama, pasca perang dunia sulu banyak wanita yang semoat menolak menggunakan dirndl karena alasan politik, partai-partai yang berkaitan dengan nazi saat yang menjadi alasannya. Namun sseiring berjalannya waktu, pemikiran itu berubah dan akhirnya para wanita mulai menggunakan dirndl kembali.

Dirndl Jerman

Sumber : https://www.chinavasion.com/

Perhelatan olahraga turut memperkenalkan dan meningkatkan pamor dari dirndl. Pada Olimpiade Munich 1972, para delegasi Jerman berpakaian dengan mengenakan dirndl berwarna biru muda sebagai pakaian resmi. Sedangkan pada Piala Dunia 2006 yang diadakan di Jerman, terjadi peningkatan pada pemesanan dirndl.

Dirndl Jerman

Sumber : https://www.walmart.ca/

Berawal dari situlah lambat laun dirndl juga mulai digunakan sebagai pakaian santai, pakaian pada perayaan-perayaan khusus, kegiatan ke gereja bahkan hingga festival rakyat seperti Oktoberfest yang diadakan setiap tahun di Munich. Khusus untuk rok pada dirndl biasanya dikenakan dari pinggang hingga di bawah lutut.

Pakaian Pelengkap Dirndl

Sebagai salah satu jenis pakaian tradisional yang begitu mendunia dirndl ini pada prinsipnya terdiri dari banyak pakaian yang membentuk keseluruhan dirndl. Pakaian yang dimaksud antara lain berupa korset yang dikenakan dengan blus, rok penuh dan bahkan celemek.

1. Korset

Korset merupakan salah satu jenis pakaian yang biasa dimanfaatkan oleh para wanita untuk memperbaiki proporsi tubuh supaya terlihat lebih sempurna serta membentuk pinggang sehingga terlihat lebih ramping.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan bila ingin mendapatkan korset yang nyaman dan sesuai dengan bentuk badan diantaranya:

  • Sesuaikan pola korset dengan pakaian yang hendak dikenakan jangan sampai pemakaian korset justru malah memperburuk penampilan anda.
  • Meski anda ingin terlihat lebih ramping dengan memakai korset, namun sebaiknya pilih korset dengan ukuran yang tepat.
  • Pastikan untuk memilih korset yang sama dengan warna pakaian atau dengan warna kulit anda.
  • Carilah bahan korset yang bisa menyerap keringat agar anda terhindar dari bau badan yang dapat mengurangi rasa percaya diri.
  • Penyesuaian jenis korset pada tubuh akan membuat korset lebih efektif dalam melangsingkan tubuh anda.

2. Blus

Blus merupakan busana wanita yang biasa dipakai untuk menutup tubuh bagian atas. Pada dirndl khas jerman blus yang dipakai biasanya dilengkapi dengan lengan lonceng yang memiliki bentuk mengembang atau membesar di bagian bawah.

3. Rok Penuh

Rok merupakan busana penutup tubuh bagian bawah yang dibuat langsung menjadi satu bagian untuk menutupi seluruh atau sebagian kaki pemakainya. Untuk rok yang terdapat pada dirndl desainnya kebanyakan dibuat mengembang dan jatuh di bawah lutut.

4. Celemek

Celemek merupakan pakaian luar yang diciptakan untuk menutupi sekaligus melindungi bagian tubuh terutama bagian depan tubuh. Pada dirndl celemek ini juga dapat difungsikan sebagai pemanis pakaian.

5. Mantel

Untuk cuaca dingin ada juga mantel dirndl yang berpotongan sama seperti gaun dengan leher tinggi dan kancing depan serta sarung tangan tebal dan topi wol.

Terinspirasi untuk membuat rok wanita dengan model mengembang seperti yang biasa dikenakan senaga pelengkap dirndl khas Jerman. Untuk membuat dirndl skirt sahabat Fitinline bisa mengikuti instruksi berikut ini.

  1. Pertama-tama siapkan kain yang dibutuhkan untuk membuat dirndl skirt.
  2. Dengan bantuan gunting atau rotary cutter, buat ban pinggang dari sepotong kain yang disesuaikan dengan ukuran lingkar pinggang.
  3. Untuk memberikan bentuk yang lebih tegas sahabat Fitinline juga bisa menambahkan kain pelapis pada bagian dalam ban pinggang tersebut.
  4. Siapkan bagian utama dirndl skirt dengan ukuran panjang tiga kali lipat dari lingkar pinggang dan lebar yang disesuaikan dengan panjang rok. Buat dua buah jahitan sejajar di sepanjang tepian kain utama.
  5. Dari sisi yang sama tarik secara perlahan masing-masing benang yang terdapat pada ujung kain untuk memberikan efek kerutan. Sesuaikan ukuran panjang kerutan dengan lingkar pinggang anda. Selanjutnya pasangkan resleting jepang pada bagian sambungan belakang rok.
  6. Bungkus bagian kerutan bahan utama dengan menggunakan ban pinggang kemudian sematkan jarum pentul untuk menahan posisinya agar tidak bergeser. Tindas sepanjang sisi ban pinggang dengan jahitan lurus.
  7. Sebagai penyelesaian akhir, rapikan pula bagian bawah rok dengan sedikit melipat ujung bawahnya kebagian dalam kemudian menjahitnya dengan setikan lurus.

Bahan Utama Dirndl

Berlanjut ke pembahasan berikutnya yaki mengenai bahan utama dirndl. Pilihan bahan kain yang digunakan untuk membuat dirndl bisa juga dikatakan sangat beragam lho. Beberapa ada yang dibuat sederhana dan cenderung polos namun ada juga yang lebih modern.

1. Dirndl untuk musim dingin umumnya lebih banyak dibuat dari bahan kain yang cenderung berat dan hangat seperti kain linen, kain wool ataupun kain beludru.

a. Linen merupakan bahan dasar pertama kali yang digunakan manusia untuk membuat kain. Kain linen sangat disukai karena karakteristiknya yang sangat istimewa bisa bertahan puluhan tahun dengan perawatan yang baik.

  • Kain linen memiliki serat yang lebih tebal jadi sudah pasti jika serat kain linen sangat berkualitas.
  • Kain linen merupakan bahan kain yang sangat adem jadi bahan kain ini sangat direkomendasikan untuk bahan pakaian.
  • Kain linen memiliki tekstur yang lembut dan ketika di raba sangat halus.
  • Serabut kain linen tersusun sangat rapi tidak seperti bahan kain yang terbuat dari kapas (cotton).
  • Pakaian yang terbuat dari bahan kain linen tidak hanya halus tapi juga mengkilap sehingga terlihat mahal.
  • Semakin lama digunakan kain linen akan terasa sangat nyaman asal diimbangi dengan proses pencucian yang baik dan benar.

b. Wool merupakan salah satu contoh bahan baku produksi tekstil yang diperoleh dari pengolahan serat alami bulu domba dan kambing (hewan dari keluarga Caprinae) maupun mamalia lainnya.

  • Serat hewan yang lebih lembut dan lebih hangat cenderung memiliki lebih banyak sisik dan lebih halus.
  • Sementara serat hewan yang lebih tebal dan kurang hangat biasanya memiliki lebih sedikit sisik dan kasar.

Beberapa karakteristik dari serat wool yang paling menonjol diantaranya:

  • Sebagai serat hewan alami serat wool tidak hanya bersifat reusable tetapi juga biodegradable.
  • Serat wool terdiri dari protein yang membentuk lapisan pelindung luar kulit manusia.
  • Serat wool memiliki tampilan yang tampak berkerut dan cenderung bersifat elastis.
  • Serat wool mampu meregangkan hingga 50% ketika basah dan 30% saat kering.
  • Serat wool dapat menyerap uap air dengan baik serta tidak mudah kusut.
  • Tingkat penyebaran api, pelepasan panas dan panas pembakaran lebih rendah.
  • Tahan terhadap listrik statis.
  • Bersifat higroskopis alias mempunyai kemampuan menyerap molekul air yang baik danrongga kainnya sangat nyaman.

c. Beludru termasuk ke dalam jenis kain yang halus, lembut dan sangat berkilau. Kain bludru juga memiliki kesan bold dan mewah sehingga dapat membuat tampilan pemakainya terlihat makin glamor.

2. Dirndl di musim dingin biasanya juga memiliki warna-warna yang cenderung gelap dan lengannya dibuat panjang.

3. Dirndl yang biasa dilihat saat Oktoberfest kebanyakan lebih sering dibuat dari bahan kain yang mudah menyerap keringat seperti halnya katun ringan dan berlengan pendek dengan bentuk yang disesuaikan proporsi tubuh.

Dipilihnya kain katun sebagai bahan dirndl musim panas sendiri bukan tanpa alasan.

  • Kain katun tekstur bahannya cenderung agak licin dan ringan.
  • Kain katun terkesan jatuh saat dipakai karena bahannya sangat rngan.
  • Kain katun terasa adem dan mudah menyerap keringat sehingga nyaman digunakan.
  • Sifatnya yang mudah untuk menyerap warna menjadikan bahan kain yang satu ini sering hadir dengan warna-warna yang cerah.
  • Perawatan kain katun relatif lebih mudah dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Untuk melakukan pencucian bahkan anda cukup menguceknya dengan tangan.

Perkembangan Dirndl

Seiring dengan perkembangan mode, desain dirndl lambat laun juga mulai dibuat lebih fashionable dan memiliki model yang indah sesuai dengan kebutuhan pemakainya. Tidak hanya digunakan pada perayaan khusus, mereka yang bekerja di industri pariwisata seperti di restaurant atau biergarten juga kerap mengenakan kostum Dirndl.

Buat anda yang mau tahu lebih banyak lagi mengenai perkembangan dari dirndl, berikut kami bagikan beberapa macam variasi dari dirndl khas Jerman yang cukup populer. 

1. Variasi Pertama

Dalam variasi ini dirndl terbagi menjadi 3 bagian.

  • Bagian pertama adalah blouse dalaman yang umumnya berwarna putih.
  • Bagian kedua adalah dress dengan berbagai macam warna maupun bentuk.
  • Bagian ketiga adalah "celemek" khusus yang disertai dengan pita.

Dirndl Jerman

Sumber : https://www.lidl.de/

2. Variasi Kedua

Dalam variasi ini dirndl lebih dibuat mirip sepeti busana tradisional pria dengan "lederhose" atau celana kulit dan disertai blouse atau kemeja dengan motif kotak-kotak dan umumnya berwarna pink maupun biru.

Dirndl Jerman

Sumber : https://www.marshasvoyage.com/

3. Variasi Ketiga

Variasi dirndl yang terakhir terdapat penambahan jaket atau rompi khusus handmade yang sesuai dengan busana dirndl.

Dirndl Jerman

Sumber : https://www.marshasvoyage.com/

Disebutkah pula bahwa di Jerman ada tradisi yang membedakan status pemakai dirndl, hal ini bisa dilihat dari simpul talinya.

  1. Tali dirndl yang diikatkan di sebelah kanan menjadi penanda bahwa wanita yang mengenakannya sudah menikah, harap tidak diganggu.
  2. Tali dirndl yang diikatkan di sebelah kiri menjadi penanda bahwa wanita yang mengenakanya belum menikah, boleh digoda.
  3. Tali dirndl yang diikatkan di sebelah depan menjadi penanda bahwa wanita yang mengenakanya adalah seorang perawan
  4. Sementara untuk tali dirndl yang diikaatkan dibelakang menjadi penanda bahwa wanita yang mengenakan dirndl tersebut adalah janda.

Perbedaan Dirndl dan Tracht

Selain dirndl terdapat pula pakaian tradisional lainnya bernama tracht di Jerman khususnya dari daerah Bavaria. Tracht ini konon berasal dari kata kerja “tragen” yang berarti membawa atau memakai sehingga secara literal istilah “tracht” dapat diartikan sebagai suatu pakaian wnaiya yang bisa dikenakan.

Busana anggun yang memiliki nama tracht ini umumnya terdiri dari dalaman blouse lengan pendek yang terkadang dijahit menyatu dengan bodice (outer berbentuk tanktop), bodice dan rok bercelemek selutut atau sepanjang betis. Saat ini tracht memiliki variasi dalam berbagai warna dengan hiasan bordir, renda dan tenunan.

Meski secara tradisinoal tracht dan dirndl sekilas tampak mirip bahkan terkadang kerap disamakan namun keduanya tetap saja memiliki beberapa perbedaan bila dilihat dari berbagai aspek.

1. Cara Produksi

Dilihat dari cara produksinya, dirndl kebanyakan diproduksi oleh industri pakaian siap jadi atau oleh rumah tangga namun tracht diproduksi dengan cara dijahit dan dipasang secara terpisah oleh penjahit khusus.

2. Bahan Dasar

Dari segi bahan dasarnya dirndl dan tracht juga memiliki perbedaan. Kalau dirndl bisa dibuat dari bahan serat alam maupun sintetis, maka untuk tracht umumnya hanya dibuat menggunakan bahan yang berasal dari alam seperti benang wool, linen, sutra, perak atau mutiara.

3. Dekorasi

Terkait dengan dekorasi yang ditambahkan sebagai pemanisnya, pada sebuah dirndl biasanya terdapat bordir yang dibuat dari mesin dan renda, sedangkan dekorasi pada tracht berupa pekerjaan tangan seperti bordir, renda dan tenunan.

Demikian pembahasan singkat mengenai seluk beluk dirndl, pakaian pelengkap dirndl hingga perkembangan model dirndl khas Jerman yang dapat kami bagikan untuk anda. Kalau sahabat Fitinline mau tahu lebih banyak lagi tentang info penting terkait pakaian tradisional dari negara lain simak terus artikel dari kami ya.

Berkeinginan untuk membuat blus wanita tapi masih bingung bagaimana cara menggambar polanya?. Kalau mau cara yang lebih praktis mungkin anda bisa mendownload pola blus wanita dari kami.

  1. Pola Blus Cold Shoulder
  2. Pola Blus Brokat
  3. Pola Blus Dengan Aksen Godet

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.