Article

Homepage Article Kain Kain Linen

Kain Linen

Sandang atau Kain merupakan salah satu kebutuhan vital manusia. Bahan baku kain adalah serat, terdapat dua jenis serta, yaitu serat alam dan serat sintetik (simak: https://fitinline.com/article/read/ragam-kain-untuk-busana-bahan-dasar-kain). Salah satu serat alam yaitu serat linen, sebagai bahan kain linen.

Berdasarkan sejarah, serat yang pertama kali digunakan manusia untuk membuat kain adalah serat linen, yaitu serat dari sejenis alang-alang (pohon flax atau Linum usitatissimum). Pembuatan serat linen yang diambil dari tumbuhan bukanlah bunganya, melainkan kulit pohonnya. Pembudidayaan serat ini dimulai dari zaman prasejarah (Neolitikum 5000 - 1000 SM). Pada waktu itu manusia hidup dengan bertani dan beternak. Bahan kain yang tertua ini juga digunakan pada zaman Mesir kuno, yakni pada saat pembungkusan mumi dengan kain linen yang dianggap sebagai simbol cahaya dan kesucian. Cleopatra salah satu ikon fashion Mesir juga mengenakan kain ini.

Linen memiliki serat yang relatif panjang dibandingkan serat alami lainnya. Panjangnya bervariasi dari 25 sampai 150 cm dan rata-rata berdiameter 12-16 micrometer. Serat linen dapat diidentifikasi dari guratan memanjang dan ruas-ruas sambungan pada seratnya. Ruas-ruas pada serat ini membuat bahan linen menjadi lebih lentur dan bertekstur. Selain panjang, serat linen juga mengkilap jika sudah dipintal menjadi benang. Seratnya dua sampai tiga kali lebih kuat dari serat alam lain dan ujung-ujung seratnya tidak banyak berbulu. Setelah menjadi kain pun linen terlihat lebih mengkilap dibanding serat alami jenis lain.

Tumbuhan Linen

Tumbuhan Linen

Sumber: http://belajartekstil.wordpress.com

Mencari kain tekstil murah dan berkualitas? Klik Disini untuk melihat katalog kain.

Serat atau kain linen lebih rentan hancur dan tidak akan bertahan jika dididihkan dengan alkali, bubuk pemutih dan bahan oksidasi lainnya. Karakter inilah yang membuat reaksi linen lambat terhadap bahan pewarna dan membuatnya sulit untuk mendapatkan warna yang kuat yang dapat mengikat serat. Daya serap bahan linen terhadap larutan pewarna rendah. Oleh karena itu bahan linen identik dengan warna putih dan natural karena warna tersebut yang paling baik kualitasnya untuk bahan linen.

Linen memiliki sifat mendinginkan dan menyegarkan di udara yang panas. Mudah menyerap dan konduktor yang baik untuk panas. Daya serap linen sangat baik sehingga dapat menyerap 20% kelembaban tanpa menjadi lembab. Selain itu, linen juga bisa menghangatkan tubuh ketika cuaca dingin, karena linen termasuk isolator yang baik. Ketika linen digunakan sebagai lapisan pakaian, maka linen akan menghangatkan tubuh.

Ciri kain linen bisa dilihat dan dirasakan, kain linen cenderung kaku dan tebal, dengan permukaan yang halus dan sangat kuat. Linen memiliki elastisitas yang buruk dan tidak dapat membal secara cepat, hal inilah yang menyebabkan bahan ini mudah kusut. Kain linen sering digunakan sebagai pakaian, kain seprai, serbet, tirai, taplak meja, handuk, kertas, perisai, dan lain sebagainya.

Bahan linen memiliki harga yang lumayan mahal. Baju yang terbuat dari linen tidak hanya halus, mengkilap dan terlihat mahal tapi juga tidak mudah kotor. Serat linen juga bersifat lebih mudah dibersihkan dari noda. Semakin sering dicuci akan semakin lembut, namun jika dilipat secara kuat berkali-kali pada tempat yang sama dapat mengakibatkan putusnya benang pada bagian yang dilipat. Hal ini biasa terjadi pada bagian lipatan kerah, keliman dan area lipatan yang diseterika setelah pencucian. Ketika kain linen digunakan untuk tirai, dapat membantu menjaga ruangan yang sejuk di musim panas dengan melindungi ruangan dari matahari, tetapi memungkinkan ventilasi juga. Di musim dingin, linen membuat ruang hangat oleh isolasi jendela dari udara luar yang dingin.

Kain Linen

Kain Linen

Sumber: http://zerotshirt.blogspot.com

Kelebihan dari kain linen adalah kainnya tahan lama (awet), stylish, dan memiliki kemampuan untuk menjadi hangat di musim dingin atau sejuk di musim panas. Linen juga tidak menyebabkan alergi kulit, bahkan akan sangat membantu dalam mengobati beberapa kondisi alergi dan inflamasi.

Selain dibuat produk utuh sebagai kain linen (100% Linen), terkadang linen juga dikombinasi dengan serat lain, misal 30% Linen dan 70% Cotton, 30% Linen dan 70% Stick, 55% Linen dan 45% Cotton, 55% Linen dan 45% Stick, dan lain sebagainya.

Kain Linen Kombinasi Cotton

Kain Linen Kombinasi Cotton

Sumber: http://shahalam.olx.com

Untuk Sahabat Fitinline yang menyukai dan mendukung “eco fashion”, kain linen bisa menjadi pilihan bahan pakaian anda. Kain ini terbuat dari serat alami dan lebih sedikit menggunakan pestisida dibandingkan dengan tanaman penghasil serat kain yang lain. Walaupun serat alam lebih sulit diproduksi jika dibandingkan dengan serat buatan, namun serat alam lebih nyaman dan ramah lingkungan.
Semoga bermanfaat.

Mencari Kain Linen berkualitas dengan harga murah? Sahabat Fitinline bisa melihat koleksinya Di Sini.

Kain Linen

Tags: busana wanita, busana wanita dan pria, busana batik, busana batik modern, busana wanita terbaru, baju batik, baju batik kerja, baju batik kantor, baju batik wanita, baju batik pria, kemeja batik, dress batik, dress batik modern

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.