GOTS Certification dan Perubahan Standar Tekstil Organik Global
Industri tekstil organik tidak lagi hanya berhadapan dengan pertanyaan apakah bahan bakunya berasal dari pertanian organik. Fokusnya semakin bergeser ke bagaimana bahan tersebut diproses, ditelusuri, diperdagangkan, dan dikomunikasikan sampai menjadi produk tekstil jadi. Perubahan ini tercermin dalam perkembangan Global Organic Textile Standard (GOTS), termasuk penerbitan GOTS Version 8.0 pada Maret 2026.
Bagi pemilik merek fashion, manufaktur garmen, tim sourcing, dan pelaku tekstil Indonesia, perkembangan tersebut perlu dibaca sebagai perubahan pada sistem kerja rantai pasok, bukan sekadar pergantian nomor versi sertifikasi.
[GOTS Certification dan Perubahan Standar Tekstil Organik Global] merupakan topik yang semakin relevan karena persyaratan mengenai bahan organik kini berjalan berdampingan dengan tuntutan ketertelusuran, tanggung jawab sosial, pengelolaan bahan kimia, due diligence, dan integritas klaim produk.

Apa yang Berubah dalam GOTS?
GOTS adalah standar sukarela internasional untuk pengolahan dan manufaktur tekstil yang menggunakan serat organik bersertifikat, dengan persyaratan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, bahan kimia, dan ketertelusuran sepanjang rantai pasok tekstil yang berada dalam cakupan sertifikasi. Standar ini bukan sekadar pengakuan bahwa sebuah kain menggunakan kapas organik. Produk dan rantai prosesnya harus memenuhi persyaratan GOTS yang relevan dan diverifikasi melalui sistem sertifikasi pihak ketiga.
Perubahan terbaru yang perlu diperhatikan adalah GOTS Version 8.0, yang dirilis pada Maret 2026. Implementasi penuh versi baru tersebut dijadwalkan mulai 1 Maret 2027. Global Standard menjelaskan bahwa pengembangan versi ini mengikuti perkembangan industri tekstil, tanggung jawab lingkungan dan sosial, serta perkembangan kerangka regulasi.
Bagi bisnis fashion, implikasinya cukup praktis: perusahaan yang sudah memiliki sertifikasi maupun yang sedang mempersiapkan sertifikasi perlu memeriksa kembali prosedur internal, dokumen pemasok, pengendalian rantai pasok, penggunaan bahan, serta cara menyampaikan klaim GOTS kepada pembeli.
Mengapa GOTS Terus Mengalami Perubahan?
Standar tekstil tidak dapat berhenti pada persyaratan bahan baku karena risiko dalam rantai pasok muncul di banyak tahap setelah serat dipanen.
Kapas organik, misalnya, masih harus melalui proses seperti ginning, pemintalan, pencelupan atau pencetakan, finishing, manufaktur garmen, perdagangan, hingga produk akhirnya ditawarkan kepada konsumen. GOTS sendiri menjelaskan bahwa persyaratan sertifikasi mencakup rantai pengolahan dan manufaktur yang relevan, sementara proses pertanian organik dirujuk pada standar organik yang diterima dalam kerangka GOTS.
Karena itu, perubahan standar tidak semata-mata menunjukkan bahwa definisi "organik" berubah. Yang berkembang adalah cara industri memastikan integritas klaim organik dan tanggung jawab proses setelah bahan pertanian memasuki rantai tekstil.
GOTS Version 7.0 sendiri baru sepenuhnya diterapkan pada 1 Maret 2024. Setelah itu, proses revisi berikutnya dilakukan melalui Standard Revision Committee dengan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Version 8.0 kemudian dirilis pada Maret 2026.
Periode transisi seperti ini penting bagi perusahaan karena perubahan standar dapat memengaruhi cara pemasok mendokumentasikan proses, bagaimana audit dilakukan, dan bagaimana produk diklaim sebagai GOTS.

Dari Bahan Organik ke Sistem Rantai Pasok yang Lebih Terverifikasi
Salah satu kekeliruan yang masih sering muncul adalah menganggap sertifikasi GOTS hanya melekat pada jenis serat.
Padahal, status organik bahan dan status GOTS sebuah produk adalah dua hal yang berkaitan tetapi tidak identik.
GOTS menggunakan persyaratan organik sebagai bagian dari sistem yang lebih luas. Dalam implementasinya, GOTS mensyaratkan bahwa pengolahan pascapertanian serat untuk tekstil dilakukan oleh entitas yang tersertifikasi dan tidak boleh terdapat celah ketertelusuran antara produsen serat organik dan proses pertama yang masuk ke rantai GOTS.
Dalam kasus kapas, misalnya, proses ginning dapat menjadi tahap pertama yang masuk ke cakupan GOTS. Untuk serat lain, tahap pertama tersebut dapat berbeda sesuai karakteristik bahan dan sistem produksinya.
Konsekuensinya bagi perusahaan fashion cukup jelas. Ketika sebuah brand membeli kain dengan klaim "organic", pertanyaan sourcing tidak berhenti pada komposisi serat. Tim pembelian juga perlu memahami siapa yang memproses bahan tersebut, dalam cakupan sertifikasi apa, dan bagaimana dokumen rantai pasoknya dapat diverifikasi.
Inilah alasan mengapa pembahasan GOTS tidak sebaiknya dipisahkan dari sistem dokumentasi dan ketertelusuran.
Untuk memahami komponen sertifikasi, label, dan cakupan proses secara lebih spesifik, pembaca dapat melanjutkan ke standar GOTS, label, dan ruang lingkup sertifikasinya.
GOTS Version 8.0: Arah Perubahan yang Perlu Diperhatikan Industri
GOTS Version 8.0 membawa perubahan dalam konteks yang lebih luas daripada sekadar revisi administratif. Global Standard sebelumnya telah mengindikasikan bahwa revisi tersebut akan mencakup ekonomi sirkular, isu terkait perubahan iklim yang memengaruhi kesejahteraan pekerja, serta penguatan kriteria due diligence.
Untuk perusahaan fashion, setidaknya ada beberapa arah perubahan yang layak diperhatikan.
1. Due diligence semakin menjadi bagian penting
Due diligence dalam konteks rantai pasok bukan sekadar mengumpulkan dokumen pemasok. Pendekatannya berkaitan dengan bagaimana perusahaan mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan memahami risiko yang muncul dalam aktivitas bisnis dan rantai nilainya.
Global Standard telah mengembangkan handbook dan pelatihan due diligence untuk Certified Entities dan Certification Bodies. Materi tersebut mendukung penerapan kriteria GOTS terkait due diligence, hak asasi manusia, dan aspek sosial.
Bagi manufaktur garmen, perubahan ini berarti data pemasok dan proses internal menjadi semakin penting.
Dokumen yang sebelumnya dianggap hanya sebagai kebutuhan audit dapat memiliki fungsi yang lebih strategis: membantu perusahaan menunjukkan bahwa proses sourcing, produksi, dan pengelolaan risiko dilakukan secara sistematis.
2. Ekonomi sirkular mulai masuk ke pembahasan standar
Circularity dalam tekstil sering kali digunakan terlalu longgar. Produk berbahan organik tidak otomatis menjadi produk yang sepenuhnya sirkular.
GOTS Version 8.0 memasukkan ketentuan terkait bahan serat tambahan dan komposisi produk secara spesifik. Misalnya, standar menetapkan batas tertentu untuk additional fibre materials dan membedakan persyaratan berdasarkan cara produk direpresentasikan sebagai organik.
Artinya, perusahaan tidak seharusnya menerjemahkan perubahan ini menjadi klaim sederhana bahwa "GOTS = circular fashion".
Hubungannya lebih tepat dipahami sebagai perkembangan persyaratan terhadap bagaimana material yang diperbolehkan digunakan, dikombinasikan, dan direpresentasikan dalam produk bersertifikat.
3. Integritas rantai pasok tetap menjadi perhatian utama
Semakin kompleks rantai pasok tekstil, semakin besar kebutuhan untuk memastikan bahwa klaim bahan benar-benar dapat ditelusuri.
Global Standard telah mengembangkan berbagai mekanisme untuk memperkuat traceability dan mencegah fraud, termasuk Global Trace Base serta Farm-Gin Registry untuk membantu melacak asal material organik.
Bagi perusahaan di Indonesia yang bekerja dengan beberapa lapis pemasok, hal ini memberi satu pelajaran penting: jangan memperlakukan sertifikat sebagai dokumen yang berdiri sendiri.
Sertifikasi perlu dibaca bersama alur material, transaksi, pemasok, scope, dan produk yang benar-benar dibeli.
Apa Arti Perubahan Ini bagi Brand Fashion dan Manufaktur?
Perubahan standar akan terasa berbeda bagi setiap perusahaan. Pabrik pemintalan, dyehouse, garment factory, trader, dan brand owner memiliki posisi berbeda dalam rantai pasok.
Karena itu, respons terbaik bukan langsung menambah dokumen sebanyak mungkin. Langkah pertama adalah memetakan bagian mana dari rantai pasok perusahaan yang benar-benar berada dalam cakupan GOTS.
Misalnya, sebuah brand Indonesia memesan kaus dari garment manufacturer lokal. Brand tersebut mungkin menerima produk jadi dari pemasok yang memiliki sertifikasi, tetapi tetap perlu memahami dokumen dan klaim yang dapat digunakan untuk produk tersebut. Status sertifikasi pabrik, scope, produk, serta persyaratan pelabelan tidak boleh diasumsikan hanya karena pemasok mengatakan "menggunakan bahan GOTS".
GOTS juga membedakan peran berbagai entitas dalam rantai pasok. Sistem approved Certification Bodies mencakup scope untuk pemrosesan tekstil mekanis dan manufaktur, wet processing dan finishing, trading, serta persetujuan textile auxiliary agents.
Dalam praktik sourcing, pemetaan seperti ini membantu tim menentukan pertanyaan yang tepat kepada pemasok.
|
Area yang diperiksa |
Pertanyaan praktis |
|
Bahan baku |
Dari mana serat organik berasal dan bagaimana status organiknya dibuktikan? |
|
Pemrosesan |
Tahap proses mana yang dilakukan oleh entitas bersertifikat? |
|
Scope |
Apakah scope sertifikasi pemasok sesuai dengan aktivitas yang dilakukan? |
|
Produk |
Apakah produk yang dibeli memang termasuk barang yang dicakup sertifikasi? |
|
Dokumen |
Apakah dokumen sertifikasi dan transaksi dapat diverifikasi? |
|
Klaim |
Apakah cara produk dikomunikasikan sesuai dengan ketentuan GOTS? |
Yang perlu diingat, tidak semua informasi tersebut dapat disederhanakan menjadi satu pertanyaan: "Apakah pabriknya GOTS?"
Perubahan GOTS Juga Mengubah Cara Brand Mengelola Klaim
Sertifikasi memiliki nilai komersial ketika konsumen, buyer, atau retailer dapat memahami apa yang sebenarnya dijamin oleh label.
Di sisi lain, klaim yang terlalu luas justru dapat menimbulkan risiko.
GOTS menetapkan aturan penggunaan tanda dan label. Produk yang menggunakan label GOTS harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk penyebutan label grade, approved certifier, dan license number.
Bahkan, status kain atau komponen tertentu sebagai GOTS-certified tidak otomatis memberikan hak untuk menyatakan produk jadi sebagai produk GOTS-certified. GOTS menjelaskan bahwa penggunaan label pada produk membutuhkan pemenuhan persyaratan pada rantai nilai dan persetujuan pelabelan oleh certification body.
Ini merupakan area yang sangat relevan bagi brand fashion.
Sebuah brand dapat membeli kain GOTS-certified untuk membuat produk, tetapi cara brand menyatakan status produk akhirnya harus tetap mengikuti persyaratan GOTS. Tidak tepat jika logo atau klaim GOTS ditempel hanya karena satu komponen produk berasal dari pemasok bersertifikat.
Panduan resmi GOTS mengenai certification dan labelling
Mengapa Versi Standar Tidak Bisa Dipahami Hanya dari Nomor Versinya?
Pergantian dari GOTS 7.0 ke 8.0 mungkin terlihat sederhana secara komunikasi: versi baru menggantikan versi lama.
Dalam operasional, persoalannya lebih kompleks.
Sebuah perusahaan perlu memahami kapan persyaratan baru mulai wajib diterapkan, dokumen mana yang berubah, bagaimana transition period berlaku, dan apakah proses internal yang selama ini digunakan masih memadai.
Global Standard menyatakan bahwa GOTS 8.0 dirilis pada Maret 2026, sementara mandatory adherence terhadap versi baru dimulai 1 Maret 2027.
Jadi, bagi perusahaan yang sudah tersertifikasi, periode 2026 bukan alasan untuk menunggu sampai awal 2027. Justru periode transisi dapat digunakan untuk melakukan gap assessment.
Pendekatan yang lebih sehat adalah membandingkan:
- persyaratan versi yang saat ini digunakan;
- perubahan dalam GOTS 8.0;
- prosedur perusahaan;
- data dan dokumen pemasok;
- kesiapan sistem audit;
- materi komunikasi dan klaim produk.
Dengan cara ini, transisi menjadi pekerjaan pengendalian risiko, bukan sekadar pekerjaan administratif menjelang audit.
Apa yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan Indonesia?
Perusahaan Indonesia yang berencana mempertahankan atau memperoleh sertifikasi GOTS sebaiknya mulai dari rantai pasok aktual, bukan dari materi promosi.
Untuk garment manufacturer, misalnya, persiapan dapat dimulai dengan memetakan pemasok kain, benang, zat kimia atau auxiliary agent yang relevan, proses dyeing dan finishing, subkontraktor, hingga aktivitas packing dan labelling.
Sementara itu, brand yang tidak menjalankan proses manufaktur sendiri perlu lebih fokus pada supplier governance.
Beberapa langkah berikut dapat digunakan sebagai kerangka awal:
- petakan semua pemasok yang berhubungan dengan produk GOTS;
- cocokkan aktivitas pemasok dengan scope sertifikasinya;
- periksa masa berlaku dan identitas sertifikat;
- simpan dokumen transaksi dan material secara sistematis;
- pastikan klaim produk tidak melampaui cakupan sertifikasi;
- komunikasikan perubahan versi GOTS kepada tim sourcing, QA, product development, dan marketing;
- lakukan gap assessment sebelum audit berikutnya.
Hal yang sering terlewat adalah koordinasi antardepartemen. Tim sustainability mungkin memahami persyaratan GOTS, tetapi tim marketing belum tentu memahami batas penggunaan klaimnya. Sebaliknya, tim purchasing mungkin memiliki sertifikat pemasok tetapi tidak mengetahui bahwa produk tertentu tidak otomatis dapat dilabeli GOTS.
Standar hanya akan efektif jika informasi tersebut bergerak bersama material dalam rantai pasok.

Perubahan Serat dan Komposisi Produk Perlu Dibaca dengan Cermat
GOTS 8.0 juga menunjukkan bahwa pembahasan komposisi serat tidak dapat dilakukan dengan logika sederhana "semakin banyak organik semakin baik".
Standar menentukan kondisi tertentu untuk penggunaan additional fibre materials. Untuk produk yang dijual, dilabeli, atau direpresentasikan sebagai "organic" atau "organic in-conversion", additional fibre materials tertentu dibatasi hingga 5%. Untuk kategori "made with (x%) organic materials" atau "made with (x%) organic in-conversion materials", batas yang ditentukan dapat mencapai 30%, dengan persyaratan yang berlaku.
GOTS juga menetapkan larangan atau pembatasan terhadap kombinasi serat tertentu. Salah satu contoh yang jelas adalah kapas konvensional yang tidak boleh dicampurkan ke dalam GOTS Goods.
Bagi product developer, detail semacam ini penting karena keputusan komposisi dilakukan jauh sebelum label produk dicetak.
Kesalahan pada tahap product development dapat berujung pada masalah di sourcing, costing, sampling, bahkan komunikasi produk ketika koleksi sudah siap diluncurkan.
Karena itu, perubahan standar sebaiknya masuk ke proses product specification, bukan hanya disimpan oleh tim compliance.
GOTS Bukan Sertifikat untuk Menyatakan Semua Aspek Produk "Sustainable"
Ini salah satu batasan paling penting.
GOTS merupakan standar dengan cakupan yang luas, tetapi bukan berarti sebuah produk yang bersertifikat GOTS otomatis memiliki dampak lingkungan paling rendah dalam semua kategori.
Misalnya, GOTS tidak seharusnya dipakai sebagai satu-satunya dasar untuk menyimpulkan bahwa sebuah pakaian pasti memiliki jejak karbon paling rendah, paling awet, paling mudah didaur ulang, atau paling ramah lingkungan dibandingkan seluruh alternatif.
Sertifikasi memberikan kerangka persyaratan tertentu dan proses verifikasi terhadap persyaratan tersebut. Penilaian sustainability produk secara keseluruhan masih dapat bergantung pada desain, material, proses produksi, penggunaan, umur pakai, perawatan, transportasi, dan akhir masa pakai.
Hal ini penting untuk mencegah greenwashing melalui perluasan makna sertifikasi.
Brand yang komunikasinya baik justru menjelaskan apa yang disertifikasi dan tidak menggunakan satu label untuk membuat klaim yang lebih luas daripada bukti yang tersedia.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menanggapi Perubahan Standar GOTS
Menganggap sertifikat pemasok sudah cukup
Memiliki pemasok yang tersertifikasi tidak otomatis berarti seluruh produk yang dibeli memenuhi semua kondisi yang diperlukan untuk penggunaan klaim GOTS.
Konsekuensinya: tim dapat menggunakan klaim yang tidak sesuai pada produk atau materi promosi.
Pendekatan yang lebih baik: cocokkan sertifikasi, scope, produk, transaksi, dan ketentuan pelabelan.
Menunggu sampai audit berikutnya
Perusahaan terkadang baru membaca perubahan standar ketika certification body menghubungi mereka untuk audit.
Konsekuensinya: perubahan prosedur, dokumen, atau pemasok harus dilakukan terburu-buru.
Pendekatan yang lebih baik: gunakan periode transisi untuk gap assessment dan pelatihan internal.
Menganggap "organic" dan "GOTS-certified" sebagai istilah yang sama
Serat organik adalah bagian dari rantai persyaratan GOTS, tetapi GOTS mencakup lebih dari asal bahan pertanian.
Konsekuensinya: brand dapat membuat komunikasi produk yang terlalu sederhana.
Pendekatan yang lebih baik: jelaskan status bahan dan status sertifikasi produk sesuai bukti yang tersedia.
Hanya fokus pada bahan dan melupakan proses
Sourcing team dapat terlalu fokus pada komposisi kain sementara proses dyeing, finishing, subcontracting, dokumentasi, atau pelabelan tidak diperiksa dengan tingkat ketelitian yang sama.
Konsekuensinya: ada celah antara spesifikasi bahan dan persyaratan rantai proses.
Pendekatan yang lebih baik: petakan perjalanan material dari tahap awal sampai produk jadi.
Bagaimana Perubahan GOTS Memengaruhi Strategi Sourcing?
Bagi tim sourcing, perubahan standar membuat pemilihan pemasok menjadi lebih dari sekadar perbandingan harga, lead time, dan MOQ.
Pemasok yang murah tetapi tidak mampu memberikan dokumentasi yang konsisten dapat menimbulkan biaya tersembunyi ketika perusahaan harus melakukan verifikasi ulang, mengganti bahan, atau menyesuaikan klaim produk.
Sebaliknya, pemasok dengan sistem dokumentasi yang matang dapat memberikan keuntungan operasional meskipun harga awalnya tidak selalu paling rendah.
Untuk brand dengan volume kecil, persoalannya bahkan bisa lebih terasa. Tidak semua pemasok memiliki kemampuan administratif yang sama. Karena itu, perusahaan perlu menilai kesiapan pemasok secara proporsional terhadap skala dan kompleksitas bisnis.
GOTS juga memiliki program Controlled Supply Chain Scheme untuk kelompok fasilitas kecil dalam kondisi tertentu, yang menunjukkan bahwa isu akses sertifikasi bagi operator kecil memang menjadi bagian dari pengembangan sistem.
Namun, program atau mekanisme tertentu tidak berarti semua usaha kecil otomatis memenuhi persyaratan. Eligibility dan penerapannya tetap harus diperiksa berdasarkan ketentuan resmi yang berlaku.
Perubahan Standar dan Masa Depan Tekstil Organik Global
Perkembangan GOTS menunjukkan bahwa standar tekstil organik bergerak ke arah sistem yang semakin memperhatikan integritas rantai pasok secara menyeluruh.
Ada alasan bisnis di balik arah tersebut. Buyer internasional tidak hanya membutuhkan bahan yang memiliki klaim organik, tetapi juga membutuhkan tingkat keyakinan bahwa klaim tersebut dapat ditelusuri dan proses produksinya memenuhi persyaratan yang relevan.
Perubahan regulasi di berbagai pasar juga membuat data rantai pasok semakin bernilai. GOTS sendiri dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan perhatian terhadap due diligence, traceability, fraud prevention, dan perkembangan regulasi.
Namun, penting untuk tidak menganggap setiap perkembangan standar sebagai jaminan bahwa semua tantangan industri tekstil telah selesai.
Sertifikasi tetap merupakan salah satu alat dalam sistem pengelolaan risiko. Perusahaan masih membutuhkan pengendalian pemasok, quality assurance, product compliance, dokumentasi, dan keputusan desain yang baik.
Apa yang Harus Diverifikasi Sebelum Mengambil Keputusan?
Sebelum menggunakan GOTS sebagai bagian dari strategi produk atau sourcing, perusahaan sebaiknya tidak hanya meminta logo atau salinan sertifikat.
Verifikasi yang lebih berguna mencakup:
- identitas entitas: siapa perusahaan yang benar-benar tersertifikasi;
- scope: aktivitas apa yang termasuk dalam cakupan;
- status sertifikasi: apakah masih berlaku;
- produk/material: apakah produk yang dibeli sesuai dengan cakupan;
- rantai proses: apakah tahapan yang relevan dilakukan oleh entitas yang sesuai;
- dokumen transaksi: apakah dapat mendukung ketertelusuran material;
- pelabelan: apakah klaim dan penggunaan tanda sesuai dengan ketentuan;
- perubahan versi: apakah pemasok siap terhadap persyaratan GOTS 8.0.
GOTS menyediakan daftar approved Certification Bodies dan menjelaskan scope sertifikasi yang dapat diberikan dalam programnya.
Untuk keputusan bernilai besar, sumber primer tetap menjadi rujukan utama. Jangan menjadikan artikel pemasok, katalog marketplace, atau materi promosi sebagai pengganti dokumen resmi sertifikasi.

FAQ tentang Perubahan GOTS dan Standar Tekstil Organik
Apa itu GOTS Certification?
GOTS Certification adalah sistem sertifikasi berdasarkan Global Organic Textile Standard untuk rantai pengolahan dan manufaktur tekstil yang menggunakan serat organik bersertifikat. Persyaratannya tidak hanya berkaitan dengan kandungan serat, tetapi juga mencakup aspek lingkungan, sosial, bahan kimia, dan ketertelusuran sesuai cakupan standar. Verifikasi dilakukan melalui Certification Bodies yang disetujui.
Karena itu, istilah "GOTS" tidak sebaiknya dipahami hanya sebagai sinonim dari "organic cotton". Kapas organik merupakan salah satu jenis bahan yang dapat masuk ke rantai GOTS, sedangkan sertifikasi mencakup persyaratan proses yang jauh lebih luas.
Apa perubahan utama GOTS Version 8.0?
GOTS Version 8.0 dirilis pada Maret 2026 dan mulai masuk fase implementasi, dengan mandatory adherence dijadwalkan mulai 1 Maret 2027. Pengembangan versi ini mencerminkan perkembangan industri, aspek sosial dan lingkungan, serta kerangka regulasi. Arah revisinya mencakup ekonomi sirkular, isu terkait perubahan iklim dan kesejahteraan pekerja, serta penguatan due diligence.
Perusahaan sebaiknya membaca dokumen GOTS 8.0 dan implementation manual secara langsung karena perubahan operasional tidak selalu dapat dirangkum secara akurat hanya dari artikel.
Apakah produk dengan kain GOTS otomatis menjadi produk GOTS?
Tidak otomatis. GOTS menetapkan persyaratan terhadap rantai nilai dan pelabelan produk. Penggunaan GOTS label pada produk memerlukan pemenuhan persyaratan yang berlaku serta persetujuan dari certification body. GOTS juga menjelaskan bahwa jika hanya komponen tertentu seperti benang atau kain yang tersertifikasi, produk akhir tidak otomatis dapat disebut atau dilabeli sebagai GOTS-certified.
Karena itu, brand harus memeriksa status sertifikasi produk jadi, bukan hanya sertifikat bahan yang digunakan.
Mengapa ketertelusuran penting dalam GOTS?
Ketertelusuran membantu memastikan bahwa material yang diklaim sebagai organik dan masuk ke rantai GOTS dapat ditelusuri melalui proses yang relevan. Ini penting untuk menjaga integritas klaim dan mengurangi risiko penggunaan material yang tidak sesuai.
Global Standard juga mengembangkan sistem seperti Global Trace Base dan Farm-Gin Registry untuk memperkuat integritas material dan traceability dalam rantai pasok.
Bagi perusahaan, implikasinya adalah dokumentasi material tidak seharusnya dianggap sebagai pekerjaan administratif semata.
Apakah GOTS berarti produk tersebut paling ramah lingkungan?
Tidak. GOTS menunjukkan kepatuhan terhadap persyaratan standar yang ditetapkan dalam programnya, bukan peringkat bahwa sebuah produk merupakan pilihan paling berkelanjutan dalam semua aspek.
Dampak produk tetap dipengaruhi oleh banyak faktor seperti material, proses produksi, energi, transportasi, umur pakai, pencucian, desain, dan akhir masa pakai. Karena itu, klaim pemasaran sebaiknya tidak memperluas arti sertifikasi melebihi bukti yang tersedia.
Apa yang harus dilakukan perusahaan sebelum GOTS 8.0 menjadi wajib?
Perusahaan sebaiknya melakukan gap assessment lebih awal. Mulailah dengan memetakan perubahan versi, mencocokkannya dengan proses internal, memeriksa pemasok dan scope mereka, mengevaluasi dokumentasi, lalu memastikan tim yang berhubungan dengan sourcing, produksi, quality, compliance, dan marketing memahami perubahan yang relevan.
Dengan waktu transisi sampai 1 Maret 2027, perusahaan memiliki ruang untuk memperbaiki proses sebelum persyaratan baru menjadi mandatory.
Di mana perusahaan dapat memeriksa Certification Body GOTS yang resmi?
Global Standard menyediakan daftar GOTS Approved Certification Bodies beserta scope sertifikasi yang disetujui. Perusahaan sebaiknya menggunakan daftar resmi tersebut ketika memilih pihak yang akan menangani sertifikasi.
Hal ini lebih aman daripada memilih penyedia jasa hanya berdasarkan klaim bahwa mereka dapat "mengurus sertifikasi GOTS".
Kesimpulan
Perubahan GOTS menunjukkan bahwa standar tekstil organik semakin diperlakukan sebagai sistem pengendalian rantai pasok, bukan sekadar label bahan.
Dengan hadirnya GOTS Version 8.0 pada 2026 dan kewajiban penerapan versi baru mulai 1 Maret 2027, perusahaan memiliki alasan kuat untuk mulai meninjau prosesnya sekarang.
Bagi brand dan manufaktur fashion, pekerjaan terpenting bukan sekadar mengganti dokumen lama dengan dokumen baru. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa bahan, pemasok, proses produksi, data transaksi, pelabelan, dan komunikasi produk tetap konsisten dengan persyaratan yang berlaku.
Pada akhirnya, nilai GOTS bagi bisnis tidak hanya berada pada logo di hangtag. Nilainya terletak pada kemampuan perusahaan membangun rantai pasok yang dapat dipertanggungjawabkan dan membuat klaim produk berdasarkan bukti yang benar.
Untuk pembahasan mengenai cara membaca label dan ruang lingkup GOTS secara lebih detail, lanjutkan ke GOTS Certification: mengenal standar, label, dan ruang lingkupnya. Sementara bagi brand yang sudah memahami sistemnya dan ingin menerapkannya dalam keputusan pembelian, pembahasan cara memilih produk tekstil bersertifikat GOTS dengan tepat dapat menjadi tahap berikutnya.



Comments 0
Leave a CommentSend Comment
Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.