Article

Homepage Article Kain Buang Bulu (Scudding) Pada…

Buang Bulu (Scudding) Pada Proses Pengolahan Bahan Kulit

Dalam urutan proses pengolahan kulit, pembuangan bulu menjadi salah satu tahap penting yang sangat mempengaruhui mutu bahan kulit yang dihasilkan. Karena alasan itulah proses pembuangan bulu hendaknya dilakukan dengan metode yang tepat.

Beberapa point penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

Sekilas Tentang Buang Bulu

Buang bulu (scudding) merupakan proses penghilangan bulu halus dari kulit mentah sebagai persiapan penyamakan, khususnya pada penyamakan tanpa bulu yang bertujuan untuk mengubah sistem tenunan serabut kolagen pada kulit hewan yang semula labil menjadi lebih stabil dan tahan terhadap pengaruh fisik,  kimia dan biologi.

  • Dalam proses pengolahan penyamakan kulit tanpa bulu, buang bulu (scudding) perlu dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa bulu beserta akarnya yang masih tertinggal pada kulit.
  • Buang bulu biasa dilakukan untuk menghilangkan rambut pendek yang menutupi sebagian besar tubuh hewan.
  • Kebersihan kulit yang sesuai standar dapat dilihat dari tampilan kulit yang bersih dari semua bulu kasar dan bulu halus.

Bahan Kulit

Sumber : https://www.walmart.com/

Bedanya dengan sistem penyamakan berbulu yaitu, jika dalam sistem penyamakan berbulu penyamakan ditujukan untuk mempertahankan keindahan bulu pada permukaan hewan maka pada penyamakan tidak berbulu proses buang bulu justru sengaja ditujukan untuk menghilangkan bulu.

Dalam melaksanakan proses buang bulu metode dan material yang dipergunakan berbeda-beda antara penyamak satu dan penyamak lainnya. Tetapi perlakuan pendahuluan awalnya tetap saja saling berkaitan satu sama lain untuk menyiapkan lapisan rajah dan struktur serat untuk disamak.

Jenis Metode Buang Bulu

Untuk membersihkan bulu yang ada pada permukaan kulit sendiri terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan salah satunya yakni dengan manual dengan menggunakan suatu alat / pisau panjang lurus / lengkung mempunyai pegangan di kedua ujungnya (kanan kiri).

Pekerjaan buang bulu atau menghilangkan dari kulit ini umumnya selalu dikerjakan di atas meja / kayu yang bentuknya lengkung dengan posisi miring ± 45 derajat dan sejak zaman dahulu kala hingga sekarang masih banyak diterapkan oleh para pengrajin kulit.

Bahan Kulit

Sumber : https://www.wikiwand.com/

Namun bagi industri kulit samak modern, pekerjaan seperti itu dikatakan kuno karena sudah adanya alat / mesin yang lebih modern untuk membuang bulu atau menghilangkan dari kulit. Terlebih waktu yang diperlukan untuk menghilangkan bulu dari kulit hewan dengan mesin buang bulu inipun juga cenderung lebih cepat.

Bahan Kulit

Sumber : https://www.alibaba.com/

Adapun tahap-tahap yang biasa dilakukan dalam proses buang bulu dengan metode manual secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut. 

  • Kulit segar yang sudah dilepaskan dari tubuh hewan terlebih dahulu dicuci dengan air yang mengalir agar kotoran yang menempel mudah dibersihkan.
  • Kulit segar yang telah dicuci selanjutnya di rendam dalam larutan kapur (1% dari berat kulit) selama 24 jam.
  • Pembuangan bulu / pengerokan dilakukan dengan menggunakan pisau atau kater untuk mengerok / memisahkan bulu dari kulit tersebut.
  • Jika bulu-bulunya panjang potonglah bulu-bulunya terlebih dulu baru dikerok.
  • Jika bulu-bulunya pendek langsung kerok bulu dan epidermis dari kulit dengan arah menjauh dari anda.
  • Kulit yang sudah dibuang bulunya dicuci kembali dengan air yang mengalir, tujuan dari pencucian adalah untuk menghilangkan kotoran yang masih melekat pada kulit. Pencucian dilakukan berulang-ulang selama tiga kali.

Khusus untuk kulit hewan yang sudah diawetkan dan sudah kering, kulit tersebut perlu diproses lebih dulu dengan perendaman sebelum bulunya dibersihkan. Tujuan dari proses perendaman yaitu:

  • Mengembalikan kadar air dan melemaskan kulit, terutama kulit awet kering, sehingga kondisinya mendekati kulit yang baru dilepas dari tubuh (kulit segar).
  • Membersihkan kotoran-kotorang yang menempel pada kulit baik sewaktu pemotongan ataupun sewaktu pengawetan, misalnya darah, feses, tanah dan zat-zat lain yang dapat mengganggu proses berikutnya.
  • Secara fisik membuka serat / tenunan kulit yang melekat satu sama lain (terutama pada kulit yang dikeringkan).
  • Secara kimia menyiapkan kulit untuk dapat bereaksi dengan bahan kimia yang diberikan kemudian.

Untuk menghilangkan bulu-bulu pada kulit hewan dengan sempurna, bahan kulit yang sudah dikerok setelahnya dapat diproses lebih lanjut dengan cara menghancurkan atau mengubah jaringan kulit luar disekitar umbi bulu atau merusak bulu itu sendiri menjadi bubur.

  • Tatkala teknologi kulit belum maju, cara untuk melepas bulu dari kulit-kulit binatang hanya dengan menambahkan kapur pada bagian bulunya saja. Proses pengapuran ini bertujuan supaya mempermudah dalam menghilangkan bulunya.
  • Cara lain untuk menghilangkan bulu, yaitu dengan melembabkan kulit (sweating) selama lebih kurang satu malam untuk merusak bulu agar lebih mudah untuk dihilangkan.

Dari dua metode tersebut, walau bagaimanapun pemakaian kapur lebih menguntungkan karena mengakibatkan munculnya hal-hal yang bermanfaat. Sebab berkat adanya reaksi larutan kapur dengan kulit buang bulu dan pengapuran biasanya dijadikan dalam satu proses.

Setelah melalui proses kimiawi, bulu dan rambut yang tersisa akan dicabut dan dihilangkan dengan menggunakan mesin dan setelahnya masih diperiksa lagi menggunakan pisau tumpul.

Bahan Kimia Yang Digunakan

Terkait dengan bahan kimia yang digunakan dalam proses tersebut, untuk mempermudah buang bulu pada prinsipnya ada banyak sekali bahan kimia yang dapat digunakan. Beberapa bahan kimia yang dimaksud antara lain berupa sodium hidroksidat, dimetil amina dan masih banyak lagi.

  • Sodium Hidroksida

Sodium hidroksida (natrium hidroksida) yang juga dikenal sebagai lindi dan soda kaustik atau soda api merupakan suatu senyawa anorganik dengan rumus kimia NaOH.

  • Dimetil Amina

Dimetilamina amerupakan suatu senyawa organik dengan rumus kimia (CH3)2NH.

  • Amina sekunder ini termasuk suatu gas tak berwarna, mudah terbakar dengan bau seperti-amonia.
  • Dimetilamina sering ditemui secara komersial sebagai larutan dalam air pada konsentrasi sampai sekitar 40%.

Selain itu perkembangan dalam industri-industri kimia, juga menyebabkan timbulnya cara baru untuk mengontrol kecepatan buang bulu. Salah satunya yakni dengan menambahkan obat penghilang rambut yang umumnya dipakai untuk memperpendek proses pengapuran.

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai tujuan dari buang bulu (scudding) dan metode buang bulu pada proses pengolahan bahan kulit. Semoga informasi yang kami bagikan bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda khususnya terkait dengan prosedur buang bulu.

Kalau anda ingin mengenal lebih jauh mengenai jenis dan karakteristik bahan kulit dari berbagai jenis hewan yang biasa dimanfaatkan pada produk fashion, anda bisa mendownload E-Book Mengenal Bahan Kulit Alami Untuk Produk Fashion yang kami miliki.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.