Article

Homepage Article Desain Fesyen 7 Tips Membuat Kaos Polo…

7 Tips Membuat Kaos Polo Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Anda

Biasa mengenakan kaos polo untuk pelengkap gaya penampilan sehari-hari tanpa pernah memikirkan bagaimana cara pembuatannya?. Buat anda yang ingin mengetahui proses produksi dari kaos polo langsung simak pembahasan berikut yuk. Siapa tahu bisa jadi sumber inspirasi untuk anda memulai bisnis kaos polo sendiri.

Definisi Kaos Polo

Kaos polo merupakan model kaos berkerah yang dilengkapi dengan 2 hingga 3 buah kancing di bagian depan, serta tambahan kantong di sebelah kiri dan hiasan bordir. Sebanding dengan kualitas produk yang dihasilkan kaos polo bisa digunakan dalam berbagai kesempatan baik itu formal maupun casual.

Kaos Polo

Sumber : https://etradepakistan.com/

Sekalipun penggunaan kaos polo sekarang bisa dikatakan cukup luas, namun penting untuk anda ketahui bahwa kaos polo sendiri awalnya lebih dulu dipakai oleh para pemain tennis dan golf lho. Dipilihnya kaos polo sebagai pakaian olahraga konon untuk memberikan kebebasan pemakainya saat bergerak. 

Kaos Polo

Sumber : https://www.customink.com/

Sejalan dengan perkembangan dunia mode yang begitu pesat akhirnya kaos polo mulai merambah ke dunia fashion dan semakin banyak dikenal oleh masyarakat biasa. Berangkat dari sinilah kaos polo selanjutnya banyak dijadikan sebagai pakaian santai atau untuk melakukan kegiatan lainnya.

Kaos Polo

Sumber : https://www.buyoye.pk/

Tips Membuat Kaos Polo

Terinspirasi untuk membuat kaos polo sebagai pelengkap kebutuhan pribadi, instansi, promosi maupun organisasi?. Sebagai bahan pertimbangan berikut kami bagikan beberapa hal penting yang harus anda perhatikan untuk mendapatkan kaos polo yang berkualitas dan nyaman saat dikenakan.

Tentukan Desain Kaos Polo

Sebelum memutuskan untuk membuat kaos polo sebaiknya tentukan terlebih dahulu desain seperti apa yang anda inginkan. Desain kaos polo ini mencakup potongan model kaos dan seluruh detail yang akan ditambahkan pada kaos polo.

  1. Misalnya untuk promosi atau atribut partai jadi untuk desainnya pun harus menyesuaikan dengan penggunaan kaos polo tersebut.
  2. Namun juga kaos polo akan digunakan untuk event seminar atau event lainpastikan desain yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan penggunaan kaos.

Proses pembuatan desain kaos polo kelihatannya memang sederhana namun detail lengkapnya jauh lebih sulit jadi jangan lelah melakukan revisi desain. Untuk membuat kaos polo yang menarik usahakan untuk menciptakan desain kaos yang berkarakter.

Pilih Bahan Yang Nyaman

Setelah menentukan desain kaos polo selanjutnya pilih bahan kain yang sesuai untuk membuat kaos polo. Untuk alasan kenyamanan pastikan bahan yang anda pilih memiliki daya serap keringat yang bagus dan dapat digunakan pada berbagai macam kegiatan baik di dalam maupun di luar ruangan.

Terkait dengan bahan pembuatannya, meski pada saat pertama kali kaos diproduksi dengan  menggunakan bahan wol namun setelahnya ada juga yang dibuat dari bahan lain seperti kain lacoste cotton pique, kain lacoste cotton CVC dan kain lacoste PE yang memiliki keistimewaan tersendiri.

1. Lacoste Cotton Pique

Kain lacoste cotton pique dapat diklasifikasikan ke dalam jenis kain yang mempunyai tekstur berpori-pori pada ke dua sisi bahannya (bagian luar dan dalam). Meski mempunyai pori namun kain lacoste ini tidak akan tembus pandang terhadap kulit atau tubuh ketika di pakai untuk membuat kaos.

Beberapa ciri paling khas dari bahan kain lacoste pique yang biasa digunakan untuk kaos polo antara lain:

  • Serat-serat penyusun kain lacoste cotton pique cenderung lebih rapat, lebih lembut, dan lebih lemas.
  • Kain lacoste cotton pique memiliki kemampuan menyerap keringat yang sangat baik.
  • Seperti kaos berbahan cotton pada umumnya, kain lacoste cotton pique ini juga terasa sangat nyaman dan adem ketika dipakai seharian.
  • Harga jual lacoste cotton pique termasuk yang paling tinggi jika dibandingkan dengan kain lacoste CVC maupun kain lacoste PE (polyester).

Jika anda yang ingin membuat kaos polo dari bahan lacoste pique anda bisa memilih salah satu bahan kain berikut:

2. Lacoste Cotton CVC

Lacoste cotton CVC merupakan jenis bahan kaos yang dibuat dari campuran cotton yang memiliki daya serap air tinggi dan polyester yang sangat kuat, sehingga campuran keduanya dapat menghasilkan sifat yang sangat bagus yaitu memilki daya serap yang tinggi serta kekuatan yang tinggi pula.

Beberapa ciri paling khas dari bahan kain lacoste CVC yang biasa digunakan untuk kaos polo antara lain:

  • Kain lacoste CVC memiliki tingkat susut pola (shrinkage) yang lebih kecil dari bahan cotton.
  • Karakteristik bahannya cenderung lembut dan halus sehingga akan terasa nyaman saat dikenakan.
  • Bahan kaos lacoste CVC memiliki daya serap keringat yang cukup baik.
  • Kain lacoste CVC bagus untuk membuat kaos polo pria maupun kaos polo wanita.
  • Sebanding dengan kualitas bahannya, bahan kaos lacoste CVC memang sedikit lebih mahal dari kain lacoste PE (Polyester).

Jika anda yang ingin membuat kaos polo dari bahan lacoste CVC anda bisa memilih salah satu bahan kain berikut:

3. Lacoste PE (Polyester)

Lacoste PE ini termasuk kedalam jenis bahan kain yang mengandung campuran polyester, karena memang bahan dasar pembuatannya adalah benang polyester. Tesktur dan pori-pori dari kain lacoste PE cenderung lebih besar jika di bandingkan dengan lacoste cotton pique dan lacoste cotton CVC.

Beberapa ciri paling khas dari bahan kain lacoste PE yang biasa digunakan untuk kaos polo antara lain:

  • Kain lacoste PE umumnya memiliki tesktur dan pori-pori yang cenderung lebih besar jika di bandingkan dengan lacoste cotton pique dan lacoste cotton CVC.
  • Bahan kain lacoste PE terbilang cukup bagus untuk digunakan sebagai bahan pembuatan kaos polo dengan tujuan promosi atau pemesanan massal.
  • Kain lacoste PE cenderung tipis dan kurang menyerap keringat karena mengandung polyester.
  • Karena mengandung polyester, kain lacoste PE sebenarnya memiliki keunggulan tersendiri yaitu tidak mudah menyusut.
  • Dari segi harganya kain lacoste PE ini umumnya juga relatif terjangkau dan lebih murah bila dibandingkan dengan kain lacoste cotton pique ataupun lacoste cotton CVC.

Jika anda yang ingin membuat kaos polo dari bahan lacoste PE anda bisa memilih salah satu bahan kain berikut:

Sesuaikan Dengan Budget

Memperhatikan budget yang dimiliki dalam membuat kaos polo ini akan menentukan bagaimana desain dibuat. Jika budget yang tersedia memang minim maka sebaiknya model kaos polo dibuat dengan desain yang simple saja. Sablon atau bordir yang ditambahkan juga tidak perlu terlalu besar.

Ingin membuat kaos polo untuk keperluan promosi atau event dengan menggunakan budget yang minim?. Sahabat Fitinline bisa memakai bahan kain kaos lacoste PE (Polyeter) yang mengandung campuran polyester, karena memang bahan dasar pembuatannya adalah benang polyester.

Dari segi kualitas kain lacoste PE (polyester) memang tidak sebagus bahan lacoste cotton pique maupun lacoste cotton CVC, tetapi bahan lacoste PE (polyester) ini masih terbilang cukup bagus untuk digunakan sebagai bahan pembuatan polo dengan tujuan promosi atau pemesanan massal.

Pemilihan Warna Bahan

Memilih warna kain yang sesuai dengan kebutuhan juga menjadi salah satu bahan pertimbangan yang cukup penting dalam membuat kaos polo.

  1. Untuk keperluan seragam misalnya pastikan anda memilih warna bahan kain yang sesuai dengan ciri khas dari perusahaan, instansi atau organisasi.
  2. Selain itu warna bahan yang lebih muda biasanya jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan bahan kain warna tua.

Cara pencelupan kain sangat menentukan ketahanan warna polo shirt terhadap pencucian dan sinar matahari.

  1. Khusus untuk polo shirt dengan bahan 100% cotton, pencelupan reactive akan memberi performa yang jauh lebih baik dibandingkan dengan pencelupan direct.
  2. Sementara untuk bahan campuran polyester dan katun, diperlukan dua kali proses pencelupan untuk menampilan warna di kedua bahan campuran.

Pertimbangkan Pola Kaos Polo

Selanjutnya mulailah untuk memikirkan ukuran dan bagaimana pola kaos polo akan dibuat. Untuk produksi skala besar sebaiknya pola kaos polo dibuat dengan ukuran standar tertentu supaya proses lebih mudah dan cepat. Adapun tujuan utama dari pembuatan pola kaos polo sendiri antara lain untuk:

  1. Mempermudah pekerjaan menjahit, mengefektifkan pemakaian bahan kaos dan menjadikan ketepatan bentuk model kaos polo.
  2. Pola dipersiapkan agar penjahit tidak mengalami kerugian bahan dan untuk menghemat waktu pada mengerjakan menjahit.
  3. Dengan adanya pola kaos polo maka penjahit bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai potongan dari bentuk kaos yang nantinya akan disatukan.
  4. Pola kaos polo bisa dijadikan sebagai acuan dalam memotong dan menjahit bahan kain. Semakin detail pola kaos yang dibuat maka akan semakin bagus hasil yang didapatkan.
  5. Dengan dibuatnya pola maka tingkat kesalahan kerja diharapkan dapat diminimalisir sehingga hasil jahitan dapat disesuaikan dengan ukuran yang diinginkan.

Masih bingung untuk menentukan standar ukuran kaos polo?. Sebagai bahan pertimbangan anda bisa menggunakan ukuran kaos polo dari Fitinline atau langsung mendownload pola kaos polo siap pakai dari kami Di Sini.

Pola kaos polo yang dimaksud merupakan pola kaos polo khusus dewasa yang biasanya dipakai untuk suasana semi formal maupun casual. Berikut standar ukuran untuk model kaos polo dewasa yang ada di Fitinline.

Ukuran Kaos Polo

Pilih Tempat Produksi Yang Terpercaya

Ketika anda hendak membuat kaos polo penting untuk memilih tempat produksi yang tepat dan sudah berpengalaman. Dengan begitu anda bisa lebih tenang untuk melakukan pemesanan kaos polo dalam jumlah banyak atau sedikit.

  1. Pertimbangan pertama yang harus diperhatikan ketika memilih konveksi kaos polo  terpercaya yaitu pilih yang memiliki alamat workshop yang jelas.
  2. Kedua pilih yang menawarkan kenyamanan dalam berkomunikasi.
  3. Cari informasi mengenai hasil produksi dari konveksi tersebut dan pastikan hasil produksi yang ditampilkan original.
  4. Pilihlah konveksi yang memiliki banyak feedback atau testimoni yang baik dari pelanggannya

Terkait dengan produk yang dihasilkan, beberapa hal yang mempengaruhi kualitas sebuah kaos polo diantaranya:

  1. Salah satu tanda bahwa sebuah polo shirt memiliki kualitas yang bagus yaitu terdapat placket timbul atau placket model dobel yang dijahit rapi di bagian depannya.
  2. Polo shirt yang baik harus di sertai lapisan plaket interlining yang lembut dan tipis sebagai dasar pemasangan kancing yang kuat.
  3. Pada bagian lengan polo shirt mestinya terdapat jahitan luar yang membuat sambungan antara badan dan tangan tetap kokoh dan tidak mudah lepas.
  4. Di bagian lengan di tutup dengan tangan manset ribbed cuffs, untuk menghindari perubahan bentuk lengan.
  5. Polo shirt yang bagus mempunyai kerah yang tebalnya ideal. Ketebalan kerah yang cukup akan membuat bentuk polo shirt tampak lebih seimbang, stabil dan elegant.
  6. Bagian leher, pundak dan lengan semua ada jahitan double untuk meminimalisir jahitan yang terlepas akibat pemakaian kaos yang berulang-ulang.
  7. Ukuran badan bagian belakang polo shirt harus sedikit lebih panjang dari bagian depan, akan lebih bagus lagi jika dilengkapi dengan belahan di bagian ujung bawah kanan dan kiri polo shirt untuk memberi kesan fashionable.

Aplikasikan Sablon atau Bordir

Bila anda ingin mengaplikasikan sablon pada kaos polo sebaiknya pilih yang bisa menyerap tinta sablon dengan baik dan memiliki banyak komposisi katun. Jika sablon polo shirt dilakukan dengan bahan yang kurang bisa menyerap tinta sablon maka hasilnya akan kurang baik dan mudah rusak.

Tapi khusus untuk polo shirt yang dibuat dari bahan kain lacoste, sebisa mungkin hindari penggunaan teknik sablon. Jika anda ingin menambahkan aplikasi berbentuk gambar atau tulisan pada kaos polo berbahan lacoste gunakan teknik bordir supaya hasil yang didapatkan lebih optimal dan tahan lama.

Pilihan bordir yang dapat diaplikasikan pada polo shirt sendiri tersedia dalam dua jenis yakni berupa bordir manual dan bordir komputer.

  1. Bordir manual merupakan jenis bordir yang secara keseluruhan dikerjakan dengan mesin bordir manual. Bordir manual ini biasanya lebih sering digunakan untuk produksi polo shirt dalam jumlah sedikit
  2. Bordir komputer merupakan jenis bordir yang diproses dengan meggunakan komputer. Teknik bordir ini biasanya lebih sering digunakan untuk pesanan polo shirt dalam jumlah banyak.

Demikian pembahasan singkat mengenai tips membuat kaos polo untuk keperluan pribadi, instansi, promosi dan organisasi yang dapat kami bagikan untuk anda. Kalau sahabat Fitinline mau tahu lebih banyak lagi tentang tips dan trik seputar fashion yang tidak kalah seru simak terus artikel dari kami ya.

Belum menemukan padupadan yang tepat untuk kaos polo anda?. Simak kembali pembahasan mengenai 5 Inspirasi Gaya Polo Shirt Untuk Keseharian Anda.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.