Article

Homepage Article Kain 7 Kriteria Baju Hazmat APD…

7 Kriteria Baju Hazmat APD Sesuai Standar WHO dan Kemenkes

Merasa cukup familiar dengan baju hazmat APD yang sering digunakan oleh tenaga kesehatan saat melakukan perawatan terhadap pasien terduga atau terkonfirmasi Covid-19?. Buat anda yang ingin membantu tenaga medis dalam penanganan Covid-19 dengan menyediakan baju hazmat kenali dulu yuk standarnya seperti apa.

Beberapa point penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

Definisi Baju Hazmat APD

Baju hazmat APD adalah baju keselamatan kerja yang wajib digunakan oleh orang-orang yang menggeluti bidang pekerjaan tertentu, salah satunya yakni tenaga medis. Fungsi utama dari baju hazmat APD yang juga dikenal dengan nama lain “hazardous material suit” ini tidak lain adalah sebagai alat pelindung diri terhadap material berbahaya.

Standar Baju Hazmat APD

Untuk memaksimalkan fungsinya sebagai alat pelindung diri dalam menangani virus Covid-19 ternyata ada banyak sekali kriteria yang harus dipenuhi baju APD standar WHO dan Kemenkes lho.

1. Dibuat Dalam Model Coverall

Dalam rekomendasi yang dikeluarkan pemerintah disebutkan, baju APD standar WHO dan Kemenkes hendaknya dibuat dalam model coverall. Jadi dari kepala hingga mata kaki serba tertutup sementara bagian yang terbuka hanya muka, telapak tangan dan bawah mata kaki.

  • Baju hazmat APD yang didesain sedemikian rupa dipercaya dapat memberikan perlindungan 360 derajat ke seluruh tubuh.
  • Penggunaan baju hazmat ini biasanya juga disertai dengan kacamata pelindung, sarung tangan dan sepatu khusus.

Baju Hazmat APD

Sumber : https://fitinline.com/

2. Dapat Menahan Percikan Cairan

Baju APD standar WHO harus dibuat dari material yang berkualitas dan telah terbukti dapat melindungi tubuh dari percikan cairan (droplet) dan bakteri. Dengan demikian material berbahaya (hazardous materials) yang ada di lingkungan sekitar tidak bisa masuk langsung ke tubuh.

  • Total Protection

Proses produksi dan bahan yang digunakan harus dapat memberikan perlindungan menyeluruh terhadap virus dan bakteri.

  • Anti Bacterial

Melindungi dari bakteri dan mikroorganisme saat berkeringat sehingga membuat baju hazmat APD tetap nyaman untuk digunakan.

  • Waterproof

Melindungi dari percikan cairan (droplet) sampai 0,2 mikron, sesuai dengan rekomendasi WHO.

Baju Hazmat APD

Sumber : https://www.bukalapak.com/

Terkait dengan bahan atau material yang digunakan untuk membuatnya, badan kesehatan dunia WHO bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menetapkan bahwa standar baju hazmat APD yang baik hendaknya dibuat dari bahan polipropylene dalam bentuk serat mikro.

Baju hazmat APD bisa juga dibuat dari bahan polietilen sebagai pelindung dari kotoran debu, bahan kimia cair, asam anorganik. Kalau polypropylene terbentuk melalui polimerisasi unit monomer propilena maka polietilen dibentuk melalui polimerisasi unit monomer etilena.

Bahan selanjutnya yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar baju hazmat APD yakni berupa pirolon Chemical Resistant and Flame Resistant (CRFR). Bahan ini berfungsi sebagai pelindung partikulat, air, minyak, bahan kimia, panas dan api (fire retardant).

Selain dibuat dari sejumlah bahan di atas, pemerintah sebenarnya juga memberikan sedikit kelonggaran dalam memilih bahan baju hazmat APD. Sebagai contoh bisa menggunakan Micro (Mikro) WP / Despo WR (MG) yang bersifat waterproof, memiliki jalinan benang yang tipis, ringan namun kuat.

3. Berwarna Terang atau Cerah

Baju APD standar WHO hendaknya dibuat dari bahan yang berwarna terang atau cerah agar kontaminan dapat terdeteksi atau terlihat dengan mudah.

Baju Hazmat APD

Sumber : https://www.indiamart.com/

4. Lolos Uji Material

Telah lulus uji materi dari Kemenkes dan WHO untuk standar pembuatan hazmat APD berbahan non-woven, polypropylene dengan pori-pori 0,2 - 0,54 mikron (microphorous). Hal ini harus dibuktikan dengan hasil pengujian dari material yang digunakan di laboratorium yang terakreditasi.

5. Memenuhi Standar Kualitas AATCC

Baju hazmat APD harus memenuhi Standar Kualitas AATCC (American Association of Textile Chemists and Colorists). Salah satu level uji yang dipersyaratkan adalah pengujian resistensi terhadap penetrasi cairan (water impact) menggunakan metode American Association of Textile Chemists and Colorists Testing Method.

AATCC (American Association of Textile Chemists and Colorists) sendiri merupakan suatu lembaga pengetahuan nasional di Amerika bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan zat warna, zat kimia, bahan baku dan ketahanan pada bahan yang digunakan.

Standar mutu APD (Alat Pelindung Diri) untuk Gown dan Coverral juga tercantum pada standar ANSI/AAMI PB70:2012 Classification of barrier performance of surgical gowns, other protective apparels, surgical drapes and drape accesories level 1.

6. Diproduksi Dengan Seam Sealing

Berikutnya baju APD standar WHO harus diproduksi menggunakan seam sealing (perekat khusus) untuk mencegah percikan cairan (droplet) masuk ke bagian dalam baju hazmat.

Baju Hazmat APD

Sumber : https://id.pinterest.com/

7. Memiliki Legalitas Yang Jelas

Yang tidak kalah penting baju hazmat APD harus dibuat oleh perusahaan yang memiliki izin produksi, izin distribusi dan izin edar resmi dari Kemenkes RI. Dalam hal ini Kemenkes dan WHO sudah memberikan aspek-aspek yang sesuai untuk para penyedia alat pelindung diri (APD).

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai spesifikasi baju hazmat APD sesuai dengan standar kesehatan WHO dan Kemenkes yang dapat kami rangkum untuk anda. Agar tidak membahayakan keselamatan tenaga medis yang pasti bahan untuk baju hazmat APD harus memenuhi standar supaya tidak bisa ditembus oleh virus.

Semoga informasi yang kami bagikan bisa lebih memudahkan tenaga kesehatan dalam memilih  baju APD standar WHO, sekaligus menjadi pedoman untuk pembuatan baju hazmat APD yang benar-benar berkualitas bagi para produsen alat pelindung diri.

Ingin membantu tenaga medis dalam penanganan Covid-19 dengan membuat baju hazmat (hazardous materials) sendiri tapi masih bingung menentukan model dan ukurannya?. Sebagai bahan referensi anda bisa mendownload pola baju hazmat APD siap pakai dari kami.

Pola baju hazmat (all size) adalah pola baju alat perlindungan diri dengan ukuran all size, yang tersedia dalam model lengan licin dan lengan setali.

Pola baju hazmat - lengan licin (pro) adalah pola alat perlindungan diri yang dilengkapi dengan lengan licin.

Pola baju hazmat - lengan setali (pro) adalah pola alat perlindungan diri yang dilengkapi dengan lengan setali.

Kalau mau tahu lebih detail lagi tentang cara pembuatan baju hazmat APD simak juga pembahasan mengenai Tutorial Cara Mudah Membuat Baju Hazmat Sendiri.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.