Article

Homepage Article Fashion Design 4 Jenis Manajemen Yang Harus…

4 Jenis Manajemen Yang Harus Dikuasai Dalam Usaha Butik

Mengetahui seluk beluk manajemen butik menjadi salah satu faktor penting yang besar manfaatnya untuk menunjang kesiapan seseorang dalam mengelola usaha butik. Karenanya sebelum anda memutuskan untuk membuka butik cari tahu dulu yuk seperti apa bidang manajemen yang terlibat di dalam usaha butik itu sendiri.

Beberapa point penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

Sekilas Tentang Butik

Butik dapat didefinisikan sebagai salah satu jenis usaha yang menyediakan berbagai macam busana wanita maupun anak lengkap dengan berbagai macam aksesoris pendukungnya yang tidak diproduksi secara massal. Untuk ukurannya sendiri busana yang dibuat di butik bisa disesuaikan dengan orang tertentu, bisa juga menggunakan ukuran standard mode.

Manajemen Usaha Butik

Sumber : https://id.pinterest.com/

Sama halnya dengan usaha lainnya yang bergerak di bidang fashion, untuk memastikan agar kegiatan operasional butik dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan, rencana operasional perusahaan dan manajemen usaha butik sudah semestinya harus dibuat sedetail mungkin.

Manajemen Usaha Butik

Sumber : https://id.pinterest.com/

Manajemen Usaha Butik

Manajemen usaha butik sendiri dapat diartikan sebagai suatu proses mengelola usaha busana khususnya usaha butik yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

1. Perencanaaan (Planing)

Perencanaan usaha merupakan keterangan tertulis yang berisikan tentang misi usaha, operasional usaha, rincian finiancial, strategi usaha, peluang pasar yang mungkin diperoleh, dan kemampuan serta keterampilan pengelolanya.

  • Perencanaan usaha perlu disusun karena merupakan legalitas dari usaha yang akan dikelola.
  • Rencana yang dibuat harus mencakup keseluruhan dan terperinci sehingga dalam pelaksanaannya benar-benar efektif, efisien dan mencapai tujuan.

Fungsi perencanaan dalam membuka usaha butik diantaranya:

  • Menentukan tujuan perusahaan.
  • Memberikan pedoman, pegangan dan arahan dalam melaksanakan aktivitas kegiatan perusahaan.
  • Memudahkan pengawasan karena perencanaan merupakan pedoman dalam melakukan aktivitas kegiatan perusahaan.
  • Mencegah pemborosan waktu, tenaga dan material.
  • Sebagai alat koordinasi agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.
  • Dapat mengidentifikasi peluang masa depan.
  • Mengantisispasi dan menghindari permasalahan di masa depan.
  • Mengembangkan rangkaian strategi.

Karenanya dalam menyusun perencanaan usaha butik perlu diperhatikan fakor-faktor sebagai berikut:

  • Menentukan tujuan usaha butik yang selaras dengan visi dan misi usaha butik.
  • Menyusun rencana dan kebijakan bisnis yang akan dipergunakan dalam mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan.
  • Menentukan seluruh kegiatan bisnis yang akan dilakukan untuk melaksanakan rencana dan kebijakan yang telah ditetapkan. Kegiatan yang dimaksud antara lain berupa:
  • Menentukan model busana dan jumlah produk yang akan dibuat agar tepat dalam hal kualitas dan kuantitasnya sehingga dapat dicapai keuntungan maksimal.
  • Menetapkan jumlah dana dan sumber dana yang diperlukan untuk modal kerja maupun modal tetap.
  • Menentukan jumlah dan spesifikasi keahlian karyawan yang diperlukan perusahaan.
  • Mengklasifikasikan kegiatan bisnis untuk menentukan berapa jumlah dan jenis departemen yang harus ada dalam struktur organisasi perusahaan.
  • Menyusun struktur organisasi untuk membedakan tugas, tanggung jawab dan wewenang diantara kelompok tersebut.

Simak juga pembahasan mengenai Inspirasi Desain Butik Rumahan Sederhana Yang Nyaman dan Menarik kalau sahabat Fitinline tertarik untuk menggeluti usaha butik.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian merupakan kegiatan yang dilakukan sekelompok orang yang ada dalam perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Fungsi pengorganisasian dalam membuka usaha butik sendiri diantaranya:

  • Mengalokasikan sumber daya perusahaan.
  • Merumuskan dan menetapkan  pembagian tugas serta menetapkan prosedurnya.
  • Perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan serta pemeliharaan sumber daya manusia.
  • Penempatan sumber daya manusia.

Untuk memastikan bahwa usaha butik dapat berjalan dengan lancar dibutuhkan koordinasi yang baik antara satu bagian dengan bagian lain dalam menjalankan kegiatan operasional agar tujuan dari butik dapat tercapai.

3. Pengarahan (Directing)

Pengarahan dalam membuka usaha butik merupakan pengarahan kegiatan mendesain, membuat pola, memotong dan menjahit supaya terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditentukan.

Fungsi pengarahan dalam membuka usaha butik diantaranya:

  • Memastikan prosedur kerja yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
  • Meningkatkan tanggungjawab karyawan dan produktivitas yang tinggi.
  • Menghindari adanya karyawan yang melanggar peraturan.
  • Menjaga semangat kinerja karyawan dengan terus memberikan motivasi.
  • Meningkatkan kualitas perusahaan dengan membina disiplin kerja pada karyawan.

4. Pengendalian (Controlling)

Pengendalian merupakan suatu proses yang bertujuan untuk memastikan bahwa aktivitas aktual perusahaan sudah sesuai dengan rencana perusahaan. Dalam usaha butik sendiri pengendalian (controlling) dilakukan mulai dari:

  • Persiapan alat yang meliputi mesin jahit, gunting kain, jarum tangan dan alat lainnya.
  • Persiapan bahan yang meliputi kain, benang, dan pelengkap hiasan busana lainnya.
  • Proses pengerjaan yang meliputi proses pembuatan pola, pemotongan kain, menjahit dan penyelesaian akhir.

Fungsi pengendalian dalam membuka usaha butik diantaranya:

  • Memastikan agar kegiatan perusahaan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan.
  • Menetapkan standar dan metode untuk mengukur prestasi, seperti berapa target produksi dan penjualan yang ingin dicapai.
  • Mengukur prestasi kerja karyawan.
  • Mengambil tindakan koreksi apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan.

Hasil pengendalian yang diperoleh nantinya dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk perbaikan perencanaan dan proses kegiatan berikutnya sebagai upaya untuk peningkatan bisnis busana butik, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai manajemen usaha butik yang dapat kami bagikan untuk anda. Setelah menyimak pembahasan di atas sekarang sahabat Fitinline jadi makin tahukan bahwa untuk membangun sebuah usaha khususnya usaha butik, ternyata ada banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan.

  • Dalam membuka usaha butik, pertama produk busana wanita dan busana anak yang dibuat haruslah berkualitas tinggi.
  • Perlu diperhatikan sumber modalnya apakah bersumber dari dana pribadi atau dari pinjaman.
  • Metode pemasaran produk dapat dilakukan dengan menyebarkan pamflet, memasang spanduk dan baliho di beberapa tempat yang strategis.
  • Pilih lokasi butik yang dekat dengan keramaian, mudah dilalui transportasi umum dan dilengkapi dengan desain interior yang eye catching.
  • Harga barang yang dijual hendaknya disesuaikan dengan daya beli masyarakat.
  • Perhatikan packaging produk yang digunakan. Untuk meningkatkan nilai jual produk, busana wanita dan busana anak hendaknya dikemas dengan kemasan yang mencirikan citra produk butik.

Ingin membuat busana wanita dan busana anak sendiri tapi masih bingung memikirkan bagaimana cara menggambar polanya?. Kalau mau cara yang lebih praktis anda bisa mendownload Pola Busana Wanita dan Pola Busana Anak yang kami miliki.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.