Article

Homepage Article Desain Fesyen 4 Bentuk Dasar Pakaian Yang…

4 Bentuk Dasar Pakaian Yang Menjadi Cikal Bakal Lahirnya Berbagai Item Fahion Modern

Dalam peradaban manusia pakaian dikenal sebagai salah satu alat yang sangat penting yakni untuk melindungi tubuh dari cuaca panas dan dingin. Dibalik desain dan tampilannya yang cukup beragam, berbagai model pakaian yang ada sampai saat ini ternyata juga memiliki sejarah yang menarik untuk di pelajari lho.

Sejarah Pakaian

Berbicara mengenai sejarah pakaian, sebenarnya tidak diketahui secara pasti kapan manusia mulai memakai pakaian. Tapi berdasarkan analisa para pakar antropologi diperkirakan bahwa sejak zaman pra sejarah manusia sudah mulai memanfaatkan kulit binatang dan kulit pepohonan untuk melindungi tubuh mereka.

Munculnya pemikiran untuk menggunakan kulit binatang dan kulit pepohonan konon dilatarbelakangi karena manusia di zaman prasejarah yang menurut ceritanya berbulu merasa perlu untuk memakai pelindung tubuh dari cuaca dingin, suhu panas dan hujan terutama saat berimigrasi ke iklim yang baru.

Bagi manusia purba yang berada di daerah berhawa dingin mereka konon lebih banyak menggunakan pakaian yang dibuat dari kulit binatang hasil buruan.
Sementara untuk mereka yang tinggal di daerah panas biasanya lebih sering menggunakan daun dan kulit kayu sebagai penutup tubuh.

Untuk membuat pakaian dari kulit kayu sendiri perlu dipilih pohon tertentu yang mempunyai serat kuat, panjang dan baik untuk dijadikan sebagai bahan pakaian. Kulit kayu tersebut kemudian diproses dengan cara direndam agar teksturnya menjadi lunak lalu dipukul-pukul dengan alat berbahan kayu atau batu.

Dari pengolahan kulit binatang dan juga kulit pepohonan terciptalah satu jenis pakaian sederhana yang dikenal celemek panggul. Pakaian inipun dibuat tanpa menggunakan teknik menjahit melainkan hanya menggunakan semacam ikatan yang dililitkan di bagian pinggang atau tubuh bagian atas. 

Sejarah Pakaian

Sumber : http://produkkerajinanbusana.blogspot.com/

Lebih meningkat lagi dari bentuk celemek panggul ditemukan pula jenis pakaian baru yang disebut “poncho”. Bentuk poncho sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni berupa poncho bahu dan poncho panggul.

  • Poncho bahu merupakan jenis pakaian yang biasa dipakai untuk menutup bahu dan badan bagian atas atau terus sampai ke bawah lutut.
  • Poncho panggul merupakan jenis pakaian yang biasa dipakai untuk menutup bagian panggul sampai ke bawah sedangkan bagian badan atasnya terbuka. 

Sejarah Pakaian

Sumber : http://produkkerajinanbusana.blogspot.com/

Setelah manusia purba mulai mengenal teknik jahit merekapun akhirnya mulai membuat beberapa jenis pakaian sederhana yang dijahit dengan alat dan bahan tertentu seperti halnya jarum yang dibuat dari batu, tulang dan gading.

  • Perkembangan bentuk poncho dapat terlihat pada bentuk pakaian yang dimasukkan dari atas atau dari kepala.
  • Sedangkan perkembangan bentuk celemek panggul dapat terlihat pada bentuk pakaian yang dililitkan atau dibungkuskan pada bagian badan.

Perkembangan Model Pakaian

Dari berbagai pakaian yang ada di masa lalu seperti poncho dan celemek panggul akhirnya muncul pula empat bentuk dasar pakaian yang menjadi cikal bakal lahirnya model pakaian modern. Empat bentuk dasar pakaian yang dimaksud yaitu berupa pakaian bungkus, kutang, kaftan dan celana.

Pakaian Bungkus

Pakaian bungkus merupakan sejenis pakaian yang dibuat dari selembar kain dan dapat digunakan dengan cara dibungkuskan atau dililitkan pada sekeliling badan. Dari berbagai cara pemakaian, pakaian bungkus yang ada di setiap daerah umumnya memiliki bentuk yang berbeda-beda.

Berbagai bentuk pakaian bungkus yang dimaksud antara lain berupa himation, chlamys, mantel (shawl), toga, palla, paludamentum, sagum dan abolla, chiton, peplos dan haenos, serta cape atau cope.

1. Himation merupakan jenis pakaian bungkus yang biasa dipakai oleh ahli filosof atau orang terkemuka di Yunani kuno. Pakaian bungkus ini panjangnya terdiri atas 12 atau 15 kaki, yang terbuat dari bahan wol atau lenan putih yang seluruh bidangnya disulam.

  • Himation biasanya apat dipakai tanpa pakaian lainnya, dipakai di atas chiton atau dipakai dengan mantel.
  • Oleh sebagian orang himation ini lebih sering dipakai dengan cara ujung pakaiannya dipegang dari pada digantungkan di bahu kanan.
  • Bentuk pakaian yang hampir menyerupai himation yaitu pallium yang biasa dipakai di atas toga oleh kaum pria di Roma pada abad kedua.

2. Chlamys, yaitu pakaian yang menyerupai himation, yang berbentuk longgar yang biasa dipakai oleh kaum pria Yunani kuno.

Sejarah Pakaian

Sumber : http://cliparts101.com/

3. Mantel (shawl) merupakan pakaian yang dililitkan di tubuh kemudian ujungnya dikaitkan di bagian bahu.

  • Mantel (shawl) bisa dikenakan seperti diselempangkan pada satu bahu atau digantungkan melalui kedua bahu.
  • Pada dada sebelah kanan disemat dengan bros, sehingga akan terlihat bentuk lipit-lipit. Pada kedua ujungnya dan pinggiran mantel diberi jumbai-jumbai.

4. Toga merupakan pakaian resmi yang dipakai sebagai tanda kehormatan di zaman Republik dan kerajaan di Romawi kumo. Sebagai pelengkap busana resmi, toga ini bisa dibedakan menjadi dua mancam varian yakni berupa:

  • Toga palla yang dapat dipakai saat berkabung.
  • Toga trabea yang menyerupai cape bayi. 

Sejarah Pakaian

Sumber : http://etc.usf.edu/

5. Palla merupakan pakaian wanita Roma di zaman Republik dan kerajaan. Jenis pakaian ini biasanya dipakai di atas tunica atau stola. Warna yang disenangi yaitu warna keemasan, biru dan hijau.

  • Cara pemakaian palla yang paling simple yaitu sebelah kiri disemat dengan peniti atau bros, seperti shawl dan himation.
  • Palla juga ada yang dipakai sampai menutupi kepala seperti toga trabea. 

Sejarah Pakaian

Sumber : http://1000atmosphaeren.at/

6. Paludamentum, sagum dan abolla merupakan semacam jas militer di zaman prasejarah. 

Sejarah Pakaian

Sumber : http://1000atmosphaeren.at/

7. Chiton merupakan pakaian pria Yunani kuno yang memiliki kemiripan bentuk dengan tunik di Asia. Bentuk dan variasi dari chiton sendiri ada banyak dua diantaranya yaitu:

  • Doric chiton yang mempunyai lipit-lipit di bahu dan ditahan oleh sematan peniti atau bros.
  • Lonic chiton yang panjangnya sampai mata kaki, sisinya kadang-kadang terbuka pada satu sisi dengan pinggiran yang diberi jumbai.

Sejarah Pakaian

Sumber : http://www.pr-energy.info/

8. Peplos dan haenos merupakan pakaian wanita Yunani kuno yang memiliki bentuk dasar sama dengan chiton.

  • Pada bagian bahunya biasa dibuat lipit-lipit yang ditahan dengan peniti atau bros berukuran besar.
  • Pada bagian pinggangnya terkadang diberi lipit-lipit sehingga terlihat seperti blus.

Peplos sendiri ada yang dibuat panjang tapi ada juga yang pendek. Khusus untuk peplos dari Athena biasanya memakai ikat pinggang yang dipitakan di atas lipit-lipit di pinggang.

Sejarah Pakaian

Sumber : http://www.beazley.ox.ac.uk/

9. Cape atau cope merupakan pakaian berbetuk mantel yang diikatkan pada bahu atau leher dan diberi hiasan bros yang besar. Pakaian ini biasa dipakai sebagai pakaian paling luar dan dianggap sebagai pakaian resmi bagi pria di Byzantium. 

Kutang

Istilah ”kutang” dimulai dari bentuk pakaian yang menyerupai pipa atau selinder. Pada zaman dulu penduduk asli Amerika yaitu suku Indian telah mengenal “pohon kutang”. Kulit pohon itulah yang kemudian diambil dengan teknik khusus sehingga berbentuk silinder dan dapat mereka pergunakan sebagai bahan pakaian.

Bentuk kutang untuk bangsa-bangsa di bagian Utara seperti Asia Utara, Amerika Utara, dan Eropa Utara lebih berguna dari pada bentuk pakaian bungkus. Berdasarkan desain dasarnya kutang ini bisa terjadi dari bermacam-macam bentuk.

1. Kutang terjadi dari pakaian bungkus apabila kedua ujung dari pakaian bungkus disambung atau dijahit sehingga terbentuklah silinder. Jenis pakaian yang termasuk de dalam kategori kutang ini yaitu kalasiris di Mesir, chiton dan peplos di Yunani kuno, rok yang dipakai wanita eropa dan sarung.

  • Kalasiris merupakan pakaian wanita Mesir jaman purba yang panjangnya mulai dari bawah ketiak atau di atas buah dada sampai ke mata kaki. Pakaian ini dilengkapi pula dengan dua ban pada bahu.
  • Chiton dan peplos pada mulanya dibuat dengan satu sisinya terbuka. Setelah sisi yang satunya lagi dijahit atau disambungkan maka terciptalah bentuk kutang.
  • Rok yang didigunakan sebagai pakaian wanita Eropa di zaman perunggu juga termasuk ke dalam jenis kutang.
  • Selain rok sarung yang dipakai sebagai pakaian tradisional di Indonesia juga menjadi bagian dari kutang.

2. Kutang terjadi dari poncho yang sisinya disambung atau dijahit dan disisakan untuk lubang lengan. Lebar kutang ini dapat bermacam-macam.

  • Kutang diukur dari pergelangan tangan kiri sampai ke pergelangan tangan kanan atau sebaliknya.
  • Kutang diukur dari siku kiri ke siku kanan atau sebaliknya.
  • Kutang diukur dari lebar bahu kiri ke lebar bahu kanan.

Bentuk kutang dengan lebar yang terakhir memungkinkan untuk memasang lengan.

3. Kutang terjadi pada sehelai kain dimana lebarnya sama dengan panjang atau tinggi badan dan panjangnya dua kali tinggi badan.

Beberapa jenis pakaian yang termasuk ke dalam kategori kutang ini yaitu tunik, kandys, kolobus dan stola.

  • Tunik atau biasa disebut juga tunika merupakan pakaian kutang yang banyak digunakan oleh pria dan wanita Mesir di jaman prasejarah.
    • Pakaian ini umumnya memiliki ukuran yang lumayan panjang mulai dari bawah buah dada sampai mata kaki dan ditahan dengan dua ban pada bahu.
    • Selain itu ada pula tunik dengan leher rendah, berlengan dan biasa dipakai dengan ikat pinggang ataupun tidak.

Sejarah Pakaian

Sumber : http://produkkerajinanbusana.blogspot.com/

  • Kandys termasuk ke dalam jenis pakaian pria yang biasa dipakai oleh pria Hebren di Asia Kecil selama zaman prasejarah. Pakaian ini umumnya dibuat longgar dengan lipit-lipit pada sisi sebelah kanan dan lengannya berbentuk sayap.
  • Kolobus merupakan jenis pakaian yang dikenal di Yunani kuno pada tahun 510-336 sebelum Masehi. Pakaian ini sebenarnya berbentuk kemeja lengan panjang dan sisinya terbuka seperti chiton.
  • Stola yaitu tunika pendek berlengan setali yang mempunyai garis leher bundar. Pakaian ini biasa dilengkapi dengan jubah yang berbentuk toga kecil atau yang dinamakan palla.

Kaftan

Kaftan merupakan perkembangan dari bentuk dasar tunika yang dipotong bagian mukanya sampai ke bawah, sehingga ada belahan sepanjang tengah muka. Belahan tersebut dapat ditutup dengan memakai peniti atau memakai kancing atau tanpa memakai apa-apa dan dibiarkan terbuka. 

Sejarah Pakaian

Sumber : http://produkkerajinanbusana.blogspot.com/


Celana

Pada zaman dulu celana muncul untuk melengkapi kaftan dan dapat difungsikan untuk menututupi tubuh bagian bawah. Awalnya celana terdiri dari kain berbentuk sarung atau rok yang kemudian dibentuk menjadi celana dengan cara menarik bagian tengahnya, hingga terciptalah berbagai model celana hingga sekarang.

Bentuk celana ini bermacam-macam, ada yang longgar sekali seperti celana perempuan Turki, ada yang sempit sekali seperti celana kuli di Jepang, namun ada juga celana seperti kantong yang memakai elastis seperti celana di Persia dan Asia Muka. Bentuk celana ini disebut ”paiyama” yang berarti “pai = kaki” dan “yama = kain”.

Bentuk paiyama ini dipakai oleh orang Persia sebagai stelan kaftan. Demikian juga orang yang beragama Hindu meniru bentuk celana paiyama, tetapi hanya dipakai oleh kaum laki-laki, sedang perempuan lebih senang memakai bentuk pakaian bungkus yang didrapirkan pada badan.

Setelah adanya celana timbul pula ide untuk memisahkan kaftan menjadi dua bagian yaitu atas dan bawah seperti perkembangan dari bentuk tunika yang bagian atasnya dibuat pendek dan bagian bawahnya berbentuk sarung atau rok. Mulai dari sini terbentuklah tunika pendek yang menjadi blus dan bagian bawahnya menjadi rok.

Bentuk Pakaian Modern

Bila dikaitkan dengan bentuk pakaian yang sudah ada sejak zaman prasejarah, hampir semua jenis pakaian pria maupun pakaian wanita yang berkembang sekarang pada prinsipnya berasal dari bentuk dasar yang sama yakni pakaian bungkus, kutang, kaftan, serta celana yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Jika di masa lalu bahan yang dipakai untuk pakaian pria dan pakaian wanita lebih didominasi oleh kulit binatang dan kulit pepohonan yang diolah dengan cara sederhana, sekarang bahan untuk pakaian bisa dikatakan lebih beragam. Hampir semua orang bisa melindungi tubuhnya dengan potongan kain yang terjahit dengan benang.

Untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pakaian yang berkualitas berbagai inovasi pun banyak dilakukan. Hingga akhirnya muncullah berbagai detail pelengkap pakaian yang unik seperti halnya kerah, saku, kancing, resleting dan juga belt atau ikat pinggang yang menyempurnakan bentuk pakaian terdahulu.

1. Kerah

Kerah merupakan lipatan kain atau pita pada bagian leher pakaian yang biasanya sangat identik dengan nuansa formal. Sejak abad ke-16 kerah dikenal memiliki bentuk yang tegak, terlipat dan dalam perkembangannya terdapat pula kerah dengan bentuk lain.

2. Saku

Orang Eropa mulanya menggunakan saku sebagai kantong yang menggantung di bagian pakaian pada abad ke-17 sampai 18. Tapi kini saku sudah menjadi bagian yang menyatu dengan pakaian dengan menyerupai amplop.

3. Kancing

Penggunaan kancing oleh manusia pertama kali berasal dari peradaban Lembah Indus 2000 SM. Kancing tersebut terbuat dari cangkang kerang yang dilubangi dan dijahit di pakaian. Selain itu kancing juga telah digunakan pada peradaban Tiongkok dan Romawi Kuno.

Sebagai bagian dari pakaian kancing kini juga dapat diaplikasikan sebagai hiasan pakaian. Bahkan kancing juga menjadi salah satu benda seni yang berasal dari berbagai material, digambar maupun diukir.

4. Resleting

Resleting merupakan pengunci pada pakaian yang telah ada sejak abad ke-19. Selain berfungsi untuk memudahkan seseorang dalam membuka dan menutup pakaian, resleting juga memiliki fungsi dekoratif untuk mempercantik tampilan pakaian, celana, tas dan dompet.

Butuh resleting berkualitas dengan harga murah untuk pelengkap produk menjahit anda?. Sahabat Fitinline bisa menemukannya Di Sini.

5. Ikat Pinggang

Ikat pinggang menjadi salah satu bagian aksesoris dalam berpakaian yang dapat difungsikan sebagai pengencang celana yang longgar. Pada zaman perunggu ikat pinggang diyakini telah digunakan manusia dan sejak tahun 1900-an ikat pinggang diaplikasikan pada blus.

Demikian pembahasan singkat mengenai sejarah pakaian beserta bentuk dasarnya yang dapat kami bagikan untuk anda. Kalau sahabat Fitinline ingin membuat pakaian sendiri tapi bingung bagaimana cara menggambar polanya, maka anda bisa mendownload pola baju siap pakai dari kami Di Sini.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.