Article

Homepage Article Kain 3 Jenis Metode Untuk Pengawetan…

3 Jenis Metode Untuk Pengawetan Bahan Kulit Mentah

Selain penyamakan, pengawetan kulit menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas bahan kulit. Dari yang semula hanya dikeringkan dengan menggunakan sinar matahari atau pun api, kini metode yang dapat diterapkan untuk mengeringkan bahan kulit mentah sudah semakin bervariasi.

Beberapa point penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

Sekilas Tentang Pengawetan Kulit

Pengawetan kulit dapat didefinisikan sebagai suatu cara atau proses untuk mencegah terjadinya degradasi komponen-komponen dalam jaringan kulit hewan. Prinsip yang dilakukan yakni menciptakan kondisi yang tidak cocok bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroorganisme perusak kulit. 

Bahan Kulit

Sumber : https://shopee.co.id/

Khusus di daerah China, Amerika Selatan dan Eropa bagian utara, pada jaman purba kulit-kulit mentah yang diambil dari tubuh hewan dulunya biasa diawetkan dengan diasap tanpa ada perubahan-perubahan yang terjadi dan kemudian diikuti oleh orang Indian di Amerika Utara.

Bahan Kulit

Sumber : https://shopee.co.id/

Proses tersebut konon berlangsung secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang berikutnya sampai ribuan tahun lamanya, sampai akhirnya ditemukan secara kebetulan cara menyamak yaitu dengan merendam kulit hewan mentah dalam genangan air yang mengandung tannin.

Bahan Kulit

Sumber : https://shopee.co.id/

Tujuan Pengawetan Kulit Mentah

Adapun tujuan utama dilakukannya proses pengawetan pada kulit mentah yaitu:

  • Mempertahankan struktur dan keadaan kulit dari pengaruh lingkungan untuk sementara waktu sebelum dilakukan proses pengolahan / penyelesaian.
  • Memungkinkan kulit untuk disimpanan dalam waktu yang relatif lebih lama.
  • Mengantisipasi terjadinya over produksi karena stok kulit yang terlalu banyak.

Bahan Kulit

Sumber : https://indonesian.alibaba.com/

Pengawetan Bahan Kulit Mentah

Dalam industri kriya tekstil di Indonesia, secara umum proses pengawetan kulit mentah secara umum dapat dilakukan dengan tiga macam metode. Metode yang dimaksud yakni berupa:

1. Pengawetan Dengan Pengeringan

Pengeringan merupakan suatu cara yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian besar kandungan air pada bahan kulit dengan menggunakan energi panas.

  • Keuntungan dari proses ini yaitu selama waktu pengeringan kulit tidak lekas menjadi busuk sekalipun pengeringannya memerlukan waktu yang relatif lama.
  • Kualitas kulit menjadi lebih baik karena serat-serat  kulit tidak melekat satu sama lain.
  • Kulit sangat baik untuk disamak terutama dalam proses perendaman (soaking) yang tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama lagi.

Pengawetan kulit hewan dengan cara ini biasanya dikerjakan terhadap kulit hewan besar (sapi dan kerbau), sedangkan pada kulit hewan kecil (domba dan kambing) umumnya digunakan cara penggaraman.

Khusus di daerah tropis seperti Indonesia metode pengawetan dengan sinar matahari sendiri umumnya lebih banyak digunakan karena dinilai efektif untuk mencegah terjadinya kerusakaan kulit, dari segi harga jauh lebih murah dan jarang terjadi perubahan pada jaringan kulit.

Meski tergolong praktis, metode pengawetan dengan sinar matahari juga mempunyai kelemahan tersendiri lantaran waktu yang dibutuhkan lebih lama dan jika kulit kurang kering, kulit akan mudah terkena jamur sehingga kulit cepat rusak dan akan menurunkan nilai jual.

Selain itu jika proses pengeringannya dilakukan secara asal bisa juga menimbulkan dampak buruk yang mempengaruhi kualitas bahan kulit.

  • Pengeringan yang dihamparkan di atas tanah menghasilkan kulit awet yang sangat buruk karena tidak adanya aliran udara dari bagian bawah.
  • Pengeringan yang dilakukan pada suhu udara yang terlalu panas juag bisa menyebabkan protein kulit menjadi lem (mempersulit perendaman) atau permukaan kulit menjadi keras sekali.
  • Pengeringan dengan digantungkan pada dahan atau tali akan memberikan bekas yang tidak dapat dihilangkan yang biasa disebut sebagai Fod Mark.

2. Pengawetan Dengan Penggaraman

Penggaraman merupakan metode pengawetan kulit mentah dengan mempergunakan garam konsentrasi tinggi. Pengawetan dengan cara penggaraman ini biasanya banyak diterapkan untuk mengawetkan beberapa kulit hewan sepeti halnya sapi, kerbau, domba dan kambing.

Selain menghambat ataupun membunuh bakteri pembusuk pada bahan kulit, metode penggaraman yang diterapkan pada pengawetan bahan kulit pada prinsipnya juga bisa dimanfaatkan untuk tujuan lain mislanya:

  • Menyamarkan kerusakan kulit.
  • Mengubah tekstur dan warna bahan kulit.
  • Memperoleh karakteristik tertentu dari produk yang dengannya aroma serta rasa yang khas.

Sedikit berbeda dengan metode sebelumnya, pengawetan kulit dengan garam sendiri dapat dibedakan menjadi dua kategori:

  • Penggaraman basah (wet salting) yang terdiri dari:
    • Penggaraman dengan larutan garam jenuh (brinting).
    • Penggaraman dengan garam kristal.
  • Penggaraman kering (dry salting) yang dikombinasikan dengan pengeringan.

Kelemahan dari metode pengeringan kulit dengan cara pengaraman yaitu, garam yang dipakai pada pengawetan dapat menyebabkan defect yang berat pada kulit terutama bila kristal garam yang digunakan terlalu besar, terutama pada kulit berat (hewan besar).

Selain itu tekanan dari tumpukan yang tinggi / berat dapat menambah terbentuknya lubang / legokan terutama pada tempat-tempat yang substansi seratnya kurang dibandingkan dengan bagian kulit yang ada disekitarnya.

3. Pengawetan Dengan Pengasaman

Pengawetan dengan cara pengasaman (pickling) yang biasa disebut dengan proses BHO atau Beam House Operation termasuk ke dalam jenis metode pengawetan kulit yang sudah menggunakan berbagai macam bahan kimia.

  • Pada skala besar proses pengawetan dilakukan dengan menggunakan drum proses.
  • Bahan kulit yang dihasilkan dari proses pengasaman disebut sebagai kulit pickle.

Pengawetan dengan cara pengasaman ini biasanya dilakukan terhadap kulit domba dan kambing untuk keperluan ekspor, tetapi dapat juga diterapkan pada kulit hewan yang lain seperti sapi dan kerbau.

Hasil akhir kulit dari proses pickling atau pengasaman sendiri umumnya sudah tidak ada lagi bulu, karena pada metode pengawetan ini terdapat proses kimia dan mekanik yang bertujuan untuk menghilangkan bulu.

  • Pengawetan pickle atau pengasaman biasa dilakukan pada bahan kulit hewan yang nantinya bisa langsung diperjual belikan.
  • Proses pengawetan pickle secara garis besar terdiri dari soaking, liming, deliming, degreasing, bating dan pickling.
  • Tiap-tiap tahapan proses pada pengawetan pickle mempunyai fungsi yang berbeda.
  • Bahan kulit yang dihasilkan dari proses pengawetan pickle biasanya juga sudah sesuai yang diharapkan.

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai stiga macam metode yang biasa dilakukan untuk pengawetan bahan kulit mentah. Semoga informasi yang kami bagikan bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda bahwa dalam proses pengeringan bahan kulit sendiri pada prinsipnya ada banyak sekali metode yang dapat digunakan.

Butuh bahan kulit sintetis berkualitas dengan harga murah untuk membuat lenan rumah tangga dan berbagai produk fashion lainnya?. Sebagai bahan pertimbangan anda bisa melihat-lihat dulu koleksi Bahan Kulit Sintetis yang kami miliki. 

Kalau anda ingin mengenal lebih jauh mengenai jenis dan karakteristik bahan kulit dari berbagai jenis hewan yang biasa dimanfaatkan pada produk fashion, anda bisa mendownload E-Book Mengenal Bahan Kulit Alami Untuk Produk Fashion yang kami miliki.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.