Article

Homepage Article Kain 10 Karakteristik Paling…

10 Karakteristik Paling Khas Dari Serat Kapas

Serat kapas termasuk ke dalam salah satu jenis serat alami yang dapat dijadikan pilihan terbaik dalam industri tekstil karena nyaman dan cara perawatannya juga mudah. Buat anda yang mau tahu lebih detail lagi mengena ciri-ciri serat kapas simak pembahasan berikut yuk.

Beberapa point penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

Sekilas Tentang Serat Kapas

Serat kapas termasuk dalam kelompok serat alami yang dihasilkan dari buah tanaman kapas yang banyak hidup di daerah beriklim tropis maupun subtropis. Serat kapas ini siap dipanen apabila buahnya sudah membuka / mekar sempurna atau warna kelopaknya berubah menjadi sawo matang dan juga rapuh saat dipegang.

Serat Kapas

Sumber : https://www.theguardian.com/

Dilihat dari fisiknya, serat kapas sendiri umumnya memiliki bentuk tunggal memanjang, datar, berongga dan berstruktur seperti pita yang terpilin / melintir. Panjang seratnya sekitar 1200 - 1500 kali dari lebarnya atau sekitar 16 mm - 52 mm tapi juga tergantung pada jenis kapas itu sendiri.

  • Kapas Mesir dapat menghasilkan serat yang panjangnya 30 - 38 mm.
  • Kapas Amerika dapat menghasilkan serat yang panjangnya 20 - 30 mm.
  • Sea Island dapat menghasilkan serat yang panjangnya 38 - 52 mm.
  • Kapas India dapat menghasilkan serat yang panjangnya 16 - 25 mm.

Serat Kapas 

Sumber : https://cottonman.com/

Kompisisi Serat Kapas

Sebagai salah satu jenis serat alami yang banyak digunakan untuk keperluan sandang, serat kapas sendiri umumnya tersusun atas selulosa, protein, debu, minyak, lemak dan lilin, substansi pektin, pigmen dan zat-zat lainnya.

  • Selulosa

Selulosa merupakan salah satu bahan utama penyusun serat kapas yang memiliki rumus molekul glukosa (C₆H₁₀O₅)n.

  • Protein

Protein pada serat kapas merupakan sisa-sisa protoplasma sel hidup yang tertinggal dalam lumen setelah selnya mati pada saat buah membuka.

  • Debu

Debu pada serat kapas biasanya berasal dari kulit buah, daun dan kotoran lain yang menempel pada serat. Kadar debu dalam serat biasanya akan berkurang pada proses pemasakan dan pengelantangan.

  • Minyak, Lemak dan Lilin

Minyak, lemak dan lilin merupakan tiga jenis zat yang dapat berfungsi sebagai lapisan pelindung pada serat kapas dan biasanya tersebar diseluruh dinding primer. Ketiga bahan tersebut dapat digunakan sekaligus sebagai pelumas saat proses pemintalan serat.

  • Substansi Pektin

Pektin merupakan karbohidrat dengan berat molekul yang tinggi dan strukturnya hampir sama dengan zat selulosa. Yang menjadi perbedaannya adalah pektin ini akan terurai menjadi galaktosa, pentosa, metil alkohol dan asam poligalakturonat.

  • Selain selulosa pektin juga termasuk ke dalam jenis zat penting yang berfungsi menyusun serat.
  • Dengan pemasakan dalam larutan Natrium Hidroksiada (NaOH) pektin hampir semuanya dapat hilang.
  • Hilangnya pektin tidak mempengaruhi kekuatan serat dan kerusakan serat kapas.

Ciri-Ciri Serat Kapas

Tidak jauh beda dengan serat lain yang biasa dipakai untuk membuat benang dan kain, serat kapas ini umumnya juga memiliki sejumlah ciri khas tersendiri. Beberapa ciri-ciri serat kapas yang membedakan dengan serat lain diantaranya:

  1. Serat kapas tergolong kuat dan terasa sedikit kaku. Kekakuan serat atau daya tahan serat terhadap perubahan bentuk dapat dihitung dengan membandingkan kekuatan saat putus dengan mulur saat putus.
  2. Serat kapas cenderung mudah menyerap keringat dan menyejukkan di kala panas, namun disisi lain juga bersifat menghangatkan di kala dingin.
  3. Serat kapas memiliki warna alami yang tidak terlalu putih bahkan kadang kecoklatan dan bisa berubah menjadi agak abu-abu akibat cuaca, debu dan kotoran.
  4. Serat kapas tidak menyebabkan alergi dan iritasi kulit karena merupakan serat alami. Jadi produk tekstil yang dibuat dari serat ini sangat aman dipakai untuk orang yang memiliki kulit sensitif.
  5. Serat kapas rentan terhadap penyusutan dan mudah kusut. Karenanya kain yang dibuat dari serat ini perlu dirawat dengan hati-hati yakni dengan air dingin untuk mencegah penyusutan dan disetrika menggunakan uap tinggi untuk menghilangkan kerutan.
  6. Serat kapas tahan panas jika disetrika dengan suhu tinggi.
  7. Serat kapas bisa menjadi kuat hingga 20% dalam keadaan basah. Kekuatan serat kapas sendiri dipengaruhi oleh kadar selulosa yang saat basah kekuatannya semakin tinggi.
    • Kondisi basah menyebabkan beban terbagi rata dan serat menggembung membentuk silinder.
    • Sedangkan saat kering serat akan berbentuk normal sepertipita terpilin sehingga tidak dapat menahan beban secara merata.
  8. Serat kapas tidak tahan jamur dan jika di petik pada saat tumbuhan berjamur, serat menjadi kebiru-biruan yang tidak dapat dihilangkan dengan pemutih sekalipun.
  9. Serat kapas cenderung mudah terbakar. Bila terbakar nyalanya berjalan terus, berbau seperti kertas dan meninggalkan abu berwarna kelabu.
  10. Serat kapas saat putus dapat mulur rata-rata 7% dan tergolong tinggi di antara serat–serat selulosa lainnya.

Pemanfaatan SeSerat Kapas

Terkait dengan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari serat kapas ini sebenarnya dapat digunakan untuk banyak keperluan walau memang yang paling banyak untuk keperluan produksi pakaian, perabot rumah tangga dan bahan baku industri tekstil lainnya.

  • Serat kapas biasa digunakan oleh masyarakat dalam bentuk kain dan benda konsumsi lainnya bukan lagi kapas seperti aslinya.
  • Beberapa contoh produk yang banyak memanfaatkan serat kapas sebagai bahan utamanya yaitu benang, kain, bahan kebutuhan sandang berbahan katun, kapas kecantikan, kapas pembersih, perban, plester luka dan masih banyak lagi.

Untuk menghasilkan kain yang lebih kuat, tahan lama dan lebih unggul dari segi kualitas bahannya, serat kapas ini juga sering dikombinasikan dengan serat lain seperti poliester, spandek, rayon dan linen.

  • Kombinasi serat katun dan serat poliester akan menghasilkan kain yang memiliki karakteristik sangat khas yakni tetap rapi dalam waktu yang lama walau tanpa perlu disetrika.
  • Kombinasi serat katun dan serat spandek akan menghasilkan kain yang cenderung bersifat elastis, cenderung lebih kuat serta tahan lama.
  • Kombinasi serat katun dan serat rayon akan menghasilkan kain yang ringan, dingin dan tidak licin.
  • Sementara kombinasi serat katun dan serat linen akan menghasilkan kain yang bertekstur unik dan nyaman saat dipakai.

Butuh bahan kain berkualitas dengan harga murah untuk membuat pakaian?. Sebagai bahan pertimbangan anda bisa melihat-lihat dulu koleksi Bahan Kain yang kami miliki.

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai sejumlah ciri-ciri serat kapas yang dapat kami bagikan untuk anda. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa serat kapas pada umumnya termasuk ke dalam jenis kain yang kuat, nyaman dipakai, namun cenderung mudah kusut dan kurang tahan terhadap penyimpanan.

Mau tahu lebih detail lagi tentang proses pembuatan kain katun?. Untuk lebih jelasnya simak kembali pembahasan mengenai 12 Tahap Pembuatan Kain Katun, Mulai Dari Kapas Sampai Menjadi Bahan Kain Siap Pakai.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.