Article

Homepage Article Fashion Design Rancang Model Bisnis Fashion-mu…

Rancang Model Bisnis Fashion-mu Dengan Business Model Canvas

Business Model Canvas

Sumber: Pinterest.com / edit.org

Saat seseorang ingin memulai bisnis fashion, tentunya harus ada berbagai rencana yang harus dipersiapkan. Bermula dari produk apa yang ingin ditawarkan, berapa jumlah kebutuhan modalnya, hingga bagaimana cara agar usaha ini bisa mendatangkan keuntungan bagi pemiliknya. Melihat hal tersebut, menggunakan business model canvas bisa membantu Liners maupun calon pengusaha untuk merancang konsep model bisnis yang ingin dijalankan.

Sesuai dengan namanya, BMC atau business model canvas adalah salah satu cara bagi seseorang supaya bisa menggambarkan konsep bisnis mereka secara visual. Dapat dikatakan bahwa model bisnis kanvas banyak digunakan oleh masyarakat yang berkecimpung di kalangan bisnis startup. Mengingat model bisnis ini bisa membantu mereka untuk memperjelas konsep,tujuan, maupun panduan yang tepat dalam memulai suatu usaha, termasuk dalam bisnis fashion di Indonesia.

Walaupun bisa mempermudah, bukan berarti perancangan model bisnis tersebut bisa dipandang enteng. Sebab, masih ada berbagai bagian yang harus dipikirkan pengusaha agar bisnis mereka tetap bisa berjalan dengan baik. Adapun sembilan elemen dalam framework business model canvas ini, di antaranya:

Baca juga: Penting! Perhatikan 5 Hal Ini saat Memulai Bisnis Fashion dengan Brand Sendiri dan Simak! 6 Cara Ini agar Bisnis Produk Fashion-mu Untung Besar dengan Modal Kecil

1. Customer Segments (Segmentasi konsumen)

Business Model Canvas

Sumber: Unsplash.com / Blake Wisz

Perlu diketahui dahulu bahwa tujuan membuat bisnis fashion bukanlah hanya untuk mendapatkan keuntungan. Namun juga harus menyediakan produk berupa barang atau layanan di bidang fashion yang mampu menjawab kebutuhan dari masyarakat. Tak heran jika bisnis tersebut tidak bisa berkembang jika produk yang diberikan tidak diinginkan mereka.

Maka dari itu, para pebisnis harus menentukan lingkup masyarakat yang ingin dituju terlebih dahulu. Apakah anak kecil, anak muda, ataupun orang yang sudah dewasa. Pebisnis bisa mempertimbangkan beberapa bagian ini, supaya bisa menentukan segmen konsumen yang ingin ditarget, yakni.

  • Customer Jobs

Bagian untuk mengidentifikasi suatu pekerjaan yang ingin diselesaikan oleh target pasar dengan produk yang akan ditawarkan nantinya. Misalnya seperti masalah seperti apa yang ingin diselesaikan atau ada kebutuhan tertentu yang pasar inginkan untuk dipenuhi.

  • Customer Gain

Suatu bagian untuk menjelaskan solusi serta manfaat seperti apa yang bisa didapatkan oleh target konsumen. Apakah produk yang ditawarkan memiliki desain, fitur ataupun harga yang lebih efisien dibandingkan barang sejenis lainnya?.

  • Customer Pains

Bagian untuk menjabarkan emosi negatif apa yang dialami oleh target saat menghadapi masalah yang sedang dialami. Emosi negatif ini salah satunya bisa berupa perasaan konsumen saat melihat produk fashion atau biaya yang tidak sesuai ekspektasi,

Dari data dan informasi tersebut, pebisnis pun bisa mengurutkan permasalahan tersebut berdasarkan bagian yang paling relevan dari jawaban mereka. Dengan begitu, pebisnis pun bisa menyediakan produk yang mampu menjawab seluruh masalah yang dialami.

2. Value Proposition Canvas (Proposisi Nilai Konsumen)

Business Model Canvas

Sumber: Unsplash.com / Kaleidico

Sesuai dengan temuan permasalahan di elemen customer segments, pebisnis pun bisa menyusun nilai lebih maupun keunggulan produk/layanan terhadap segmen konsumennya. Adapun beberapa bagian yang bisa menjadi pertimbangan saat ingin membuat value proposition bisnis fashion yang sesuai, yaitu:

  • Product and service

Pertama, tentukan terlebih dahulu produk seperti apa yang ingin dijual dan pertanyakan apakah produk tersebut sudah menjawab kebutuhan konsumen. Kemudian, pebisnis bisa menyesuaikan nilai proposisi produk itu dengan kebutuhan konsumen.

  • Pain Relievers

Apabila sudah menentukan produk dan layanannya, coba jabarkan bagaimana produk tersebut mampu menyelesaikan kebutuhan konsumen. Apakah hal ini bisa menghilangkan risiko yang ditakutkan pelanggan, ataukah bisa lebih menghemat waktu, uang, dan usaha?

  • Gain Creators

Selain mampu menyelesaikan kebutuhan konsumen, pengusaha juga harus bisa menjelaskan tentang keuntungan yang bisa didapatkan konsumen jika menggunakan produk yang dimiliki. Gunakan poin ini untuk menjawab pertanyaan pada bagian customer gain. Contohnya apakah bisa menyediakan solusi yang melebihi ekspektasi, membuat pekerjaan lebih mudah, dan lain-lain.

3. Channels (saluran)

Business Model Canvas

Sumber: Unsplash.com / Sara Kurfess

Setelah berhasil menentukan produk yang dijual, langkah selanjutnya adalah menentukan media apakah yang akan digunakan untuk membangun interaksi dengan konsumen. Perlu disadari bahwa penentuan media memiliki peran yang penting dalam menjangkau tujuan dan mengenalkan nilai produk pada segmen konsumen. Sebab, jika media yang digunakan tidak tepat, tak heran jika produk fashion itu akan sulit terjual. Adapun beberapa media umum yang bisa digunakan adalah website, media sosial berupa Youtube, Tiktok. Instagram, dan masih banyak lagi.

4. Customer Relationship (hubungan konsumen)

Business Model Canvas

Sumber: Unsplash.com / Cytonn Photography

Pertanyaannya adalah, bagaimana cara suatu bisnis membangun interaksinya agar bisa menetap di pikiran para target pasar. Dimulai dari memberikan potongan harga, giveaway, produk edisi terbatas, dan lain-lain. Dengan begitu, mereka pun bisa setia dengan usaha kita dari pada kompetitor lainnya. Pahami bagaimana cara agar pengusaha bisa menjangkau konsumen baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada.

5. Revenue Streams (sumber pendapatan)

Business Model Canvas

Sumber: Unsplash.com / Mathieu Stern

Uang adalah permasalahan yang sangat penting. Baik dalam kehidupan pribadi, maupun dunia bisnis. Maka dari itu pebisnis harus mengetahui terlebih dahulu, dari mana saja sumber pendapatan mereka agar bisnis dapat tetap berjalan. Rancang dan kelola strategi bisnis fashion tersebut supaya bisa mendapat keuntungan yang lebih besar. Misalnya seperti pay subscription ataupun membership dalam program bisnis fashion tersebut.

6. Key Resource (sumber daya)

Business Model Canvas

Sumber: Unsplash.com / Austin Distel

Merupakan elemen yang memuat informasi sumber daya yang perlu dirancang oleh perusahaan. Ingat bahwa suatu bisnis membutuhkan banyak sekali sumber daya untuk mempertahankan value proposition yang sudah direncanakan. Dimulai dari sumber daya fisik yang berupa gedung, mesin, jaringan distribusi; sumber daya intelektual seperti hak paten, hak cipta, pengetahuan spesialis; sumber daya manusia; maupun sumber daya finansial.

7. Key Activities (aktivitas yang dijalankan)

Business Model Canvas

Sumber: Unsplash.com / Rene Ranisch

Kira-kira kegiatan apa saja yang akan dilakukan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya? Pebisnis dapat menyusun rencana aktivitas yang tetap bisa menghasilkan proposisi nilai perusahaan. Contohnya seperti menyediakan solusi berupa produk yang dibutuhkan pelanggan, hingga menyediakan atau memperbarui platform yang dipakai perusahaan agar tetap bisa aktivitas perusahaan bisa tetap berjalan.

8. Key Partnership (kerja sama)

Business Model Canvas

Sumber: Unsplash.com / Krakenimages

Kalau key resource membahas tentang sumber daya yang dibutuhkan internal, elemen key partnership membahas tentang sumber daya eksternal, seperti kerja sama. Adapun beberapa usaha yang bisa menjadi key partnership dalam bidang bisnis fashion, di antaranya seperti supplier produk fashion. Hal ini memiliki tujuan berupa pengurangan risiko dan ketidakpastian, akuisisi sumber daya atau aktivitas, maupun skala ekonomi.

9. Cost Structure (struktur biaya)

Business Model Canvas

Sumber: Unsplash.com / Allef Vinicius

Terakhir ada cost structure, di mana elemen ini akan berfokus pada perencanaan biaya untuk operasional bisnis fashion, mengatur anggaran keuangan dalam bentuk laporan. Hal ini bertujuan supaya pengusaha bisa menentukan aktivitas apa yang memakan biaya paling besar dan mengatur keuangannya agar mampu meminimalisir potensi kerugian.

Pantau terus media Fitinline.com untuk mendapatkan tips dan informasi terbaru terkait bisnis fashion!

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.