Article

Homepage Article Kain Tekstil Ragam Kain untuk Busana:…

Ragam Kain untuk Busana: Proses Finishing Kain

Masih lanjutan artikel sebelumya yang membahas tentang ragam kain untuk busana. Proses pembuatan kain begitu rumit dan memerlukan waktu tak sebentar sebelum kain benar-benar bisa digunakan. Tahapan terakhir dalam proses pembutan kain adalah finishing atau penyempurnaan kain, biasa dilakukan dengan proses Mercerized, Sanforized, dan Calendarized. Manfaat dari proses tersebut yaitu kain menjadi tidak berkerut, tahan air, anti serangga, tahan api, anti noda, dan mampu menyerap keringat.

Proses pengolahan tekstil menjadi kain berawal dari serat yang dipintal menjadi benang, kemudian benang ditenun menjadi kain. Setelah tahap ini kain masih dalam keadaan kain mentah atau kain grey, seperti kain blacu. Blacu sebenarnya sudah bisa dimanfaatkan untuk kain. Namun kain ini memiliki sifat tidak menyerap air, berwarna kekuningan, banyak biji-biji kapas, dan kualitas kain jelek. Dalam pembuatan batik, kain ini tidak mampu menyerap warna dengan baik.

Kain Blacu

kain blacu

(Sumber: http://kainblacu.com)

Untuk menghasilkan kualitas kain yang lebih baik lagi biasanya dilakukan proses Scouring-Bleaching (S/B) untuk mengubah kain grey menjadi kain siap celup. Proses scouring-bleaching biasanya dilakukan pada kain yang terbuat dari serat alam. Tujuan untuk menghilangkan kotoran-kotoran serat dan pigmen-pigmen warna alami sehingga kain menjadi lebih putih dan mempunyai daya serap yang baik untuk proses selanjutnya. Kain ini bersifat memiliki daya serap yang baik, warna menjadi lebih putih, bebas dari biji-biji kapas.

Proses selanjutnya yaitu Proses Mercerized atau Merserisasi adalah perawatan khusus untuk kain kapas atau katun. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kain katun. Proses dilakukan untuk menambah daya serap bahan terhadap zat warna , terutama zat warna reaktif (reactive dyes), menambah kekuatan tarik kain, menambah daya kilap kain, kenampakan dan stabilitas dimensi kain meningkat, pegangan kain menjadi lebih kaku, kain mengkeret kira-kira 15-20%. Proses ini membentuk warna kain supaya matang, bagus, dan tidak luntur. Permukaan kain ini lebih halus dan lebih bersinar dari pada permukaan kain grey. Proses ini dianjurkan untuk kain-kain seperti kain kemeja, kain batik, dan pakaian kerja karena stabilitas dimensi yang baik dan kenampakan kain. Kelemahan kain ini adalah kainnya kaku atau tidak lembut.

Kain Mercerized

Kain Mercerized

(Sumber: http://zilzaal.blogspot.com)

Mencari kain tekstil murah dan berkualitas? Klik Disini untuk melihat katalog kain.

Pada proses mercerized, kain sudah memiliki kualitas yang baik (kain matang) dari pada kain grey (kain mentah) dan bisa tidak dilakukan proses selanjutnya karena kain sudah siapa digunakan. Tapi untuk penyempurnaan kain bisa dilakukan proses Sanforized.

Proses Sanforized yaitu proses dimana kain sudah dimatangkan dalam proses produksinya, kain ini tidak menyusut lagi ketika direndam atau dicuci. Proses ini menjadikan bahan lebih halus dan lebih tebal dibanding bahan proses mercerized. Walalu sebenarnya konstruksi keduanya sama namun yang membedakannya selain menggunakan benang katun yang lebih kecil yang menjadikan bahan ini tingkat kerapatannya tinggi.

Kain Mercerized Sanforized

Kain Mercerized Sanforized

(Sumber:http://bahankain.com)

Proses selanjutnya bisa juga dilakukan, yaitu Proses Calendarized atau kalender. Finishing calendarized dilakukan untuk memperoleh kain dengan permukaan rata, halus dan berkilau. Proses ini biasa disebut proses heat setting atau penyetrikaan. Beberapa efek dari proses ini adalah Efek maat, yaitu efek permukaan kain rata namun tidak begitu berkilau, benang-benangnya pun tidak begitu pipih, yang diperoleh dengan melewatkan kain diantara rol-rol lunak saja. Efek swizzing, yaitu efek permukaan kain rata dan berkilau dengan benang-benang pipih, yang diperoleh jika kain dilewatkan pada semua rol kalender. Efek Glazing, yaitu efek permukaan kain yang sangat halus, licin dan berkilau yang diperoleh bila kain dikerjakan dengan resin terlebih dahulu. Efek Cireing, yang berarti licin dan digunakan sebagai istilah untuk kain dengan kenampakkan seperti basah hasil penggosokan tinggi dimana kain sebelumnya dicelupkan ke dalam lilin atau bahan termoplastik lain. Efek Moireing, berarti berair adalah penyempurnaan yang menghasilkan kenampakkan seperti riak gelombang pada permukaan air.

Kain Calendarized

Kain Calendarized

(Sumber: http://www.bekas.com)

Coba amati, pakaian yang kita kenakan memakai jenis finishing yang seperti apa ya.

Semoga bermanfaat.

Tags: busana wanita, busana wanita dan pria, busana batik, busana batik modern, busana wanita terbaru, baju batik, baju batik kerja, baju batik kantor, baju batik wanita, baju batik pria, kemeja batik, dress batik, dress batik modern

Tags: busana wanita, busana wanita dan pria, busana batik, busana batik modern, busana wanita terbaru, baju batik, baju batik kerja, baju batik kantor, baju batik wanita, baju batik pria, kemeja batik, dress batik, dress batik modern

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.