Article

Homepage Article Kain Tekstil Ragam Kain untuk Busana:…

Ragam Kain untuk Busana: Metode Dasar Konstruksi Bahan Tekstil

Masih melanjutkan artikel tentang “Ragam kain untuk Busana” nih, kali ini simak yuk tentang metode dasar konstruksi bahan tekstil.

Konstruksi suatu bahan menentukan berat, jatuh (drape), keawetan, dan teksturnya. Bahan yang dimaksud adalah kain. Prinsip dasar pembuatan kain adalah membuat  silangan (interlacing) serat atau benang sehingga membentuk struktur lembaran yang koheren dan fleksibel. Ada tiga metode dasar konstruksi bahan tekstil yaitu tenunan (Woven), rajutan (Knitted), dan tidak ditenun (Non-woven).

Woven yaitu kain yang dibuat dari hasil penyilangan dua benang dengan cara ditenun atau dianyam, sering disebut kain tenun. Proses menenun adalah proses membentuk suatu anyaman dari dua macam benang, anyaman terbentuk dengan menyilangkan benang-benang dengan posisi saling tegak lurus. Benang-benang yang searah dengan panjang kain disebut sebagai benang lusi (atau benang lungsi, lungsin), sedangkan benang yang melintang ke arah lebar kain disebut sebagai benang pakan. Bahan woven cirinya tidak dapat ditarik atau tidak elastis. Struktur kain woven terdiri dari benang vertikal (warp yarn) dan benang horisontal (weft yarn). Kain ini biasanya digunakan untuk bahan kemeja dan juga pakaian lainnya.

Konstruksi Woven

Prinsip Menenun

(Sumber: http://nathanaelsuryadi.blogspot.com)

Prinsip Menenun

(Sumber: http://nathanaelsuryadi.blogspot.com)

Knitted yaitu kain yang dibuat dari jeratan-jeratan benang atau mengaitkan benang dengan benang, sering disebut kain rajut. Struktur kain knitting terdiri dari benang yang disusun menjadi jeratan yang terus bersambungan. Ciri kain ini dapat ditarik atau elastis. Contoh dari kain rajut: jersey, interlock, rib, single jersey, tricot, dan lain sebagainya.

Konstruksi Knitted

Konstruksi Knitted

(Sumber: http://nathanaelsuryadi.blogspot.com)

Mencari kain tekstil murah dan berkualitas? Klik Disini untuk melihat katalog kain.

Non-woven yaitu kain yang terbuat dari busa polypropylene berbentuk serat panjang yang terikat dan tersusun dengan kuat secara kimiawi, mekanik, panas dan perawatan dengan pelarut. Kain jenis ini memiliki kelebihan antara lain tahan lama, memiliki daya serap air yang cukup tinggi, lembut, elastis, cukup tahan terhadap api, memiliki daya saring terhadap bakteri, dan mudah didaur ulang sehingga tidak mencemari lingkungan. Pengaplikasian bahan ini untuk popok bayi, produk pembersih wanita, tisu basah, perban, jubah bedah, tirai, bedah, filter bensin, dan lain sebagainya. Karena bahan kain ini mudah didaur ulang, sebagai salah satu bentuk kepedulian kita terhadap bumi, mari kita kurangi penggunaan tas plastik dan beralih ke produk tas yang menggunakan bahan dasar kain non-woven.

Kain Non-woven

non woven

(Sumber: http://geotextile.web.id)

non woven

(Sumber: http://geotextile.web.id)

Metode dasar konstruksi bahan tekstil ini sangat berpengaruh untuk pemakaian kain selanjutnya. Tanpa kita sadari ternyata pakaian yang sering kita kenakan, beraneka ragam dasar konstruksinya. Baju keseharian kita bisa jadi lebih banyak menggunakan kain dengan dasar konstruksi woven. Begitu pula Cardigan favorite Sahabat Fitinline, biasanya menggunakan konstruksi knitted, dan tisu yang kita pakai memiliki konstruksi non woven. Tiap konstruksi memiliki kenyamanan masing-masing sesuai kebutuhan penggunaan kain tersebut.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Sahabat Fitinline.

Artikel ini masih ada lanjutannya lho, simak terus ya.

Tags: busana wanita, busana wanita dan pria, busana batik, busana batik modern, busana wanita terbaru, baju batik, baju batik kerja, baju batik kantor, baju batik wanita, baju batik pria, kemeja batik, dress batik, dress batik modern

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.