Article

Homepage Article Fashion Design Perbedaan FOB, CNF dan CIF…

Perbedaan FOB, CNF dan CIF Dalam Kegiatan Ekspor Impor Produk Fashion

Tertarik untuk melebarkan jaringan bisnis fashion ke pasar internasional?. Khusus untuk anda yang ingin memasarkan produk fashion ke luar negeri kenali dulu perbedaan antara sistem pembayaran FOB, CNF dan CIF.

Beberapa point penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

Sekilas Tentang Sistem Pembayaran

Sistem pembayaran dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga dan mekanisme yang digunakan untuk pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.

Dalam aturan international trade logistic sendiri setidaknya dikenal tiga metode pembayaran pengiriman barang yang terkait dengan dunia perdagangan export dan import. Metode pembayaran yang dimaksud yakni berupa FOB, CNF dan CIF.

Perbedaan FOB, CNF dan CIF

Berbicara mengenai metode pembayaran FOB (Free On Board), CNF (Cost and Freight) dan CIF (Cost, Insurance and Freight) lantas hal-hal apa saja yang membedakan ketiganya?. Untuk menjawab rasa penasaran anda simak pembahasan berikut yuk.

1. FOB (Free on Board)

FOB adalah singkatan dari Free On Board. FOB ini merupakan salah satu skema internasional yang mengatur hak dan kewajiban antara penjual (eksportir) dan pembeli (importir) dalam melakukan kegiatan jual-beli internasional dengan menggunakan sarana angkutan laut.

  • FOB dikenal sebagai kondisi penyerahan barang yang sudah disepakati antara eksportir dan importir dimana penetapan harga yang dihitung berdasarkan pada nilai barang ditambah semua biaya sampai barang tiba di atas kapal (on board).
  • Biaya yang ditanggung eksportir meliputi biaya bea atau pajak ekspor, biaya angkut dari gudang ke pelabuhan, biaya muat dari pelabuhan ke atas kapal dan biaya menyusun komoditi di atas kapal.
  • Sementara biaya yang ditanggung importir meliputi biaya asuransi, bongkar muat di pelabuhan yang dituju, serta biaya angkut sampai komoditi dibawa ke dalam gudang.

Sistem Pembayaran

Sumber : Go Fashion - Fashion for Global Market, Dina Midiani 2021

Konsep dasar dari pelaksanaan FOB yaitu:

  • Eksportir memiliki kewajiban untuk menyerahkan barang sampai di atas kapal, menyiapkan izin ekspor, menyiapkan biaya pajak, dan membuat “clean on board receipt”.
  • Importir memiliki kewajiban dalam mengurus angkutan, kontrak angkutan, membayar kargo dan menanggung urusan asuransi.

Batas pemindahan tanggung jawab (bila terjadi kehilangan atau kerusakan barang) dari eksportir ke importir adalah pagar kapal. Ketika sudah melewati pagar kapal barang bukan lagi menjadi tanggung jawab eksportir, tetapi hal ini juga bisa berubah tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak.

Meskipun menjadi tanggung jawab dari eksportir, tetapi biaya muat barang bisa juga dibagi antara eksportir dan importir sesuai dengan kesepakatan. Terkait dengan ongkos kirim barang terdapat dua jenis FOB yang dikenal dalam dunia ekspor-impor yaitu FOB Destination dan FOB Shipping Point.

  • FOB Destination

FOB Destination memiliki syarat ongkos kirim ditanggung oleh penjual atau eksportir. Dalam hal ini eksportir menanggung segala risiko terhadap barang dan akan berakhir tanggung jawab tersebut setelah sampai di tangan pembeli atau importir.

  • Proses pencatatan pembelian barang baru akan dilakukan jika barang sudah sampai di tangan pembeli.
  • Besaran biaya angkut tidak akan diketahui oleh pihak pembeli sehingga tidak dicantumkan pada pembukuan di sisi pembeli.
  • Dalam sistem FOB destination importir hanya akan mencatat harga beli dari barang tersebut.
  • FOB Shipping Point

Sedikit berbeda dengan FOB Destination, FOB Shipping Point memiliki syarat ongkos kirim menjadi tanggung jawab pihak pembeli atau importir.

  • Dalam sistem FOB shipping destination, importir akan menanggung segala risiko pengiriman hingga mencapai gudang.
  • Barang yang dibeli importir sudah beralih tanggung jawabnya ke pembeli meskipun barang masih dalam perjalanan.

2. CNF (Cost and Freight)

CNF adalah singkatan dari Cost and Freight. Dalam sistem CNF ini biaya perjalanan barang di atas kapal sampai ke pelabuhan terdekat dengan importir ditanggung oleh eksportir, tetapi tidak termasuk biaya asuransi barang.

  • Biaya ditanggung di sini adalah biaya perjalanan barang sampai di pelabuhan saja.
  • Begitu sampai di pelabuhan terdekat importir, akan ada biaya tambahan lain seperti asuransi barang, pajak dan biaya lain untuk mengeluarkan barangnya dari pelabuhan sampai gudang.

Sistem Pembayaran

Sumber : Go Fashion - Fashion for Global Market, Dina Midiani 2021

Konsep dasar dari pelaksanaan CNF yaitu:

  • Eksportir menyiapkan barang sebelum atau tepat pada waktu pengapalan yang disebutkan dalam kontrak dagang ekspor.
  • Mengontrak perusahaan pelayaran untuk menyediakan ruang kapal tepat pada waktu yang dijanjikan serta pelabuhan tujuan yang dimaksud dalam kontrak dagang ekspor.
  • Eksportir membayar ongkos angkut (freight) dari pelabuhan muat sampai ke pelabuhan tujuan yang diinginkan pembeli.
  • Penyerahan barang di atas kapal yang dikontak sendiri oleh eksportir.
  • Syarat perdagangan CNF dapat ditawarkan oleh eksportir kepada pembeli bila perusahaan pelayaran nasional (shipping company) cukup kompetitif.

3. CIF (Cost, Insurance and Freight)

CIF adalah singkatan dari Cost, Insurance and Freight. Sesuai dengan namanya CIF ini sifatnya sama persis dengan CNF, hanya saja biaya asuransi sudah ditanggung oleh eksportir. Fasilitas transportasi atau pengiriman barang bisa berupa kapal atau pesawat terbang.

Dengan memilih sistem pembayaran CIF eksportir memiliki kewajiban menanggung biaya perjalanan hingga sampai di pelabuhan negara tujuan, menanggung biaya pengangkutan muatan dan kargo, serta juga menanggung biaya asuransi barang.

Sistem Pembayaran

Sumber : Go Fashion - Fashion for Global Market, Dina Midiani 2021

Konsep dasar dari pelaksanaan CIF yaitu:

  • Eksportir menyediakan barang sesuai dengan perjanjian dalam kontrak.
  • Eksportir mengurus semua pengemasan barang sesuai standar pengangkutan barang.
  • Eksportir mengurus semua perizinan ekspor termasuk dalam hal pengamanan dan kepabeanan.
  • Eksportir mengurus proses pengiriman hingga barang masuk ke kapal.
  • Eksportir mengurus proses pembayaran premi asuransi barang.

Dengan memilih sistem pembayaran CIF, pembelian dan pengiriman barang memang jatuhnya lebih mahal. Meski demikian sistem CIF ini justru dianggap lebih praktis dan mudah karena importir tidak perlu lagi memikirkan ongkos dan asuransi serta segala prosedur yang menyertainya.

Tapi harus diingat juga, sekalipun biaya ongkos kirim dan jasuransi sudah tercover tidak menutup kemungkinan jika timbul biaya tak terduga ketika barang tiba di pelabuhan. Biaya yang dimaksud meliputi biaya bea cukai impor, pajak, bongkar muat dan pengiriman barang menuju tempat tujuan.

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai perbedaan antara FOB, CNF DAN CIF dalam kegiatan ekspor impor produk fashion yang dapat kami rangkum untuk anda. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa:

  • Dalam sistem FOB eksportir hanya menanggung biaya pengiriman ke pelabuhan negara asal (pelabuhan terdekat eksportir).
  • Dalam sistem CNF eskportir menanggung biaya pengiriman sampai ke pelabuhan negara tujuan (pelabuhan terdekat importir) tapi tidak termasuk biaya isuransi.
  • Dalam sistem CIF eksportir menanggung biaya pengiriman sampai ke pelabuhan negara tujuan termasuk biaya asuransinya.

Mau belajar mendesain dan membuat baju sendiri tapi masih bingung harus memulainya dari mana?. Sebagai referensi anda bisa mendownload E-Book dan Video Tutorial yang kami miliki.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.