Article

Homepage Article Jahit Menjahit Langkah-Langkah Membuat…

Langkah-Langkah Membuat Fragmen atau Prototype Baju Dalam Desain Fashion

Punya ketertarikan tersendiri dengan dunia desain fashion?. Mungkin banyak diantara anda yang belum tahu bahwa untuk menghasilkan busana kelas dunia yang  diperagakan di atas runway, perlu dibuat yang namanya prototype baju. Buat anda yang mau tahu cara pembuatannya simak pembahasan berikut yuk.

Definisi Fragmen

Fragmen dalam bidang desain fashion dapat didefinisikan sebagai prototype baju yang dibuat sebelum dikembangkan menjadi model baju yang lebih kompleks atau justru dibuat khusus untuk pengembangan model baju tertentu sebelum dibuat dalam skala sebenarnya atau diproduksi secara massal.

Prototype Baju

Sumber : https://id.pinterest.com/

Tujuan membuat fragmen sendiri tidak lain adalah untuk melihat apakah desainnya sudah sesuai dengan yang diinginkan konsumen atau belum. Dengan demikian kesalahan yang mungkin timbul selama proses produksi busana bisa diminimalisir semaksimal mungkin sehingga lebih menghemat waktu dan biaya.

Prototype Baju

Sumber : https://www.burdastyle.com/

Lebih lanjut beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari pembuatan fragmen atau prototype baju dalam merancang sebuah busana diantaranya:

  1. Bisa melihat apakah model baju atau desainnya sudah sesuai dengan yang diinginkan konsumen.
  2. Menghemat bahan, karena bahan kain yang digunakan dalam membuat fragmen dihitung dan dirancang dengan sangat teliti.
  3. Tidak ada kemungkinan kekurangan bahan dalam membuat sebuah pakaan dan kalaupun ada kelebihan bahannya tidak akan tersisa banyak.
  4. Membuat prototype baju bisa menjadi salah satu cara paling ampuh untuk menemukan kesalahan dan kegagalan sebelum produk baju benar-benar dijual ke pasaran.

Prototype Baju

Sumber : https://simplebooklet.com/

Proses Pembuatan Fragmen

Mau tahu lebih detail lagi bagaimana sebuah fragmen atau contoh baju dibuat?. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai cara pembuatan prototype sebuah model baju anda bisa menyimak pembahasan berikut.

1. Tentukan Ide

Sebelum membuat fragmen atau prototype pakaian pertama-tama temukan terlebih dahulu ide desain anda. Untuk masalah yang satu ini anda bisa melihat referensi trend forecast di biro-biro fashion forecasting atau bisa juga melihat hal-hal yang menarik di sekitar anda.

Tema yang dijadikan sebagai sumber ide dalam proses kreatifitas bisa bermacam-macam. Misalnya saja tema yang berbau tradisional, modern, etnik ataupun budaya kontemporer yang mengacu pada trend yang berkembang pada masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang.

2. Membuat Mood Board

Setelah menentukan ide desain mulailah membuat mood board atau semacam kolase yang terdiri dari komposisi gambar, foto, kliping atau sketsa yang memuat suasana, warna dan tema yang nantinya akan diwujudkan menjadi suatu karya nyata agar tidak menyimpang dari tema yang telah ditentukan.

Khusus untuk bidang fashion isi atau materi yang dimuat dalam sebuah mood board secara umum tidak jauh-jauh dari beberapa hal berikut:

  • Tema dan karakter yang akan diangkat dalam sebuah karya desain baju.
  • Penggayaan busana yang sedang trend (image style).
  • Komposisi warna yang akan digunakan dalam pembuatan desain busana (image colour).
  • Corak bahan bila akan mengangkat corak tertentu pada koleksi yang akan dibuat.

Beberapa fungsi penting dari mood board yang perlu anda ketahui diantaranya:

  • Memberikan gambaran mengenai tujuan dan manfaat yang akan diperoleh dari karya yang hendak dibuat.
  • Sebagai media perencanaan pada pelaksanaan industri busana dan kriya tekstil seperti garmen dan butik.
  • Moodboard akan mengungkapkan gambaran awal bagaimana suasana, warna dan tema desain baju yang akan diwujudkan.
  • Merumuskan berbagai macam ide dan gagasan yang semula bersifat abstrak menjadi sebuah karya yang bersifat konkret.
  • Mood board dapat digunakan sebagai langkah awal untuk menumbuhkan kepercayaan klien. Mood board yang baik akan membuat seorang desainer terlihat lebih professional.
  • Mood board juga dapat digunakan sebagai panduan untuk mengembangkan suatu desain terkait dengan apa yang diinginkan oleh klien.

Bila diurutkan satu persatu, langkah-langkah yang harus dilalui dalam membuat mood board sendiri bisa digambarkan sebagai berikut:

  • Menentukan tema atau judul desain serta menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat mood board.
  • Setelah menentukan tema, sekarang anda bisa mulai mengumpulkan berbagai elemen penyusun mood board.
  • Susun dan tempelkan potongan gambar-gambar pada papan atau karton yang berukuran besar sesuai tema yang sudah anda ditentukan.
  • Jika referesi gambar yang anda kumpulkan belum menggambarkan tema desain secara jelas, maka anda perlu menambahkan sedikit keterangan sebagai informasinya.
  • Setelah mood board jadi anda bisa membayangkan akan seperti apa hasil busana yang nantinya akan didapatkan.

3. Membuat Sketsa Mode

Dari sinilah mulai dibuat illustrasi atau sketsa mode yang tentunya sudah disesuaikan dengan jenis bahan atau corak busana yang hendak dibuat. Pembuatan desain sketsa ini penting untuk dilakukan agar pemotongan kain dan penjahitan desain benar-benar dapat terealisasi sesuai harapan.

  • Sketsa mode ini biasanya disesuaikan dengan season (musim), satu kesatuan tema dan occassion dimana busana itu akan dikenakan.
  • Semua sketsanya tentu bukan gambar biasa tapi sebuah imajinasi dari desainer untuk membuat busana yang dia yakin bisa diwujudkan.

Tahap-tahap yang harus dilalui untuk membuat sketsa mode yang berkualitas diantaranya:

Tentukan pose yang anda inginkan. Sebagai pemula anda bisa menggambarkan model yang sedang berdiri atau berjalan saat memperagakan busana.

  • Buat proporsi tubuh dengan garis tipis pada kertas sketsa. Pastikan proporsi tubuh yang anda buat sudah tepat baik dari segi perbandingan maupun kedudukannya.
    • Buatlah kepala dan garis tubuh seorang manusia.
    • Tambahkan bagian dada dan pinggul.
    • Panjangkan batang tubuh supaya benar-benar membentuk tubuh manusia.
    • Perhatikan garis lengkung di setiap sisi.
    • Bentuk leher dan wajah model tersebut.
    • Lakukan penggambaran dari kepala hingga kaki.
  • Mulailah membuat rancangan busana pada proporsi tubuh, mulai dari bagian atas busana turun ke bawah sesuai dengan pose.
  • Buatlah kreasi sketsa mode sesuai desain yang anda inginkan. Caranya isi busana dengan drape pada bagian yang terlipat sesuai dengan bentuk busana dan pose.
  • Lengkapi detail wajah, rambut, asesoris, motif dan setikan-setikannya.
  • Hapus bagian-bagian yang tidak diperlukan kemudian pertebal rancangan desain anda dengan menggunakan pensil yang bernomor lebih besar.
  • Pindah rancangan desain anda ke dalam kertas gambar.

4. Membuat Desain Produksi

Selanjutnya dari illustrasi desain yang sudah disepakati dengan beberapa pedoman dari desainer mulailah dibuat gambar desain produksi berikut ukuran detail baju yang kemudian direalisasikan menjadi pattern atau pola baju.

  • Sebagai pedoman dalam proses produksi, keberadaan gambar desain produksi (production sketching) yang lengkap dan jelas sangat diperlukan untuk mengakomodasi keseluruhan sistem.
  • Untuk meminimalisir kesalahan dalam menterjemahkan desain, semua detail pada model busana yang akan diproduksi hendaknya digambar lengkap dan disertai dengan keterangan yang mendukung.

5. Membuat Pola Baju

Buat pola sesuai model baju dan ukuran yang sudah ditetapkan. Untuk menghasilkan pola baju yang benar-benar tepat pahami juga dasar-dasar pengambilan ukuran badan. Sebab kesesuaian pola dasar pakaian dengan bentuk tubuh akan sangat berpengaruh terhadap hasil pembuatan pakaian.

Setelah menentukan ukuran baju yang akan dibuat selanjutnya buat pola baju berdasarkan ukuran. Tujuan utama dari pembuatan pola baju sendiri secara umum dapat digambarkan sebagai berikut.

  • Mempermudah pekerjaan menjahit, mengefektifkan pemakaian bahan kain dan menjadikan ketepatan bentuk pakaian.
  • Pola dipersiapkan agar penjahit tidak mengalami kerugian bahan dan untuk menghemat waktu pada mengerjakan menjahit.
  • Dengan adanya pola baju maka penjahit bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai potongan dari bentuk baju yang nantinya akan disatukan.
  • Pola baju bisa dijadikan sebagai acuan dalam memotong dan menjahit baju. Semakin detail pola baju yang dibuat maka akan semakin bagus hasil yang didapatkan.
  • Dengan dibuatnya pola tingkat kesalahan kerja diharapkan dapat diminimalisir sehingga hasil jahitan dapat disesuaikan dengan ukuran yang diinginkan.

Beberapa faktor penting yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap kualitas pola pakaian diantaranya:

  • Ketepatan dalam mengambil ukuran serta ketelitian dalam menganalisa dan menentukan posisi titik dan garis tubuh.
  • Kemampuan dalam menentukan garis pola, seperti lingkar kerung lengan, bentuk lengan dan kerah.
  • Ketepatan dalam memilih kertas untuk pola, seperti kertas dorslag, kertas karton manila atau kertas koran.
  • Kemampuan dan ketelitian memberi tanda dan keterangan setiap bagian bagian pola baju.
    • Tanda pola bagian muka dan belakang.
    • Tanda serat kain atau arah benang
    • Tanda kerutan atau lipit.
    • Tanda kampuh dan tiras.
    • Tanda kelim.
  • Kemampuan dan ketelitian dalam menyimpan atau mengarsipkan pola.

6. Membuat Fragmen

Setelah proses desain produksi dan pembuatan pola selesai dilakukan mulailah masuk ke tahap pembuatan contoh baju dan fitting dengan menguji kembali apakah jatuh pakaiannya sudah baik.

  • Untuk memudahkan anda dalam menentukan kebutuhan bahannya, fragmen bisa dibuat menggunakan ukuran skala (ukuran kecil) terlebih dahulu atau dapat juga langsung menggunakan pola-pola besar.
  • Periksa apakah produk yang dihasilkan sudah sesuai dengan gambar desain produksi dan standar ukuran baju yang dibuat sebelumnya.
  • Bila semua syarat sudah terpenuhi maka jadilah yang namanya prototype, sample/contoh standard produksi untuk standarisasi bahan, jahitan, aksesori, pemasangan label dan packaging.

Hal terpenting yang perlu anda ingat bila ingin membuat fragmen atau prototype baju yaitu langkah-langkah di atas tentunya bukanlah proses baku karena setiap individu atau perusahaan pasti juga punya cara masing-masing yang disesuaikan dengan budaya kerja, financial support dan jenis usaha yang ditekuninya.

Bahan Untuk Prototype Baju

Terkait dengan material utamanya, dalam membuat prototype baju sendiri penggunaan bahan yang tepat menjadi salah satu hal paling penting yang harus diperhatikan. Kalau bisa pilih bahan yang sama dengan pakaian yang sebenarnya atau bisa juga menggunakan bahan yang memiliki karekteristik mirip.

Butuh bahan kain yang berkualitas bagus untuk membuat fragmen atau prototype baju?. Pastikan jenis kain yang anda pilih memiliki karakteristik yang tidak terlalu kaku, cukup halus, mudah dibentuk dan tidak terlalu tebal seperti halnya kain blacu, kain muslin, kain mori atau bahan lain yang sejenis.

1. Kain Blacu

Kain blacu termasuk ke dalam salah satu jenis kain yang warnanya masih murni atau asli karena belum mengalami proses pewarnaan atau pemutihan. Kain ini biasanya dijual di pasaran dalam keadaan grey atau belum diputihkan.

  • Kain blacu merupakan kain yang masih mentah.
  • Warna alami kain blacu kebanyakan berupa putih tulang atau kecoklatan.
  • Kain blacu memiliki sifat fleksibel sehingga sangat mudah dibentuk menjadi berbagai macam model.
  • Kain blacu juga termasuk kedalam jenis kain yang aman dan ramah lingkungan karena bahan dasar pengolahannya alami.
  • Kain blacu dapat ditemukan dengan mudah salah satunya digunakan sebagai pembungkus tepung terigu.

Karakteristik kain blacu yang fleksibel sangat pas jika digunakan untuk membuat fragmen atau prototype baju. Bahan blacu biasanya juga banyak dipilih oleh para penjahit lantaran harganya relatif murah dan mudah didapatkan.

Berdasarkan tingkat ketebalan bahannya ada bermacam-macam jenis bahan blaco yang dapat dipergunakan sesuai dengan desain baju, diantaranya:

  • Blacu kasar, digunakan untuk pemula karena sangat mudah diketahui arah serat kainnya.
  • Blacu ringan atau tipis, digunakan untuk membuat desain baju dengan mode yang ditekankan pada kelembutan bahan atau soft draping.
  • Blacu tebal, digunakan pada pembuatan pakaian pria atau jenis pakaian jas (tailored garment).

2. Kain Muslin

Jenis kain berikutnya yang bisa digunakan untuk membuat fragmen atau prototype baju yaitu berupa kain muslin atau mousseline. Kain muslin ini merupakan sejenis kain katun dengan tenunan polos.

  • Kain muslin umumnya dibuat dalam berbagai varian dari yang ringan dan halus sampai yang berat dan kasar.
  • Kain muslin dapat digunakan untuk menguji kecocokan garmen sebelum memotong kain yang lebih mahal.
  • Tujuan digunakannya kain muslin dalan desain baju yaitu untuk menghindari kesalahan dalam memotong bahan dan meminimalisir biaya yang harus dikeluarkan misal terjadi kesalahan yang tidak diinginkan.
  • Kain muslin biasanya cenderung lebih tipis dibandingkan dengan kain blacu.

Ketika menjahit pakaian, kain muslin dapat digunakan untuk menguji kecocokan garmen sebelum memotong bahan kain sesungguhnya yang memiliki harga lebih mahal. Prototype pakaian yang dibuat dari kain ini sering disebut “muslin” dan prosesnya disebut “membuat muslin".

3. Kain Mori

Kain mori termasuk kedalam jenis kain tenun benang kapas hasil olahan pabrik yang dibuat dengan teknik anyaman polos dan diputihkan. Kain mori umumnya memiliki ketebalan, kehalusan dan kerapatan yang sempurna untuk membatik maupun membuat prototype baju batik.

Berdasarkan tingkat kehalusannya, kain mori dari katun juga dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu golongan yang sangat halus disebut primissima, golongan ya halus disebut prima dan golongan sedang disebut biru dan golongan kasar yang biasa disebut kain grey.

  • Kain mori primissima termasuk kedalam jenis kain mori kualitas terbaik yang memiliki anyaman padat. Kain ini biasanya juga sering digunakan untuk batik tulis premium.
  • Kain mori prima merupakan jenis bahan kain dengan kualitas sedang yang memiliki spesifikasi nomor benang sedikit lebih kasar dan tingkat ketebalan benangnya lebih rendah.
  • Kain mori biru merupakan jenis kain mori kualitas rendah dengan spesifikasi nomor benang, tebal benang dan pegangan kain yang lebih kasar.
  • Kain mori jenis grey biasa di katakan sebagai “bahan unfinish” yang tidak mengalami proses pemutihan sehingga warna alaminya masih tetap terjaga.

Demikian pembahasan singkat mengenai cara mudah membuat fragmen atau prototype baju beserta bahan kain yang bisa digunakan untuk membuatnya. Kalau sahabat Fitinline mau tahu lebih banyak tentang tips dan trik seputar desain fashion yang tidak kalah menarik simak terus artikel dari kami ya. 

Ingin membuat baju untuk keperluan pribadi maupun keperluan produksi tapi masih suka bingung bagaimana cara menggambar polanya?. Kalau mau cara yang lebih praktis anda bisa mendownload pola baju siap pakai dari kami Di Sini.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.