Article

Homepage Article Batik Batik Cap

Batik Cap

Mau tetap pakai busana batik dengan harga terjangkau? Pilih saja batik cap. Batik cap berbeda dengan printing karena batik cap masih menggunakan kaidah-kaidah pembatikan, sedangkan printing sebenarnya hanya kain yang bermotif batik. Batik cap biasanya memiliki motif yang berulang dan lebih simpel dibanding dengan batik tulis. Yuk simak caranya membuat canting capnya dan cara membatiknya....

Motif pada batik cap dihasilkan oleh canting cap. Canting cap berbeda dengan canting pada batik tulis baik bentuk maupun cara menggunakannya.

Canting cap

(Sumber gambar: http://batikcity.com)

Proses pembuatan canting cap adalah sebagai berikut:

  1. Pola digambar pada selembar kertas sebagai panduan.
  2. Lembaran tembaga dipotong-potong dan dilengkungkan mengikuti pola pada kertas. Bila tidak ada tembaga lembaran, kabel tembaga harus ditempa dulu sampai pipih.
  3. Untuk membuat pola titik-titik, tembaga dipotong-potong seperti sisir kemudian dilengkungkan sesuai ragam hias yang dikehendaki.
  4. Potongan-potongan tembaga yang telah dibentuk mengikuti pola kemudian disatukan, diikat dengan patri, dan didudukkan pada lempengan tembaga. Patri dibuat dari boraks dan seng sari (zinc).
  5. Untuk mengunci serta menghaluskan permukaan cap, maka cap yang sudah terbentuk sesuai pola direndam di genangan getah gondorukem panas. Angkat dan biarkan dingin mengering. Lalu, cap berlapis getah gondorukem diamplas dan dikikir sampai permukaannya rata dan halus.
  6. Untuk mengkilatkan, permukaan cap dioles dan digosok dengan bara arang.

Bahan-bahan untuk batik cap hampir sama dengan batik tulis. Kebanyakan batik cap menggunakan kain mori prima dan biru, untuk batik cap halus digunakan kain mori primisima. Perbandingan campuran bahan malamnya berbeda dengan malam untuk batik tulis. Tak perlu malam kualitas bagus karena proses pembuatan pembatikan relatif lebih singkat.

Peralatan yang digunakan adalah:

1. Meja Cap, terbuat dari kayu, dengan ukuran kurang lebih tinggi 80 cm, lebar 80 cm, panjang 1 meter. Ukuran panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran kain mori. Tinggi meja dibuat sedemikian rupa sehingga orang yang mencap dapat bekerja dengan baik dan nyaman. 
Permukaan meja cap harus dilapisi dengan kasur/busa, kain blacu dan kain serak tipis. Kasur terbuat dari kapuk randu, setebal kurang lebih 10 cm dan dibuat rata agar hasil pengecapan bagus. Kain blacu berukuran lebih besar sedikit dari meja atau kasur, yang digunakan untuk menutup bagian atas kasur. Kegunaannya untuk menjaga agar pada waktu pengecapan malam yang mungkin menembus kain, tidak langsung kena kasur. Kain serak tipis ukurannya sama dengan kain blacu. Kain ini yang terletak di bagian dalam dan selalu dalam keadaan lembab (diseka dengan larutan soda abu).

Meja untuk mengecap

(Sumber gambar: http://www.wisata-batik.com)

Ingin belajar membatik? Klik Disini untuk melihat video tutorial membatik.

2. Loyang, tempat memanaskan malam. Loyang terbuat dari tembaga berbentuk lingkaran dengan garis tengah kurang lebih 40 sampai 50 cm, tinggi kurang lebih 4,5 cm. Berat loyang tersebut ada yang 3½ kg dan 5 kg. Saringan tembaga (angsang tembaga) yang ditempatkan di dalam loyang. Bentuknya persegi dan diberi lubang-lubang. Saringan kawat (angsang kawat) atau kawat yang lembut dari tembaga (kawat spoel) dibuat sedemikian tidak teratur tetapi rapat, menjadi bentuk segi empat yang berfungsi sebagai alat penyaring yang halus. Kawat tersebut dibuat pipih rata setebal kurang lebih ½ cm. Kain-kain (serak kasar dan serak halus). Ini digunakan untuk menutup saringan-saringan dari kawat tadi dan serak halus diletakkan dibagian teratas.

Loyang

(Sumber gambar: http://www.wisata-batik.com)

Loyang

(Sumber gambar: http://www.wisata-batik.com)

3. Kompor, menggunakan kompor minyak ataupun kompor gas. Posisi kompor terletak agak tinggi sehingga dibuatkan tempat khusus kompor.

Dudukan kompor

(Sumber gambar: http://www.wisata-batik.com)

4. Canting Cap adalah alat pokok untuk melekatkan malam pada proses pengecapan. Terbuat dari plat tembaga yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah motif batik. Canting cap terdiri dari tiga bagian: Bagian muka yang berbentuk susunan plat tembaga yang membentuk pola batik. Bagian dasar, untuk melekatkan bagian muka dan disebut “andangan”. Tangkai cap (garan) untuk pegangan pada waktu mencap.

Canting Cap

(Sumber gambar: http://batikcity.com)

Ingin membeli alat-alat membatik? Klik Disini untuk mendapatkan alat-alat membatik.

5. Alat-alat pembantu lainnya, misal: gunting, waskom atau leregan, alat kemplong, sarung tangan karet dan celemek.

Seperti halnya pada canting tulis (canting klowong, cecek, dan ngeblok), canting cap pun bermacam-macam. Canting cap sesuai dengan penggunaanya ada tiga macam:

  1. Canting cap klowong, terdiri dari canting cap klowong rengreng dan canting cap klowong terusan.
  2. Canting cap tembokan, terdiri dari canting cap tembokan rengreng dan canting cap tembokan terusan.
  3. Canting cap jeblog, terdiri dari canting cap jeblog rengreng dan canting cap jeblog terusan.
  4. Canting cap biron, terdiri dari canting cap biron rengreng dan canting cap biron terusan.

Penggunaan canting cap klowong tidak ubahnya dengan membatik tulis klowong. Untuk pekerjaan selanjutnya harus menggunakan canting cap tembokan pada pekerjaan menembok. Sedangkan canting cap jeblog merupakan suatu canting cap dimana klowong rengreng dan tembokannya menjadi satu. Canting cap biron terdapat hanya di daerah-daerah pusat pembatikan tertentu misalnya Banyumas dan Pekalongan. Canting cap biron tersebut di samping digunakan untuk mbironi juga digunakan untuk merining.

Proses pengecapannya relatif mudah dan sederhana, namun perlu ketelitian. Garis cap yang satu dengan yang lain harus ketemu agar rapi dan tidak berantakan. Caranya yaitu kain mori diletakkan diatas meja cap kemudian canting cap yang sudah terkena malam langsung dicapkan ke kain. Pengecapan bisa dilakukan dari pinggiran kain maupun dari tengah kain. Tergantung motif yang akan dibuat, satu motif atau lebih dari satu motif.

Pengecapan

Ingin membeli batik tulis eksklusif? Klik Disini untuk melihat katalog kain batik.

Mudah lhoo untuk membedakan batik cap dengan batik tulis ataupun batik printing. Berikut beberapa ciri khasnya, batik cap dibuat dengan menggunakan cap namun tetap menggunakan teknik batik (malam sebagai bahan perintang warna). Antara motif yang satu dengan motif lainnya pasti sama. Ukuran garis motif relatif lebih besar dibandingkan dengan batik tulis. Bentuk isen-isen tidak rapi, agak renggang dan agak kaku. Apabila isen-isen agak rapat maka akan terjadi mbeleber (goresan yang satu dan yang lainnya menyatu, sehingga kelihatan kasar). Gambar batik tembus pada kedua sisi kain. Warna dasar kain biasanya lebih tua dibandingkan dengan warna pada goresan motifnya. Hal ini disebabkan batik cap tidak melakukan penutupan pada bagian dasar motif yang lebih rumit seperti halnya yang biasa dilakukan pada proses batik tulis. Harga batik cap relatif lebih murah dibandingkan dengan batik tulis.

Kelebihan batik cap adalah waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan sehelai kain batik cap lebih cepat dibanding batik tulis. Harga relatif murah karena kualitasnya masih kalah dengan batik tulis. Bisa diproduksi semi massal.

Kelemahannya yaitu pembuatan canting cap cukup rumit dan lama dan hanya terbatas pada motif-motif tertentu, karenanya tidak semua motif batik dapat dibuat canting capnya. Motifnya monoton sehingga kurang istimewa dan kurang eksklusif.

Tinggal pilih mau memakai baik tulis atau batik cap, yang penting tetap memakai produk dalam negeri dan melestarikan kebudayaan yang kita punya kan...

Tags: jual kain, jual kain batik, jual batik, jual kain batik murah, toko kain, toko kain batik, toko batik, toko batik online, toko kain batik online, beli kain, beli kain batik, beli batik, batik indonesia, belanja batik, belanja batik online, motif batik, harga batik

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.