Article

Homepage Article Kain Tekstil 9 Jenis Bahan Kain Yang…

9 Jenis Bahan Kain Yang Biasa Digunakan Untuk Membuat Kain Batik Indonesia

Terbuat dari bahan dasar apakah kain batik yang anda pakai?. Jika selama ini anda beranggapan bahwa semua kain batik itu berasal dari kain mori atau kain katun maka setelah membaca artikel ini mungkin anda akan terkejut. Sebab jenis-jenis kain yang biasa dipakai untuk membuat batik Indonesia sendiri sangat banyak dan bervariasi lho.

Kain Batik

Sumber : https://shopee.co.id/

Berbicara mengenai kain batik lantas bahan apa saja ya yang kira-kira cocok dipakai untuk membuat batik itu sendiri?. Supaya tidak salah pilih kenali dulu yuk berbagai jenis kain yang bisa dipakai oleh para pengrajin untuk menciptakan kain batik yang berkualitas dan bermutu tinggi. 

Kain Batik

Sumber : https://tokobersatu.id/

Kain Grey

Kain grey biasa di katakan sebagai “bahan unfinish” yang tidak mengalami proses pemutihan sehingga warna alaminya masih tetap terjaga. Sebagai bahan dasar batik, kain grey ini kebanyakan dibuat dari tenunan banang kapas jadi sangat cocok digunakan sebagai busana wanita maupun aksesoris. 

Kain Batik

Sumber : https://www.kawaiifabric.com/

Kain grey untuk batik sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Beberapa diantaranya ada yang berupa kain blacu, kain tenun yang dibuat oleh alat tenun bukan mesin (ATBM) dan kain tenun gedhog. Bagaimanapun metode pembuatannya kain grey sangat bagus digunakan untuk menciptakan batik yang indah.

Kain Dobby

Kain tenun doby yang biasa disebut juga sebagai kain tenun timbul pada dasarnya termasuk ke dalam jenis bahan kain yang diperoleh dari kombinasi antara katun dan polyester.  Campuran bahan alami dan sintetis ini akan menghasilkan kain yang memiliki pola cukup menarik misalnya motif serat kotak, garis atau abstrak.

Beberapa motif dobby yang paling terkenal diantaranya berupa:

  • Dobby motif herringbone.
  • Dobby baron.
  • Dobby crystal.
  • Dobby salur.
  • Dobby kotak-kotak.

Kain Batik

Sumber : http://plazakain.com/

Dikalangan para pembatik, jenis kain yang biasa disebut dengan nama dobby ini pada prinsipnya sangat terkenal karena mempunyai tekstur cukup halus. Meski kualitasnya tidak sebaik sutra, kain dobi ini tergolong kain yang diminati orang-orang menengah dan atas lantaran harga batiknya cukup mahal.

Kain Batik

Sumber : https://www.bukalapak.com/

Selain dibuat dari campuran katun dan polyester, terdapat pula kain dobby yang dibuat menggunakan bahan 100% benang katun mesres bakar bulu (katun yang melalui proses bakar bulu) dan dobby yang terbuat dari bahan benang sutra. Tingkatan kualitasnya juga bervariasi, mulai dari yang halus sampai yang kasar.

Kain Serat Nanas

Kain serat nanas secara umum memiliki tekstur yang lumayan kasar mirip seperti kain dobi. Pemanfaatan serat nanas sebagai bahan dasar kain sendiri konon sudah dilakukan sejak lama bahkan sebelum kapas diolah menjadi kain katun. Disisi lain kain serat nanas pun sering digunakan sebagai bahan untuk membatik lho.

Kain Batik

Sumber : https://catatanfashion.wordpress.com/

Untuk menciptakan kain serat nanas yang berkualitas, bagian nanas yang bisa diolah menjadi kain salah satunya adalah bagian daun. Pemilihan bagian daun ini terjadi karena daun nanas tidak memiliki tulang pada bagian daunnya, sehingga serat ini pun akan menjadi semakin kuat untuk mempertahankan bentuk daun.

Kain Batik

Sumber : http://bobo.grid.id/

Beberapa ciri paling khas yang membedakan kain serat nanas dengan jenis kain lainnya yaitu:

  • Kain yang dihasilkan oleh serat nanas ciri-cirinya mengilap dan masih memperlihatkan sulur-sulur.
  • Kain serat nanas sangat cocok digunakan pasa malam hari karena mampu memberikan kehangatan.
  • Hampir semua kain serat nanas mempunyai tingkat kualitas yang berbeda-beda, ada yang sangat kasar namun ada juga yang halus tergantung.
  • Sebagai bahan batik Indonesia kain serat nanas ini akan terlihat eksklusif dibandingkan dengan jenis bahan lainnya.

Kain Batik

Sumber : https://id.carousell.com/

Untuk membuat kain serat nanas ini pemilihan daunnya juga tidak sembarangan. Sebab usia terbaik untuk menggunakan serat nanas adalah 1 hingga 1,5 tahun setelah ditanam. Jika tanaman nanas yang dipilih terlalu muda maka serat kain yang dihasilkan tidak akan kuat. Kalau tanaman nanasnya terlalu tua serat kain akan menjadi kasar.

Kain Paris

Kain paris untuk batik termasuk ke dalam jenis kain yang teksturnya lembut dan jatuh. Sepintas bahan kain paris ini memang tampak tipis, padahal kalau dilihat dari segi kekuatannya kain paris tergolong lumayan bagus jika dibandingkan dengan jenis kain untuk batik yang lainnya. 

Kain Batik

Sumber : https://id.carousell.com/

Kain Mori

Kain mori merupakan sejenis kain berwarna putih polos yang memiliki ketebalan, kehalusan, dan kerapatan yang sempurna sehingga sangat sesuai jika digunakan untuk membatik. Jenis kain yang biasa disebut sebagai “cambric” pada dasarnya juga termasuk kedalam jenis kain tenun benang kapas yang dibuat dengan teknik anyaman polos dan diputihkan.

Kain Batik

Sumber : https://infobatik.id/

Sebagai bahan dasar batik kain mori ini sebenarnya dapat dibedakan menjadi berbagai tingkatan kualitas tergantung pada seperti apa jenis benang tenun yang digunakan dan kerapatan anyaman kainnya. Beberapa jenis kain yang dimaksud yaitu kain mori primissima, mori prima, mori biru, mori berkolissima, mori voilissima dan mori shantung.

Kain Batik

Sumber : https://www.tokopedia.com/

a. Kain Mori Primissima

Kain mori primissima merupakan jenis kain mori kualitas tinggi yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:  

  • Kain mori primissima memiliki konstruksi benang Ne 50-56, dengan kepadatan (tetel) benang lusi yaitu antara 105-125 per inch (42-50 cm).
  • Kerapatan untuk benang pakan antara 100-120 per inch (42-50 cm).
  • Kain mori primissima dapat ditemukan dengan merek dagang Kereta Kencana, Crown, Bendera.

b. Kain Mori Prima

Kain mori prima merupakan jenis kain mori kualitas sedang yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:  

  • Spesifikasi nomor benang kain mori prima sedikit lebih kasar dan tingkat ketebalan benang juga lebih rendah.
  • Kain mori prima memiliki konstruksi benang Ne 36-46, dengan kandungan kanji kurang lebih 100 %.
  • Kain mori prima banyak dimanfaatkan untuk batik cap.
  • Kain ini dapat dijumpai dengan merek dagang Bendera, Gong, Kupu, Ayam Mas, Menjangan.

c. Kain Mori Biru

Kain mori biru merupakan jenis kain mori kualitas rendah yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:  

  • Kain mori biru secara umum memiliki spesifikasi nomor benang, tebal benang dan pegangan kain yang lebih kasar.
  • Kain mori biru biasanya memiliki susunan atau konstruksi benang Ne 28-36 untuk benang lusi dan Ne 26-34 untuk benang pakan.
  • Kain mori biru dapat dijumpai dengan merek dagang Cendrawasih, Nanas, Garuda Dunia.

d. Kain Mori Berkolissima

Kain mori berkolissima merupakan produk pilihan untuk kebutuhan kain batik tulis ataupun jenis kain batik lainnya yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:  

  • Kain mori berkolissima dibuat dengan benang katun carded dengan komposisi CD40 x CD40 dan konstruksi kain 130 x70.
  • Kain mori berkolissima juga melalui proses finishing Mercerized-Sanforized.
  • Kain mori berkolissima bisa dipakai untuk membuat batik tulis, batik cap maupun jenis batik yang lain. 

e. Kain Mori Voilissima

Kain mori voilissima merupakan jenis bahan batik yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:  

  • Kualitas kain mori volissima kurang lebih sama bagus dengan mori primissima namun cenderung bertekstur tipis.
  • Kain mori volissima dibuat dengan benang katun combed dengan komposisi CM50 x CM50 dan konstruksi kain 88 x 70.
  • Kain mori batik voilissima juga dibuat melalui proses finishing Mercerized-Sanforized Seperti halnya kain berkolissima.
  • Selain digunakan sebagai bahan dasar kain batik, hasil akhir dari proses produksi kain ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat aksesoris pakaian.

f. Kain Mori Shantung

  • Kain mori shantung memiliki karakteristik halus dan dingin.
  • Kain mori shantung ini sering digunakan untuk bahan baku batik cap atau batik printing karena dapat menghasilkan warna yang lebih cerah.
  • Kain mori shantung juga memiliki ukuran yang lebih lebar dibandingkan kain bahan baku batik lain.
  • Kain mori shantung juga cocok dijadikan sebagai bahan dasar busana seperti blouse, gamis, daster, syal, hingga mukena.

Kain Rayon

Kain rayon dapat dikategorikan ke dalam jenis kain hasil regenerasi serat selulosa yang sifatnya hampir menyerupai kapas tapi kekuatannya lebih rendah terutama terhadap zat alkali. Meski tingkat kekuatannya tidak sebagus kain katun, kain rayon ini tetap memiliki keistimewaan tersendiri lho.

Beberapa keistimewaan yang dimiliki kain rayon untuk batik antara lain:

  • Kain rayon memiliki daya serap keringat yang tinggi seperti kain katun jadi sangat nyaman saat digunakan.
  • Tekstur dan permukaan kain rayon terbilang sangat halus dan lembut di kulit.
  • Kain rayon sangat mudah untuk diwarnai jadi batik yang dihasilkan akan terlihat bagus.
  • Karena mudah menyerap zat pewarna maka tampilan bahan kain rayon umumnya juga sangat cerah.
  • Kilau alami kain rayon cenderung tinggi, tidak mudah kusut dan cenderung licin menyerupai sutra.
  • Kain rayon lebih berkilau dan mempunyai sifat menggantung lebih baik.
  • Dalam dunia desain fashion kain batik berjenis kain rayon banyak dicari untuk membuat pakaian.

Disamping sejumlah keistimewaan yang dimilikinya kain rayon sebenarnya juga punya beberapa kelemahan,  diantaranya:

  • Dalam keadaan basah kekuatan kain rayon akan berkurang tidak seperti kapas yang justru akan semakin bertambah.
  • Kain rayon dikenal sangat mudah terbakar, bahkan cenderung lebih mudah terbakar jika dibandingkan dengan kain dari serat tanaman.

Kain Kaos Katun

Kain kaos katun termasuk ke dalam jenis kain katun hasil rajutan yang biasa dibuat batik dalam bentuk produk kaos oblong atau T-shirt. Tidak jauh berbeda dengan teknik batik yang diterapkan pada kain katun ataupun kain mori, bahan kaos ini sebenarnya juga bisa di batik dengan teknik batik tulis, teknik batik cap dan teknik batik tulis. 

Kain Batik

Sumber : https://www.etsy.com/

Mau tahu lebih detail mengenai cara terbaik yang dapat diterapkan untuk membatik kain kaos?. Simak kembali pembahasan mengenai Teknik Membatik Kaos pada artikel Fitinline terdahulu.

Kain Sutra

Kain sutra termasuk ke dalam jenis kain yang memiliki sifat sangat fleksibel, seratnya tidak mudah robek, lembut dan halus serta nyaman di kulit. Dengan karakteristiknya yang begitu unik, kain sutra ini sangat cocok jika digunakan untuk membuat kain batik yang berkualitas tinggi dan memiliki keistimewaan tersendiri. 

Kain Batik

Sumber : https://ohsewcrafty.co.uk/

Beberapa keistimewaan yang dimiliki kain sutra untuk batik antara lain:

  • Kain sutra terbilang sangat kuat, bahkan kekuatan sutra ini bisa disetarakan dengan kawat halus yang terbuat dari baja.
  • Kain sutra memiliki kemampuan menyerap keringat yang baik sehingga cocok digunakan di udara yang hangat dan tropis.
  • Ketika disentuh kain sutra akan terasa sangat lembut dan nyaman karena mengandung banyak asam amino.
  • Selain nyaman dan terlihat lebih indah, kesan modis dan elegan yang ditampilkan dari batik kain sutra juga memberikan nilai tambah tersendiri.
  • Kain sutra mampu menyerap kelembaban dan cairan dengan baik sehingga lebih cepat kering ketika basah.
  • Permukaan kain sutra tampak berkilau seperti mutiara karena terdapat lapisan-lapisan prisma yang dihasilkan ulat sutra.
  • Kain sutra mampu melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet.

Kain Batik

Sumber : https://es.aliexpress.com/

Ketika digunakan sebagai bahan dasar batik, kain sutra ini akan terkesan sangat eksklusif meskipun dari segi memang cenderung lebih mahal dari kain batik berbahan katun ataupun kain mori. Tidak hanya terbatas pada kemeja atau dress wanita saja tapi batik sutra juga bisa dipakai untuk sarung dan selendang pada kebaya.

Kain Batik

Sumber : https://www.sarongbatik.com/

Kain Poliester

Kain poliester merupakan bahan dasar batik yang berasal dari keluarga kain serat sintetis. Karena dibuat dari serat sintetis maka kain ini secara keseluruhan mempunyai sifat tahan kusut, tahan asam, tahan terhadap reaksi kimia, tahan terhadap jamur dan mempunyai daya serap terhadap air yang lemah.

Jika batik pada kain katun atau kain mori biasanya dibuat dengan malam yang dipanaskan, maka batik pada kain polyester kebanyakan dibuat dengan menggunakan malam dingin yang dikenal dengan nama bubur alginat. Fungsi utamanya yaitu untuk mengantarkan zat warna kain supaya bisa dicapkan sesuai corak yang dikehendaki.

Pembuatan bubur alginat sendiri bisa dilakukan dengan cara menaburkan bubuk alginat kedalam air sambil diaduk secara merata sampai diperoleh tingkat kekentalan tertentu. Setelah jadi bubur alginat yang memiliki sifat sangat lengket, tidak mudah retak, lentur dan berdaya rekat kuat tersebut barulah dapat diaplikasikan pada kain poliester.

Kain Batik

Sumber : https://www.tokopedia.com/

Selain dibedakan berdasarkan bahan perintangnya, hal lain yang membedakan batik kain katun dengan batik poliester yaitu berupa zat warna yang digunakan. Sebab untuk bahan tekstil yang terbuat dari serat buatan seperti halnya poliester zat warna yang bagus dipakai yaitu berupa zat warna dispersi. 

Demikian pembahasan singkat mengenai jenis-jenis kain yang biasa dipakai oleh para pengrajin untuk membuat batik Indonesia. Kalau sahabat Fitinline mau tahu lebih banyak tentang cara pembuatan batiknya anda bisa mendownload video tutorial membatik dari kami Di Sini.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.