Article

Homepage Article Fashion Design 7 Fakta Tentang Ruff, Kerah…

7 Fakta Tentang Ruff, Kerah Baju Yang Menjadi Simbol Kebangsawananan Dimasa Lalu

Kerah ruff dikenal sebagai salah satu jenis kerah baju yang kerap dijadikan sebagai simbol kebangsawanan jaman dulu. Dengan tampilannya yang sangat khas dan tak biasa, kerah ruff ternyata juga menyimpan banyak sekali fakta tersembunyi yang menarik untuk ditelusuri lho.

Beberapa point penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

Pengertian Kerah Ruff

Ruff merupakan semacam kerah lipit berukuran lebar yang dibuat dari bahan kain kaku menyerupai piringan besar yang melingkari leher. Selain difungsikan untuk melindungi bagian tepi busana pada area leher, zaman dulu ruff ternyata juga sempat dijadikan sebagai simbol status kebangsawananan seseorang lho.

Kerah Baju

Sumber : https://id.pinterest.com/

Fakta Tentang Ruff

Berbicara mengenai ruff lantas bagaimana asal mula terciptanya kerah ruff dan sejak kapan bean bag mulai digunakan sebagai aksesoris fashion ya?. Untuk menjawab rasa penasaran anda berikut kami bagikan sejumlah fakta tersembunyi tentang ruff yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang.

1. Awal Mula Kemunculan Ruff

Catatan sejarah menyebutkan kerah baju berbentuk ruff sebenarnya telah ada pada akhir abad ke-15 dan abad ke-16 seiring dengan pesatnya kemajuan industri pembuatan tepung pati yang juga digunakan untuk membantu terciptanya bentuk kerah ruff yang sempurna.

Sebelum ditemukannya ruff, baju-baju pada tahun 1400-an biasanya dibuat dengan kerah ditali dan diikat di tepi kain. Saat ditarik tali yang ada pada baju tersebut akan menimbulkan kerutan dan dari kerutan inilah didapatkan model kerah baru.

Kerutan yang semula kecil semakin lama semakin lebar membentuk satu hiasan tersendiri. Ruff lebar pertama kali muncul di Spanyol dan menyebar di Inggris, Prancis, Italia dan Belanda.

Kerah Baju

Sumber : https://commons.wikimedia.org/

2. Puncak Popularitas Ruff

Kerah ruff  mencapai puncak popularitasnya pada tahun1580-an dan 1590-an. Pemakainya tidak hanya wanita tetapi juga para pria. Pada masa itu bahkan ada orang yang sampai memakai kerah ruff dengan bahan sepanjang enam meter dan dari bahan itu terciptalah kerah ruff berkerut yang memiliki 600 lipatan.

3. Menjadi Simbol Kebangsawanan

Dimasa lalu keberadaan kerah ruff menjadi sangat penting untuk menunjukkan status sosial pemakainya. Salah satu efek yang didapatkan dari penggunaan kerah ruff yaitu efek mengangkat kepala seperti pose bangga atau agung. Sehingga ruff sangat disukai oleh para bangsawan.

Kerah Baju

Sumber : http://www.fallonburner.com/

4. Bahan Pembuatan Ruff

Kualitas sebuah ruff menunjukkan status dan kekayaan seorang bangsawan, semakin bagus bahan semakin tinggi status sosial.

  • Untuk bangsawan yang kaya biasanya menggunakan kain linen dengan kualitas bagus yaitu lawne atau camerick.
  • Sedangkan untuk orang biasa kain linen yang digunakan merupakan linen murah yang kadang bisa membuat iritasi pada kulit.

Untuk menciptakan kerah ruff berbahan linen yang mampu berdiri tegak dulu banyak digunakan campuran pati atau kanji dan bisa juga menggunakan kawat.

  • Untuk membuat satu ruff dengan ketinggian 1 cm dibutuhkan kain linen dan benang gossamer. Benang yang dibutuhkan mencapai 50 buah dan dipola seperti angka 8.
  • Untuk membuat ruff yang besar atau disebut cartwheel ruffs dibutuhkan kawat untuk mendirikannya. Kawat yang dibutuhkan disebut supportasse atau underproper.

Selain dibuat dalam bentuk polos, terdapat pula beberapa jenis ruff yang juga dihiasi dengan renda, emas, perak atau sutra halus dengan dekorasi lambang matahari, bulan dan bintang untuk mempercantik leher pemakainya.

5. Kontroversi Ruff

Kontroversi penggunaan ruff muncul pada abad ke-16 karena kerah baju yang satu ini dianggap seperti batu giling yang berada di leher sehingga mempersulit orang untuk bergerak apalagi menjalankan aktifitas lainnya. Dari situlah akhirnya pemerintahan Eropa mulai membatasi ukuran ruff.

Undang-Undang yang memuat tentang aturan pembuatan ruff sendiri disahkan oleh Ratu Elizabeth I, Inggris pada tahun 1580. Untuk memastikan bahwa aturan tersebut diterapkan dengan baik, Ratu Elizabeth I bahkan sampai menugaskan penjaga untuk memantau ukuran ruff di gerbang kota London, Inggris.

6. Perawatan Ruff

Dari segi perawatannya, kerah baju bermodel ruff sebenarnya terbilang cukup sulit apalagi ruff tidak bisa dipakai terlalu lama. Untuk mempertahankan bentuk ruff agar tetap tegak, posisi leher dan dagu pun tidak boleh bergerak sembarangan.

  • Ruff sangat rentan rusak (tidak bisa berdiri tegak) karena cuaca dan panas tubuh.
  • Untuk menjaga bentuk ruff agar tetap tegak, ruff harus diletakkan di kotak khusus.
  • Untuk perawatannya ruff berbahan kain linen harus diolesi kanji dan dilipat dengan hati-hati.
  • Lipatan pada ruff harus membentuk angka 8 kemudian ditekan dan dikeringkan di batang bundar panas yang disebut besi Goffer.
  • Untuk merenggangkan ruff saja dibutuhkan kerangka logam.

7. Perkembangan Ruff Modern

Dalam industri fashion modern ruff sebenarnya juga masih sering digunakan walau hanya terbatas untuk keperluan photoshoot dan kostum panggung. Fungsinya pun bukan lagi untuk menunjukan status sosial seseorang tapi lebih lebih familiar dipakai untuk aksesoris fashion.

Selain tujuan pemakaiannya berbeda, bahan yang dipakai untuk membuat ruff juga mengalami banyak evolusi. Tidak hanya terbatas pada kain linen saja tapi ruff yang berkembang di era modern kebanyakan lebih sering dibuat dari bahan kain yang tipis seperti halnya kain sifon, kain organza, kain tile dan juga renda. 

  • Kain Sifon

Kain sifon merupakan salah satu jenis bahan kain yang memiliki tekstur sangat halus dan juga tipis. Kain sifon ini biasanya banyak terbuat dari bahan katun, sutra, nilon, rayon, maupun poliester.

  • Kain chiffon pada dasarnya bersifat tipis dan agak menerawang.
  • Jika dipegang permukaan chiffon akan terasa licin dan seratnya cenderung halus.

Kerah Baju

Sumber : https://id.aliexpress.com/

  • Kain Organza

Kain organza termasuk ke dalam jenis kain yang memiliki tekstur lembut, berkilau dan kaku sehingga bisa menahan bentuknya dan cocok untuk menimbulkan efek volume atau puffy.

  • Kain organza tekstur dan warnanya memberi kesan mewah pada ruff.
  • Kain organza biasanya tipis karena terbuat dari tenun sutra tapi kini ada juga yang dibuat dari serat filamen sintetik seperti polyester atau nylon.

Kerah Baju

Sumber : https://www.aliexpress.com/

  • Kain Tile

Kain tile atau dalam bahasa Inggris biasa disebut dengan “tulle” termasuk ke dalam jenis kain yang memiliki ciri khas seperti jaring kecil yakni permukaannya berlubang-lubang sehingga menjadikan tampilannya tampak transparan.

Berdasarkan karakteristik bahannya kain tile sendiri pada prinsipnya dapat dibedakan dalam berbagai macam variasi bahan, mulai dari kain tile yang kaku hingga yang lembut.

  • Kain tile halus umumnya memiliki tekstur yang sangat lembut dan lemas jika dipegang.
  • Kain tile medium termasuk ke dalam jenis kain yang teksturnya tidak terlalu lembut/lemes tapi juga tidak terlalu kasar/kaku.
  • Kain tile kaku disebut demikian karena teksturnya memang sangat kaku.

Kerah Baju

Sumber : https://www.amazon.com/

  • Renda

Renda dapat didefinisikan sebagai hiasan berbentuk kerawang yang dibuat dari benang dalam pattern jaring terbuka. Dengan karakteristik bahannya yang sedemikian unik, kerah ruff yang sibuat dari bahan rendap pasti bisa menambah kesan anggun dan feminim pada pemakainya.

Kerah Baju

Sumber : https://www.aliexpress.com/

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai fakta menarik seputar kerah ruff yang dapat kami bagikan untuk anda. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa dibalik tampilannya yang tak biasa ternyata banyak sekali ya rahasia tersembunyi yang ada di balik kerah ruff itu sendiri.

Kalau anda ingin mencari bahan kain linen untuk membuat kreasi ruff maupun produk pelengkap fashion lainnya sekarang anda tidak perlu bingung lagi karena Fitinline menyediakan Kain Linen dan Kain Linen Rami yang anda butuhkan.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.