Article

Homepage Article Kain Tekstil 4 Teknik Penyempuraan Kain…

4 Teknik Penyempuraan Kain Secara Fisika

Proses penyempurnaan fisika atau penyempuraan kering merupakan salah satu teknik penyempurnaan khusus pada bahan kain yang biasa dilakukan tanpa menggunakan zat kimia. Adapun beberapa teknik penyelesaian pada bahan kain yang termasuk kedalam jenis penyempurnaan kering diantaranya berupa raising, sanforis, decatising, serta calendering.

Penyempurnaan Fisika

Sumber : http://textileapex.blogspot.co.id/

Raising

Proses raising atau penggarukan biasa dilakukan untuk menghasilkan kain dengan permukaan yang berbulu halus, seperti kain flannel. Peralatan yang dapat digunakan dalam proses raising yaitu berupa sikat logam berbentuk silinder. Proses penggarukan sendiri dapat dilakukan secara berulang-ulang pada kedua permukaan bahan untuk menghasilkan bulu yang tebal.

Penyempurnaan Fisika

Sumber : https://indiesew.com/

Sanforis

Sanforis merupakan proses penyempurnaan mekanik yang bertujuan untuk menghasilkan bahan kain yang tidak menyusut atau berkerut. Mengacu pada sifat dan pergerakan molekul-molekul dalam kondisi pemanasan dengan uap proses sanforis secara keseluruhan dilakukan dengan cara memekarkan serat sehingga tegangan yang tersimpan dalam serat, benang, atau kain tersebut hilang. 

Penyempurnaan Fisika

Sumber : http://www.ironheart.co.uk/

Decatising

Decatising merupakan proses penyempurnaan mekanik yang menggunakan energi uap untuk mendapatkan sifat bulk pada kain. Proses decatising sendiri dapat dilakukan untuk membuat kain yang bersifat mengembang dan empuk. Sebut saja bahan kain untuk selimut, kain-kain berbulu seperti flannel, dan kain-kain wol untuk bahan suiting.

Penyempurnaan Fisika

Sumber : http://www.ebay.com/

Calendering

Calendering atau penyetrikaan dikenal sebagai salah satu proses penyempurnaan mekanik yang bertujuan untuk mendapatkan berbagai efek pada bahan tekstil dengan bantuan tekanan dan panas. Efek utama yang diperoleh dari proses calendering yaitu berupa efek licin, efek moire, serta efek emboss.

Efek Licin

Efek licin yang ditampilkan pada bahan kain dapat dihasilkan dari proses penyetrikaan pada satu atau dua permukaan bahan menggunakan bantuan pasangan rol-rol logam panas dan rol empuk.

Efek Moire

Efek moire yang terkesan licin dan menkilap dengan kilau yang berawan-awan biasanya dapat dijumpai pada kain-kain yang tipis seperti chiffon. Efek semacam ini dapat diperoleh dengan mengganti rol logam tengah mesin calender dengan rol berulir.

Efek Emboss

Efek emboss yang terkesan begitu eksklusif umumnya dapat dijumpai pada beberapa jenis bahan kain yang bersifat termoplastis seperti nilon dan polyester. Proses pembuatannya dapat dilakukan dengan bantuan rol mesin calender yang bermotif alur-alur atau memiliki permukaan berkerut.

Penyempurnaan Fisika

Sumber : http://www.weiku.com/

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.