Article

Homepage Article Cara Menjahit 3 Jenis Bahan Bantu Yang…

3 Jenis Bahan Bantu Yang Digunakan di Industri Garmen

Pada proses pembuatan busana di Industri Garmen tentu tidak lepas dengan yang namanya bahan bantu. Apa sih bahan bantu yang dimaksud di Industri Garmen? Bahan bantu yang dimaksud ini kita contohkan pada bahan tambahan atau pelengkap pakaian yang kalian pakai sendiri contohnya kancing, benang ataupun zipper. Agar lebih jelas dan kamu dapat memahami bahan bantu yang ada pada Industri Garmen, kita bahas di artikel ini.

Beberapa yang akan kita bahas secara detail di artikel ini, diantaranya:

Sekilas Definisi Tentang Bahan Bantu Yang Digunakan Pada Industri Garmen

Sebuah produk busana yang diproduksi pada Industri Garmen ini tentu saja menggunakan bahan bantu untuk melengkapi produk tersebut, karena ini memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kualitas produk garmen yang dihasilkan.

Bahan bantu dalam industri garmen adalah semua bahan pelengkap yang digunakan dalam pembuatan garmen (pakaian/busana jadi) selain bahan baku utama. Bahan bantu atau bahan pelengkap tersebut berupa benang jahit dan benang hias, zipper atau ritsluiting, kancing, pita, renda, hak atau kancing kait dan lain-lain-lainnya. Bahan pelengkap ini adalah detail-detail yang dipasang pada permukaan busana, bisa dipasangkan pada permukaan garmen sebelum bahan dipotong, pada bagian-bagian busana sebelum dijahit, atau setelah busana selesai dijahit. Selain itu, bahan pelengkap ini juga dapat berfungsi fungsional dan dekoratif sebagai aksesoris maupun hiasan pada busana. Baik sebagai unsur dekoratif atau unsur fungsional, bahan pelengkap ini harus selalu dirancang sebagai bagian tak terpisahkan dari busana. Secara garis besar, bahan bantu garmen ini dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, kita akan jelaskan lebih detail untuk ketiga jenis bahan bantu pada penjelasan berikutnya.

3 Jenis Bahan Bantu di Industri Garmen

Sesuai dengan klasifikasi bahan bantu yang sudah dijelaskan pada sebelumnya, maka macam-macam bahan bantu di Industri Garmen tersebut dapat dibagi menjadi 3 jenis, diantaranya :

1. Bahan Bantu Utama (Bahan Pelengkap Utama)

Bahan pelengkap utama di Industri Garmen ini bahan-bahan yang memiliki nilai fungsi untuk menyambung bahan utama (kain) dan memudahkan pemakaian serta pelepasan busana, contohnya seperti benang, kancing, dan ritsliting. Bahan bantu utama ini diwajibkan harus ada pada semua produk busana minimal salah satu dari bahan bantu utama ini pasti digunakan.

Bahan bantu utama/bahan pelengkap utama ini ada beberapa macam jenisnya. Kita akan definisikan di sini yang termasuk bahan pelengkap utama ini antara lain:

  • Benang

Seperti kita ketahui jika dalam membuat baju diperlukan pembuatan pola dengan memotong pola sesuai bagian bagian tubuh seperti lengan, kaki, badan muka, badan belakang, kerah saku, manset dan lainnya. Bagian-bagian ini perlu disambungkan sehingga terbentuklah sebuah busana yang bisa dikenakan pada badan. Untuk menyambungkan bagian-bagian pola inilah dibutuhkan benang jahit. Biasanya benang yang digunakan dan mudah ditemukan di pasaran adalah merk Astra dan Extra. Benang ini tersedia dalam berbagai jenis serat kapas, polyester,nilon, wool dan lainnya.

Bahan Pembantu Garmen

Sumber : https://indonesian.alibaba.com/

Bahan Pembantu Garmen Bahan Pembantu Garmen

Sumber: https://id.aliexpress.com, https://indonesian.alibaba.com/

  • Kancing

Kancing merupakan bagian pelengkap yang sangat penting pada busana. Pada umumnya selain produk T-shirt oblong semua produk busana menggunakan kancing minimal satu. Fungsi kancing antara lain yaitu untuk memudahkan mengenakan maupun melepas busana, sebagai penutup belahan, dan sebagai hiasan pada busana antara lain. Jenis-jenis kancing yang digunakan pada busana umumnya dikategorikan sebagai kancing kemeja, kancing tekan (Press sap button), kancing kait (Hook Button), kancing hias, kancing bungkus, kancing Cina, daan kancing paku. Masing-masing jenis kancing memiliki karakteristik sendiri-sendiri sesuai dengan fungsinya.

Bahan Pembantu Garmen Bahan Pembantu Garmen

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/, https://id.aliexpress.com/

Bahan Pembantu Garmen Bahan Pembantu Garmen

Sumber: https://www.lazada.co.id/, https://shopee.co.id/

  • Tutup Tarik/Retsluiting/Zipper

Zipper berupa selembar kain dengan tenunan yang kuat yang ditengahnya dilengkapi gigi dan tarikan sehingga dapat dibuka dan ditutup. Fungsinya adalah sebagai penutup belahan dan sebagai hiasan. Penggolongan zipper umumnya berdasarkan proses jalannya slider (tutup tariknya). Bahan kain untuk zipper umumnya terbuat dari polyester atau nylon. Untuk rel gigi dan slidernya dapat terbuat dari plastik maupun logam. Di Industri Garmen sering kali digunakan pada jacket-jacket, celana, bahkan pada manset kemeja.

Bahan Pembantu Garmen Bahan Pembantu Garmen

Sumber: https://m.made-in-china.com/, https://www.ebay.com/

2. Bahan Pelengkap Tambahan

Bahan pelengkap tambahan adalah bahan pelengkap busana yang tidak mutlak harus ada. Sifatnya hanya sebagai bahan tambahan yang berfungsi untuk mempercantik penampilan dan meningkatkan kenyamanan pakai sebuah produk busana/garmen. Bahan pelengkap tambahan ini dapat berupa bordir, elastic, bantalan/padding, renda, gasper, pita, pita rekat, balein, kom dan mungkin bahan-bahan lain yang diperlukan. Dapat dicontohkan pada Industri Garmen ini tentu produk yang dihasilkan juga terdapat bahan pelengkap tambahannya karena juga akan mempengaruhi nilai jual produk tersebut selain mempercantik produknya.

Bahan Pembantu Garmen Bahan Pembantu Garmen

Sumber: https://indonesian.alibaba.com/

3. Bahan Pelapis

Bahan pelapis adalah bahan yang ditambahkan pada pembuatan busana berupa kain yang terletak di bawah atau di belakang bahan utama. Bahan pelapis berfungsi untuk membentuk, menopang kain, menjaga tetap kuat dari gesekan, lipatan, tekanan dan tahan rendaman. Bahan pelapis ini dapat digunakan untuk mempercantik penampilan bahan utama dan menutupi bagian bagian tubuh tertentu yang tidak ingin nampak dari luar jika bahan utama terlalu tipis dan transparan. Juga untuk memberi rasa nyaman saat pemakaian seperti memberi rasa sejuk, hangat dan menghindari rasa gatal. Bahan pelapis dapat berupa kain tenun maupun kain non woven, Bahan pelapis ini juga ada yang menggunakan perekat maupun tanpa perekat sesuai fungsi dan penggunaannya. Perekatan umumnya menggunakan proses panas dengan setrika atau alat press/fusing. Dalam pembuatan busana bahan pelapis digolongkan menjadi 4 jenis yaitu lapisan bawah (underlining), lapisan dalam (interfacing), lapisan antara 126 (interlining) dan bahan pelapis (lining) yang biasa disebut furing (lining). Masing-masing mempunyai fungsi yang khusus mempengaruhi penampilan sebuah pakaian/busana.
Salah satu bahan pelapis yang sering digunakan pad Industri Garmen adalah lapisan antara126 atau yang sering kita ketahui dengan nama interlining yang menggunakan perekat. Interlining ini biasa digunakan pada bagian-bagian tertentu yang mempunyai fungsi seperti manset/cuff, bagian depan pada kancing, kerah.

Bahan Pembantu Garmen Bahan Pembantu Garmen

Sumber: http://sinupanca.com/, http://blog.megannielsen.com/

Demikian yang kita bahas diartikel ini sedikitnya kita bisa belajar memahami tentang Bahan Bantu Yang Digunakan Pada Industri Garmen. Semoga informasi yang kita berikan ini setidaknya bisa memberikan manfaat dan menambah wawasan anda tentang Bahan Bantu Yang Digunakan Pada Inudstri Garmen. Secara tidak langsung kamu juga sudah menerapkannya pada keseharian pada saat menggunakan pakaian, karena dalam berpakaian tentu saja terdapat bahan bantu yang dapat mempercantik pakaian kalian ataupun sesuai dengan fungsi bahan bantu tersebut, misalkan pada kancing mempunyai fungsi untuk menyatukan bagian baju sebelah kanan dengan kiri.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.