Article

Homepage Article Kain Tekstil 3 Cara Mudah Membuat Sablon…

3 Cara Mudah Membuat Sablon Flock Pada Kain Kaos Lengkap Dengan Cara Merawatnya

Pernah menjumpai sablon pada bahan kaos yang memiliki efek seperti beludru?. Bisa jadi sablon yang ada pada kaos tersebut merupakan sablon yang dibuat dengan teknik flocking yang memiliki efek timbul pada hasil sablonannya. Buat anda yang penasaran bagaimana cara membuatnya langsung simak pembahasan berikut yuk.

Pengertian Sablon Flock

Kata sablon berasal dari bahasa Belanda “schablon” yang berarti suatu teknik mencetak desain dengan menggunakan screen. Tujuan awal digunakannya proses cetak sablon ini tidak lain untuk menggantikan tulisan tangan yang dahulu lebih banyak dipakai untuk menciptakan kain-kain bermotif.

Teknik menyablon sendiri sebenarnya sangatlah sederhana karena prinsip kerja yang dilakukan hanyalah memindahkan cetakan (film) ke bidang lain. Meski demikian pada beberapa jenis sablon tertentu seperti sablon flock memang diperlukan bahan tambahan pada proses pengerjaannya.

Sablon flock merupakan jenis sablon yang biasa dibuat dengan cara khusus bernama teknik flocking. Teknik sablon flocking ini dikenal juga sebagai proses sablon yang umumnya dibuat menggunakan bahan tambahan khusus supaya membentuk permukaan yang timbul pada hasil sablonannya. 

Teknik Sablon

Sumber : https://www.melmarc.com/

Flock sendiri sebenarnya adalah bahan sejenis rubber (karet) atau serat fiber yang bertekstur halus. Dalam pembuatan sablon setidaknya dikenal tiga jenis flock yang bisa dipakai yakni flock bentuk serbuk, flock dalam bentuk lembaran kertas (mirip kain) dan flock yang bentuknya menyerupai stiker. 

Teknik Sablon

Sumber : https://www.melmarc.com/

Baik itu dalam bentuk serbuk, stiker atau lembaran, proses sablon dengan teknik flocking pada prinsipnya membutuhkan lem sebagai perantara untuk merekatkan flock dengan media yang disablon. Untuk keperluan tersebut anda bisa menggunakan SP top ink pada tinta waterbase dan high density clear gel pada tinta plastisol. 

Teknik Sablon

Sumber : https://airfreshener.club/

Khusus untuk flock yang berupa lembaran (berserat fiber) bahan ini umumnya memiliki permukaan yang lembut, berbulu halus menyerupai kain beludru dan tersedia dalam beraneka macam warna. Tingkat ketebalan kertas flock inipun ada beberapa macam mulai dari 0.3 mm, 0.5 mm dan 0.8 mm. 

Teknik Sablon

Sumber : https://airfreshener.club/

Bahan Yang Bagus Di Sablon Flock

Sablon flock sangat cocok digunakan untuk sablon kaos dengan bahan kain katun. Dalam dunia clothing dan distro sablon flock ini bahkan banyak digunakan untuk membuat produk kaos eksklusif yang dijual dengan harga mahal bila dibandingkan dengan kaos sablon tinta dari bahan kain yang sama.

Beberapa jenis kain yang bagus untuk disablon dengan teknik sablon flocking diantaranya ada kain katun combed, katun carded, katun slub, katun spandex, katun tri-blend, katun bamboo, serta katun supima yang sangat nyaman dan adem ketika dikenakan.

a. Katun Combed

Katun combed merupakan sejenis kain kaos yang diperoleh dari serat kapas, dimana serat tersebut memiliki karakteristik benang yang lebih halus (soft), hasil rajutannya lebih bagus dan terlihat lebih rata. Berdasarkan ukuran beratnya kain katun combed ini tersedia dalam berbagai macam ukuran yaitu 20s, 24s dan 30s.

Beberapa variasi bahan katun combed 20s yang bisa digunakan untuk membuat kaos sablon diantaranya: 

Beberapa variasi bahan katun combed 24s yang bisa digunakan untuk membuat kaos sablon diantaranya:


Beberapa variasi bahan katun combed 30s yang bisa digunakan untuk membuat kaos sablon diantaranya:

b. Katun Carded

Katun carded merupakan kain kaos yang memiliki serat benang kurang halus dan kualitasnya berada satu tingkat dibawah jenis katun combed karena hasil rajutan serta penampilan bahannya cenderung tidak rata. Berdasarkan ukuran beratnya kain katun carded ini tersedia dalam berbagai macam ukuran yaitu 20s, 24s dan 30s.

Beberapa variasi bahan katun carded 20s dan 24s yang bisa digunakan untuk membuat kaos sablon diantaranya:

Beberapa variasi bahan katun carded 30s yang bisa digunakan untuk membuat kaos sablon diantaranya:

c. Katun Slub

Katun slub termasuk kedalam jenis kain katun lembut yang permukaannya memiliki tekstur tidak merata. Pada saat akan ditenun katun atau kapasnya dipelintir sehingga menimbulkan benjolan-benjolan kecil di permukaannya.

Ciri paling khas yang membedakan kain katun slub dengan jenis kain kaos yang lain yaitu:

  • Bahan katun slub akan terasa sangat nyaman dan menyerap keringat ketika digunakan.  
  • Pilihannya kainnya tidak banyak karena hanya tersedia yang 30s saja.
  • Katun slub cenderung lebih mudah rusak jika direndam terlalu lama dalam detergen karena terbuat dari 100% serat alami.
  • Rentan terhadap jamur sehingga membutuhkan perawatan yang tidak biasa.

d. Katun Spandex

Katun spandex merupakan kain kaos yang diperoleh dari campuran serat spandex dan benang katun sehingga kaos yang terbuat dari bahan katun spandex akan memiliki elastis, lebih tahan lama namun tetap dingin saat dipakai.

e. Katun Tri-Blend

Katun tri-blend merupakan sejenis kain kaos yang tidak mudah kusam, halus, lembut dan lentur. Katun tri blend umumnya diperoleh dari penggabungan serat polyester, katun dan rayon dengan komposisi 50% polyester, 25% katun dan 25% rayon.

f. Katun Bamboo

Katun bamboo merupakan kain kaos yang memiliki karakteristik hampir sama dengan katun combed hanya saja jenis benang yang digunakan pada bahan katun bamboo cenderung lebih halus dan jatuh (soft).

Ciri paling khas yang membedakan kain katun bamboo dengan jenis kain kaos yang lain yaitu:

  • Kain katun bamboo material katunnya diambil dari serat bambu karena itulah kain tersebut dinamakan dengan katun bamboo.
  • Kain katun bamboo kerap dianggap sebagai salah satu jenis kain yang memiliki kelembutan yang sangat mirip dengan cashmere wool.
  • Tekstur katun bamboo yang ringan, lembut, lentur dan dapat menyerap air sangat cocok jika digunakan sebagai bahan kaos.
  • Kain katun bamboo memiliki daya kapilaritas yang tinggi sehingga tidak mudah lembab dan tidak mudah berbau.

g. Katun Supima

Kata supima berasal dari singkatan kata superior pima yang artinya benang katun superior dari kapas pima. Kapas pima yang diperoleh dari nama perkebunan kapas (Pima) di Amerika ini konon dianggap sebagai kapas terbaik di dunia.

Kelebihan dan Kekurangan Sablon Flock

Dengan karekteristiknya yang unik sablon flock pada umumnya memiliki sejumlah kelebihan tersendiri yang mungkin tidak bisa anda temukan pada jenis sablon yang lainnya.

  1. Sablon dengan teknik flocking memiliki karakteristik yang sangat bagus karena mampu menutup serat kain dengan sempurna.
  2. Sablon flock terkesan sangat unik karena memberikan efek timbul pada desain yang diaplikasikan.
  3. Permukaan sablon flock akan terasa lembut dan berbulu jadi tampilan yang dihasilkan bisa jadi lebih berkelas.
  4. Hasil sablon flock sangat bagus dan terlihat eksklusif seperti halnya beludru yang terkesan elegan.
  5. Sablon flocking beludru bisa dibuat untuk menaikkan omzet penjualan produk pakaian karena harga jualnya yang tinggi dan banyak diminati.
  6. Jika dibandingkan dengan tinta waterbase sablon flocking sebenarnya memiliki karakter yang lebih tahan cuci.

Sekalipun sablon flock dengan efek beludru memiliki banyak kelebihan namun pada kenyataannya sablon flock ini juga tidak luput dari kekurangan.

  1. Sablon flock baru bisa diaplikasikan pada satu warna saja.
  2. Untuk desain yang rumit dan cenderung susah sablon flock masih belum bisa digunakan.  Masih terbatas seperti angka yang tidak terlalu banyak detail.
  3. Perawatan terhadap sablon flock lumayan rumit karena sablon (gambar) flock tidak boleh disterika langsung atau dicuci menggunakan mesin cuci.

Cara Membuat Sablon Flock

Berdasarkan metode pembuatannya proses sablon flock sendiri umumnya dapat dilakukan melalui beberapa cara baik secara manual, digital, maupun gabungan keduanya (teknik sablon manual dan digital). Tiap-tiap cara inipun umumnya juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

1. Cara Manual

Secara manual proses penyablonan flock hampir sama dengan sablon manual biasa, namun pada proses pemberian tinta diganti dengan menaburkan serbuk flock. Sebelum ditaburi serbuk flock desain pada kain harus diberi lem khusus agar serbuk flock menempel.

Proses pembuatan sablon flock dengan cara manual dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Siapkan kain yang akan disablon.
  • Cetak design gambar menggunakan lem khusus dan juga screen.
  • Taburkan serbuk flock di atas design yang sudah dicetak dan bersihkan serbuk yang bertebaran di luar gambar.  
  • Keringkan sablon dan anda akan mendapatkan design sablon beludru yang cantik.

Dari segi peralatan, sablon flock dengan cara manual ini memang tidak terlalu membutuhkan pralatan yang mahal seperti sablon digital. Tapi dari waktu pembuatan jelas lebih lama karena dikerjakan secara manual dengan tangan manusia. 

2. Cara Digital

Secara digital sablon flock bisa dibuat dengan mencetak kertas transfer flock yang berbentuk seperti stiker. Cara ini biasanya banyak dilakukan oleh para produsen kaos untuk membuat sablon flock  yang cepat dengan biaya yang tidak terlalu mahal.

Proses pembuatan sablon flock sengan cara digital dapat digambarkan sebagai berikut. 

  • Siapkan kain yang akan disablon beserta mesin cutting dan mesin hot press.
    • Mesin cutting dibutuhkan untuk memotong bahan flock lembaran sesuai design yang hendak anda buat.
    • Mesin press diperlukan untuk menempelkan hasil cutting flock ke atas kaos.
  • Potong lembaran flock menggunakan mesin cutting sesuai dengan pola design yang diinginkan.
  • Tempelkan stiker di atas bahan kain kemudian press selama kurang lebih 15 detik dengan mesin hot press yang bersuhu 165 derajat celsius.
  • Untuk memastikan bahan flock menempel dengan merata pada bahan kain ulangi proses pengepresan sampai 1-2 kali

Dengan menerapkan proses sablon flock secara digital maka anda bisa lebih mudah untuk membuat sablon secara satuan dalam waktu yang relatif cepat.

3. Gabungan Cara Manual dan Digital

Dengan menggabungkan teknik manual dan digital, sablon flock  bisa dibuat menggunakan stiker transparan dan menempelkannya secara manual pada kain dengan lem. Desain yang sudah jadi selanjutnya dipotong dan dilekatkan pada media yang hendak disablon dengan mesin heat press.

Supaya hasil sablon yang didapatkan jadi makin bagus, penting bagi anda untuk memperhatikan dengan baik beberapa hal berikut.

Ketebalan Lem

Penggunaan lem yang terlalu tebal saat membuat sablon flock akan menjadi susah kering. Jika hal ini dibiarkan maka lem akan menelan serbuk flock dan membuat hasil sablonan menjadi kurang bagus.

Suhu Untuk Pengeringan

Pengaturan suhu yang tepat akan menghasilkan sablon flock yang sempurna.

    • Suhu yang terlalu panas akan menyebabkan hasil flock terlihat kaku.
    • Sementara untuk suhu yang kurang panas akan menyebabkan flock mudah terkelupas saat dicuci. 

Gunakan Masker

Untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan seperti masuknya serbuk flock ke dalam saluran pernapasan penting untuk selalu menggunakan masker selama menyablon.

Merawat Sablon Flock

Setelah mendapatkan sablon yang sesuai dengan keinginan perawatan sablon flock yang memiliki efek seperti beludru inipun perlu dilakukan agar sablon flock menjadi lebih awet dan tidak mudah pudar. 

  1. Kaos dengan sablon flock tidak cocok untuk dicuci dengan teknik dry cleaning maupun mesin cuci karena bisa merusak sablon. Supaya awet cuci sablon flock dengan cara manual menggunakan tangan.
  2. Supaya desain sablon yang terdapat pada pakaian anda tetap terjaga dengan baik penting bagi anda untuk selalu mencuci pakaian tersebut dengan cara dibalik sehingga bagian dalamnya berada diluar.
  3. Agar hasil sablon dengan teknik flocking tetap awet dan tahan lama sebaiknya cuci sablon tersebut dengan menggunakan air hangat yang bersuhu sekitar 60 derajat Celsius.  
  4. Sebgisa mungkin jangan menyikat area sablon beludru agar gambar sablonnya tidak menjadi rusak atau bahkan terkelupas.
  5. Ketika menjemur kaos dengan sablon flock usahakan agar bagian yang disablon berada di bagian dalam. Sinar matahari langsung dapat merusak sablon dan mudarkan warna.
  6. Hindari kebiasaan menyetrika sablon secara langsung pada permukaan desain.
  7. Untuk membersihkan bagian sablon anda bisa menggunakan roller lengket seperti yang digunakan untuk membersihkan bulu binatang atau menggunakan selotip yang kuat tetapi tidak merusak hasil sablon.

Demikian pembahasan singkat mengenai teknik sablon flocking, kelebihan dan kekurangan sablon, cara pembuatan sablon, serta cara merawat hasil sablonnya yang dapat kami bagikan untuk anda. Kalau anda mau tahu lebih banyak tentang teknik sablon yang lainnya download e-book kami Di Sini ya.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.