Article

Homepage Article Jahit Menjahit 10 Tahap Pembuatan Seragam…

10 Tahap Pembuatan Seragam Sekolah Mulai Dari Desain Hingga Siap Pakai

Sebagai salah satu pakaian wajib yang dimiliki oleh seorang pelajar, seragam sekolah jelas memiliki fungsi yang sangat penting. Karena alasan itulah untuk menjamin kualitas seragam tersebut diperlukan serangkaian proses produksi yang nantinya akan berpengaruh pada kualitas dan harga jual dari pabrik konveksi kepada konsumennya.

Pengertian Seragam Sekolah

Seragam sekolah dapat didefinisikan sebagai sebuah pakaian yang biasa dikenakan di lembaga pendidikan. Konon penggunaan pakaian seragam untuk keperluan sekolah ini awalnya dimulai di Inggris pada abad ke-16 untuk alasan kesetaraan sosial dan identitas kemudian diikuti oleh banyak negara lain di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Seragam Sekolah

Sumber : https://shopee.co.id/

Khusus di negara Indonesia sendiri seragam sekolah yang wajib dikenakan oleh para pelajar di setiap jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA atau SMK umumnya selalu memiliki ciri khas tersendiri. Tidak hanya sekedar asal pilih warna, tapi setiap warna yang digunakan pada seragam tersebut sebenarnya juga mengandung makna yang mendalam.

Seragam Sekolah

Sumber : https://jatengtoday.com/

Pemilihan Warna Seragam

Ketentuan mengenai penggunaan seragam sekolah dengan warna berbeda untuk tiap tingkat pendidikan sebenarnya sudah sejak lama diberlakukan tepatnya sejak zaman pemerintahan Soeharto pada tahun 1982, melalui Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 52 tanggal 17 Maret 1982.

Seragam Sekolah

Sumber : https://www.konveksibajujakarta.com/

1. Seragam Putih Merah Untuk SD

Seragam SD yang terdiri dari atasan putih bawahan merah dipilih sebagai perlambang energi dan semangat tinggi yang menunjukkan keceriaan anak dengan rentang umur seusia SD.

2. Seragam Putih Biru Untuk SMP

Seragam SMP yang terdiri dari atasan putih dan bawahan biru biasanya biru tua dipilih karena warna biru mencerminkan rasa percaya diri dan mandiri sesuai jiwa pelajar SMP yang mulai menginjak usia remaja.

3. Seragam Putih Abu Untuk SMA

Seragam SMA dengan warna putih abu dipilih untuk menunjukkan kedewasaan dan ketenangan. Dimana pada masa ini para pelajar berkesempatan untuk mulai mengenal atau mencari jati diri mereka.

Seragam Sekolah

Sumber : https://shopee.co.id/

Sekalipun pemilihan warna seragam sudah diatur oleh pemerintah tapi ada juga sekolah dasar di Indonesia yang siswanya tidak berseragam putih merah melainkan memakai seragam putih hitam. Sekolah yang dimaksud yaitu Sekolah Dasar Negeri 351 yang berada di kawasan Adat Ammatoa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Seragam Sekolah

Sumber : https://tekno.kompas.com/

Selain didominasi seragam yang polos tanpa corak kebanyakan sekolah di Indonesia juga memiliki seragam khusus yakni berupa batik dengan berbagai ragam motif dan warna lho. Seragam ini umumnya terdiri dari kemeja batik yang dipadukan dengan celana panjang untuk anak laki-laki dan rok untuk anak perempuan.

Proses Pembuatan Seragam Sekolah

Berbicara mengenai seragam sekolah lantas proses-proses penting apa saja ya yang kira-kira terjadi dalam sebuah pabrik konveksi seragam?. Untuk menjawab rasa penasaran anda langsung simak pembahasan berikut yuk.

1. Mendesain Seragam Sekolah

Dalam pembuatan seragam sekolah, langkah pertama yang harus dilakukan yakni membuat sejumlah sketsa atau desain sesuai kebutuhan. Dari beberapa desain yang sudah ada, selanjutnya dilakukan analisa dan pemilihan desain yang terbaik kemudian diproses lebih lanjut untuk dibuatkan pola.

Seragam Sekolah

Sumber : https://www.tokopedia.com/

Meski tidak ada batasan khusus dalam penetapan pakaian seragam sekolah tapi tetap saja untuk mendapatkan seragam yang berkualitas terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan.

  • Pakaian seragam harus menjadi pelindung bagi pemakainya.
  • Pakaian seragam harus berkualitas tinggi sehingga tidak mudah sobek, aus, atau pun pudar warnanya.
  • Pakaian seragam harus menekan biaya yang efektif sehingga orang yang memakainya tidak dirugikan.
  • Pakaian seragam harus sesuai keinginan pemakainya.
  • Pakaian seragam harus nyaman pada saat dipakai.
  • Pakaian seragam harus mencerminkan image dari sekolah atau pelajar yang mengenakan seragam tersebut.

2. Pemilihan Bahan Kain

Untuk membuat seragam sekolah yang berkualitas hendaknya dipilih bahan kain yang bagus, bersifat sejuk dan dapat menyerap keringat dengan mudah. Diantara sekian banyak jenis bahan kain yang ada, kain katun, oxford, TC dan TR merupakan kain yang paling umum digunakan sebagai seragam di Indonesia.

  • Kain Katun

Kain katun dapat dikategorikan ke dalam salah satu jenis kain berkualitas yang umumnya terbuat dari serat kapas. Ciri paling khas dari kain katun yang biasa dipakai untuk bahan seragam diantaranya kainnya terasa dingin, mudah menyerap keringat, tidak mudah kusut, tidak luntur dan harga kainnya relatif terjangkau.

  • Kain Oxford

Kain oxford merupakan sejenis bahan kain seragam yang memiliki karakteristik lebih tebal, tidak transparan dan juga mempunyai pori-pori yang ideal untuk dipakai sebagai bahan seragam sekolah di kawasan dataran tinggi atau wilayah bersuhu dingin.

  • Kain TC (Teteron Cotton)

Kain TC (teteron cotton) menjadi bahan kain berikutnya yang sangat cocok digunakan untuk seragam sekolah. Kain TC ini pada prinsipnya bisa dibedakan dalam beberapa variasi yakni berupa TC Nyonya, TC Golden, TC Dakron dan TC Kijang.
Berdasarkan mutu bahannya, kain TC dakron termasuk ke dalam jenis kain yang memenuhi standard bahan untuk seragam nasional karena memiliki tingkat kehalusan dan kenyamanan yang paling bagus dibanding jenis TC lain.
Ada juga kain TC yang sudah berbentuk motif kotak-kotak atau corak tertentu. Kain ini biasa digunakan di beberapa Sekolah Dasar (SD) yang mewajibkan siswa siswinya untuk memakai seragam rompi yang dipakai di hari tertentu.

  • Kain TR (Teteron Rayon)

Kain TR (Tetoron Rayon) merupakan sejenis bahan kain tekstil berkualitas tinggi yang telah memenuhi standard mutu untuk seragam sekolah seperti halnya SD, SMP dan SMP.  Tidak jauh berbeda dengan kain TC kain TR ini sebenarnya juga dapat dijumpai dalam berbagai macam varian.

Kalau untuk membuat rok serta celana seragam, bisa menggunakan bahan kain seragam sejenis Japan Drill, Taipan Drill dan American Drill.

  • Japan Drill

Kain Japan drill termasuk ke dalam jenis kain seragam yang memiliki serat benang cukup tebal, namun ketika digunakan tetap terasa sejuk karena mampu menyerap air dengan baik. Kelebihan lain Japan drill yaitu warnanya tidak mudah luntur dan memiliki konsentrasi katun yang tinggi.

  • Taipan Drill

Taipan drill merupakan bahan kain yang terbuat dari serat campuran tetoron 66% dan rayon 34%. Kain taipan drill ini umumnya terasa sangat nyaman, lembut, halus dan lentur sehingga sangat cocok bila digunakan untuk membuat seragam sekolah.

  • American Drill

Sama seperti jenis drill lainnya, kain American drill juga dibuat dari campuran katun dan polyester. Jika dibandingkan dengan Japan drill, kain ini seratnya lebih kecil dan teksturnya cenderung halus. Meski berserat kecil, kain ini tetap memiliki kemampuan menyerap air dengan baik sehingga akan terasa sejuk saat digunakan.

Butuh bahan kain berkualitas dengan harga murah untuk membuat seragam sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA?. Sebagai bahan pertimbangan anda bisa melihat-lihat dulu katalog kain seragam dari kami.

3. Pembuatan Pola Seragam

Saat pabrik konveksi menerima pesanan seragam, maka mereka akan melakukan tahap analisis desain kemudian membuat pola seragam berdasarkan hasil pengukuran (dari sampel). Untuk membuat sebuah seragam yang berkualitas dan terasa nyaman saat dikenakan perlu dilakukan pula pengukuran yang tepat.

Khusus di sejumlah pabrik konveksi biasanya terdapat dua macam metode pembuatan pola baju yang dapat diterapkan yakni menggunakan metode manual ataupun metode CAD/CAM.

  • Pembuatan pola baju secara manual biasa dilakukan di atas kertas pola.  
  • Pembuatan pola baju secara digital biasa dilakukan dengan program komputer seperti CAD/CAM untuk membantu kelancaran proses produksi pakaian secara keseluruhan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kebanyakan dari pabrik konveksi lebih menerapkan pembuatan seragam dari metode CAD/CAM karena pola konveksi masih tersimpan dengan baik. Sehingga jika suatu ketika diperlukan, maka pabrik konveksi tidak perlu membuat kembali desain pola tersebut.

4. Grading Pola Baju

Dalam proses pembuatan seragam sekolah diperlukan pula yang namanya grading untuk memproduksi pakaian secara masal dengan berbagai ukuran sekaligus. Tingkatan ukuran pola seragam sekolah yang telah melalui tahap grading baik secara manual ataupun dengan komputer biasanya dinyatakan dalam ukuran S, M, L dan XL.

Dengan menerapkan teknik grading pada prinsipnya terdapat banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan. Beberapa manfaat dari grading yang dilakukan pada industri busana sendiri diantaranya:

  • Untuk mempersingkat waktu pembuatan pola baju.
  • Mendapatkan ukuran yang tepat berdasarkan pola baju baku yang sudah ada.
  • Grading pola baju memungkinkan anda membuat baju dengan desain sama dengan ukuran berbeda, minimal tiga ukuran.

5. Pengaturan Marker Making

Dari pola standar yang sudah dibuat sebelumnya, marker making selanjutnya menentukan seberapa panjang dan lebar (dalam yard) kain yang dibutuhkan untuk setiap desain seragam sekolah. Dalam membuat seragam model dan ukuran yang dipesan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk menghitung pemakaian kain optimal tim pengukur biasanya akan menyusun semua potongan pola pada kertas yang ditempatkan di atas bahan kain baik dengan manual (digambar) maupun dengan program komputer.

  • Supaya kain yang dipakai untuk pembuatan seragam tidak boros, maka diperlukan marker making.
  • Software komputer dapat membantu menentukan tata letak kain yang pas sehingga kain dapat digunakan secara efisien dan tidak banyak sisa kain yang terbuang.
  • Pengukuran dibuat sesuai dengan pola-pola yang melekat pada bahan kain.
  • Pola pada kain dapat dilekatkan dengan bantuan staples.

Seletah melakukan serangkaian proses yang telah disebitkan di atas maka tim pengukur akan mengetahui seberapa banyak bahan kain yang akan dipesan dan perlu digunakan untuk produksi seragam sekolah.

6. Pemotongan Bahan Kain

Setelah melakukan marker making selanjutnya perlu dilakukan yang namanya cutting atau pemotongan bahan kain yang telah diberi pola. Supaya pemotongan desain pola pada kain lebih rapi, pabrik konveksi biasanya akan mengandalkan kerja mesin untuk memotong bahan kain.

  • Mulailah memotong bahan kain yang paling dekat dengan tepi terlebih dahulu. Potong bahan kain mengikuti garis kampuh yang telah dibuat sebelumnya.
  • Potong bahan kain dari bagian pola yang besar baru pola yang kecil seperti saku, kerah dan juga manset kemeja.
  • Supaya hasil guntingan yang didapatkan terkesan tampak rata dan halus gunakan pisau pemotong yang tajam.
  • Kain-kain seragam yang sudah terpotong sesuai pola kemudian diproses lebih lanjut dengan ara dipilah dan dibedakan sesuai dengan ukurannyauntuk lebih memudahkan dalam proses penjahitan.
  • Bagian terpisah dari seragam sekolah yang telah dipotong kemudian ditandai dengan menggunakan kapur agar dapat hilang setelah dicuci.
  • Semua potongan-potongan dari kain seragam kemudian dimasukkan ke dalam bundel berdasarkan ukurannya.

Simak kembali pembahasan mengenai 5 Jenis Mesin Potong Kain Untuk Industri Garmen kalau sahabat Fitinline mau tahu lebih banyak lagi tentang jenis-jenis mesin pemotong yang biasa digunakan pada sebuah industri garment.

7. Penjahitan Kain Seragam

Saat masuk proses penjahitan, para pekerja yang memiliki keahlian kompeten dalam menjahit mulai bekerja. Pada proses sewing atau penjahitan di konveksi akan ada begitu banyak operator yang mengendalikan mesin jahit.

  • Sebagai contoh operator A akan menjahit khusus bagian badan seragam sekolah.
  • Kemudian operator B akan menjahit khusus bagian kerah seragam saja dan sebagainya.
  • Pada akhirnya bagian-bagian seragam sekolah tersebut dijahit hingga terbentuklah sebuah seragam yang lengkap.

8. Quality Control

Setelah proses penjahitan selesai dilakukan, seragam sekolah selanjutnya akan diseleksi oleh bagian quality control untuk mengendalikan, menyeleksi dan menilai kualitas suatu produk pakaian agar sesuai standar mutu yang diinginkan. Dengan kata lain tujuan utama dari quality control yaitu:

  • Untuk memperoleh keuntungan dengan cara yang fleksibel.
  • Untuk menjamin agar pelanggan merasa puas dan investasi bisa kembali.
  • Untuk memberikan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.
  • Unit quality control pada indistri konveksi sendiri umumnya terdiri dari beberapa inpekstor yang menilai apakah hasil seragam sudah sesuai dengan standar pabrik atau belum.
  • Hanya seragam sekolah yang dijahit dengan rapi yang akan lolos inspeksi.
  • Jahitan yang terbuka, teknik jahit yang salah dan benang yang tidak cocok dapat mempengaruhi kualitas produk.
  • Jika saat dicek ternyata ditemukan kesalahan dalam menjahit, maka seragam sekolah perlu diperbaiki.

Mau tahu standar jahitan garmen yang bagus itu seperti apa?. Simak kembali pembahasan mengenai Standar Mutu Jahitan Dan Jenis Pengendalian Mutu di Industri Garmen.

9. Proses Finishing

Setelah seragam sekolah selesai di produksi selanjutnya seragam tersebut dirapikan dengan cara disetrika supaya hasilnya terlihat lebih rapi. Untuk yang terakhir kalinya sebelum didistribusikan kepada konsumen seragam sekolah dibawa ke ruang pengepakan dan diseleksi sesuai kualitasnya.

10. Pengemasan Produk

Pengemasan produk menjadi proses akhir dari pembuatan seragam. Biasanya pabrik konveksi memiliki unit pengemasan yang bertugas menata seragam-seragam atau produk jadi konveksi untuk siap didistribusikan kepada pemesan atau konsumen.

Demikian pembahasan singkat mengenai gambaran proses pembuatan seragam sekolah di pabrik maupun konveksi yang dapat kami bagikan untuk anda. Kalau sahabat Fitinline mau tahu lebih banyak lagi tentang tips dan trik seputar desain fashion yang tidak kalah menarik simak terus artikel dari kami ya.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.