Sebelum memahami seberapa revolusioner teknik ini, kamu perlu tahu bahwa subtraction cutting adalah pendekatan desain yang sepenuhnya membalik cara kita melihat pola busana. Jika pola konvensional dibangun dengan menambahkan dan menyusun potongan kain, subtraction cutting design justru menciptakan bentuk dengan menghilangkan bagian tertentu.
Dalam artikel ini, kamu akan menemukan sejarahnya, prinsip kerjanya, contoh penerapannya, hingga alasan mengapa subtraction cutting fashion karya Julian Roberts menjadi salah satu inovasi terbesar dalam desain modern.
Apa Itu Subtraction Cutting?
Subtraction cutting adalah teknik pengembangan pola yang ditemukan oleh fashion designer asal Inggris, Julian Roberts, pada tahun 1998. Berbeda dengan metode konstruksi busana tradisional, teknik ini berfokus pada pengurangan kain secara strategis untuk membentuk siluet yang dramatis, jatuhan kain yang bebas, serta volume yang tampak alami.

Sumber : https://www.thecuttingclass.com/
Dalam subtraction cutting fashion, desainer tidak memulai dari pola datar yang rumit. Sebaliknya, mereka menciptakan ruang, lubang, atau jalur kosong dalam kain sebagai tempat tubuh masuk, sekaligus membiarkan kain jatuh secara organik membentuk drapery yang unik.

Sumber : https://subtractioncutting.tumblr.com/
Metode ini pada dasarnya mengubah cara kita memahami hubungan antara tubuh, ruang, dan kain. Alih-alih mengontrol kain sepenuhnya, kamu justru bekerja sama dengan sifat alami kain tersebut.
Sejarah Singkat: Subtraction Cutting Julian Roberts
Teknik subtraction cutting design pertama kali dipublikasikan oleh Julian Roberts ketika ia melakukan eksperimen terhadap bentuk yang tidak bisa dicapai dengan pola tradisional. Roberts ingin menciptakan pakaian yang:
- Tidak membutuhkan banyak garis pola teknis
- Menghasilkan bentuk tiga dimensi yang tidak bisa diprediksi
- Mengundang kreativitas dan spontanitas

Sumber : https://workexperiencefashion.com/
Ia kemudian memperkenalkan konsep “hollow construction”—cara membuat ruang kosong dalam kain yang nantinya akan membentuk volume. Dari sinilah subtraction cutting fashion berkembang dan banyak dipelajari oleh desainer avant-garde, mahasiswa fashion, hingga rumah mode yang ingin membuat potongan ekspresif tanpa keterbatasan pola klasik.

Sumber : https://runwaydreamblog.wordpress.com/
Bagaimana Subtraction Cutting Bekerja?
Secara konsep, subtraction cutting adalah teknik yang tampak sederhana, namun memiliki logika konstruksi yang sangat berbeda. Berikut penjelasan runtutnya:
1. Tidak Mengandalkan Pola Rumit
Desainer mulai dengan selembar kain besar, biasanya berbentuk persegi panjang atau lingkaran luas. Kain inilah yang akan menjadi “kanvas”.
2. Membuat Jalur atau Lubang
Lubang atau bentuk tertentu dipotong di beberapa titik. Bagian yang dipotong ini menjadi “ruang kosong” tempat tubuh akan masuk, bisa berupa lubang leher, lengan, atau tempat jatuhan kain.
3. Menghubungkan dan Memutar Kain
Lubang-lubang tersebut kemudian dihubungkan, dipelintir, atau dipindahkan posisinya. Inilah proses “subtraction”—pengurangan yang justru menghasilkan bentuk baru.
4. Mengandalkan Jatuhan Kain
Dalam subtraction cutting fashion, desain akhir tidak selalu bisa diprediksi. Kain akan membentuk lipatan organik yang menjadi karakter utama busana.
5. Hasil yang Tidak Ada Duanya
Dari satu metode sederhana, hasil potongannya bisa berupa gaun dengan drapery dramatis, tunik artistik, hingga siluet asimetris yang sangat khas.

Kelebihan Subtraction Cutting dalam Fashion
Mengapa teknik subtraction cutting design begitu digemari?
- Memberi Kebebasan Kreatif → Kamu tidak dibatasi grid pola konvensional. Semuanya bisa dieksplorasi sesuai imajinasi.
- Menghasilkan Siluet Unik → Setiap busana yang dibuat dengan subtraction cutting fashion hampir selalu berbeda, bahkan jika kamu menggunakan langkah yang sama.
- Hemat Waktu Pola → Tidak perlu banyak garis pola atau potongan kecil. Teknik ini memaksimalkan satu bentang kain besar.
- Memaksimalkan Karakter Bahan → Kain yang lembut, mengembang, atau elastis akan menunjukkan sifat terbaiknya lewat teknik ini.
- Ramah Eksperimen → Ini adalah teknik yang ideal untuk desainer pemula maupun profesional yang ingin keluar dari batasan.

Sumber : https://id.pinterest.com/
Tantangan Subtraction Cutting
Walaupun kreatif, subtraction cutting adalah metode yang memiliki beberapa tantangan:
- Memerlukan pemahaman jatuhan kain yang baik
- Tidak cocok untuk busana yang membutuhkan struktur kaku
- Bisa sulit direplikasi untuk produksi massal
- Tidak semua jenis kain menghasilkan efek yang sama
Namun justru karena tantangan inilah banyak desainer tertarik mendalami teknik ini.

Sumber : https://id.pinterest.com/
Apakah Subtraction Cutting Bisa Diaplikasikan dalam Produksi Komersial?
Pertanyaan ini sering muncul: apakah subtraction cutting fashion bisa diterapkan dalam skala industri? Jawabannya: bisa, tetapi terbatas pada kategori tertentu.
-
Substraction cutting cocok untuk:
- Busana ready-to-wear artistik
- Koleksi runway yang menonjolkan konsep
- Brand yang mengutamakan desain eksperimental
-
Substraction cutting kurang cocok untuk:
- Produksi massal yang mengutamakan keseragaman
- Busana yang butuh ukuran presisi seperti tailoring
- Kain kaku yang tidak bisa membentuk drape alami

Sumber : https://id.pinterest.com/
Tetap saja, semakin banyak brand independen yang mencoba mengadaptasi subtraction cutting design karena produksinya relatif hemat pola dan bisa menghasilkan tampilan high-fashion dengan biaya kain yang efisien.
Contoh Teknik dalam Subtraction Cutting
Beberapa teknik yang umum dipakai dalam subtraction cutting fashion meliputi:
1. Hollow Construction
Membentuk ruang kosong dalam kain yang akan menjadi volume pakaian.
2. Twist and Reconnect
Kain dipelintir lalu dihubungkan kembali untuk menciptakan bentuk spiral atau drape yang tidak biasa.
3. Linked Holes
Menghubungkan beberapa lubang pada posisi berbeda, menciptakan bentuk arsitektural di tubuh.
4. Multi-entry Openings
Membuat beberapa jalur masuk yang memungkinkan tubuh bergerak bebas dan membentuk siluet yang terus berubah saat dipakai.
5. Negative Patterning
Memotong kain berdasarkan area yang dihilangkan, bukan berdasarkan bentuk bagian tubuh.

Semua teknik ini memperlihatkan bahwa subtraction cutting bukanlah sebatas metode pemotongan, tapi filosofi baru tentang bagaimana desain bisa terbentuk.
Kesimpulan
Subtraction cutting adalah teknik yang mengubah cara kita melihat desain busana. Dengan mengurangi kain, justru tercipta bentuk yang tak terduga, artistik, dan sangat ekspresif. Tidak heran jika subtraction cutting fashion semakin banyak menarik perhatian, terutama bagi kamu yang ingin menciptakan karya dengan sentuhan avant-garde.
Kalau kamu tertarik mencoba subtraction cutting design, atau ingin tahu lebih banyak tentang metode subtraction cutting Julian Roberts, jangan ragu buat tinggalkan komentar, bagikan artikel ini, atau hubungi kami untuk diskusi lebih lanjut.
Download juga Pola Baju siap pakai dari kami kalau kamu ingin membuat baju sendiri dengan pola yang sudah jadi.
Semoga bermanfaat.
Comments 0
Leave a CommentSend Comment
Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.