Article

Homepage Article Jahit Menjahit Pengertian, Kegunaan, Karakteristik…

Pengertian, Kegunaan, Karakteristik dan Proses Pembuatan Adibusana Yang Perlu Anda Ketahui

Bidang busana termasuk ke dalam salah satu bidang usaha yang telah mengalami banyak kemajuan. Jika kebanyakan busana dulunya hanya dibuat dari bahan kain biasa dan dengan potongan yang sederhana, maka kini telah dikembangkan pula teknik pembuatan busana dengan kualitas tinggi yang dikenal dengan nama adibusana.

Pengertian Adibusana

Adibusana dapat didefinisikan sebagai busana dengan jahitan tingkat tinggi yang dibuat secara khusus menggunakan bahan-bahan terbaik sehingga tampilannya tampak elok, bagus dan mewah. Biasanya seorang desainer akan mendesain produk adibusana sesuai dengan keinginannya tapi juga diserasikan dengan kesempatan pemakaiannya.

Adibusana

Sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/

Dari sudut pandang lain adibusana dapat diartikan sebagai busana pesanan perorangan yang berkualitas tinggi, kain yang digunakan tergolong mewah, dijahit dengan perhatian luar biasa pada detail dan penyelesaiannya, dikerjakan dengan menggunakan tangan sehingga butuh waktu lama, akan tetapi tampilan dan presisi tetap menjadi prioritas.

Adibusana

Sumber : https://wolipop.detik.com/

Sebagai salah satu produk fashion yang menitikberatkan pada detail desain dan mengutamakan potongan yang pas badan, produk adibusana umumnya tidak dibuat secara masal sehingga baik model maupun jenis kainnya tidak akan ada yang menyamai. Proses pembuatannya yang lama juga menjadikan produk ini terkenal sangat mahal.

Adibusana

Sumber : https://www.liputan6.com/

Sedikit berbeda dengan produk pakaian lainnya, teknik adibusana umumnya dibuat dengan jahitan yang berkualitas tinggi, rapi dan halus. Beberapa ciri paling khas yang membedakan adibusana dengan jenis busana lainnya yaitu:

  1. Model adibusana merupakan hasil rancangan dari perancang busana yang mengacu pada penciptaan pakaian kostum yang memiliki detail motif dan hiasan tertentu.
  2. Produk adibusana dibuat berdasarkan ukuran tubuh seseorang dan eksklusif yaitu tidak diproduksi secara masal, sehingga biasanya diproduksi hanya satu potong untuk satu model.
  3. Bahan-bahan untuk adibusana bisanya dipilih dengan cermat, garis-garis rancangannya dipelajari secara mendalam dan pola-polanya dipersiapkan sedetail mungkin oleh tenaga yang memang sudah terlatih.
  4. Proses pembuatan busana adibusana memerlukan banyak pengepasan tergantung rumit tidaknya model busana yang dibuat.
    • Pengepasan pertama biasa dilakukan dengan menggunakan bahan kain sementara atau tiruan yang sifat dan kelenturannya menyerupai bahan aslinya.
    • Setelah dilakukan berkali-kali pengepasan dan didapatkan bentuk yang hampir mendekati sempurna, maka pengguntingan dapat dilakukan pada bahan kain yang seseungguhnya.
  5. Hampir 80% pakaian adibusana dikerjakan dengan tangan sehingga membutuhkan waktu yang lama dan cara pembuatanya juga cukup rumit.
  6. Memiliki hasil jahitan yang berkualitas tinggi, dalam menjahit busana tersebut dilakukan dengan teliti terhadap detail busana dan jahitan serta penyelesaian busana lebih banyak dikerjakan dengan tangan sehingga menghabiskan waktu lebih lama.
  7. Produk adibusana cenderung bersifat eksklusif, kebanyakan menggunakan material utama dan pelengkap dengan kualitas terbaik sehingga harga jualnya relatif mahal.

Kegunaan Adibusana

Berbicara mengenai adibusana, setiap produk pakaian yang termsuk kedalam kategori ini umumnya juga mempuyai kegunaan yang berbeda-beda. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya salah kostum kenali dulu yuk kegunaan dari adibusana itu sendiri.

1. Busana Pesta Pagi dan Siang

Busana pesta pagi dan siang merupakan busana yang dapat digunakan untuk menghadiri berbagai pertemuan yang sifatnya formal atau resmi, baik pada waktu pagi atau siang hari. Ciri khas busana pesta pagi dan siang diantaranya:

  • Model sederhana, mudah diatur dan menarik.
  • Penggunaan warna dan hiasan dibatasi seminimal mungkin.
  • Hiasan yang digunakan terbatas renda-renda, bros yang tidak mengkilap dan warnanya redup.

Adibusana

Sumber : http://rahmayogyandari1234.blogspot.com/

2. Busana Pesta Cocktail

Busana pesta cocktail merupakan busana yang digunakan dalam kesempatan resmi sewaktu pagi, siang atau menjelang sore saja. Ciri paling khas dari busana ini yaitu modelnya sedikit lebih meriah dari busana pesta pagi atau siang tetapi lebih sederhana dari busana malam.

  • Sebagai pelengkap gaya busana wanita cocktail dress kebanyakan dibuat dari kain sutra, kain satin, kain lace.
  • Desain dan variasinya pun bermacam-macam, ada yang dibuat tanpa lengan namun ada juga yang tidak.
  • Cocktail dress dapat dipakai untuk pelengkap acara semi formal seperti pesta pernikahan dan pesta ulang tahun.

Adibusana

Sumber : https://www.pinterest.com/

3. Busana Pesta Sore dan Malam

Busana pesta sore dan malam merupakan busana pesta yang digunakan sore dan malam hari dalam kesempatan yang bersifat resmi.

  • Ciri khas busana pesta sore dan malam diantaranya:
  • Bentuknya cenderung rumit.
  • Penggunaan warna dan hiasan bebas, tetapi masih dalam batas keindahan dan kesopanan.
  • Memiliki nilai dan kegunaan yang tinggi.

Adibusana

Sumber : https://www.dbs.com/

4. Busana Pesta Gala

Busana pesta gala merupakan jenis busana yang biasa digunakan untuk menghadiri pesta-pesta yang besar. Ciri khas dari busana gala diantaranya:

  • Bentuknya rumit dan besar.
  • Penggunaan warna dan hiasan lebih bebas dari busana malam.
  • Harus terdapat unsur kecenderungan (trend).
  • Bahan kain yang digunakan untuk membuat busana pesta gala harus mewah dan terbaru pada masa tersebut.

Adibusana

Sumber : https://www.nzbridal.com/

5. Busana Pesta Fantasi dan Fensi

Busana pesta ini termasuk ke dalam jenis busana yang lebih menampilkan kemahiran sang desainer dari pada penjelmaan suatu kreasi, dengan tujuan mempercantik perwujudan dan lahiriah seseorang melalui busananya. Ciri khas busana pesta fantasi dan fensi diantaranya:

  • Bentuknya biasanya rumit, sulit, kompleks dan besar.
  • Penggunaan warna dan hiasan sama sekali tidak dibatasi.
  • Merupakan suatu demonstrasi keterampilan seorang desainer dalam mewujudkan fantasinya menjadi sebuah kreasi yang dapat dilihat.
  • Busana fantasi merupakan hasil dari penuangan dari tema legenda sedangkan busana fensi tidak mempunyai tema dasar sedikit pun dalam legenda.

Adibusana

Sumber : https://id.aliexpress.com/

Karakteristik Adibusana

Ditinjau dari segi model, bahan, warna, hiasan dan penyelesaiannya produk-produk adibusana umumnya juga memiliki karakteristik yang cukup eksklusif. Berikut penjelasan singkat mengenai karakteristik dari adibusana yang dapat kami bagikan untuk anda.

1. Model Busana

Model adibusana lebih bervariasi dan lebih bebas, seperti model draperi, model bouster, model modifikasi kebaya, model londres, model sackdres, model straplles, model ball gown dan model tanktop.

2. Jenis Kain

Jenis kain yang digunakan untuk adibusana biasanya memiliki kualitas yang baik dengan tekstur yang sangat lembut dan berkilau. Beberapa jenis kain yang dimaksud diantaranya ada kain satin, kain sutra, kain damask, kain wool, kain beludru, kain organza, kain georgette, kain tulle dan lain sebagainya.

3. Warna Kain

Warna kain yang digunakan lebih bebas dan disesuaikan dengan kesempatan, seperti untuk pesta malam hari dipilih warna-warna tua yaitu merah dan hitam, sedangkan untuk pesta siang hari dipilih warna warna netral atau lembut.

4. Hiasan Busana

Hiasan yang diaplikasikan untuk adibusana umumnya jauh lebih bervariasi. Hiasan yang dimaksud diantaranya dapat berupa manik-manik, renda, kancing, bordir, aplikasi dan teknik hiasan lainnya seperti berbagai hiasan sulaman dan textile painting.

a. Manik-Manik

Manik-manik merupakan objek dekorasi dari bahan batu, kaca atau mutiara yang memiliki berbagai macam ukuran dan bentuk. Biasanya dilengkapi dengan lubang kecil untuk memasang benang atau untuk dirangkai.

b. Renda

Renda merupakan aplikasi pendukung perlengkapan jahit yang sangat identik dengan kesan anggun dan feminim.

c. Kancing

Kancing baju dapat dikategorikan sebagai salah satu pelengkap pakaian yang sangat populer. Kancing ini biasanya bisa dengan mudah ditemukan pada hampir semua baju yang membutuhkan penutup belahan.

d. Bordir

Bordir dapat didefinisikan sebagai hiasan di atas kain atau bahan lain yang dibuat menggunakan jarum jahit dan benang dalam berbagai variasi warna dengan tujuan untuk mempercantik tampilan bahan itu sendiri.

e. Aplikasi Hias

Aplikasi hias dapat didefinisikan sebagai seni membentuk gambar dari potongan kain tekstil dalam pola tertentu yang ditempel pada permukaan bahan utama yang lebih besar.

f. Sulaman

Sulaman merupakan teknik membuat ragam hias pada permukaan kain. Berdasarkan bahan utamanya sulaman yang dapat digunakan untuk menghias kain pada dasarnya terbagi atas tiga macam varian, diantaranya sulam benang, sulam pita dan sulam payet.

Simak juga pembahasan mengenai Jenis Sulaman Berdasarkan Bahan Yang Digunakan.

g. Textile Painting

Textile painting merupakan salah satu teknik membuat motif atau menghias kain. Bedanya dengan lukisan pada kanvas yaitu lukisan pada kain dibuat dengan menggunakan cat khusus yang tahan dicuci dan disetrika.

5. Penyelesaian

Teknik penyelesaian yang diterapkan dalam pembuaan adibusana kebanyakan menggunakan teknik jahit yang bermutu tinggi yaitu berupa teknik jahitan butik.

a. Penyusutan Bahan

Bahan kain yang mengandung katun harus disusutkan terlebih dahulu.

b. Pemasangan Furing

  • Bahan yang tebal (kaku/jatuh) dengan furing terbuka /lepas. Bagian buruk ketemu buruk.
  • Bahan yang lemas dan jatuh (tidak tebal/tidak terlalu tipis sekali) furing lepas dan buruk ketemu buruk.
  • Bahan yang tipis tidak tembus terang, furing lepas tetapi bagian bawah keliman tertutup atau jadi satu.
  • Bahan tembus terang (tipis/ tebal/ berlubang-lubang) furing double, pertama melekat kelihatan dari bahan, kemudian ditutupi furing lagi buruk ketemu buruk.
  • Pemasangan furing pada belahan harus menumpang bahan pokok dengan cara dipotong persegi pada ujung belahan.

c. Penyelesaian Sambungan

Setiap sambungan harus diseterika hingga licin supaya jatuhnya rapi dan sebelum diselesaikan tirasnya.

d. Penyelesaian Tiras atau Sisa Jahitan

Bagian tiras atau sisa jahitan dari adibusana biasa diselesaikan dengan cara sebagai berikut:

  • Dengan kampuh kostum untuk bahan tipis dan lembut. Kampuh kostum sendiri merupakan jenis kampuh pakaian yang diselesaikan dengan mesin pada bagian buruk, kemudian tirasnya diselesaikan dengan tangan.
  • Dengan kampuh balik untuk bahan tipis dan tembus terang (sifon). Kampuh balik ini biasanya paling banyak digunakan untuk menjahit kebaya.
  • Dengan kampuh buka dirompok (dengan bisban/pita). Kampuh terbuka merupakan jenis kampuh yang tiras sambungannya terbuka atau dibuka.
  • Dengan kelim bawah diberi bis atau pita, jahit dahulu baik ketemu baik lipat dan som untuk bisban hanya kelihatan setengahnya.
  • Untuk bagian bawah yang melebar dan melengkung, bisban bisa digunakan untuk kelim (tanpa tambahan jahitan). Jadi kelimnya hanya selebar bisban.

e. Pemasangan Aksesoris

Pemasangan manik-manik, benang hias, bordir atau hiasan pada busana harus dilapisi dengan kain kapas terlebih dahulu, agar tidak mengkerut.

f. Pemasangan Draperi

Pemasangan draperi selalu menggunakan bahan dobel.

g. Pencucian Busana

Busana yang sudah jadi dapat dicuci sesuai dengan petunjuk pencucian yang dianjurkan untuk bahan tertentu.

Proses Pembuatan Adibusana

Mau tahu lebih detail lagi tentang prosedur pembuatan adibusana?. Secara sederhana proses pembuatan produk pakaian dengan teknik jahitan tingkat tinggi  dapat digambarkan sebagai berikut. 

1. Pembuatan Desain

Buat rancangan model atau gambar busana yang didalamnya terdapat perpaduan dari unsur-unsur desain. Untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam membuat busana pastikan desain yang dibuat dapat dipahami oleh orang lain dengan mudah untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk busana/pakaian.

2. Pembuatan Pola Draping dan Konstruksi

Buat pola baju sesuai desain yang telah direncanakan sebelumnya. Dalam hal ini pola bisa dibuat dengan dua macam metode yakni dengan teknik draping maupun dengan teknik konstruksi.

a. Teknik Draping

Draping dapat didefinisikan sebagai salah satu teknik pembuatan pola baju yang dikerjakan secara langsung pada sebuah dressform dengan cara menata kain tanpa menggunakan teknik menggunting pola dan menjahit.

b. Teknik Konstruksi

Teknik konstruksi dapat didefinisikan sebagai teknik pembuatan pola baju di atas meja  datar. Pembuatan pola baju dengan teknik konstruksi membutuhkan ukuran yang banyak dan lengkap sesuai desain yang akan dibuat.

Untuk menghasilkan pola baju yang benar-benar tepat dan sesuai dengan kebutuhan pahami terlebih dahulu dasar-dasar pengambilan ukuran badan.

  • Jika pola baju tersebut sudah digambar dengan benar berdasarkan ukuran badan seseorang yang diukur dengan cermat maka busana yang didapat mestinya sesuai dengan bentuk tubuh si pemakai.
  • Sebaliknya jika ukuran dan pola baju digambar dengan asal-asalan kemungkinan hasil akhirnya juga akan mengecewakan.

3. Pembuatan Rancangan Bahan dan Harga

Untuk menghitung banyaknya bahan dan biaya yang harus dikeluarkan ketika membuat busana perlu dibuat yang namanya rancangan bahan dan harga.

a. Merancang Bahan

  • Sebelum pola diletakkan diatas bahan, harus digambar dahulu arah serat benang dan tanda-tanda pola lainnya.
  • Meletakkan pola pada bahan harus sehemat mungkin, ditinjau dari segi ekonomis. Tetapi jangan melupakan segi keindahan dan arah benang.
  • Letakkan pola yang ukurannya besar terlebih dahulu, kemudian letakkan pola yang ukurannya kecil-kecil.
  • Model simetris sebaiknya bahan dirangkap dua supaya sama bagian kiri dan kanan.

b. Menghitung Harga Bahan

  • Bahan utama yaitu bahan yang digunakan untuk membuat busana.
  • Bahan pembantu yaitu keperluan untuk membantu terwujudnya sebuah busana misalnya benang, resleting, viselin dan lain sebagainya.
  • Bahan pelengkap seperti payet, renda, kancing hias dan lain sebagainya.

Untuk menghitung modal dan harga jual sebuah busana bisa juga dilakukan perhitungan sebagai berikut.

  • Menghitung semua pengeluaran dalam pembuatan busana.
  • Menghitung harga jual.
  • Menentukan modal, upah tenaga kerja, dan keuntungan yang diperoleh.
  • Mencari biaya produksi, dengan menambahkan modal dan upah tenaga kerja.
  • Mencari keuntungan yang ingin di peroleh.
  • Mencari harga jual = biaya produksi + keuntungan.

4. Proses Pemotongan Bahan

Kegiatan memotong bahan kain sendiri biasa dilakukan untuk memisahkan bagian pakaian yang akan dijahit. Ketika melakukan tahap pemotongan bahan, pola baju paling tidak harus disematkan pada bahan kain dengan jarum pentul setelah itu barulah kain dipotong sesuai pola yang dijadikan contoh.

Simak juga pembahasan mengenai Teknik Memotong Bahan Kain Dan Memindahkan Tanda Pola Baju Yang Mudah Untuk Anda Praktekkan.

5. Proses Menjahit

Selesai melakukan pemotongan bahan selanjutnya perlu dilakukan yang namanya proses menjahit untuk menyatukan bagian-bagian busana. Pada tahap menjahit atau proses menjahit, dibutuhkan ketelitian yang sangat tinggi agar busana yang dihasilkan tampak bagus dan rapi.

6. Proses Pressing Interlining

Pengepresan interlining pada adibusana termasuk ke dalam jenis pengepresan antara (under pressing), yakni pengepresan yang dilakukan disela-sela proses menjahit baju. Jika diperlukan siapkan alat bantu setrika untuk memudahkan seseorang dalam melakukan pengepresan.

7. Fitting

Fitting merupakan momen yang menentukan kenyamanan dan sesuai tidaknya pakaian sebelum dikenakan dalam acara resmi. Bisa dibilang proses pengepasan (fitting) ini menjadi kunci paling penting yang harus diperhatikan untuk mendapatkan baju yang sesuai dengan kebutuhan.

8. Finishing dan Menghias Busana

Sebagai penyelesaian akhir produk adibusana perlu dilakukan yang namanya proses finishing dan menghias busana. Tujuan utama dilakukannya tahap ini yaitu untuk merapikan hasil jahitan busana yang masih kurang bagus sekaligus mempercantik tampilan busana.

Demikian pembahasan singkat mengenai pengertian, kegunaan, karakteristik dan proses pembuatan adibusana yang dapat kami bagikan untuk anda. Kalau sahabat Fitinline mau tahu lebih banyak lagi info penting terkait dengan desain fashion simak terus artikel dari kami ya.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.