Article

Homepage Article Kain OEKO-TEX: Mengenal Jenis…

OEKO-TEX: Mengenal Jenis Label dan Sistem Sertifikasinya

Apa Saja Jenis Label dan Sertifikasi OEKO-TEX?

OEKO-TEX bukan satu sertifikat dengan satu fungsi. OEKO-TEX adalah portofolio standar, sertifikasi, dan label yang digunakan untuk kebutuhan berbeda dalam industri tekstil dan kulit, mulai dari pengujian produk terhadap zat berbahaya, evaluasi bahan kimia, penilaian fasilitas produksi, verifikasi kapas organik, hingga ketertelusuran produk. Portofolio resminya mencakup antara lain STANDARD 100, MADE IN GREEN, STeP, ECO PASSPORT, LEATHER STANDARD, ORGANIC COTTON, serta RESPONSIBLE BUSINESS.

Untuk pelaku industri fashion, perbedaan tersebut tidak boleh diabaikan. STANDARD 100 terutama berkaitan dengan pengujian tekstil terhadap zat berbahaya, sedangkan MADE IN GREEN menggabungkan persyaratan produk dengan kondisi produksi dan ketertelusuran. ECO PASSPORT berfokus pada bahan kimia yang digunakan dalam industri tekstil, kulit, dan alas kaki, sementara STeP ditujukan untuk evaluasi fasilitas produksi.

Karena itu, ketika pemasok mengatakan suatu material “sudah OEKO-TEX”, pertanyaan berikutnya seharusnya adalah: OEKO-TEX yang mana? Apa objek yang disertifikasi? Apa ruang lingkupnya? Dan apakah sertifikatnya masih berlaku?

Berbagai jenis label dan sertifikasi OEKO-TEX pada produk tekstil

Mengapa Ada Banyak Sistem Sertifikasi OEKO-TEX?

Kebutuhan industri tekstil berbeda-beda di setiap tahap rantai pasok. Pabrik garmen yang membeli kain jadi memiliki kebutuhan berbeda dari perusahaan kimia yang memasok pewarna. Brand fashion yang ingin menunjukkan ketertelusuran produk juga memiliki kebutuhan yang berbeda dari produsen kulit.

Itulah alasan OEKO-TEX menggunakan beberapa sistem. Setiap standar dirancang untuk menjawab bagian tertentu dari rantai pasok, sehingga istilah “sertifikasi OEKO-TEX” tanpa menyebut jenisnya sebenarnya belum memberikan informasi yang cukup.

Untuk perusahaan fashion, pembagian tersebut dapat dipahami secara sederhana:

Sistem

Fokus utama

Siapa yang paling relevan?

STANDARD 100

Pengujian tekstil terhadap zat berbahaya

Brand, produsen tekstil, garment manufacturer

MADE IN GREEN

Keamanan produk, produksi yang lebih bertanggung jawab, dan ketertelusuran

Brand, retailer, produsen

STeP

Evaluasi fasilitas dan proses produksi

Pabrik dan fasilitas manufaktur

ECO PASSPORT

Evaluasi bahan kimia dan auxiliaries

Produsen serta pemasok bahan kimia

LEATHER STANDARD

Pengujian artikel kulit terhadap zat berbahaya

Produsen dan brand produk kulit

ORGANIC COTTON

Verifikasi kapas organik dari farm hingga produk

Brand, supplier, dan pelaku rantai pasok kapas

RESPONSIBLE BUSINESS

Pengelolaan tanggung jawab bisnis

Perusahaan di rantai pasok tekstil dan kulit

OEKO-TEX mencantumkan sistem-sistem tersebut dalam portofolio resminya, dengan persyaratan dan tujuan yang berbeda.

Perbedaan ini penting karena satu perusahaan bisa saja berhubungan dengan beberapa sistem sekaligus. Sebuah pabrik, misalnya, dapat membutuhkan STeP untuk fasilitas produksinya dan STANDARD 100 untuk produk tekstil tertentu yang dihasilkan.

1. OEKO-TEX STANDARD 100: Pengujian Tekstil terhadap Zat Berbahaya

OEKO-TEX STANDARD 100 adalah label untuk produk tekstil yang telah diuji terhadap zat berbahaya berdasarkan kriteria OEKO-TEX. Sistem ini dapat diterapkan pada material dan produk tekstil pada berbagai tahap pengolahan, dari benang hingga produk jadi. OEKO-TEX menyebutkan bahwa pengujian mencakup lebih dari 1.000 zat berbahaya dan memperhitungkan tingkat kontak produk dengan kulit.

Bagi brand apparel, inilah salah satu label OEKO-TEX yang paling sering ditemui. Namun, STANDARD 100 bukan sekadar pemeriksaan kain utama. OEKO-TEX menjelaskan bahwa benang, kancing, dan aksesori juga dapat menjadi bagian dari pengujian sesuai ruang lingkup sertifikasi produk.

Persyaratan STANDARD 100 juga dibagi ke dalam empat product class berdasarkan penggunaan produk:

  • Product Class I: produk untuk bayi dan anak kecil hingga usia tiga tahun.
  • Product Class II: produk dengan kontak langsung dengan kulit.
  • Product Class III: produk tanpa kontak langsung dengan kulit.
  • Product Class IV: tekstil rumah tangga dan material dekorasi.

Semakin intensif kontak dengan kulit dan semakin sensitif pengguna, semakin ketat persyaratan yang diterapkan.

Hal ini membuat product class menjadi informasi penting dalam sourcing. Sebuah pemasok mungkin memiliki material yang tersertifikasi, tetapi tim produk tetap perlu memahami sertifikat dan ruang lingkup yang tepat untuk produk yang sedang dikembangkan.

Pengujian kain dan pakaian untuk sertifikasi OEKO-TEX STANDARD 100

2. OEKO-TEX MADE IN GREEN: Produk, Produksi, dan Ketertelusuran

OEKO-TEX MADE IN GREEN adalah label untuk produk tekstil dan kulit yang telah memenuhi persyaratan tertentu terkait pengujian zat berbahaya, produksi yang lebih bertanggung jawab, dan ketertelusuran. Dibandingkan STANDARD 100, cakupannya lebih luas karena tidak berhenti pada karakteristik produk.

MADE IN GREEN mensyaratkan produk memiliki sertifikasi yang relevan, seperti STANDARD 100, ORGANIC COTTON, atau LEATHER STANDARD. Fasilitas pembuatan yang relevan juga harus memenuhi persyaratan STeP. Untuk komponen tertentu yang mencapai ambang berat yang ditetapkan, OEKO-TEX juga menetapkan persyaratan terkait fasilitas produksi pemasok.

Salah satu fitur yang membedakan MADE IN GREEN adalah traceability. Label dapat menggunakan product ID atau QR code yang dapat diperiksa melalui OEKO-TEX Label Check untuk memperoleh informasi mengenai fasilitas produksi dan negara tempat produk dibuat.

Bagi brand yang menjual produk dengan positioning transparansi rantai pasok, fitur ini dapat menjadi lebih relevan daripada sekadar memiliki label keamanan tekstil.

Namun, MADE IN GREEN tetap bukan tiket otomatis untuk menyatakan bahwa suatu produk memiliki dampak lingkungan paling rendah. Klaim harus tetap mengikuti ruang lingkup dan aturan penggunaan label.

3. OEKO-TEX STeP: Fokus pada Fasilitas Produksi

OEKO-TEX STeP merupakan sistem sertifikasi untuk mengevaluasi kondisi produksi dalam rantai pasok tekstil dan kulit. Fokusnya berbeda dari STANDARD 100 yang menilai produk.

Dalam konteks manufaktur, perbedaan ini sangat penting. STANDARD 100 membantu menjawab pertanyaan seperti “apakah produk tekstil memenuhi persyaratan pengujian terhadap zat berbahaya?”, sedangkan STeP berada pada level fasilitas dan proses produksi.

Bagi garment manufacturer, pendekatan seperti ini dapat relevan ketika perusahaan perlu menunjukkan sistem pengelolaan fasilitas yang lebih terstruktur kepada buyer atau bagian dari rantai pasok yang membutuhkan persyaratan tertentu. OEKO-TEX menempatkan STeP sebagai salah satu standar utama dalam portofolionya, dan STeP juga menjadi bagian dari persyaratan MADE IN GREEN.

Jadi, STeP bukan versi “lebih tinggi” dari STANDARD 100. Keduanya menilai objek yang berbeda dan dapat saling melengkapi.

Evaluasi fasilitas produksi tekstil untuk sistem OEKO-TEX STeP

4. OEKO-TEX ECO PASSPORT: Untuk Bahan Kimia Tekstil

OEKO-TEX ECO PASSPORT ditujukan untuk bahan kimia dan formulasi yang digunakan dalam industri tekstil, kulit, dan alas kaki. Sistem ini membantu mengevaluasi bahan kimia melalui beberapa tahapan, termasuk pemeriksaan bahan berdasarkan nomor CAS, analisis laboratorium, penilaian praktik perusahaan, dan—sesuai proses sertifikasi—kunjungan ke lokasi.

Ini membuat ECO PASSPORT lebih relevan bagi chemical supplier, dyeing house, finishing facility, dan perusahaan yang mengelola input kimia, bukan terutama sebagai label yang ditempel pada pakaian retail.

OEKO-TEX menyebutkan bahwa ECO PASSPORT memiliki tiga opsi sertifikasi dan dapat digunakan sebagai pre-certification untuk beberapa sistem OEKO-TEX lainnya, termasuk STANDARD 100, STeP, ORGANIC COTTON, dan LEATHER STANDARD. OEKO-TEX juga menyatakan bahwa pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi kebutuhan pengujian tertentu.

Bagi pabrik tekstil, implikasinya cukup jelas: pengelolaan bahan kimia sebaiknya dimulai dari input yang digunakan dalam proses, bukan hanya dari pemeriksaan kain setelah proses produksi selesai.

5. OEKO-TEX LEATHER STANDARD: Khusus Artikel Kulit

OEKO-TEX LEATHER STANDARD adalah sistem sertifikasi yang dirancang khusus untuk artikel kulit yang diuji terhadap zat berbahaya. Sistem ini memperluas pendekatan pengujian OEKO-TEX ke rantai produk berbasis kulit.

Bagi brand tas, sepatu, aksesori, atau apparel berbahan kulit, standar ini perlu dibedakan dari STANDARD 100 untuk tekstil. Produk dapat memiliki kombinasi material tekstil dan kulit, sehingga tim sourcing perlu mengetahui material mana yang tercakup dalam sertifikasi tertentu.

Hal ini juga menunjukkan mengapa penggunaan istilah “OEKO-TEX certified” tanpa nama standar dapat terlalu samar. Buyer perlu mengetahui material atau produk apa yang dinilai dan berdasarkan sistem mana.

6. OEKO-TEX ORGANIC COTTON: Verifikasi Kapas Organik

OEKO-TEX ORGANIC COTTON digunakan untuk verifikasi kapas organik dari tahap pertanian hingga produk. OEKO-TEX menyatakan bahwa produk dengan label tersebut diuji terkait penggunaan genetically modified organisms (GMO) dan zat berbahaya.

Untuk brand yang menggunakan organic cotton sebagai bagian dari strategi material, sertifikasi ini memiliki fungsi berbeda dari STANDARD 100. STANDARD 100 berfokus pada pengujian terhadap zat berbahaya pada produk tekstil, sedangkan ORGANIC COTTON berkaitan dengan verifikasi rantai pasok kapas organik dan pengujian yang ditetapkan oleh sistem tersebut.

Perbedaan ini sangat penting untuk komunikasi pemasaran. Klaim “organic cotton” dan klaim “tested for harmful substances” bukan dua hal yang identik.

Sebuah brand perlu mengetahui bukti apa yang mendukung masing-masing klaim sebelum informasi tersebut dimasukkan ke label, website, marketplace, atau materi kampanye.

Material kapas organik dan produk tekstil dalam proses verifikasi rantai pasok

7. OEKO-TEX RESPONSIBLE BUSINESS

Portofolio OEKO-TEX juga mencakup RESPONSIBLE BUSINESS, yang memiliki fokus berbeda dari sertifikasi produk seperti STANDARD 100. Sistem ini berkaitan dengan pengelolaan tanggung jawab bisnis dalam rantai pasok tekstil dan kulit. OEKO-TEX menyediakan standar dan dokumen khusus untuk Responsible Business dalam pusat dokumentasinya.

Bagi perusahaan besar, topik seperti responsible business dapat berhubungan dengan governance dan cara perusahaan mengelola tanggung jawab sosial serta lingkungan dalam operasi dan rantai pasok.

Karena cakupannya berbeda, perusahaan tidak sebaiknya menyamakan sertifikasi atau sistem tanggung jawab bisnis dengan sertifikasi keamanan produk.

Bagaimana Memilih Sistem OEKO-TEX yang Tepat?

Pemilihan sistem sebaiknya dimulai dari objek yang ingin diverifikasi, bukan dari popularitas label.

Jika kebutuhan utamanya adalah memastikan produk tekstil diuji terhadap zat berbahaya, STANDARD 100 menjadi sistem yang relevan. Jika perusahaan ingin menghubungkan keamanan produk dengan kondisi produksi dan ketertelusuran, MADE IN GREEN memiliki cakupan yang berbeda.

Sementara itu, produsen bahan kimia mungkin lebih membutuhkan ECO PASSPORT, sedangkan fasilitas manufaktur dapat berhubungan dengan STeP.

Gunakan kerangka sederhana berikut sebelum menentukan sertifikasi:

Pertanyaan bisnis

Sistem yang perlu dipertimbangkan

Apakah yang ingin dinilai adalah keamanan produk tekstil?

STANDARD 100

Apakah perusahaan membutuhkan produk dengan ketertelusuran dan persyaratan produksi tertentu?

MADE IN GREEN

Apakah objek utamanya fasilitas produksi?

STeP

Apakah yang ingin dinilai adalah bahan kimia untuk proses tekstil?

ECO PASSPORT

Apakah produk utamanya berbahan kulit?

LEATHER STANDARD

Apakah klaim utamanya berkaitan dengan kapas organik?

ORGANIC COTTON

Apakah kebutuhan berkaitan dengan tanggung jawab bisnis?

RESPONSIBLE BUSINESS

Tabel tersebut bukan pengganti evaluasi resmi. Kebutuhan aktual dapat melibatkan lebih dari satu sistem, terutama pada rantai pasok yang kompleks.

Perbedaan Sertifikasi Produk dan Sertifikasi Proses

Salah satu cara paling mudah memahami OEKO-TEX adalah membedakan apa yang dinilai.

Sertifikasi produk menjawab pertanyaan mengenai karakteristik produk atau material tertentu. Sertifikasi fasilitas dan proses menjawab pertanyaan mengenai bagaimana produksi dikelola. Sistem bahan kimia berada lebih jauh ke hulu, yaitu pada input yang digunakan dalam proses.

Gambaran sederhananya:

Bahan kimia → proses produksi → material/produk → produk jadi → ketertelusuran

ECO PASSPORT terutama berada pada area bahan kimia. STeP berkaitan dengan fasilitas produksi. STANDARD 100 berhubungan dengan pengujian produk tekstil. MADE IN GREEN menghubungkan beberapa persyaratan tersebut dalam satu label dengan unsur ketertelusuran.

Peta sederhana sistem sertifikasi OEKO-TEX sepanjang rantai pasok tekstil

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Membaca Label OEKO-TEX?

Label tidak boleh dibaca seperti satu kata kunci yang menjelaskan seluruh karakter produk. Ada beberapa detail yang perlu diperiksa.

Pertama, nama standar. STANDARD 100 dan MADE IN GREEN memiliki fungsi berbeda.

Kedua, nomor sertifikat atau label. OEKO-TEX menyediakan Label Check yang memungkinkan pengguna memasukkan nomor label untuk memeriksa statusnya. Jika hasil tidak ditemukan, OEKO-TEX menyarankan pengguna menghubungi mereka.

Ketiga, objek yang disertifikasi. Periksa apakah sertifikasi merujuk pada bahan baku, komponen, produk setengah jadi, produk jadi, fasilitas, atau bahan kimia.

Keempat, masa berlaku. Status sertifikasi dapat berubah, sehingga dokumen lama tidak sebaiknya digunakan tanpa pemeriksaan ulang.

Kelima, klaim yang digunakan. OEKO-TEX memiliki panduan khusus mengenai desain label, hangtag, dan product claims untuk berbagai sistem.

Untuk buyer atau sourcing team, lima hal tersebut jauh lebih berguna daripada sekadar meminta supplier mengirimkan gambar logo.

Kesalahpahaman Umum tentang Label OEKO-TEX

“Semua OEKO-TEX Berarti STANDARD 100”

Tidak benar. STANDARD 100 hanyalah salah satu sistem dalam portofolio OEKO-TEX. Ada sistem lain dengan objek dan tujuan berbeda.

“Kalau Ada OEKO-TEX Berarti Produk Pasti Sustainable”

Kesimpulan tersebut terlalu luas. Jenis sertifikasi menentukan klaim yang dapat didukung. STANDARD 100 terutama berkaitan dengan pengujian zat berbahaya, sedangkan MADE IN GREEN memiliki persyaratan produksi dan ketertelusuran tambahan.

“Sertifikat Supplier Otomatis Berlaku untuk Semua Produknya”

Tidak boleh diasumsikan demikian. Cakupan sertifikat perlu dicocokkan dengan material, produk, dan persyaratan sertifikasi yang relevan.

“Logo di Marketplace Sudah Cukup sebagai Bukti”

Tidak. Label dapat diperiksa melalui sistem resmi OEKO-TEX Label Check menggunakan nomor label atau sertifikat yang relevan.

Catatan Teknis Penting

OEKO-TEX adalah sistem sertifikasi dan pelabelan, bukan satu standar universal yang secara otomatis menilai seluruh aspek produk tekstil.

Ada tiga batasan utama yang perlu diingat.

Pertama, sertifikasi memiliki ruang lingkup tertentu. Jangan menggunakan bukti dari satu standar untuk membuat klaim yang seharusnya didukung oleh standar lain.

Kedua, sertifikasi tidak menggantikan seluruh kewajiban hukum. Kepatuhan terhadap regulasi negara tujuan tetap menjadi tanggung jawab perusahaan. OEKO-TEX menyatakan bahwa kriterianya mempertimbangkan sejumlah persyaratan dan regulasi internasional, tetapi hal tersebut tidak berarti sertifikasi dapat menggantikan seluruh regulatory compliance perusahaan.

Ketiga, persyaratan dapat diperbarui. OEKO-TEX secara berkala memperbarui kriteria pengujian dan limit values untuk sistem sertifikasinya. Pada 2025, misalnya, OEKO-TEX mengumumkan pembaruan kriteria dan nilai batas yang berlaku untuk berbagai sertifikasi.

Bagi perusahaan, konsekuensinya sederhana: dokumentasi sertifikasi perlu dikelola sebagai informasi yang harus dipantau, bukan dokumen sekali simpan.

Bagaimana Brand Fashion Sebaiknya Menggunakan Informasi Sertifikasi?

Brand sebaiknya memasukkan data sertifikasi ke dalam proses product development dan sourcing sejak awal.

Ketika tim desain memilih material, tim sourcing dapat mencatat standar yang dimiliki supplier. Saat sample disetujui, dokumen tersebut dapat dikaitkan dengan material dan komponen yang digunakan. Ketika produk masuk ke tahap pemasaran, tim marketing dapat menggunakan informasi yang sudah diverifikasi untuk menyusun klaim.

Pendekatan ini mengurangi risiko terjadinya situasi seperti berikut: katalog menyebut sebuah produk “OEKO-TEX certified”, tetapi tim internal tidak mengetahui standar apa yang dimaksud atau apakah sertifikatnya masih berlaku.

Untuk perusahaan dengan banyak SKU, sistem dokumentasi sederhana dapat mencatat:

  • nama pemasok;
  • jenis material atau produk;
  • jenis standar OEKO-TEX;
  • nomor sertifikat atau label;
  • tanggal berlaku;
  • ruang lingkup sertifikasi;
  • produk/SKU yang terkait;
  • status verifikasi terakhir.

Dengan sistem tersebut, sertifikasi menjadi bagian dari product compliance database, bukan sekadar file PDF di komputer purchasing.

Tim sourcing fashion mengelola dokumen sertifikasi material tekstil dari pemasok

Bagaimana Memahami OEKO-TEX Secara Praktis?

Cara paling mudah adalah jangan menghafalkan semua nama terlebih dahulu. Mulailah dengan tiga pertanyaan:

Apa yang sedang dinilai? Siapa yang membutuhkan sertifikasi? Dan klaim apa yang ingin dibuktikan?

Jika objeknya produk tekstil dan fokusnya zat berbahaya, lihat STANDARD 100. Jika kebutuhan mencakup produksi dan traceability, pelajari MADE IN GREEN. Jika yang dinilai fasilitas produksi, lihat STeP. Jika objeknya bahan kimia, ECO PASSPORT lebih relevan.

Setelah sistem yang relevan ditemukan, barulah periksa persyaratan, ruang lingkup, dan status sertifikasinya.

Pendekatan ini membuat proses sourcing lebih efisien karena perusahaan tidak lagi mengejar label secara umum. Yang dicari adalah bukti yang tepat untuk kebutuhan yang tepat.

Jika kamu ingin mengetahui alasan mengapa sertifikasi ini semakin diperhatikan oleh brand, produsen, dan buyer, lanjutkan ke mengapa OEKO-TEX semakin penting dalam industri tekstil.

Sementara itu, setelah memahami jenis labelnya, tahap berikutnya adalah memastikan apakah sertifikat yang ditampilkan pada produk benar-benar valid. Pembahasannya dapat dilanjutkan melalui cara cek sertifikat OEKO-TEX sebelum membeli produk tekstil.

FAQ: Pertanyaan tentang Jenis Label dan Sertifikasi OEKO-TEX

1. Apa sertifikasi OEKO-TEX yang paling dikenal?

Salah satu yang paling dikenal adalah OEKO-TEX STANDARD 100. Sistem ini digunakan untuk produk tekstil yang diuji terhadap zat berbahaya berdasarkan kriteria OEKO-TEX. Namun, “paling dikenal” tidak berarti paling tepat untuk semua kebutuhan. Brand yang membutuhkan ketertelusuran dan persyaratan produksi tertentu dapat memiliki kebutuhan berbeda dan perlu mempertimbangkan MADE IN GREEN. Produsen bahan kimia dapat lebih relevan dengan ECO PASSPORT, sedangkan fasilitas manufaktur dapat membutuhkan STeP. Karena itu, sertifikasi sebaiknya dipilih berdasarkan objek, risiko, dan tujuan bisnis, bukan berdasarkan popularitas label.

2. Apa perbedaan OEKO-TEX STANDARD 100 dan MADE IN GREEN?

STANDARD 100 berfokus pada pengujian produk tekstil terhadap zat berbahaya. MADE IN GREEN memiliki cakupan lebih luas karena menggabungkan persyaratan produk dengan persyaratan tertentu mengenai fasilitas produksi dan ketertelusuran. Untuk MADE IN GREEN, produk harus memenuhi sertifikasi yang ditentukan, fasilitas making-up yang relevan harus memenuhi STeP, dan sistem menyediakan product ID atau QR code untuk penelusuran melalui Label Check. Jadi, keduanya bukan sertifikasi yang sekadar berbeda nama; objek dan informasi yang diberikan kepada buyer atau konsumen juga berbeda.

3. Apa fungsi OEKO-TEX STeP?

STeP berfokus pada fasilitas dan kondisi produksi dalam rantai pasok tekstil dan kulit. Karena itu, STeP lebih relevan bagi perusahaan yang mengoperasikan fasilitas manufaktur atau terlibat dalam pengelolaan produksi daripada konsumen yang hanya ingin mengetahui keamanan sebuah kaus. STeP juga menjadi bagian dari persyaratan untuk fasilitas tertentu dalam sistem MADE IN GREEN. Dengan demikian, STeP sebaiknya dipahami sebagai sistem yang berada pada level fasilitas dan proses produksi, bukan sebagai pengganti STANDARD 100 untuk pengujian produk.

4. Apa fungsi ECO PASSPORT dalam industri tekstil?

ECO PASSPORT digunakan untuk bahan kimia dan formulasi yang digunakan dalam industri tekstil, kulit, dan alas kaki. Prosesnya mencakup pemeriksaan komposisi berdasarkan CAS number, analisis, penilaian praktik perusahaan, dan proses verifikasi lainnya sesuai tahap sertifikasi. Karena objeknya adalah bahan kimia, sistem ini lebih relevan bagi chemical supplier dan pelaku manufaktur yang mengelola input kimia. OEKO-TEX juga menyatakan bahwa ECO PASSPORT dapat berfungsi sebagai pre-certification untuk beberapa sistem OEKO-TEX lainnya.

5. Apakah OEKO-TEX LEATHER STANDARD sama dengan STANDARD 100?

Tidak sama. LEATHER STANDARD dirancang untuk artikel kulit yang diuji terhadap zat berbahaya, sedangkan STANDARD 100 merupakan sistem untuk produk tekstil. Keduanya memiliki pendekatan pengujian keamanan material/produk, tetapi objek dan ruang lingkupnya berbeda. Brand yang menggunakan kombinasi kulit dan tekstil perlu memeriksa sertifikasi berdasarkan material dan produk yang relevan, bukan menganggap satu sertifikat otomatis mencakup semua komponen.

6. Apa yang dimaksud OEKO-TEX ORGANIC COTTON?

ORGANIC COTTON merupakan sistem OEKO-TEX untuk verifikasi kapas organik dari tahap pertanian hingga produk, dengan pengujian yang mencakup aspek seperti penggunaan GMO dan zat berbahaya sesuai persyaratan sistem. Ini berbeda dari STANDARD 100. Jika sebuah brand ingin membuat klaim mengenai penggunaan kapas organik, bukti yang relevan harus dikaitkan dengan klaim tersebut. Sementara pengujian keamanan tekstil merupakan persoalan yang berbeda dan dapat membutuhkan sertifikasi lain.

7. Bagaimana cara mengetahui label OEKO-TEX asli?

Gunakan OEKO-TEX Label Check dan masukkan nomor label atau sertifikat yang tercantum pada produk. Sistem resmi tersebut dirancang untuk memeriksa apakah label OEKO-TEX valid. Jika nomor tidak menghasilkan data, OEKO-TEX menyarankan pengguna menghubungi mereka. Untuk buyer, pengecekan ini sebaiknya dilakukan sebelum sertifikasi digunakan sebagai dasar klaim produk atau keputusan sourcing.

8. Apakah satu produk bisa terkait dengan lebih dari satu sistem OEKO-TEX?

Bisa, tergantung struktur produk dan kebutuhan sertifikasi. MADE IN GREEN sendiri menggabungkan beberapa persyaratan dan mensyaratkan produk memenuhi salah satu sertifikasi produk tertentu, sementara fasilitas produksi terkait harus memenuhi STeP. Dalam rantai pasok yang lebih kompleks, bahan kimia yang digunakan juga dapat memiliki ECO PASSPORT. Karena itu, sistem OEKO-TEX sebaiknya dilihat sebagai ekosistem yang saling berhubungan, bukan kumpulan label yang harus dipilih secara eksklusif.

Kesimpulan

Memahami OEKO-TEX berarti memahami bahwa tidak ada satu label yang mewakili seluruh fungsi sertifikasi dalam industri tekstil.

STANDARD 100 berfokus pada pengujian produk tekstil terhadap zat berbahaya. MADE IN GREEN memperluas cakupan ke aspek produksi dan ketertelusuran. STeP berhubungan dengan fasilitas produksi, ECO PASSPORT dengan bahan kimia, LEATHER STANDARD dengan artikel kulit, dan ORGANIC COTTON dengan verifikasi rantai pasok kapas organik. Portofolio OEKO-TEX juga mencakup RESPONSIBLE BUSINESS untuk kebutuhan tanggung jawab bisnis.

Bagi brand dan produsen fashion, perbedaan ini bukan sekadar terminologi. Salah memahami jenis label dapat menyebabkan kesalahan dalam sourcing, dokumentasi compliance, hingga komunikasi kepada konsumen.

Karena itu, setiap kali kamu menemukan klaim “OEKO-TEX certified”, jangan berhenti pada logonya. Identifikasi standarnya, periksa objek sertifikasinya, cek validitasnya, lalu pastikan klaim yang dibuat sesuai dengan ruang lingkup sertifikasi tersebut.

Dengan cara itu, sertifikasi OEKO-TEX dapat digunakan sebagai informasi bisnis yang benar-benar berguna—baik untuk memilih material, mengevaluasi pemasok, mengelola risiko, maupun membangun komunikasi produk yang lebih transparan.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.