Article

Homepage Article Kain Mengenal Jenis Serat dan…

Mengenal Jenis Serat dan Tenunan Kain Shantung

Biasa menggunakan produk pakaian yang dibuat dari kain shantung tanpa pernah tahu apa bahan dasar dan teknik tenunan yang dipakai untuk membuatnya?. Khusus untuk anda yang mau tahu lebih banyak tentang kain shantung, langsung simak pembahasan berikut yuk.

Beberapa point penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

Sekilas Tentang Kain Shantung

Kain shantung dikenal sebagai salah satu jenis kain yang memiliki karakteristik adem, lembut dan cocok dipakai untuk segala musim. Khusus di Indonesia sendiri kain shantung banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar pakaian sehaari-hari seperti halnya daster, blus, kemeja, tunik dan pakaian lain karena bahannya sangat nyaman dipakai.

Kain Shantung

Sumber : https://www.onlinefabricstore.com/

Bahan Dasar Kain Shantung

Ketika pertama kali diciptakan, kain shantung sendiri dulu banyak dibuat dari serat sutra liar namun akhir-akhir ini mulai digantikan dengan serat lain seperti serat rayon, asetat, nilon, serat polyester ataupun serat sintetis lainnya yang lebih mudah didapatkan.

1. Serat Sutra

Sutra merupakan sejenis serat protein alami yang dihasilkan dari larva ulat sutra, baik itu ulat sutra murbey (Bombyx mori) yang diternakkan maupun sutra liar.

  • Serat sutra dikenal sebagai salah satu jenis serat alami yang sangat kuat.
  • Serat sutra sangat lembut ketika menyentuh kulit.
  • Serat sutra memiliki ciri khas yaitu berkilau seperti mutiara.
  • Serat sutra tahan terhadap panas dan tidak mudah terbakar.

2. Serat Rayon

Serat rayon termasuk ke dalam jenis serat semisintesis yang diperoleh dari hasil regenerasi selulosa.

  • Dalam serat rayon terdapat unsur kimiakarbon, hidrogen dan oksigen.
  • Serat rayon terlihat berkilau dan tidak mudah kusut.
  • Serat rayon mampu menghasilkan bahan kain yang halus, lembut dan memiliki daya serap yang tinggi mirip seperti katun.
  • Daya tahan dan retensi bentuk rendah, terutama ketika basah.

3. Serat Asetat

Serat asetat dapat dikategorikan ke dalam jenis serat yang terdiri dari senyawa selulosa asetat. Karenanya serat ini memiliki kualitas yang berbeda dibandingkan dengan rayon.

  • Serat asetat terkenal halus, lembut dan juga tangguh.
  • Serat asetar memiliki daya serap yang tinggi dan cepat kering.
  • Serat asetat tampilannya cenderung berkilau.
  • Serat asetat bisa lemah dan kehilangan kekuatan ketika basah.

4. Serat Nilon

Serat nylon merupakan sejenis serat sintetis yang terbuat dari produk minyak bumi. Serat ini pertama di produksi pada 28 Februari 1935 oleh wallace carothers.

  • Serat nylon terkenal sangat kuat dan tahan terhadap gesekan.
  • Serat nylon memiliki daya elastisitas yang tinggi.
  • Serat nylon cenderung tidak mudah kusut dan memiliki dimensi yang stabil.
  • Serat nylon tahan terhadap serangga dan juga jamur.

5. Serat Polyester

Serat polyester merupakan sejenis serat yang dibuat dari senyawa kimia, ethylene glycol dan asam tereftalat. Senyawa tersebut kemudian dikombinasikan dengan polyethylene terephathalate (PET) yang berasal dari minyak bumi (petroleum).

Khusus untuk kain shantung yang ada di Fitinline, kain ini secara umum dibuat dari serat rayon yang dikombinasikan dengan katun. Karena memiliki kandungan katun dan juga rayon di dalamnya maka kain ini sering disebut juga dengan nama lain katun rayon oleh sebagian orang.

  • Serat katun yang dijadikan sebagai campuran rayon termasuk ke dalam jenis serat alami yang diperoleh dari buah tanaman kapas.
  • Sebagai bahan dasar pembuatan kain yang sangat terkenal akan kualitasnya, serat katun umumnya memiliki karakteristik yang sangat khas yakni lembut, nyaman dan memiliki daya serap yang bagus. 

Kain Shantung 

Sumber : https://fitinline.com/

Jenis Tenunan Kain Shantung

Untuk menciptakan kain shantung yang kuat dan tahan lama, lebih lanjut serat-serat tersebut kemudin dipintal dan ditenun dengan teknik plain wave atau tenun polos hingga menjadi lembaran kain.

  • Teknik plain wave atau tenun polos merupakan teknik tenun yang paling tua dan paling banyak digunakan untuk memproduksi tekstil.
  • Tenun polos dibuat dengan cara menyilangkan sebuah benang lungsi atau lusi dan dengan benang pakan (naik turun) secara bergantian.
  • Benang lungsi atau lusi merupakan benang yang membujur dan membentuk panjang kain.
  • Sedangkan benang pakan merupakan benang yang melintang dan membentuk lebar suatu kain.
  • Repeat atau pengulangan dari anyaman polos dapat dibentuk minimal pada 2 helai benang lusi atau 2 gun.

Kain Shantung 

Sumber : https://www.pinterest.co.uk/

Sama halnya dengan teknik tenun yang lain, teknik tenun polos pada prinsipnya juga memiliki sejumlah karakteristik khusus yang menjadikannya tampak begitu istimewa. Beberapa ciri khas yang membedakan tenun polos dengan teknik tenun lainnya yaitu:

  • Tenunan polos mempunyai rapot paling kecil diantara semua jenis kain tenun.
  • Proses pengerjaan tenun polos terbilang cukup sederhana yaitu menerapkan konsep 1 benang pakan naik dan 1 benang pakan turun.
  • Pengulangan benang kearah horizontal (lebar kain) diulangi 2 kali sesudah 2 helai pakan, sedangkan pengulangan kearah vertikal (panjang kain) diulangi sesudah 2 helai lungsi.
  • Jumlah silangan yang terdapat pada teknik tenun polos paling banyak jika dibandingkan dengan teknik lainnya.
  • Teknik tenun polos memiliki susunan benang yang lebih kokoh dan tidak mudah berubah.
  • Teknik tenunan polos mampu menghasilkan bahan kain yang kuat dan memiliki luas permukaan sama antara bagian baik serta bagian buruknya.
  • Tenun polos lebih bisa dengan mudah dikombinasikan dengan teknik tenun lainnya.
  • Tenun polos memiliki range yang lebih lebar jika dibandingkan dengan teknik tenun lainnya.
  • Teknik tenun polos bisa diaplikasikan pada berbagai jenis kain termasuk bahan kain yang jarang dan tipis.
  • Gun yang digunakan pada teknik tenun polos minimal menggunakan 2 gun.
  • Benang pakan yang digunakan pada teknik tenun polos biasanya lebih kasar dari pada benang lungsi atau lusi.

Kegunaan Kain Shantung

Terkait dengan pemanfaatannya dalam industri fashion, hingga saat ini kain shantung memang banyak dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam jenis pakaian pria dan wanita. Meski demikian tidak menutup kemungkinan jika kain shantung juga banyak dipakai untuk keperluan lain seperti bahan pembuatan sprei hingga mukena.

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai jenis-jenis serat dan pola tenunan pada kain shantung yang dapat kami bagikan untuk anda. Dari berbagai jenis serat yang diproses sedemikian rupa, tidak heran jika akhirnya didapatkanlah bahan kain yang terkenal sangat dingin, lembut, adem dan cocok dijadikan sebagai busana untuk cuaca panas.

Butuh bahan kain shantung berkualitas untuk membuat pakain dan berbagai produk pelengkap rumah tangga lainnya?. Sebagai bahan pertimbangan mungkin anda bisa melihat-lihat dulu koleksi Kain Santung/Katun Rayon (NGR) yang kami miliki.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.