Article

Homepage Article Pakaian Adat Kenali Jenis-Jenis Kain…

Kenali Jenis-Jenis Kain Sari Khas India dan Cara Pengunaannya Dalam Berbagai Gaya

Tertarik untuk bergaya ala artis Bolywood dengan memakai kain sari khas India?. Meski zaman telah berganti, kain sari nampaknya akan tetap menjadi kain favorit yang disukai banyak wanita dari berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia, lantaran cara pemakaiannya cukup unik dan desainnya pun juga sangat beragam.

Pengertian Kain Sari

Kain sari atau saree sebenarnya termasuk ke dalam salah satu jenis kain tradisional India yang biasa dipakai wanita di negara India, Bangladesh, Nepal dan Sri Lanka. Kain ini umumnya terdiri dari helaian kain yang tidak dijahit, dengan panjang 4 hingga 9 meter dan dapat dipakaikan di badan dalam bermacam-macam gaya.

Kain Sari

Sumber : https://www.ebay.com/

Cara pemakaian kain sari yang paling umum yakni dengan dililitkan di bagian pinggang, sementara ujungnya disangkutkan dari bahu ke punggung belakang. Kain sari ini biasanya juga dipakai menutupi petticoat atau baju bagian dalam (pavada/pavadai di India Selatan dan shaya India Timur), dengan blus choli atau ravika.

Kain Sari

Sumber : https://www.ninecolours.com/

Blus choli yang dikenakan wanita India sendiri umumnya dibuat dalam model crop top, memiliki lengan yang pendek dan garis leher yang rendah. Dari semua macam busana wanita yang ada, blus choli bahkan disebut sebagai pakaian paling sensual yang juga memunculkan romantisme pada seorang wanita.

Kain Sari

Sumber : https://www.indiamart.com/

Jenis-Jenis Kain Sari

Sebagai pelengkap penampilan yang modis dan stylish, kain sari pada prinsipnya memang bisa dipakai untuk kegiatan sehari-hari baik dari acara formal dan acara santai. Meski demikian ternyata bahan kain sari yang dipakai untuk pelengkap busana harian dan busana pesta secara umum memiliki karakteristik yang berbeda lho. 

Kain Sari

Sumber : https://www.pavitraa.in/

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan dari tiap-tiap bahan kain sari, berikut kami bagikan beberapa model kain sari lengkap dengan kegunaannya yang bisa dipilih sebagai outfit andalan.

1. Kain Sari Casual

Kain sari casual merupakan sejenis kain sari yang boleh dipakai setiap hari. Biasanya kain sari jenis ini memiliki karakteristik yang tipis dan ringan.

2. Kain Sari Pernikahan

Sesuai namanya kain sari ini biasanya hanya digunakan pada saat acara pernikahan. Kain ini rata-rata memiliki bobot yang lebih berat karena memiliki corak sulaman yang unik dan berbagai aksesori tambahan.

3. Kain Sari Renda

Kain sari renda biasanya digunakan oleh para wanita untuk menghadiri acara formal seperti datang ke pernikahan atau dinner bersama keluarga.

4. Kain Sari Sutra

Perempuan India biasanya memakai sari sutra untuk menghadiri acara keagamaan dan menghadiri tempat ibadah lainnya. Sedikit berbeda dengan jenis lainnya, kain sari ini biasanya memiliki dua perpaduan warna.

5. Kain Sari Katun

Kain sari katun merupakan kain sari yang biasa dipakai untuk aktifitas sehari-hari. Bahan kain ini biasanya memiliki warna polos namun tetap memiliki pilihan warna yang banyak.

  • Banyak orang yang memilih jenis ini karena bahannya yang sangat nyaman untuk aktifitas sehari-hari.
  • Biasanya perempuan India memakainya dengan cara melilitkan di pinggang lalu di pundak.
  • Selain memberikan kesan lebh casual, kain sari katun ini sebenarnya juga sangat cocok digunakan di negara tropis seperti Indonesia. 

6. Kain Sari Georgette

Berikutnya ada kain sari georgette yang bisa digunakan bagi perempuan yang ingin menampilkan lekuk tubuh untuk acara formal. Dengan memakai sari georgette, tampilan yang dihasilkan akan terkesan lebih ramping dan elegan.

7. Kain Sari Tisu

Kain sari tisu termasuk ke dalam jenis bahan kain yang memiliki karakteristik keras dan jarang. Kain ini biasanya sangat sesuai jika dipakai pada waktu malam.

Tips Memakai Kain Sari

Setelah menyimak penjelasan di atas sekarang sahabat Fitinline jadi makin tahukan kalau kain sari yang biasa dipakai wanita di India ternyata jenisnya sangat banyak. Meski terlihat sederhana dari segi tampilan, faktanya cara pemakaian kain sari inipun terbilang sangat unik karena tidak hanya sekedar dililitkan pada tubuh.

Buat anda yang belum mengetahui cara penggunaan kain sari yang benar mungkin anda bisa mencontek tutorial mudah dalam menggunakan kain sari dengan gaya yang berbeda yang akan kami bagikan berikut ini. Tapi sebelumnya kenali dulu yuk apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan sebelum memakai kain sari.

1. Safety Pins

Safety pins alias peniti merupakan benda berukuran kecil yang memiliki variasi jarum dan mekanisme pegas sederhana serta cantelan untuk menutup ujung jarum yang runcing. Meski bukan suatu keharusan, dengan adanya peniti proses membelitkan sari akan jauh lebih mudah.

Kain Sari

Sumber : https://www.consumercrafts.com/

2. Blus Wanita

Blus termasuk ke dalam salah satu jenis busana wanita yang dapat dipakai untuk menutup tubuh bagian atas. Khusus untuk anda yang ingin memakai sari anda bisa memilih blus wanita dengan model crop top yang memiliki desain terbuka dibagian perut.

Kain Sari

Sumber : https://www.ilotte.com/

Busana yang sangat identik dengan gaya casual ini akan memberikan kesan feminim untuk setiap wanita yang menggunakannya.

  • Salah satu ciri khusus yang membedakan crop top dengan blus wanita lainnya yaitu modelnya dibuat menggantung tepat di atas pusar.
  • Karena desainnya tidak terlalu panjang perut pemakainya pasti akan terlihat ketika mengenakan crop top tersebut.
  • Petticoat
  • Ketika anda ingin memakai kain sari jangan lupa siapkan pula petticoat yang mengembang. Bila tidak ada anda bisa menggantinya dengan rok biasa.

Kain Sari

Sumber : https://www.aliexpress.com/

4. Kain Sari

Kain sari secara umum tersedia dalam berbagai ukuran panjang yang berbeda. Untuk alasan kenyamana pilihlah bahan dasar kain sari lainnya yang lebih nyaman dan tidak panas di tubuh.

Kain Sari

Sumber : https://id.pinterest.com/

Setelah semua bahan sudah selesai anda siapkan sekarang anda pun siap tampil anggun dan elegan dengan kain sari. Buat anda yang ingin mencobanya berikut kami bagikan dasar-dasar penggunaan kain sari yang mungkin bermanfaat untuk anda.

1. Gaya Marathi

Gaya marathi merupakan sebuah gaya yang menonjolkan pemakaian kain sari secara tradisional dengan ciri nuansa pedesaan atau gaya country-chic. Untuk mencoba gaya ini setidaknya dibutuhkan kain sebanyak sembilan meter.

  • Mulailah dengan melilitkan kain sari di belakang badan anda kemudian pegang ujung polos kain sari pada tangan kiri anda.
  • Biarkan sekitar kurang dari satu meter di ujung kiri lalu ikat simpul di sisi kanan pinggang di atas pusar.
  • Sekarang ambil ujung yang lebih pendek dari ujung yang longgar dan tarik dari antara kaki anda.
  • Buat lipatan tipis (jika perlu) dan selipkan di bagian belakang, jika sudah sematkan kain sari agar tetap tidak tersentuh.
  • Jalankan jari anda sepanjang lebar sisa dari kain sari, lalu teruskan untuk membuat lipatan. Tarik dari bawah lengan kanan anda dan kencangkan dengan aman di bahu kiri.
  • Biarkan beberapa helai kain dengan panjang yang cukup untuk dilipat. Selipkan ini di atas simpul dekat pinggang, sedikit ke arah kiri.
  • Bila anga ingin mencoba gaya ini pastikan sisa ujung kain sari yang menjuntai berada pada posisi satu inci di atas kaki.
  • Sebagai pelengkap jangan lupa kenakan cincin hidung atau nathni kemudian ikat rambut anda dengan gaya sanggul tradisional India yang dihias  bunga melati.

Kain Sari

Sumber : http://saree.guide/

2. Gaya Nivi

Berikutnya ada gaya pemakaian kain sari yang bernama nivi. Untuk mencoba gaya ini anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut.

  • Mulailah menyelipkan sudut kain sari ke sebelah kiri rok lalu lilitkan melingkar di belakang anda, melewati pinggul sebelah kanan, melewati pusar dan berputar lagi sampai melewati pusar sekali lagi.
  • Teruslah menyelipkan kain sari ke dalam rok selala anda melingkarkan kain sari pada bagian tubuh.
  • Gunakan jengkal jari untuk membuat lipatan pada ujung sari lainnya yang lebih penuh dekorasi kemudian tarik bagian yang dilipat melewati pinggul sebelah kanan ke arah bahu sebelah kiri.
  • Sesuaikan panjangnya sesuai keinginan anda  kemudian jepitkan pada tali pengikat bahu choli atau busana penutup tubuh bagian atas yang anda kenakan.
  • Tarik kain dari bagian kiri atas rok sampai ketat di bagian belakang lalu gantungkan dengan arah diagonal sehingga menutupi gumpalan lemak yang terlihat di pinggang Anda.
  • Selipkan kain ke dalam rok kemudian lipat sisa kain sampai terasa pas di pinggang. Jepit lipatan rok bagian depan lalu selipkan ke dalam ikat pinggang.

Kain Sari

Sumber : https://www.pinterest.com/

3. Gaya Tumpuk Kerala

Kerala menjadi salah satu gaya penggunaan kain sari yang terlihat paling elegan. Gaya ini tidak hanya cocok untuk acara pernikahan tradisional tetapi bisa untuk acara lainnya.

  • Tempatkan seluruh kain sari di belakang anda. Tarik satu ujung dari sisi kiri dan sisanya ke sisi kanan tubuh.
  • Buat dua lipatan sesuai lebar kain dan pastikan sisi perbatasan emas yang menonjol terlihat pada bagian depan. Jika sudah selipkan bagian ini di pinggang.
  • Ambil sisa dari kain sari dan buat lipatan tipis dengan perbatasan kainnya pada bagian sebelah kiri lalu kencangkan lipatannya dengan peniti di sisi kiri bahu anda.
  • Sekarang ambil ujung kanan kain dari kelompok lipatan dan tarik dari bawah lengan kanan anda. Bawa kainnya ke sisi kiri dan selipkan di dekat pusar kemudian singkirkan bagian kain sari yang masih terlihat mendominasi.

Kain Sari

Sumber : http://shopping.rediff.com/

4. Gaya Retro Mumtaz

Gaya retro mumtaz sangat cocok dipakai untuk pesta Sangeet atau Mehendi. Untuk mencoba gaya ini sebaiknya gunakan kain sari berbahan chiffon atau kain sari jenis georgette.

  • Untuk mencoba gaya ini lilitkan kain sari di bagian tubuh dan selipkan kain sari di sekitar pinggang anda.
  • Mulailah dengan melipat kain sari tetapi buat beberapa lipatan saja kemudian amankan dengan menyelipkan lipatan tersebut di bawah pusar.
  • Ambil bagian kain sari yang tersisa dan letakkan di sekitar pinggang anda. Kali ini anda juga perlu menyelipkan lima sentimeter kain di atas tingkat kedua.
  • Dengan bagian kain sari yang tersisa, buat lipatan vertikal tipis seperti gaya nivi dari bawah lengan kanan anda lalu pasangkan di dekat sisi kiri bahu anda.

Kain Sari

Sumber : https://www.pinterest.de/

5. Gaya Indo-Western

Gaya indo western menjadi gaya pemakaian kain sari yang juga tidak kalah populer dari gaya sebelumnya.

  • Untuk mencoba gaya ini mulailah melipat sisi panjang kain sari ke bawah sampai didapatkan bagian lipatan yang ukurannya pas.
  • Selipkan bagian kain sari yang terlipat ke dalam ikat pinggang, posisikan di tengah-tengah di bawah pusar, sehingga seluruh bagian sari muncul dari bagian paling dalam lipatan dan mengarah ke sebelah kiri.
  • Selipkan lebih jauh di sekeliling pinggang, sampai menyentuh tulang belakang atau hanya ke samping kiri anda.
  • Lipat ujung sari yang lainnya melewati sisi pendeknya.
  • Geserkan bagian bahu di belakang anda dan kemudian belitkan sehingga lewat dari pinggul sebelah kanan dan kemudian melewati bahu kiri.
  • Sesuaikan posisi menggantungnya sari sehingga terbentuk huruf U pada pinggul kanan dan lipatan di bahu tergantung pada ketinggian yang pas.
  • Jepit pada bagian bahu untuk menahan sari pada tempatnya, juga pada bagian-bagian lainnya agar didapatkan posisi menggantungnya sari yang sesuai keinginan anda.

Kain Sari

Sumber : https://www.koudre.com/

Merawat Kain Sari

Buat anda yang kebetulan punya banyak koleksi kain sari di rumah pastikan cara perawatan yang anda lakukan untuk mencuci, mengeringkan dan menyimpan kain tersebut sudah benar ya. Kalau masih ragu anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut.

  1. Untuk pemakaian sehari-hari, sebaiknya berhati-hati dalam me ngenakan kain sari. Jangan sampai kain sari kesayangan anda terkena noda makanan atau noda apa pun yang bisa merusak keindahan kain.
  2. Cuci bahan kain sari dengan air dingin, jangan mencucinya dengan mengucek apa lagi menggosoknya terlalu kuat.
    • Mengucek kain sari dengan kuat hanya akan merusak kain sari.
    • Selain itu sebaiknya hindari penggunaan mesin cuci untuk membersihkan kain sari.
    • Kain sari cukup dicuci dengan tangan dan dibilas beberapa kali.
  3. Selama mencuci pastikan kain sari terbentang dan tidak terlipat-lipat. Karenanya, gunakan ember berukuran besar untuk mencuci kain sari. Jika terpaksa harus melipat, lipat kain sari dengan rapi dan jangan di tumpuk dengan pakaian lain.
    • Rendam kain sari selama beberapa saat lalu bilas hingga bersih. Untuk penggunaan deterjen atau sabun cuci jangan terlalu banyak.
    • Cukup rendam kain sari selama be berapa menit saja dan kemudian bilas dengan air sampai benar-benar bersih.
    • Jangan sampai ada noda detergen yang tertingggal pada kain sari.
  4. Perhatikan volume air yang anda gunakan untuk melakukan pencucian.
    • Jangan sampai volume air yang anda gunakan terlalu sedikit.
    • Pastikan sampai air cucian yang anda gunakan untuk membilas kain sari tidak berbusa dan bilas sampai benar-benar bersih.
  5. Untuk mengering kain sari, akan lebih baik bila anda menjemurnya di tempat yang teduh dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung.
    • Cukup angin-anginkan kain sari di jemuran yang terlindung dari sinar matahari dan tunggu sampai benar-benar kering.
    • Tapi jika anda menginginkan kain sari cepat kering, anda bisa menjemurnya di tempat yang sedikit panas namun jangan terlalu lama.
    • Jika bagian permukan sudah kering, jangan lupa untuk membaliknya.
  6. Karena pola kain saree yang panjang, pada saat menjemurnya, sebaiknya bentangkan di jemuran yang berlapis-lapis.
    • Bentangkan kain sari sehingga membentuk gelombang-gelombang seperti huruf W.
    • Jangan hanya membentangkan kain sari pada satu jemuran saja.  
  7. Segera angkat kain sari yang sudah kering dari tempat penjemuran lalu simpan di tempat yang bersih dan terbebas dari lembab.
    • Untuk menyimpan kain sari anda bisa menyimpannya di lemari pakaian seperti pakaian lainnya.
    • Pastikan lipatan kain sari tampak sempurna dan tidak ada bagian kain yang terlipat secara tidak teratur.
    • Kain sari juga tidak perlu disetrika karena bisa membahayakan motif kain saree yang indah.

Selamat mencoba tips dari kami sahabat Fitinline. Semoga artikel yang kami bagikan bisa menginspirasi anda untuk lebih selektif dalam memilih kain sari yang tepat sesuai kebutuhan dan juga membuat anda lebih kreatif dalam memadupakdankan kain sari sebagai pelengkap gaya penampilan yang trendy.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.