Article

Homepage Article Kain Kain Furing

Kain Furing

Kain furing atau lining adalah kain yang biasanya digunakan untuk pelapis busana bagian dalam dan langsung menyentuh kulit. Kain furing ini menjadi satu kesatuan dengan busana dan dijahit menjadi satu bagian dengan busana, sehingga tidak bisa dilepas. Kain furing berfungsi sebagai lapisan pada bahan utama agar lebih tebal, lebih adem (dingin), lebih enak dilihat, dan sebagai penutup kampuh pada busana. Ada perbedaan tulisan tentang nama kain furing, ada yang menulis vooring, pouring, puring, dan lain sebagainya.

Warna kain furing biasanya disesuaikan dengan warna kain utama yang digunakan. Penggunaan kain ini untuk jenis busana yang berbahan tipis, supaya busana yang berbahan tipis atau transparan tidak berbayang sewaktu dipakai. Namun demikian, ada beberapa jenis bahan yang meskipun sudah dilapisi furing, tetap harus menggunakan rok dalam atau legging, misalnya bahan sifone dan bahan yang berwarna soft (krem, putih dan warna terang lainnya). Selain kain yang berbahan tipis, kain furing juga digunakan pada bahan agak panas, untuk busana yang dibuat dari bahan yang kurang menyerap keringat, misalnya bahan shantung korea dan tafeta, sebaiknya dilapisi furing, supaya ada media penyerap keringat dan lebih nyaman digunakan. Busana berbahan yang nempel di kulit juga memerlukan tambahan kain furing, misal baju yang dibuat dari bahan satin silk. Biasanya bahan satin silk dan sejenisnya jika tidak dilapisi furing akan nempel di kulit, kecuali jika bahan satin dipakai untuk dalaman kebaya atau dalaman gamis brokat.

Busana Dengan Kain Furing

Busana Dengan Kain Furing

Sumber: http://www.debusana.com

Mencari kain tekstil murah dan berkualitas? Klik Disini untuk melihat katalog kain.

Ada juga busana yang dibuat dari bahan katun (tidak terlalu tipis), namun sering menggunakan tambahan kain furing, misalnya gamis. Busana gamis akan lebih nyaman dikenakan jika dilapisi furing. Jadi penggunaan furing tergantung dengan selera masing-masing. Kain Pouring juga biasa digunakan pada bagian-bagian seperti kantong celana.

Terdapat beberapa macam merk yang biasa dijual di pasaran untuk saat ini, yaitu kain furing Herro atau Arrow, kain furing Asahi/APL, kain furing Abutai/Saten, kain furing SPTI. Kain furing ini tersedia dengan aneka warna dan beragam harganya. Jenis furing yang paling nyaman dan enak digunakan serta harganya lebih mahal dibanding kain furing lainnya adalah jenis Hero.

Selain kain furing yang digunakan untuk pelapis busana, terdapat juga kain furing yang digunakan untuk bahan pengganti plastik ataupun kertas. Kain furing ini didefinisikan sebagai kain terstruktur datar, seperti lembaran atau jaring, tidak dibuat dengan menenun tetapi oleh ikatan dan melibatkan serat dengan cara mekanik, termal atau proses kimia atau istilah lainnya polypropylene merupakan kain yang ramah lingkungan yang banyak digunakan saat ini sebagai bahan pengganti plastik. Penggunaan kain furing sekarang ini semakin meluas mulai dari dunia kesehatan untuk masker dan tutup kepala yang disposable karena bahan ini juga sangat higienis, dunia otomotif, industri, dan yang sedang marak saat ini adalah shoping bag (di Indonesia terkenal dengan nama tas spunbond atau spunbond bag), goody bag, souvenir, dan lain-lain. Kain Furing ini memiliki kelebihan lebih tahan lama dan kuat serta ramah lingkungan karena bahan ini bisa di daur ulang. Sifat-sifat dari kain adalah bernapas, cahaya lembut, tahan bahan kimia, tidak beracun dan ramah lingkungan.
Semoga bermanfaat

Tas Kain Furing

Tas Kain Furing

Sumber: http://rumahpuring.wordpress.com

Tags: busana wanita, busana wanita dan pria, busana batik, busana batik modern, busana wanita terbaru, baju batik, baju batik kerja, baju batik kantor, baju batik wanita, baju batik pria, kemeja batik, dress batik, dress batik modern

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.