Article

Homepage Article Fashion Design Ini Nih, 6 Cara Mengatur…

Ini Nih, 6 Cara Mengatur Keuangan dalam Bisnis Fashion-Mu!

Cara Mengatur Keuangan

Sumber: Unsplash.com / Alexander Mils

Uang bukanlah segalanya, tetapi segalanya butuh uang.

Selayaknya pepatah tersebut, tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan alat tukar ini sangat dibutuhkan dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. Dimulai dari membeli kebutuhan sehari-hari, membeli jasa, ataupun digunakan untuk membangun bisnis agar bisa menghasilkan keuntungan. Hanya saja, setiap orang harus mengerti cara mengatur keuangan tersebut agar dapat mencapai tujuan yang sudah direncanakan. Minimal memahami bagaimana mengatur keuangan pribadi.

Mirisnya, tidak sedikit orang yang masih memandang remeh tentang pentingnya mengelola keuangan dalam hidup. Mereka beranggapan bahwa uang dapat dipakai untuk membeli barang atau jasa yang diinginkan dengan sesuka hati. Padahal, hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengantisipasi berbagai kejadian yang tidak bisa diprediksi di masa depan. Baik dalam kehidupan pribadi ataupun dalam dunia bisnis fashion.

Perlu diketahui, manajemen keuangan bisnis adalah tahapan yang sangat krusial agar suatu bisnis bisa semakin maju. Sebab, para pebisnis pun bisa melihat bagaimana aktivitas arus uang yang keluar masuk di perusahaan yang didirikannya sehingga bisa membuat rencana ataupun mengendalikannya untuk biaya operasional usaha. Dapat dikatakan bahwa suatu bisnis akan bisa bertahan dalam jangka waktu lama, apabila mereka mengetahui cara mengelola keuangannya dengan baik dan benar.
Melihat adanya kebutuhan informasi akan hal di atas, berikut ada beberapa tips yang dapat digunakan untuk mengelola keuangan bisnis fashion-mu menjadi lebih mudah. Di antaranya:

1. Pisahkan antara uang pribadi dan uang untuk operasional usaha

Cara Mengatur Keuangan

Sumber: Unsplash.com / Mufid Majnun

Perlu digaris bawahi terlebih dahulu, langkah ini sangat penting untuk dilakukan agar bisnis fashion-mu bisa semakin maju. Bila tidak dipisahkan, para pebisnis pun akan sulit untuk membedakan manakah uang yang digunakan untuk pribadi dan untuk usaha. Tidak hanya sekedar itu, pemisahan ini juga bisa mengidentifikasi serta mengevaluasi usaha yang dijalaninya. Apakah semakin berkembang atau tidak. Caranya bisa dengan membuka rekening di suatu bank tertentu agar tidak tercampur  dengan uang pribadi.

Jika Liners berada pada kondisi tertentu dan harus menggunakan keuangan dari bisnis tersebut, jangan lupa aktivitas tersebut dicatat dalam bentuk laporan. Berlaku pula sebaliknya, jangan lupa mencatat apabila ada uang pribadi yang digunakan untuk kelangsungan usaha.

2. Buatlah Rencana Penggunaan Uang

Cara Mengatur Keuangan

Sumber: Unsplash.com / Marissa Grootes

Selayaknya pepatah tujuan yang mengungkapkan bahwa “sebuah tujuan tanpa perencanaan, hanya akan menjadi harapan”. Menganggarkan jumlah uang untuk keperluan tertentu juga sangat diperlukan agar Liners bisa mengontrol pengeluaran dalam periode tertentu. Kalian bisa kehilangan kendali jika uang tersebut digunakan tanpa ada rencana.

Saat membuat rencana, Liners bisa memulainya dalam periode akuntansi yang baru. Dengan begitu, kalian hanya perlu menyesuaikannya dengan situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan saat periode sedang berjalan. Setelah berakhir, baru lakukan evaluasi agar rencana anggaran menjadi lebih baik lagi.

3. Disimpan dan dicatat semua bukti transaksi yang dilakukan.

Cara Mengatur Keuangan

Sumber: Unsplash.com / Kelly Sikkema

Saat periode waktu perencanaan keuangan sudah berjalan, alangkah baiknya apabila semua aktivitas transaksi dalam usaha dicatat dan disimpan dalam bentuk laporan. Bentuk dokumen transaksi tersebut bisa berupa nota ataupun faktur sehingga Liners bisa melihat dengan detail informasi dari produk yang dijual.

Adapun beberapa contoh bukti transaksi yang dicatat, adalah:

  • Jumlah pemasukan usaha dari hasil dagang
  • Jumlah pengeluaran untuk operasional toko seperti, aset tetap, perlengkapan toko, produk fashion yang dijual, dan lain-lan.
  • Jumlah modal yang digunakan saat memulai maupun menjalankan bisnis fashion.
  • Jumlah utang dan piutang yang ada dari transaksi usaha.
  • Kalau bisa, catatlah setiap transaksi yang keluar masuk setiap hari agar tidak ada yang terlewatkan, sehingga pemasukan dan pengeluaran bisa seimbang.

4. Buatlah dalam bentuk laporan keuangan yang sederhana dan rapi.

Cara Mengatur Keuangan

Sumber: Unsplash.com / Scott Graham

Setelah tahu seberapa banyak jumlah transaksi yang dilakukan, Liners bisa menyusunnya kembali dalam bentuk laporan keuangan agar lebih terstruktur. Langkah ini diperlukan karena laporan tersebut mampu mengomunikasikan data keuangan dan aktivitas perusahaan pada pihak yang berkepentingan. Cukup buat dalam bentuk yang sederhana, namun rapi agar bisa dibaca oleh orang lain dengan mudah.

5. Aturlah pendapatan usahamu dengan baik.

Cara Mengatur Keuangan

Sumber: Unsplash.com / Alexander Grey

Dari laporan keuangan yang dibuat itu, para pebisnis pun bisa melihat dan menilai seberapa banyak kah pendapatan kotor ataupun pendapatan bersih yang dinilai. Gunakanlah uang yang sudah ada tersebut untuk melancarkan kegiatan operasional usaha produk fashion-mu. Contohnya membayar biaya sewa toko, membayar gaji pegawai, ataupun membeli produk dagang.

Perputaran uang dalam usaha akan menjadi lebih cepat jika produk-produk yang dijual lebih cepat habis dibeli. Serta memiliki arti bahwa keuntungan usaha bisa lebih bertambah. Maka dari itu, sebaiknya Liners bisa memilih  produk fashion yang berkualitas baik namun dengan harga yang terjangkau oleh target pasar. Akhirnya, minat konsumen bisa meningkat dan tertarik untuk bertransaksi.

6. Lakukanlah kontrol keuangan secara rutin dalam periode waktu tertentu.

Cara Mengatur Keuangan

Sumber: Unsplash.com / Scott Graham

Menariknya, mengontrol keuangan ini bisa dilakukan jika para pebisnis mengetahui detail jumlah uang yang masuk dan keluar setiap hari. Misalnya mencatat pengeluaran biaya gaji pegawai ataupun mencatat pemasukan penjualan pada hari yang sama. Dengan begitu, besarnya arus transaksi pun bisa dievaluasi apakah melebihi budget atau tidak.

Jika arus keuangan sudah berkembang dan memperoleh keuntungan besar, Liners pun bisa melakukan investasi agar usaha bisa semakin lebih maju lagi. Salah satunya seperti menggunakan aplikasi berbayar untuk mencatat segala transaksi yang masuk serta keluar secara otomatis. Hasilnya pun bisa menjadi lebih akurat dan memangkas waktu untuk mengevaluasi laporan.

Harus diingat bahwa masalah dalam pembukuan administrasi bisa menjadi bumerang bagi setiap usaha apabila tidak dikelola dengan baik. Bukan tidak mungkin, bisnis tersebut bisa mengalami kerugian hingga terpuruk akibat kelalaian.

Berikutnya, Liners mau tahu seluk beluk tips memulai bisnis fashion apa lagi nih? Coba tuliskan di kolom komentar.

Comments 1

Leave a Comment
1

Ivan Khalis

1 year ago
Mengatur keuangan merupakan suatu keharusan terlebih lagi dalam bidang bisnis memegang peranan yang penting, memanfaatkan teknologi digital sistem akuntansi merupakan salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kembali dalam mengatur keuangan.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.