Article

Homepage Article Fashion Design 8 Jenis Tanggung Jawab Supervisor…

8 Jenis Tanggung Jawab Supervisor Line di Industri Garmen

Di setiap usaha bisnis yang bergerak dalam bidang apapun tentu saja tidak lepas dari pengawasan seorang pemimpin. Seperti halnya di industri garmen terdapat manajemen yang sudah terstruktur dengan rapi untuk mengawasi dan mengkoordinasi kegiatan produksi setiap departement, salah satunya departement sewing produksi untuk bisa mencapai target quantity produk yang dijahit oleh operator dengan kualitas yang baik juga harus dalam pengawasan seorang pemimpin. Di bagian sewing produksi ini biasanya terdapat team leader yang mengawasi operator saat melakukan proses pembuatan garmen namun team leader ini juga selalu dalam pengawasan oleh supervisor line. Buat kamu yang belum mengetahui tentang supervisor line dalam industri garmen, bisa simak terus pada pembahasan artikel kali ini.

Beberapa poin yang akan kita uraikan pada artikel ini mengenak Tanggung Jawab Seorang Supervisor Line Di Industri Garmen, sebagai berikut :

Sekilas Kita Akan Mendeskripsikan Tentang Supervisor Line Di Industri Garmen

Sebenarnya, tidak semua perusahaan memerlukan posisi supervisor yang satu ini, khususnya perusahaan dengan skala yang memang kecil di mana antara staf paling bawah dengan pemilik perusahaan masih bisa berinteraksi secara langsung tanpa memerlukan lapisan untuk menghubungkan. Namun untuk perusahaan yang sudah besar atau skala menengah ke atas salah satunya perusahaan industri garmen ini sangat memerlukan divisi supervisor. Dimana supervisor ini sangat membantu  pemilik perusahaan memastikan bahwa staf di tingkat paling bawah bisa melakukan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal. Ya sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan supervisor line?.

Supervisor line dalam industri garmen adalah seseorang yang melalukan pengawasan di produksi dan menangani setiap ada masalah dalam proses produksi baik dalam kualitas garmen, pencapaian target setiap line, layout mesin,  kualitas mesin, sehingga memastikan untuk semua pekerjaan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target. Untuk performent supervisor dapat diukur atau dinilai berdasarkan kemampuan dalam menyelesaikan susunan tugas dan  tanggung jawab di wilayah yang sudah di tetapkan oleh menejemen untuk mereka

Supervisor Line

Sumber : https://es.123rf.com/

Beberapa Tanggung Jawab Seorang Supervisor Line Di Industri Garmen

Dalam sebuah perusahaan terdapat struktur organisasi sebagai dasar suatu perusahaan untuk beroperasi dengan normal setiap hari. Karena itu dibuatnya struktur organisasi agar semua orang dapat bekerja dengan efisien dan optimal, yang mana alur dalam struktur mencakup kebijakan atau gagasan yang disusun, dirumuskan, dieksekusi, dan dapat menghasilkan suatu output tertentu sehingga tujuan perusahaan tercapai. Perencanaan dan perumusan adalah langkah yang dilakukan oleh manajer dan dieksekusi oleh karyawannya. Dalam pelaksanaan eksekusi, tentu akan dilakukan pengawasan, saat itulah tanggung jawab supervisor berada dalam alur tersebut. Berikut kita uraikan beberapa tanggung jawab seorang supervisor line di industri garmen, diantaranya sebagai berikut :

1. Style analysis, merupakan tugas penting bagi seorang supervisor line karena untuk menyiapkan sampel style yang akan dimuat di line sewing dan menganalisis detail konstruksi garmen dan operasi. Supervisor diharuskan benar-benar mengerti apa yang harus dilakukan. Jika ada hal yang belum dimengerti atau belum jelas maka harus menghubungi merchandiser dan mendapatkan klarifikasi. Persyaratan dalam kualitas bisa didiskusikan dengan tim QC atau merchandiser. Meskipun hal ini akan dibahas dan diklarifikasi saat PP meeting (rapat Pra-Produksi), banyak hal yang semuanya mungkin tidak tercakup dalam pertemuan tersebut. Memeriksa apakah semua trims yang perlu dibawa dari gudang sebelum memulai lay out .

2. Line Setting, di industri garmen untuk pengaturan line supervisor ini adalah menyusun mesin dan mengatur mesin berdasarkan kegunaan sesuai dengan alur proses jahit garment. Dalam hal ini supervisor harus memilih  operator yang paling sesuai dari operator yang tersedia untuk setiap proses garmen. Supervisor mengajarkan cara melakukan pekerjaan (meliputi proses menjahit ,menggambar dll) duduk di mesin, cara mencatat output  dan menginstruksikan kepadanya bagaimana melakukan operasi pada bagian pertama dst.

3. Training Operator, meskipun perusahaan mendirikan pusat pelatihan untuk menjahit pelatihan operator atau hanya mempekerjakan operator berpengalaman, supervisor perlu melatih operator yang memiliki keterampilan dalam pekerjaan ini masih kurang, sehingga nantinya operator tersebut bisa menyesuaikan saat sudah berada di line sewing. Sementara operator  yang sudah memiliki keterampilan dan pengalaman dalam hal menjahit maka akan dialokasikan ke line sewing untuk  proses menjahit dan jika operator peserta  tidak yakin bagaimana melakukan pekerjaan itu atau ragu maka supervisorlah yang bertanggung jawab  untuk membimbing dan menginstruksikan mereka metode yang benar untuk melakukan proses tersebut

Supervisor Line

Sumber : https://sukabumizone.com/

4. Meeting Target Production, pengawas line ini diberikan target produksi setiap hari berdasarkan sumber daya yang tersedia dalam satu line (mesin dan tenaga kerja). Supervisor di sini bertanggung jawab untuk menghasilkan jumlah target pada akhir jam kerja. Untuk memenuhi target tersebut, supervisor perlu memantau kecepatan kerja operator, loading kerja, waktu hilang /lost time dll. Selalu ada banyak alasan ketika terjadi hasil produksi rendah atau tidak sesuai target. Oleh karena itu supervisor perlu mencari cara untuk mencapai target produksi harian.

5. Disiplin di lapangan, salah satu sikap yang harus dimiliki seorang supervisor line. Disiplin di lapangan kerja ini sangat penting untuk menciptakan budaya kerja yang baik di perusahaan. Seperti starting line on time di pagi hari, matikan mesin jahit saat tidak ada pekerjaan atau operator yang tidak ada di mesin. Operator mungkin tidak sadar bagaimana berperilaku di lapangan produksi . Supervisor bertanggung jawab untuk melatih hal tersebut kepada operator dan helper. Misalnya, operator harus menjaga lantai tetap bersih, menjaga asesoris di tempat yang ditentukan, dan sebaiknya tidak berbicara dengan operator lain selama jam kerja. Jika hal ini diterapkan oleh semua operator saat proses produksi maka akan dipastikan dapat mencapai target dan pekerjaan berjalan dengan lancar

6. Seleksi mesin, mesin dan peralatan jahit yang harus digunakan untuk style yang akan dikerjakan dan berapa banyak mesin yang harus dialokasikan untuk melakukan proses sewing tertentu diputuskan oleh supervisor line. Tidak seperti industrial enginering (IE), supervisor tidak dapat merencanakan persyaratan mesin terlebih dahulu namun mereka melakukannya berdasarkan kebutuhan aktual untuk memenuhi target produksi harian, namun suprvisor bisa meminta IE untuk memastikan alokasi mesin dan peralatan jahit sesuai dengan style garmen yang akan dikerjakan.

7. Line Balancing dan kontrol WIP (work in proses), meratakan beban kerja sepanjang jalur line produksi sangat penting untuk meningkatkan kapasitas produksi. Tidak boleh ada line yang memiliki kelebihan beban kerja dalam proses sebagai persediaan. Jika terdapat line sewing yang memiliki kelebihan beban kerja maka supervisor bisa melakukan balancing ke line yang lainnya.

8. Kualitas stitching, ini merupakan kualitas garmen  yang berasal dari operator menjahit. Meskipun pabrik melibatkan QC di sewing untuk mengendalikan kualitas jahitan, supervisor line juga bertanggung jawab untuk menghasilkan garment dengan kualitas terbaik. Supervisor perlu mempertahankan  persentase cacat atau tingkat deffect yang rendah.

Supervisor Line

Sumber : https://www.sritex.co.id/

Demikian pembahasan di artikel Fitinline ini mengenai Tanggung Jawab Seoran Supervisor Line Di Industri Garmen. Semoga setelah kamu membaca dan memahami artikel ini dapat menambah wawasan dan memberikan manfaat mengenai apa itu tanggung jawab seorang supervisor line dalam industri garmen dan pembahasan artikel ini bisa kamu jadikan acuan untuk menjadi seoran pemimpin di sebuah perusahaan.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.