Article

Homepage Article Kain 6 Alasan Mengapa Masker…

6 Alasan Mengapa Masker Scuba Tidak Efektif Untuk Mencegah Covid-19

Mengenakan masker wajah saat bepergian menjadi salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Meski demikian anda juga harus berhati-hati dalam memilih masker, karena tidak semua masker memiliki efektifitas yang sama untuk melindungi diri dari paparan virus Covid-19.

Masker berbahan scuba yang banyak digunakan masyarakat misalnya, masker ini dinilai kurang efektif untuk mencegah droplet karena bahannya cederung tipis. Selain tipis masker scuba ternyata juga memiliki daya filtrasi yang sangat rendah sehingga tidak akan memberikan proteksi yang layak bagi penggunanya dari virus berbahaya.

Pengertian Masker Scuba

Masker scuba merupakan sejenis masker wajah berbahan double knit yang berserat halus, lembut, bersifat elastis, cukup kuat namun tetap ringan saat dipakai. Bahan yang dipakai untuk masker ini disebut demikian karena memang pada awalnya lebih populer digunakan sebagai pakaian untuk para penyelam scuba.

Sebagai bahan dasar pembuatan masker, kain scuba sendiri sebenarnya juga memiliki tingkat ketebalan yang berbeda-beda antara 1 mm hingga 3 mm tapi yang pasti lebih tebal dari kain yang biasanya. Namun tingkat ketebalan dari kain scuba ini biasanya juga tergantung dari produksi pabrik.

Beberapa karakteristik paling khas dari masker scuba yang membedakannya dengan masker yang lain diantaranya:

  • Masker scuba terkenal karena daya recovery dan daya elastisitasnya cukup baik.
  • Masker scuba kainnya cepat kering, tekstur kainnya halus, tahan terhadap noda dan terasa empuk (spoingy) dan masih banyak lagi.
  • Masker scuba memiliki kemampuan melar secara vertikal maupun horizontal rata-rata 40%.
  • Masker scuba memiliki model yang fashionable dan biasanya juga dijual dengan harga yang cukup terjangkau.

Dengan berbagai karakteristik yang dimilikinya masker scuba memang sangat cocok digunakan sebagai pelengkap gaya penampilan. Namun dibalik itu semua kelebihan yang ditawarkan ternyata masker scuba tetap memiliki kekurangan lantaran dinilai kurang maksimal untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Kekurangan Masker Scuba

Terkait dengan hal tersebut lantas apakah benar kalau masker scuba kurang efektif untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Supaya tidak penasaran berikut kami bagikan beberapa kekurangan dari masker scuba yang juga menjadi alasan mengapa sebaiknya anda menghindari jenis masker yang satu ini.

1. Bahannya Terlalu Tipis

Masker scuba termasuk ke dalam jenis masker kain yang terlalu tipis bahkan lebih tipis dibanding masker katun sehingga dikhawatirkan tidak bisa menyaring droplet penyebab COVID-19. Droplet sendiri merupakan tetesan pernapasan yang keluar dari mulut dan menjadi salah satu media penularan virus corona.

  • Karena punya bahan yang tipis dan tidak ada bahan penyaring yang memadai, droplet dari mulut pengguna jadi lebih mudah keluar dari masker.
  • Celah masker scuba dikhawatirkan dapat memecah droplet menjadi partikel yang lebih kecil lagi dan masuk ke dalam saluran napas orang sekitar.

Masker Scuba

Sumber : https://www.tokopedia.com/

2. Hanya Terdiri Satu Lapis

Selain bahannya cenderung tipis masker scuba juga tidak dianjurkan karena hanya terdiri dari satu lapis bahan, sehingga tidak bisa membantu mencegah penularan dari virus Covid-19. Masker kain yang baik untuk menahan percikan droplet saat bersin maupun batuk yakni minimal terdiri dari dua hingga tiga lapis bahan.

Masker Scuba

Sumber : https://www.blibli.com/

3. Tingkat Efektifitasnya Rendah

Masker scuba memiliki tingkat efektifitas yang rendah yakni hanya berkisar 0-5 persen, itu sebabnya masker scuba tergolong jadi masker yang tidak efektif dalam menangkal virus corona. Masker kain yang disarankan untuk pencegahan Covid-19 yaitu masker kain dengan keefektifan berkisar antara 50-70 persen.

Masker Scuba

Sumber : https://shopee.co.id/

4. Kemampuan Filtrasinya Rendah

Kemampuan filtrasi masker scuba sangat rendah sehingga tidak akan memberikan proteksi yang layak bagi penggunanya. Bahkan bisa dibilang masker scuba tidak memiliki filtrasi atau penyaring untuk mencegah partikel-partikel dari luar masuk ke dalam masker.

  • Masker yang dipakai seharusnya menggunakan HEPA filter (penyaring untuk air diffuser).
  • Kalau mau pakai masker kain, juga bisa ditambahkan kain tipe non-woven polypropylene (kain tipis) agar aman.
  • Jangan hanya memakai masker tanpa filter atau masker yang hanya dilapisi tissue.

Masker Scuba

Sumber : https://shopee.co.id/

5. Bahannya Mudah Melar

Masker scuba memiliki bahan yang mudah melar sehingga kerapatan porinya menjadi besar. Karena pori-porinya besar maka permebilitas udara dari masker scuba juga menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu peluang partikular virus untuk menembus kain masker bisa bertambah besar.

  • Karena dibuat dari kain scuba yang cenderung elastis maka saat ditarik secara otomatis pori-pori masker akan membesar atau melebar.
  • Penggunaan masker scuba yang salah bisa membuat masker menjadi lebih mudah melar dan longgar ketika kembali digunakan.

Masker Scuba

Sumber : https://jadistore.com/

6. Tidak Memiliki Ruang Bibir

Masker scuba tidak memberikan ruang yang membuat bibir bebas bergerak saat bicara, jadi posisinya bisa saja turun dan memaksa orang yang mengenakannya sibuk memperbaiki letak masker. Dari sentuhan-sentuhan inilah dikhawatirkan virus Covid-19 nantinya dapat masuk ke dalam tubuh.

Sekalipun masker scuba dinilai kurang efektif untuk mencegah penularan Covid-19 bukan berarti anda tidak bisa menggunakannya sama sekali. Bagi yang sudah terlanjur membeli dan menggunakan masker scuba, anda bisa mensiasatinya dengan cara melapisi masker scuba dengan dua lapis kain katun agar lebih tebal.

Tapi kalau mau lebih aman lagi sebaiknya pilih masker yang memang didesain untuk mencegah penularan virus Covid-19. Beberapa jenis masker yang dimaksud antara lain berupa masker N95, masker bedah dan masker kain.

1. Masker N95

Masker N95 merupakan sejenis masker wajah yang memiliki kemampuan paling efektif untuk melindungi diri dari Covid-19, karena bisa menyaring sampai 95 persen partikel yang ukurannya sangat kecil. Hanya saja untuk sekarang masker N95 masih diutamakan untuk para tenaga medis dan garda terdepan lainnya.

Masker Wajah

Sumber : https://www.sages.org/

Masker N95 diperlukan untuk melindungi tenaga kesehatan dengan cara menyaring atau menahan cairan, darah, aerosol (partikel padat di udara), bakteri maupun virus.

  • Masker N95 yang baik umumnya terbuat dari 4-5 lapisan material (lapisan luar polypropilen, lapisan tengah electrete charged polypropylene).
  • Frekuensi penggunaan masker N95 adalah sekali pakai (Single Use).
  • Masker N95 dirancang untuk tidak dapat rusak dengan mulut dan memiliki bentuk yang ketat pada wajah ketat (tight fit) saat dikenakan.
  • Masker N95 memiliki efisiensi filtrasi yang baik dan mampu menyaring sedikitnya 95% partikel kecil  (0,3 micron).
  • Beberapa masker N95 ada juga yang mempunyai katup untuk memudahkan pemakainya bernapas.

Dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya harga yang ditawarkan untuk mendapatkan masker jenis ini sangat mahal. Jadi kalau mau hemat anda bisa memilih masker bedah atau masker kain sebagai gantinya.

2. Masker Bedah

Masker bedah merupakan alat pelindung diri yang berfungsi untuk memberikan proteksi pada penggunanya dari partikel berbahaya yang dibawa melalui udara (airborne particle), droplet, cairan, virus atau bakteri. Masker bedah ini disebut-sebut jauh lebih baik dari pada masker scuba.

  • Masker bedah yang bagus umumnya terbuat dari material non woven spunbond.
  • Frekuensi penggunaan masker bedah adalah sekali pakai (Single Use).
  • Masker bedah tidak direkomendasikan untuk penanganan langsung pasien terkonfirmasi Covid-19.  
  • Bagian dalam dan luar masker harus dapat terindentifikasi dengan mudah dan jelas.
  • Masker bedah harus dirancang agar tidak rusak dengan mulut (misalnya berbentuk mangkok atau duckbill).
  • Masker bedah harus memiliki efisiensi penyaringan bakteri hingga 98% namun masih memungkinkan penggunanya untuk dapat bernafas dengan baik saat memakainya.
  • Masker bedah hanya dapat dipakai sekali kemudian dibuang tidak seperti masker kain yang bisa dipakai da dicuci berulang kali.

Masker Wajah

Sumber : https://www.mmsmedical.ie/

Meskipun sekali pakai, masker bedah ini bisa melindungi hidung dan mulut dari droplet yang mengandung kuman ataupun virus. Selain itu masker bedah ini juga bisa menyaring partikel-partikel lebih besar di udara dan memberikan perlindungan juga di saat persediaan masker N95 tidak mencukupi.

3. Masker Kain

Jika tidak ada masker bedah atau masker medis anda bisa memilih masker kain. Di tengah maraknya Covid-19 masker kain bahkan hadir sebagai alternatif pengganti masker medis yang lebih murah dan ekonomis namun tetap memiliki manfaat cukup besar untuk kesehatan terutama dalam mencegah penularan penyakit.

  • Masker kain dapat dipakai untuk mencegah penyebaran droplet saat sedang batuk dan pilek.
  • Biasanya masker kain ini terbuat dari bahan yang ditenun rapat dan terdiri dari 2 hingga 3 lapisan untuk mengurangi penyebaran droplet.
  • Masker kain dapat dipakai sebagai alat pelindung diri ketika dekat atau berada di kawasan yang terpapar Covid-19 (pasien dalam pengawasan atau orang dalam pemantauan).

Masker Wajah

Sumber : https://www.microplane.com/

Untuk memaksimalkan fungsinya sebagai alat pelindung diri selalu kenakan masker wajah dengan cara yang tepat.  Gambaran singkat mengenai cara penggunaan masker bisa anda lihat melalui penjelasan berikut:

  • Cuci tangan memakai sabun dan air yang mengalir selama minimal 20 detik atau cairan pembersih tangan dengan alkohol minimal 60 persen sebelum memasang masker.
  • Pasang masker dengan benar, pastikan area mulut, hidung dan dagu tertutup, serta tidak ada sela antara wajah dan masker.
  • Jangan memegang makser bagian depan yang sedang dan/atau sudah dipakai.  Untuk melepaskan masker pegang bagian tali di belakang telinga atau kepala.
  • Hindari kebiasaan menurunkan masker sampai ke dagu agar masker wajah yang digunakan bisa dengan efektif mencegah paparan virud Covid-19.
  • Bila masker yang anda miliki sudah rusak dan tidak layak dipakai buanglah masker kain tersebut dengan cara yang benar ke dalam tempat sampah.

Dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 Badan Standardisasi Nasional (BSN) diketahui telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914:2020 Tekstil - Masker dari kain. SNI 8914:2020 ini merupakan SNI baru yang disusun oleh Komite Teknis 59-01 Tekstil dan Produk Tekstil.

Pada intinya SNI 8914:2020 tersebut mempersyaratkan masker wajah harus memiliki minimal dua lapis kain, sementara untuk kombinasi bahan yang paling efektif digunakan bisa berupa kain katun ditambah dua lapisan kain chiffon yang mengandung polyester-spandex dan mampu menyaring 80-99% partikel.

  • Masker wajah setidaknya harus terdiri dari dua lapis kain dan dapat dicuci beberapa kali (washable). Dengan demikian masker kain satu lapis seperti masker scuba dianggap tidak memenuhi syarat untuk pencegahan Covid-19.
  • Untuk membuat masker wajah yang sesuai SNI, pemilihan bahan untuk masker kain juga perlu diperhatikan karena filtrasi dan kemampuan bernafas dari tiap-tiap jenis bahan juga berbeda-beda.
  • Untuk pengemasannya masker kain hendaknya dikemas perbuah dengan cara dilipat dan dibungkus dengan plastik. Cantumkan pula beberapa hal penting seperti merek masker, petunjuk pencucian masker serta tipe masker kain.

Untuk lebih jelasnya anda bisa menyimak kembali pembahasan mengenai 3 Kriteria Masker Kain Sesuai SNI Untuk Mencegah Covid-19.

Ingin membuat masker wajah sendiri untuk keperluan pribadi, donasi atau dijual kembali tapi masih bingung bagaimana cara menggambar polanya. Sebagai bahan referensi anda bisa mendownload Pola Masker Motor dan Pola Masker Kain siap pakai dari kami.

Terkait dengan bahan kain yang digunakan untuk membuatnya kombinasi bahan yang paling efektif digunakan merupakan kain dari serat alam seperti halnya serat katun. Beberapa karakeristik paling khas dari kain katun, yang menjadikannya sangat cocok digunakan untuk membuat masker wajah diantaranya:

  • Kain katun umumnya memiliki karakteristik yang kokoh, kuat dan tidak mudah rusak.
  • Kain katun juga cenderung tidak mudah luntur ataupun berubah warna (walau ada juga yang luntur).
  • Kain katun terasa adem saat dipakai karena di dalam kain katun sendiri terdapat rongga yang memungkinkan kulit untuk bernafas dengan sangat mudah.
  • Kain katun benar-benar lembut, nyaman dan aman digunakan untuk membuat masker wajah.
  • Kain katun tergolong aman digunakan bahkan untuk orang yang berkulit sensitif sekalipun.
  • Kain katun terbuat dari serat alami sehingga mampu menjaga kulit agar terhindar dari alergi.
  • Kain katun memiliki bahan kain yang ringan sehingga akan terasa sangat nyaman ketika digunakan untuk beraktifitas.
  • Kain katun bisa dijumpai dalam banyak pilihan warna dan dipilih sesuai kebutuhan pemakainya.
  • Kain katun umumnya cukup mudah untuk dibersihkan dan noda yang menempel pun bisa dengan mudah dihilangkan.
  • Harga kain katun relatif terjangkau.

Dibalik sejumlah kelebihan yang ditawarkannya, kain katun sebenarnya juga tidak luput dari kekurangan lantaran terdapat beberapa jenis katun yang mudah kusut dan juga agak kasar meskipun tergantung dengan jenis kain yang digunakan. Tetapi hal ini masih bisa diatasi dengan menyetrikanya.

Butuh bahan kain katun berkualitas dengan harga murah untuk membuat masker wajah?. Sebagai referensi anda bisa melihat-lihat dulu koleksi Kain Katun kami Di Sini.

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai sejumlah alasan mengapa masker scuba dinilai kurang efektif untuk melindungi diri dan orang sekitar dari paparan virus Covid-19. Dengan mengetahui hal tersebut semoga kedepannya anda bisa lebih selektif lagi dalam memilih masker yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Butuh bahan kain berkualitas dengan harga murah untuk membuat masker wajah tapi masih bingung dimana anda bisa mendapatkannya?. Sekarang anda tidak perlu bingung lagi karena Fitinline menyediakan banyak pilihan kain yang anda butuhkan.

Semoha bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.