Article

Homepage Article Kain Tekstil 4 Model Jas Hujan Yang Tersedia…

4 Model Jas Hujan Yang Tersedia di Pasaran Beserta Bahan Material Yang Digunakan

Sering bepergian dengan kendaraan roda dua?. Untuk menjamin keselamatan berkendara terutama saat musim penghujan seperti sekarang ini pastikan anda selalu membawa jas hujan kemanapun anda pergi. Jas hujan sendiri umumnya tersedia dalam berbagai pilihan model, warna, ukuran dan bahan jadi anda bebas untuk memilihnya sesuai dengan kebutuhan.

Pengertian Jas Hujan

Jas hujan merupakan pakaian tahan air yang dapat digunakan untuk melindungi tubuh dari terpaan hujan serta meminimalisir masuknya air yang mengenai bagian tubuh dan pakaian. Untuk mendukung keselamatan berkendara, kebanyakan jas hujan dibuat dari bahan yang berwarna terang dan dilengkapi dengan pita scotlight yang dapat memantulkan cahaya.

Jas Hujan

Sumber : https://www.aliexpress.com/

Meski sebagian besar jas hujan lebih sering dipakai oleh para pengendara sepeda motor namun jas hujan ini sebenarnya juga dapat dipakai oleh para pejalan kaki lho. Selain lebih simple dibandingkan dengan payung, dengan memakai jas hujan ini dijamin tubuh pemakainya tidak akan basah sekalipun berada di bawah guyuran hujan yang cukup lama.

Jas Hujan

Sumber : http://streetwearhub.com/

Sejarah Singkat Jas Hujan

Dimulai sejak zaman manusia purba, dulu para Homo Sapiens biasa melindungi tubuh mereka dengan menggunakan kain dari bulu binatang yang dilapisi minyak untuk menciptakan pakaian yang bersifat anti air dan membuat tubuh menjadi hangat.

Dari penemuan tersebut manusia semakin berinovasi dalam menciptakan jas hujan.

  • Suku Inca membuat ekstrak getah dari kulit kayu yang dioleskan ke permukaan pakaian untuk melindungi tubuh mereka kala hujan.
  • Dengan tujuan yang sama yakni membuat pakaian menjadi anti air, suku Inuit dan bangsa Viking merendam baju mereka ke dalam minyak ikan.
  • Tidak ketinggalan dengan masyarakat Saxon mereka mengolesi kain tenunan dengan lemak binatang untuk meminimalisir penyerapan air.

Saat Revolusi Industri terjadi, bahan kimia tambahan yang mampu mengubah kain menjadi bersifat waterproof pun tercipta. Penemuan ini konon digagas oleh seorang ahli kimia dari Skotlandia bernama Charles Macintosh pada tahun 1816.

Charles Macintosh awalnya melakukan percobaan dengan memanfaatkan bahan-bahan sisa dari pabrik gas untuk menciptakan suatu zat yang dapat membuat kain menjadi anti air. Beliau kemudian mencoba menggunakan bahan wol dan menambahkan zat-zat temuannya pada bahan wol tersebut. 

Jas Hujan

Sumber : http://www.independent.co.uk/

Metode pembuatan bahan anti air yang ditemukan oleh Charles Machintos ini selanjutnya dipatenkan pada tahun 1823 meski hasilnya belum sempurna karena masih memiliki sejumlah kelemahan tersendiri.

  • Bahan anti air buatan Machintos mudah sobek ketika dijahit.
  • Bahan minyak alami dari kain wol menyebabkan lapisan karet menimbulkan rasa tidak nyaman.
  • Saat musim dingin bahan menjadi kaku sementara saat musim panas menjadi lengket.

Jas Hujan

Sumber : http://www.telegraph.co.uk/

Untuk menyempurnakan bahan anti air yang ditemukannya, Charles Macintosh akhirnya berkolaborasi dengan penemu elastis bernama Hancock untuk menciptakan bahan anti air yang nyaman di segala cuaca. Temuan Machintosh dan Hancock tersebut selanjutnya dikenal sebagai cikal bakal bahan dasar pembuatan jas hujan.

Dengan didukung oleh kemajuan dalam bidang teknik dan kimia, inovasi untuk menghasilkan kain yang anti air semakin berkembang, sehingga bahan-bahan yang digunakan untuk menghasilkan kain yang anti terhadap air juga semakin bervariasi.

Bahan Untuk Jas Hujan

Melengkapi kebutuhan para pengendara motor akan jas hujan motor yang berkualitas, jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat jas hujan motor sendiri sebenarnya ada bermacam-macam. Misalnya saja bahan plastik, PVC, parasut, hingga bahan nylon campuran yang memiliki sifat anti air lengkap dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

1. Bahan Plastik

Bahan plastik yang dipakai untuk jas hujan motor bisa menjadi salah satu bahan paling murah yang dapat dipakai untuk melindungi tubuh saat hujan melanda. Karena bahannya cenderung tipis jas hujan ini umumnya mudah rusak dan hanya mampu bertahan sekitar 1-5 kali pemakaian. Paling cocok jika digunakan untuk keadaan darurat saja. 

Jas Hujan

Sumber : https://www.penjualan.co/

Selain bahan plastik yang tipis sebenarnya ada juga jenis jas hujan yang dibuat dari plastik tebal. Jika anda menginginkan jas hujan plastik yang awet, anda bisa memilih jas hujan yang dibuat dari bahan kain plastik mika yang cenderung bersifat kuat, tebal dan agak transparant.

Jas Hujan

Sumber : https://www.dhgate.com/

2. Bahan PVC

Bahan PVC termasuk ke dalam jenis bahan yang masih sejenis dengan plastik namun sifatnya lebih kuat. Untuk mendapatkan elastisitas yang sempurna, bahan pvc ini biasanya dicampur lagi dengan bahan khusus sehingga dapat digunakan untuk bahan jas hujan motor dan jaket karena anti air.

Jas Hujan

Sumber : https://www.sportsmansguide.com/

Jas hujan motor yang dibuat dari bahan PVC secara keseluruhan memiliki karakteristik yang cenderung ringan, tidak terlalu tebal, cukup sejuk ketika dipakai tapi sayangnya mudah sobek jika tersangkut sesuatu. Jas hujan motor dengan bahan PVC biasa dijumpai pada merk Tiger, Indoplast dan Gajah.

Jas Hujan

Sumber : http://www.acehardware.com/

3. Parasut Jas Hujan

Parasut jas hujan merupakan kain parasut yang dibuat khusus untuk keperluan pembuatan jas hujan maupun cover (sarung) tahan air lainnya. Bahan ini secara umum dilengkapi dengan lapisan anti air yang kuat dan sejumlah keunggulan lainnya.

  • Bahan parasut terbukti sangat tahan air, mantap, kokoh, awet tetapi sangat nyaman dikulit ketika dikenakan.
  • Bahan jas hujan parasut biasanya bersifat enteng dan halus. Bisa dipakai untuk membuat jas hujan wanita, jas hujan anak, maupun jas hujan pria.
  • Selain tahan air dan nyaman di badan, jas hujan berbahan parasut juga tidak mudah sobek.
  • Jas hujan parasut lebih bersifat anti air dari pada bahan PVC.
  • Untuk harga dan ketahanan tentu saja bahan parasut ini tingkatannya berada di atas bahan PVC ataupun semi karet.

Jas hujan yang diciptakan dari bahan parasut balon umumnya cenderung bersifat lebih anti air jika dibandingkan dengan jas hujan PVC. Selain itu jas hujan parasut ini juga bersifat enteng dan halus, namun bahannya lebih tebal sehingga membutuhkan tempat untuk menyimpan yang cenderung lebih besar saat dibawa bepergian. 

Jas Hujan

Sumber :  https://fjb.kaskus.co.id/

4. Bahan Nilon

Nilon merupakan salah satu jenis bahan yang terbuat dari produk minyak bumi. Jas hujan dari bahan nylon campuran ini paling cocok untuk di gunakan di Indonesia. Karena jas hujan nilon biasanya dilengkapi pula dengan tambahan pelapis di dalamnya sehingga membuat pemakainya tidak terlalu panas. 

Jas Hujan

Sumber : https://www.aliexpress.com/

Jas hujan nilon kebanyakan dibuat menggunakan teknik jahitan yang dikombinasikan dengan pressing sehingga bisa terasa lembab dibagian jahitannya.

5. Bahan Karet

Bahan karet termasuk ke dalam jenis bahan yang sangat kuat. Khusus untuk jas hujan, karet yang dipilih sebenarnya merupakan jenis semi karet yang memiliki karakter lentur, tidak tebal namun cukup panas saat digunakan. Untuk pemakaian jangka panjang kelenturan bahannya bisa hilang dan akan menjadi cepat sobek.

Jas Hujan

Sumber : https://www.lazada.co.id/

Satu lagi bahan yang biasa dipakai juga untuk jas hujan yaitu berupa bahan full karet. Bahan ini umumnya memiliki daya tahan air yang cukup tinggi, cenderung tebal dan berat sehingga membuatnya terasa sangat panas ketika digunakan.

Jas Hujan

Sumber : https://www.etsy.com/

6. Bahan Campuran

Selain empat bahan yang sudah disebutkan di atas sebenarnya ada juga jas hujan yang dibuat dari bahan campuran. Supaya lebih nyaman kebanyakan jas hujan juga sering dipadukan dengan bahan lain seperti PVC dan poliester, PVC dan karet, serta poliester oil coating.

  • Jas hujan dari bahan PVC dan poliester sebenarnya tidak dicampur secara langsung. Bahan PVC dipakai untuk penahan air hujan di luar sedangkan bagian dalam dilapisi dengan kain polyester untuk menambah kenyamanan.
  • PVC dan karet merupakan bahan campuran jas hujan yang sifatnya hampir sama dengan bahan PVC namun lebih elastis.
  • Poliester oil coating termasuk ke dalam jenis bahan poliester yang dilapisi dengan bahan waterproof seperti karet sehingga tahan air. Beberapa jenis bahan ini ada juga yang dikembangkan menjadi bahan tahan api.

Model Jas Hujan

Selain terbuat dari berbagai jenis bahan yang berbeda, model jas hujan yang dapat dipakai untuk melindungi tubuh sebenarnya juga dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Baik itu berupa jas hujan mantel (terusan panjang), jas hujan poncho (model kalong), hingga jas hujan setelan atas-bawah yang dapat anda pilih sesuai kebutuhan anda.

1. Jas Hujan Mantel (Terusan Panjang)

Jas hujan mantel atau jas hujan model terusan merupakan jas hujan yang memiliki bentuk memanjang dari penutup kepala (tudung) langsung ke bagian badan.

  • Jas hujan model mantel ini umumnya memiliki ukuran yang cukup panjang sampai dibawah lutut.
  • Beberapa dilengkapi dengan resleting atau kancing di bagian depan yang juga memanjang dari leher sampai bawah.
  • Pada bagian leher diberi tali untuk mengikat tudungnya. 

Jas Hujan

Sumber : http://cleida.com/

2. Jas Hujan Ponco (Model Kalong)

Jas hujan ponco merupakan model jas hujan yang memiliki bentuk seperti layaknya jubah berukuran besar dan lebar yang jika direntangkan umumnya akan terlihat seperti persegi. Jas hujan poncho ini sering disebut juga sebagai jas hujan model kalong atau model batman.

Meski pada awalnya lebih sering digunakan untuk melindungi bagian tubuh dari hujan, jas hujan ini sebenarnya juga dapat dialih fungsikan sebagai bivak. Desain jas hujan yang lebar dan mampu menutupi banyak permukaan, membuat jas hujan ini memiliki sifat yang sangat bagus untuk perlindungan.

Jas Hujan

Sumber : https://www.amazon.com/

Berdasarkan bentuk dan variasinya jas hujan ponco dapat dijumpai dalam berbegai model, baik itu berupa jas hujan ponco tanpa tangan, jas hujan ponco dengan tangan (ujung tangan berkaret), maupuan jas hujan ponco 2 kepala (double head 2 in 1) yang bisa digunakan untuk 2 orang sekaligus.

Jas Hujan

Sumber : https://ru.aliexpress.com/

3. Jas Hujan Setelan Atas-Bawah

Jas hujan setelan atas bawah pada dasarnya termasuk ke dalam jenis jas hujan yang terdiri dari dua bagian yang terpisah. Setelan atas dari jas hujan model ini umumnya berupa jaket dan setelan bawah berupa celana.

  • Setelan atas dari jas hujan model ini biasanya tersambung langsung dengan tudung jas hujan yang memiliki kemiripan bentuk dengan hoodie.
  • Untuk mengikat tudung jas hujan supaya tidak terbuka jika tertiup angin pada bagian lehernya terdapat tali pengencang yang dapat diatur sesuai kebutuhan.
  • Pada bagian ujung lengan dari jas hujan setelan umumnya terdapat karet yang berfungsi untuk meminimalisir masuknya air ke dalam bagian tangan.
  • Setelan bawah jas hujan ini beberapa ada yang dibuat dalam bentuk celana panjang tetapi ada juga yang berbentuk rok panjang khusus untuk wanita.
  • Perlindungan yang diberikan oleh jas hujan setelan sangat maksimal, karena semua bagian tubuh penggunanya tertutupi (mulai ujung kepala sampai ujung kaki).

Jas Hujan

Sumber : https://id.aliexpress.com/

4. Jas Hujan Rok atau Gamis

Jas hujan rok atau gamis dapat diklasifikasikan ke dalam jenis jas hujan wanita model baru yang bentuknya sekilas tampak seperti gamis. Jas hujan wanita model rok atau gamis ini sangat cocok jika dipakai oleh para perempuan yang banyak beraktifitas menggunakan gamis atau rok panjang.

Jas Hujan

Sumber : https://www.tokopedia.com/

Tips Memilih Jas Hujan

Berencana membeli jas hujan namun belum menemukan model dan bahan yang sesuai dengan keinginan anda?. Supaya tidak salah pilih simak dulu yuk pembahasan mengenai beberapa hal yang layak dipertimbangkan ketika hendak membeli jas hujan wanita, jas hujan anak serta jas hujan untuk pria.

1. Pilih Jas Hujan Berbahan Terbaik

Jas hujan yang baik umumnya terbuat dari bahan kain yang kuat, elastis dan mampu menahan air secara sempurna. Beberapa jenis bahan yang direkomendasikan yakni bahan plastik mika, PVC, parasut jas hujan atau bahan nylon campuran.

2. Pilih Yang Modelnya Simple

Bagaimanapun model jas hujan yang anda pilih baik itu jas hujan mantel, jas hujan poncho, jas hujan setelan atau jas hujan gamis sebenarnya tidak ada yang salah. Namun untuk alasan keamanan dan kenyaman anda sebaiknya perhatikan tiga hal berikut.

  • Untuk alasan keamanan lebih baik gunakan jas hujan dengan model baju dan celana.
  • Hindari jas hujan model ponco karena akan sangat berbahaya jika tersangkut di gir belakang motor.
  • Khusus untuk wanita terutama para hijabers anda bisa memilih jas hujan wanita yang diciptakan dalam model gamis.

3. Pilih Yang Bagian Sambungannya Dipress

Pilih sambungan jas hujan yang direkatkan dengan cara dipress bukan dijahit. Jas hujan yang dibuat dengan cara dijahit biasanya masih menyisakan celah bagi air untuk merembes ke bagian dalam jas hujan.

4. Pilih Lengan Yang Dilengkapi  Karet Elastis

Untuk meminimalisir masuknya air ke bagian tangan anda, carilah jas hujan yang bagian lengannya dilengkapi dengan karet elastis.

5. Pilih Ritsleting Yang Kuat dan Bagus

Pastikan ritsleting yang terdapat pada jas hujan anda, terbuat dari bahan yang kuat seperti bahan kuningan dan tembaga. Bisa juga menggunakan ritsleting berbahan plastik agar air tidak mudah merembes melalui celah ritsleting.

6. Pilih Jas Hujan Dengan Warna Cerah

Memilih jas hujan dengan warna terang dan cerah sangat disarankan. Tujuan utamanya adalah untuk memudahkan pengendara lain melihat posisi anda ketika berkendara di jalan umum. Beberapa pilihan warna yang dapat dipilih untuk jas hujan anak yakni berupa warna hijau muda, warna pink serta warna lain yang memberi kesan ceria.

7. Pilih Yang Ada Scotlightnya

Selain warna jas hujan harus cerah, anda juga harus memastikan bahwa jas hujan yang anda pilih dilengkapi dengan pita scotlight yang reflektif atau rentan memantulkan cahaya ketika malam hari untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan pemakainya.

Scotlight pada jas hujan bisa dengan mudah dijumpai pada bagian dada depan, punggung belakang. Untuk pilihan warnanya sendiri cukup banyak, ada yang berwarna kuning, orange, silver, hijau neon dan beberapa warna terang lainnya.

8. Perhatiakan Ukurannya

Karena jas hujan dipakai sebagai pakaian paling luar maka ukurannya harus dipilih yang lebih besar, paling tidak satu level dari pakaian yang dipakai. Selain lebih nyaman ketika dipakai ukuran lebih besar juga lebih aman dari risiko sobek. Pemakaian jas hujan yang ketat melapisi pakaian  hanya akan menyulitkan diri anda sendiri saat berkendara.

Tips Merawat Jas Hujan

Setelah menemukan jas hujan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan sekarang saatnya bagi anda untuk mempelajari bagaimana cara merawat jas hujan kesayangan supaya tetap awet dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

  1. Pertama-tama siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang diperlukan untuk mencuci jas hujan. Peralatan yang dimaksud yakni berupa deterjen cair, air hangat, kain lembut, sikat gigi bekas, spons, dan ember.
  2. Isi ember atau bak berukuran sedang dengan air hangat.
  3. Tuangkan deterjen cair secukupnya ke dalam ember atau bak sambil di aduk perlahan-lahan hingga merata. Supaya lebih aman sebaiknya hindari penggunaan deterjen yang mengandung bahan kimia berbahaya jika anda tidak ingin merusak jas hujan.
  4. Celupkan spons ke dalam ember, kemudian usapkan spons tersebut ke seluruh bagian jas hujan dengan perlahan-lahan.
  5. Jika terdapat noda yang sulit dihilangkan, tuang langsung deterjen cair di atas jas hujan lalu gosok secara perlahan dengan menggunakan spons.
  6. Untuk membersihkan bagian jas hujan yang tidak dapat dijangkau dengan spons, gunakan sikat gigi bekas.
  7. Bilas jas hujan dengan memakai air bersih. Jika diperlukan rendam jas hujan anda selama beberapa saat dalam ember yang sudah diisi dengan air bersih untuk menghilangkan sisa sabun.
  8. Sebagai penyelesaian akhir anda bisa menjemur jas hujan tersebut di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari dengan cara menggantungnya sampai kering.

Selamat mencoba tips dari kami sahabat Fitinline.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.