Article

Homepage Article Batik 10 Tahap Pembuatan Kain…

10 Tahap Pembuatan Kain Batik Dengan Teknik Coletan Yang Praktis Dan Mudah Diikuti

Teknik coletan menjadi salah satu teknik pembuatan kain batik yang cukup populer di Indonesia. Selain terkenal lebih praktis dari segi pewarnaannya, kain batik yang dihasilkan dari teknik coletan ini umumnya juga memiliki keistimewaan tersendiri lantaran kualitasnya juga sangat bagus.

Mau tahu lebih detail lagi mengenai cara penerapan teknik membatik dengan metode coletan?. Sebelum membahas lebih lanjut tentang langkah-langkah pembuatannya cari tahu lebih dulu yuk yang dimaksud dengan teknik membatik dengan metode coletan itu sebenarnya seperti apa.

Pengenalan Teknik Coletan

Teknik coletan dapat didefinisikan sebagai teknik memberi warna pada kain yang digambarkan secara langsung dengan menggunakan alat dari rotan atau kuas. Untuk dapat mencapai warna yang dikehendaki setiap detail motif batik dapat dilukis dengan sempurna sesuai kreatifitas pembuatnya.

Kain Batik

Sumber : https://pocastory.com/

Teknik melukis warna melalui sapuan kuas sendiri bukan sesuatu yang baru, sebab teknik semacam ini konon sudah sejak lama digunakan pada kerajinan tangan (terutama sutra dan porselin) di Cina pada masa kekaisaran Ming. Terinspirasi dari teknik tersebut lahirlah teknik coletan yang diaplikasikan pada batik. 

Kain Batik

Sumber : https://www.tokopedia.com/

Khusus di daerah pantai utara seperti Gresik, teknik pewarnaan batik yang serupa dengan coletan biasa disebut dengan dulitan dan batik yang dihasilkan disebut sebagai kain dulitan. Sementara di daerah lain ada pula yang menyebutnya dengan teknik lukis sehingga kain yang dihasilkan diberi nama batik lukis.

Kain Batik

Sumber : https://id.pinterest.com/

Teknik membatik dengan coletan ini umumnya banyak dipilih oleh para pengrajin batik karena kepraktisannya mewarnai bagian yang dimaksud dalam sebuah corak batik, sehingga lebih mempersingkat proses pewarnaannya karena tidak perlu berulang kali mencelup kain batik ke dalam bahan pewarna kain.

Kain Batik

Sumber : https://www.indonesian-batik.com/

Semakin kecil, rumit dan detil gambar (warna) yang di hasilkan oleh pelukis batik maka secara otomatis akan semakin tinggi nilai seni dan nilai jual dari batik colet. Jadi jangan heran kalau anda melihat harga sebuah karya batik dengan harga yang dijual dengan harga sangat fantastis.

Pewarna Untuk Coletan

Terkait dengan bahan pewarna utamanya, tipe pewarna yang biasa digunakan dalam proses pembuatan batik dengan teknik coletan umumnya berasal dari bahan pewarna indigosol yang tidak mudah luntur selain itu kualitasnya pun lebih bagus bila dibandingkan dengan bahan pewarna batik yang lainnya.

Indigosol sendiri merupakan suatu larutan berwarna jernih yang tergolong ke dalam jenis zat warna bejana yang larut dalam air. Penggunaannya harus dicampur bersama sejumlah bahan lain natrium nitrit. Asam sulfat atau asam keras juga diperlukan untuk membangkitkan warna indigosol.

Zat warna indigosol bisa dibilang sebagai salah satu zat yang memiliki ketahanan luntur yang lebih kuat, lebih stabil, berwarna rata dan cerah serta lebih murah dan mudah didapat. Hanya saja dari segi pengolahan limbah yang dihasilkan dari proses pewarnaan batik memang cenderung lebih rumit.

Dipasaran zat warna indigosol inipun tersedia dalam berbagai macam varian warna dan dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

1. Indigosol Grey IRL (Abu-Abu) Kode AMB-0016 08

Indigosol

2. Indigosol Violet 14R Kode AMB-0016-07 

Indigosol

3. Indigosol Rose IR (pink) Kode AMB-0016-06

Indigosol

4. Indigosol Orange HR Kode AMB-0016-05

Indigosol

5. Indigosol Yellow IGK (Kuning) Kode AMB-0016-04 

Indigosol

6. Indigosol Green IB (Hijau) Kode AMB-0016-03

Indigosol

7. Indigosol Brown IRRD (Coklat) Kode AMB-0016-02

Indigosol

8. Indigosol Blue 04B (Biru) Kode AMB-0016-01

Indigosol

Penerapan Teknik Coletan

Ditinjau dari proses pembuatannya, teknik membatik dengan metode coletan ini sebenarnya hampir sama dengan teknik melukis di kanvas. Dimana kain batik yang dihasilkan sangat di pengaruhi oleh cita rasa, kreatifitas dan ketelatenan (skill) pengrajin batik maupun pemilihan kombinasi warna dari pelukis batik itu sendiri.

Tertarik untuk membuat kain batik dengan teknik coletan?. Sebelumnya siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang diperlukan untuk mencolet. Beberapa alat dan bahan yang dimaksud diantaranya:

  1. Malam diperlukan untuk menutup motif batik ketika pewarnaan berlangsung.
  2. Canting tulis diperlukan untuk menorehkan lilin malam ke atas kain sesuai motif yang dikehendaki.
  3. Wajan dan kompor untuk memanskan lilin malam. Kompor yang anda pakai bisa berupa kompor listrik ataupun kompor minyak tanah.
  4. Panci berukuran sedang untuk merebus air panas dan merebus kain batik pada proses pelorodan.
  5. Kuas untuk mengoleskan bahan pewarna batik pada kain mori. Kalau mau hemat anda bisa membuatnya sendiri dengan mengikat kain perca pada ujung batang kayu.  Buat anda yang kebetulan sedang mencari kuas untuk mewarnai batik anda bisa mendapatkannya dari kami.
  6. Wadah berukuran sedang untuk mencampur larutan pewarna dengan air ataupun bahan lainnya. Kalau cuman mau bikin larutan sedikit saja misalnya 200 ml, maka bisa menggunakan gelas plastik.
  7. Kain mori diperlukan sebagai bahan utama batik. Bergantung pada jenis benang tenun yang digunakan dan kerapatan anyamannya kain mori ini tersedia dalam berbagai pilihan, sebut saja:
  8. Bubuk indigosol untuk mewarnai kain batik dan air panas untuk campuran bahan pewarna batik.
  9. Nitrit sebagai bahan pembantu agar zat pewarna indigosol ini dapat berfungsi dengan baik. Warna yang dihasilkan umumnya cenderung bersifat lebih lembut.
  10. Pembangkit warna yangdiperlukan untuk membangkitkan warna batik. Bahan yang digunakan dalam proses ini bisa berupa nitrit plus asam sulfat. Tetapi kalau ingin ramah lingkungan bisa menggunakan cuka dapur atau cuka apel.

Butuh natrium nitrit untuk membangkitkan zat warna indigosol?. Sahabat Fitinline bisa mendapatkannya Di Sini.

Adapun langkah-langkah penerapan teknik membatik coletan menggunakan zat warna indigosol secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Membuat Pola Batik

Selesai menyiapkan alat dan bahan selanjutnya buat pola dan motif batik sesuai selera dan kreatifitas anda. Untuk menggambar pola dan motif batik pada bahan kain mori yang akan dijadikan batik ini anda bisa menggunakan pensil.

Kain Batik

Sumber : https://pocastory.com/

2.  Menutup Motif Batik

Panaskan lilin malam dengan menggunakan wajan dan juga kompor kemudian torehkan lilin malam tersebut dengan menggunakan canting tulis. Sesuaikan ukuran canting tulis yang anda pakai dengan kebutuhan.

Kain Batik

Sumber : https://pocastory.com/

3. Siapkan Meja Kerja

Bersihkan meja coletan lalu letakkan kertas koran, busa atau karung goni di atasnya untuk alas agar warna tidak mbleber ke area yang tidak diinginkan. Jika sudah selanjutnya bentangkan kain mori secara melebar di atasnya dengan posisi bagian baik kain menghadap ke bagian atas.

4. Membuat Larutan Pewarna

Untuk mewarnai batik dengan teknik coletan gunakan zat warna Indigosol dan natrium nitrit sebagai bahan pembantu. Pemilihan zat warna indigisol ini dikarenakan warna-warna lebih cerah dibanding zat warna napthol yang cenderung warna gelap. Cara membuat larutan pewarna indigosol yaitu:

  • Timbanglah zat pewarna batik sesuai dengan resep.
    • Untuk menimbang warna lakukan satu demi satu atau dapat juga sekaligus bila bagian-bagian yang dicolet tidak terlalu banyak.
    • Semua zat warna ditimbang dan kemudian dilarutkan masing-masing dalam tempat tersendiri.
    • Penimbangan sangat penting dilakukan agar warna sesuai dengan yang dinginkan dan tidak terjadi kesalahan dalam pewarnaan.
  • Larutkan indigosol dan nitrit dengan air panas.
    • Larutkan pewarna batik indigosol dengan air panas sampai benar-benar larut.
    • Selanjutnya masukkan natrium nitrit ke dalam campuran bahan sebelumnya.
    • Setelah seluruh bahan tercampur rata tambahkan air dingin secukupnya.
  • Perbandingan takaran indigosol, natrium nitrit dan air dalam proses pembuatan batik coletan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

5.Memulai Pencoletan

Ambil kuas dan mulailah mewarnai kain mori sesuai desain motif batik yang anda inginkan. Untuk mempermudah anda saat melakukan pencoletan warnai sisi panjang kain dari ujung kiri sampai ujung kanan melebar separo lebar kain. Kemudian dilanjutkan sisi panjang kain lainnya juga selebar setengah kain.

Dalam melakukan pencoleten, pemberian warna bisa juga di mulai dari yang muda atau di blok terlebih dahulu. Karena jika ada warna yang keluar pada motif batik maka akan lebih mudah untuk memperbaikinya. Hindari teknik mencolet di kala musim hujan kalo tidak ingin mendapat hasil yang mengecewakan.

Kain Batik

Sumber : https://pocastory.com/

6. Menjemur Kain

Setelah semua warna dicoletkan pada kain mori selanjutnya kain dikeringkan di bawah sinar matahari. Tujuan utamanya adalah untuk mempercepat pembangkitan warna sehingga warna dan motif batik yang ditampilkan pada kain batik akan terlihat cerah dan matang (tidak pucat).

Beberapa warna Indigosol seperti pink dan hijau pada prinsipnya tidak memerlukan sinar matahari, namun kalau anda ingin mendapatkan warna yang maksimal sebaiknya tetap dikeringkan dengan sinar matahari.

7. Siapkan Larutan Pembangkit Warna

Untuk membuat larutan pembangkit warna gunakan nitrit plus asam sulfat. Tetapi kalau ingin lebih ramah lingkungan bisa menggunakan cuka dapur atau cuka apel. Resep membuat pengunci pewarna indigosol ini yaitu:

  • Takar nitrit seberat 25 gram kemudian larutkan kedalam 5 liter air.
  • Tambahkan asam sulfat 25 gram juga kemudian tambahkan air 5 liter lagi.
  • Untuk mempermudah penguncian warna saat proses fiksasi larutan ini bisa juga dibuat dengan volume yang lebih banyak tergantung seberapa panjang kain yang akan dicselup.

8. Fiksasi Kain Batik

Masukkan kain yang sudah kering coletannya ke dalam larutan pembangkit sampai kain terendam seluruhnya. Apabila sudah tidak terlihat lagi perubahan warna maka kain batik bisa langsung diangkat, dicuci dan dikeringkan.

9. Pelorodan Lilin Malam

Proses selanjutnya yakni pelorodan untuk melepaskan malam yang menempel pada kain batik. Pada tahap ini anda bisa merebus batik engan menggunakan air panas sehingga motif yang telah digambar sebelumnya akan menjadi terlihat sangat jelas.

10. Mencuci Kain Batik

Sampai di sini kain batik sutra sebenarnya sudah selesai dibuat. Tapi supaya kain batik  yang dihasilkan jadi makin nyaman dan lebih enak saat dikenakan sebaiknya cuci ulang kain batik tersebut kemudian keringkan di tempat yang bersih.

Kain Batik

Sumber : https://pocastory.com/

Keunggulan Teknik Coletan

Pewarnaan batik dengan metode coletan jelas menghasilkan warna yang lebih banyak dalam satu kain, jadi variasi warna yang disajikan juga jauh menarik sesuai permintaan. Karena diwarnai secara manual, pengrajin juga bisa lebih bebas mencampur warna-warna baru untuk mendapatkan warna yang unik.

  1. Warna yang dihasilkan dalam satu helai batik bisa bermacam-macam.
  2. Penggunakan warna relatif lebih hemat.
  3. Warna yang dihasilkan cerah.
  4. Bisa memilih mana batikan yang ingin dicolet dan mana yang tidak.
  5. Bisa menghemat air.

Cara menggunakan pewarna batik indigosol juga dianggap sebagai salah satu cara yang cukup mudah. Selain kemudahan dalam proses penggunaannya, pewarna batik indigosol sendiri dalam pewarnaan batik juga terkenal sebagai jenis pewarna yang paling bagus dan tahan lama.

Kelemahan Teknik Coletan

Dibalik sejumlah keunggulan yang dimilikinya teknik membatik coletan ini pada prinsipnya juga menyimpan beberapa kelemahan tersendiri. Salah satunya yaitu proses pembuatan batik dengan teknik coletan membutuhkan waktu yang relatif lama tergantung berapa banyak motif yang ingin dicolet.

Metode pewarnaan batik dengan teknik coletan perlu ketelitian dan ketelatenan dalam detail pengerjaannya.  
Untuk menghasilkan banyak warna, tenaga dan waktu yang diperlukan juga lebih banyak karena adanya tumpang warna.

Setelah menyimak pembahasan di atas sekarang sahabat Fitinline jadi makin tahukan penerapan teknik coletan pada batik itu seperti apa. Kalau anda mau tahu lebih banyak lagi tentang teknik pembuatan batik yang lainnya anda bisa mendownload video tutorial membatik pada kaos dari kami Di Sini.

Tips Merawat Kain Batik

Khusus untuk anda yang gemar mengoleksi kain batik pastikan anda selalu menerapkan cara perawatan yang tepat supaya kain batik yang anda miliki tetap awet dan dapat digunakan sebagaimana mestinya ya. Berikut sejumlah cara alternatif untuk merawat kain batik yang bisa anda coba.

  1. Bila anda ingin mencuci kain batik sangat dianjurkan untuk menerapkan teknik dry cleaning. Namun jika anda ingin mencucinya sendiri di rumah sebaiknya gunakanlah deterjen yang lembut dan air hangat sekitar 30° C.
    • Gunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang banyak dijual di pasaranatau, cuci kain batik dengan shampo rambut.
    • Untuk mencuci kain batik juga bisa dengan menggunakan buah lerak atau daun tanaman dilem yang sudah diredam air hangat.
  2. Hindari kebiasaan meremas atau memeras kain batik selama proses pencucian berlangsung. Sebagai gantinya kain batik cukup dicelup-celupkan saja dalam larutan detergen lalu bilas hingga bersih.
  3. Untuk membersihkan kain batik yang tidak terlalu kotor cukup rendam di air hangat. Tapi jika benar-benar kotor sepertii misalnya terkena noda makanan anda bisa menghilangkannya dengan sabun mandi atau kulit jeruk.
  4. Jemur kain batik dengan cara diangin-anginkan di tempat yang terbuka tapi tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Setelah dirasa sudah cukup kering segera angkat kain batik tersebut.
  5. Jika batik tampak sangat kusut semprotkan sedikit air di atas kain batik lalu letakan sehelai alas kain di atasnya. Setelahnya anda bisa menyetrika seperti biasa.
  6. Simpan kain batik dalam posisi tergantung di tempat yang kering dan tidak lembab. Untuk mempertahan kilauan alami batik jauhkan kain batik kesayangan anda dari tempat yang terlalu terang.
  7. Untuk mengusir ngengat agar tidak merusak batik sutra gunakanlah pengharum almari. Cara lain yang bisa anda lakukan untuk mencegah datangnya ngengat yaitu:
    • Beri sedikit merica yang dibungkus tisu di dalam almari tempat menyimpan batik.
    • Letakkan akar wangi yang sudah dua kali melali proses pencelupan dalam air panas dan dijemur hingga kering.
  8. Sebisa mungkin jangan menyemprotkan parfum secara langsung pada permukaan batik. Bila anda ingin memberi pewangi atau pelembut kain sebaiknya tutupi dulu kain batik dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain di atas koran.

Demikian pembahasan singkat mengenai langkah-langkah pembuatan batik dengan teknik coletan berserta cara perawatan kain batiknya yang dapat kami bagikan untuk anda.

Semoga informasi yang kami bagikan bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.