Article

Homepage Article Tenun/Lurik Tenun Ikat Pakan

Tenun Ikat Pakan

Keanekaragaman teknik tenun tradisional yang ada di Indonesia semakin memperkaya khasanah budaya bangsa. Dari yang dulunya menggunakan alat tenun gendhong kemudian beralih ke ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Perbedaan teknik menghasilkan variasi produk kain tenun dengan keunikan dan kekhasan masing-masing. Salah satu teknik yang unik adalah teknik Tenun Ikat Pakan. Tenun ikat adalah tenun yang dalam proses pengerjaannya dengan melakukan pengikatan benang. Tenun ikat pakan adalah tenun ikat yang benang dalam pada sehelai kain tenun letaknya searah dengan lebar kain atau tenun ini pembuatan motifnya dengan cara mengikat motif benang pakannya agar zat warna tidak masuk. Buat nambah pengetahuan, simak yuk bagaimana proses membuatnya.

1. Proses Plangkan

Proses plangkan pada tenun ikat pakan yaitu menyusun benang pakan dari bentuk streng atau kones ke dalam plangkan. Benang-benang ini tak perlu dikres karena akan dibuat untuk benang pakan. Benang-benang disusun secara teratur, dari streng pertama sampai streng terakhir, dari arah kiri ke kanan. Jumlah susunan streng disesuaikan dengan lebar dan panjang kain yang akan dibuat, serta kerapatan sisir yang akan digunakan.

Plangkan

Proses Plangkan (Foto: Zuriyah, 2012)

2. Proses Pengikatan

Proses yang menentukan pembuatan motif, apabila salah pada proses ini akan berakibat fatal yaitu akan merusak motif. Motif yang terbentuk jadi gak karuan atau abstrak. Sebelum mengikat, kita harus membuat pola lebih dulu di atas benang yang sudah diplangkan. Pengikatan dilakukan mengikuti pola atau motif yang sudah digambar. Talinya menggunakan tali plastik atau tali rafia. Teknik ikatan harus benar, ikatan yang bagus adalah ikatan yang tepat pada garis pola dan ikatannya padat, sehingga warna tidak tembus pada benang yang sudah diikat. Mengingat tujuan pengikatan adalah untuk menghalangi zat pewarna masuk ke dalam benang.

Membuat Pola

Proses Pembuatan Pola (Foto: Zuriyah, 2012)

Proses Pengikatan

Proses Pengikatan Benang (Foto: Zuriyah, 2012)

3. Proses Pewarnaan

Cara pewarnaan benang pada tenun ikat pakan ini, secara prinsip tidak jauh berbeda dengan cara pewarnaan pada pembuatan tenun lurik, baik campuran zat pewarnanya maupun proses pencelupannya. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah cara pewarnaan pada tenun ikat harus dimulai dari warna tertua terlebih dahulu, karena teknik penghalang zat pewarnanya dengan teknik membuka ikatan, jangan sampai keliru ya. Dipilih warna tertua lebih dulu karena warna tua tidak tertutup dengan warna yang lebih muda. Benang-benang yang sudah diberi zat pewarna lalu dikeringkan, setelah kering dilanjutkan dengan pekerjaan membuka ikatan atau mbatil. Membuka ikatan harus hati-hati jangan sampai ada benang yang terputus, bila putus harus langsung disambung.

Pencelupan Warna

Proses Pencelupan Warna (Foto: Zuriyah, 2012)

Penjemuran

Proses Penjemuran Benang (Foto: Zuriyah, 2012)

4. Proses Pemaletan

Pemaletan adalah memindahkan benang pakan dari bentuk streng ke dalam kelenting sehingga menjadi benang dalam bentuk paletan dengan menggunakan alat pintal (erek). Benang yang dipalet tidak boleh melewati ujung kelenting karena dapat mengakibatkan benang dari teropong susah ditarik atan keluar. Untuk mempermudah benang keluar dari teropong, susunan benang pada kelenting lebih banyak pada bagian tengahnya. Penting diperhatikan dalam pembuatan tenun ikat pakan adalah pemberian nomor atau kode pada benang yang sudah dipalet, karena benang dalam palet berkaitan dengan motif. Apabila salah memberi nomor atau mengambil, motif tenunan tidak akan sempurna.

Proses malet

Proses Malet (Foto: Zuriyah, 2012)

5. Proses Penghanian atau Nyekir

Sekiran adalah alat untuk menyusun benang lungsi, dalam proses ini motif sudah bisa ditentukan. Proses ini merupakan pekerjaan penggulungan benang dari bentuk kelos ke dalam tambur (bom besar), dalam keadaan sejajar satu sama lain dan membentuk lapisan. Seluruh benang yang tergulung dan tersusun harus mempunyai ketegangan yang sama. Apabila ada benang terputus pada saat digulung harus secepatnya disambung agar pada saat penenunan tidak terjadi kelonggaran atau lobang pada kain. Dalam proses ini dituntut ketelitian dalam memperhatikan jumlah benang tata warna benang dan lancarnya putaran kelos pada sekiran. Sebab kekeliruan pada proses ini akan merepotkan dalam proses penenunan.

Proses Nyekir

Proses Nyekir (Foto: Zuriyah, 2012)

6. Proses Pengeboman

Pengeboman yang dimaksud disini bukan meledakkan sesuatau dengan bahan peledak ya. Penyebutan bom disini memiliki makna yang berbeda. Yaitu memindahkan benang dari tambur (bom besar) ke dalam bom kecil yaitu bom penggulung benang lungsi, bom inilah yang nantinya tersimpan pada alat tenun ATBM. Proses ini juga bertujuan agar ketegangan dan kesejajaran benang sama dan seandainya ada kesalahan dalam proses penyekiran dapat diketahui.

Proses Ngebom

Proses Pengeboman (Foto: Zuriyah, 2012)

7. Proses Penyucukan

Yaitu memasukkan benang-benang lungsi dari bom kecil (benang lungsi sudah dikres pada saat penggulungan dari sekir) satu demi satu benang tersebut dimasukkan pada mata gun yang sesuai dengan rencana tenun, benang lungsi melewati sisir, kemudian ditata, disetel, dan digulung pada bom penggulung kain.

Proses Nyucuk

Proses Penyucukan (Foto: Zuriyah, 2012)

8. Proses Penenunan

Diperlukan ketelitian dan kecermatan, tak hanya menenun saja namun juga mengatur motif sesuai dengan yang direncanakan. Cara ataupun proses yang lain sama caranya seperti menenun pada pembuatan tenun lurik maupun tenun ikat lungsi. Lalu dilanjutkan dengan pekerjaan finishing agar hasil tenunan menjadi kelihatan lebih baik.

Menenun

Proses Menenun Ikat Pakan (Foto: Zuriyah, 2012)

Kain Ikat Pakan

Contoh Kain Tenun Ikat Pakan (Foto: Zuriyah, 2012)

Ciri khas tenun ikat pakan yaitu membutuhkan bahan yang banyak, memiliki motif yang lebih simpel dan proses penenunan relatif lebih cepat. Keunikan motif yang beraneka ragam bisa menjadi pilihan untuk menambah koleksi kain yang berasal dari berbagai daerah di nusantara. 

Tags: jual kain, jual kain batik, jual batik, jual kain batik murah, toko kain, toko kain batik, toko batik, toko batik online, toko kain batik online, beli kain, beli kain batik, beli batik, batik indonesia, belanja batik, belanja batik online, motif batik, harga batik

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.