Article

Homepage Article Cara Menjahit Sejarah Kancing

Sejarah Kancing

Tahukah sahabat Fitinline mengenai alat kecil berbentuk pipih dan bundar yang dipasangkan dengan lubang kancing untuk menyatukan dua helai kain yang bertumpukan atau hanya sebagai ornamen. Alat yang dimaksud disebut buah baju atau nama lainnya yaitu kancing. Artikel minggu ini kita akan bahas tentang sejarah kancing, jenis-jenis kancing, penggunaan kancing, aplikasi kancing pada busana, dan lain sebagainya. Simak terus ya artikel yang kami posting khusus buat sahabat Fitinline.

Kancing sudah digunakan sebelum manusia mengenal tulisan. Namun, kancing baru populer sekitar tahun 1200-an, ketika orang mulai gemar mengenakan jubah longgar. Sebelumnya, manusia cukup mengenakan ikat pinggang atau peniti. Zaman dahulu, orang memakai kancing yang terbuat dari kerang, pecahan kaca, kulit atau mutiara. Bahkan orang Yunani, sekitar 4.000 tahun silam, menggunakan kancing dari emas. Kancing tertua ditemukan di situs arkeologi kebudayaan lembah Indus di Mohenjo Daro. Kancing tersebut dibuat dari cangkang kerang bergelombang, diukir menjadi bentuk-bentuk geometris dan dilubangi, sehingga dapat dijahit pada pakaian dengan memakai benang. Kancing tersebut diperkirakan berusia sekitar 5.000 tahun. Pada awalnya, kancing dipasang lebih sebagai ornamen daripada fungsinya sebagai pengikat.

Kerang untuk Kancing

Kerang untuk Kancing

Sumber: http://nimadesriandani.wordpress.com

Ingin belajar menjahit? Klik Disini untuk melihat video tutorial menjahit.

Terdapat juga kancing dengan rumah kancing, pertama kali dikenal di Jerman pada abad ke-13. Sejak itu, pemakaian kancing meluas dengan berkembangnya busana yang pas badan pada abad ke-13 dan ke-14 di Eropa. Pada abad ke-17, pakaian berkancing hanya dimiliki oleh orang-orang kaya. Menurut kebiasaan waktu itu, pria terbiasa memakai baju sendiri. Namun sebaliknya, wanita memiliki pelayan wanita untuk membantu mereka berpakaian. Kancing yang dipasang di sisi kiri belahan baju wanita memudahkan pelayan wanita sewaktu mengancingkan baju tuan mereka.

Bentuk kancing saat ini sangat bervariasi. Selain berbentuk bundar, kancing juga dibuat dalam berbagai bentuk seperti bulat, persegi, dan segitiga. Bahan yang paling umum untuk kancing adalah terbuat dari plastik keras. Selain itu, kancing dibuat dari bahan-bahan sintetis lainnya seperti seluloid, fiberglass, logam, dan bakelit. Terbuat juga dari bahan alami seperti tanduk, tulang, gading, kerang, dan kayu.

Kancing

Kancing

Sumber: http://newstechnologiez.blogspot.com

Kancing memiliki pasangan yang disebut lubang kancing. Lubang kancing dibuat dengan melubangi kain dan menjahit pinggirannya dengan jarum tangan atau mesin jahit. Tergantung jenis bukaan, celah lubang kancing dapat dibuat horizontal atau vertikal. Kancing tertahan setelah dimasukkan ke dalam lubang kancing karena jahitan kancing terjerat pinggiran lubang kancing.

Lubang Kancing

Lubang Kancing

Sumber: http://id.wikipedia.org

Ingin belajar membuat pola baju? Klik Disini untuk men-download polanya.

Posisi kancing merupakan bagian dari desain busana. Kancing dapat dipasang di bagian muka tengah (kemeja, jas, blus, kebaya), bagian belakang gaun, ujung lengan kemeja dan jas, atau bahu. Apabila diperhatikan, letak lubang kancing baju pria dan perempuan berbeda. Lubang kancing perempuan ada di sebelah kanan dan kancing dipasang di sisi kiri, sedangkan lubang kancing pria ada di sebelah kiri dan kancing berada di sisi kanan. Konon, hal itu karena perempuan biasa memakai bajunya sendiri. Sedangkan pria, dahulu selalu dipakaikan oleh istrinya. Sehingga untuk memudahkan sang istri, letak lubang kancing pria ada di sebelah kiri. Sehelai pakaian umumnya dipasangi kancing-kancing dengan bentuk, ukuran, warna, dan motif yang sama.

Pada artikel selanjutnya, kita masih membahas mengenai kancing. Simak terus ya sahabat Fitinline. Semoga bermanfaat.

Tags: jahit bajujahit baju batikjahit baju onlinebuat bajukonveksi bajubutik baju batikbutik onlinebutik baju onlinebutik baju wanitakursus jahitpola busanapola pakaian

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.