Article

Homepage Article Kain Penyelesaian Pembuatan Kain…

Penyelesaian Pembuatan Kain Tekstil Dengan Merserisasi

Merserisasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penyempurnaan bahan tekstil secara permanen yang dilakukan dengan cara dengan merendam serat kapas dalam larutan 25% NaOH. Dengan begitu serat kapas tersebut akan menyusut dan menjadi lebih berat, kuat, dan tebal, serta mudah diberi pewarna (memiliki daya serap yang tinggi). 

Merserisasi

Sumber : http://www.menzel-maschinenbau.de/

Penerapan merserisasi sendiri sebenarnya sangat luas dan tidak terbatas pada kain saja, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk benang. Khusus untuk jenis-jenis kain yang mempunyai kekuatan tarik rendah, sebaiknya proses merserisasi tersebut dilakukan sebelum kain dimasak. Tujuannya adalah untuk meminimalisir kerusakan bahan kain sebelum diproses lebih lanjut.

Merserisasi

Sumber : http://www.camillavalleyfarm.com/

Proses-Proses Merserisasi

Tahap-tahap yang harus dilalui dalam proses merserisasi diantaranya berupa impregnasi dalam larutan NaOH (dengan atau tanpa tegangan), pemberian tegangan agar diperoleh hasil yang mengkilap, pencucian dalam keadaan tegang, penetralan alkali, pencucian, dan pengeringan.

Merserisasi

Sumber : http://tamteks.com/

Perbaikan yang didapat pada bahan kapas setelah mengalami proses merserisasi tanpa tegangan yaitu bahan menjadi mengkerut, pertambahan kekuatan tarik, serta pertambahan daya serap dan reaksi selulosa terhadap zat warna pada suhu rendah.

Sementara merserisasi yang disertai dengan tegangan akan menghasilkan kilau permanen pada bahan kapas yang disebabkan oleh orientasi dari rantai-rantai molekul selulosa yang menyebabkan deretan kristalin yang lebih sejajar dan teratur.

Merserisasi

Sumber : http://www.alibaba.com/

Dalam proses merserisasi akan terjadi penggelembungan serat kapas yang menyebabkan terjadinya perubahan komposisi atau konstruksi dari molekul selulosa. Pengerjaan merserisasi sendiri secara keseluruhan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu merserisasi kering dan merserisasi basah.

  • Merserisasi kering biasa dilakukan pada bahan dalam keadaan kering.
  • Merseriasai basah biasa dilakukan pada bahan dalam keadaan basah, misalnya setelah pemasakan.

Merserisasi

Sumber : http://www.amazon.com/

Faktor Yang Mempengaruhi Merserisasi

Beberapa faktor yang mempengaruhi proses merserisasi diantaranya berupa obat bantu yang dipakai, temperatur proses, waktu proses, tegangan, kualitas bahan, serta konstruksi bahan.

  • Alkali yang paling baik digunakan yaitu berupa NaOH 30-360Be (± 25% larutan NaOH).
  • Hasil merserisasi terbaik dapat diperoleh pada temperatur rendah, ± 200C dengan konsentrasi NaOH yang tetap agar diperoleh hasil kilap yang rata. Suhu pengerjaan harus dijaga supaya tetap konstan, sebab pada temperatur ± 300C NaOH dapat merusak selulosa.
  • Proses merserisasi hanya berlangsung selama ± 40 detik, yaitu waktu pengerjaan kostik soda di dalam serat. Proses yang lebih lama tidak memberikan hasil yang lebih baik.
  • Pemberian tegangan ini disesuaikan dengan prinsip dapat mengembalikan bahan agar sama dengan panjang semula.  Pemberian tegangan yang dilakukan setelah pencucian akan memberikan hasil kilap yang kurang sempurna. Selain itu perpanjangan yang dicapai akan mengkerut kembali dalam pencucian yang pertama.
  • Hasil terbaik akan diperoleh pada kain yang telah dimasak sebelum proses. Merserisasi yang dilakukan sebelum pemasakan akan terganggu oleh daya serap kain yang rendah, sementara merserisasi yang dilakukan sebelum pemutihan akan menghasilkan kain yang lembut namun kurang merata.
  • Susunan konstruksi benang yang banyak pada permukaan bahan kain akan memberikan efek merserisasi yang baik, khususnya untuk meningkatkan daya kilap pada kain.

Merserisasi

Sumber : http://www.idreampolo.ru/

Hasil Merserisasi

Bahan kain yang dihasilkan dari proses merserisasi biasanya akan memiliki daya celup yang lebih baik, bersifat reaktif terhadap zat kimia, memiliki kekuatan dan daya tarik yang cukup baik, serta permukaannya cenderung lebih rata dan mengkilap. 

Merserisasi

Sumber : https://www.prochemicalanddye.com/

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.