Article

Homepage Article Jahit Menjahit Penerapan 3K : Keselamatan…

Penerapan 3K : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam Praktek Menjahit Yang Mudah Anda Ikuti

Punya pengalaman kurang mengenakkan saat menjahit baju lantaran jari tangan anda pernah tertusuk jarum atau terkena gunting tajam?. Kejadian semacam ini tentu menjadi peringatan tersendiri bagi semua penjahit, bahwa sehebat apapun kemampuan yang dimilikinya prinsip berhati-hati dalam menjahit tetap harus diprioritaskan.

Tujuan diterapkannya prinsip kehati-hatian dalam menjahit baju ini tidak lain adalah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerja setiap penjahit dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi baju. Dengan demikian kesalahan kerja yang mungkin ditimbulkan bisa diminimalisir sedini mungkin.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Keselamatan dan kesehatan kerja sendiri merupakan suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik bagi pekerjanya, perusahaan maupun lingkungan sekitar tempat kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja ini bisa juga dimaknai sebagai usaha untuk mencegah setiap tindakan yang dapat mengakibatkan kecelakaan.

Kecelakaan Kerja

Sumber : https://www.safetyfirst.co.id/

Tujuan utama diterapkannya K3 tidak lain adalah untuk menjamin kenyamanan pekerja, keamanan pekerja, keselamatan pekerja, kesehatan pekerja, meningkatkan produktifitas kerja, serta mencegah atau mengurangi kerugian yang mungkin timbul karena terjadinya kecelakaan kerja di sebuah perusahaan.

Khusus untuk industri garmen dan konveksi yang melibatkan sejumlah mesin berbahaya seperti alat pemotong kain, mesin jahit, serta alat pengepres, kecelakaan kerja yang mungkin terjadi bisa dibilang lumayan banyak. Permasalahan yang erat kaitannya dengan potensi bahaya pada industri garmen antara lain:

  1. Bahaya kebakaran.
  2. Jari tangan terpotong.
  3. Jari terkena jarum.
  4. Jari tergencet mesin kancing.
  5. Tersengat arus listrik pendek.
  6. Tergores dan bahaya terjatuh atau kejatuhan barang berat.

Kecelakaan Kerja

Sumber : https://theinspiredsewist.com/

Berbagai permasalahan di atas mungkin bisa saja terjadi karena faktor manusia, faktor material, faktor peralatan, faktor lingkungan kerja dan faktor proses.

  1. Faktor manusia meliputi tindakan-tindakan yang diambil atau tidak diambil untuk mengontrol cara kerja yang dilakukan, minimnya pengetahuan pekerja dalam menguasai bidang kerja, karakter serta sifat pekerja
  2. Faktor material meliputi resiko ledakan, kebakaran dan trauma paparan tak terduga untuk zat yang sangat beracun, seperti asam.
  3. Faktor Peralatan meliputi aklat yang tidak terjaga dengan baik serta alat yang rentan terhadap kegagalan beroperasi dan dapat menyebabkan kecelakaan.
  4. Faktor lingkungan kerja meliputi suhu, kelembaban, kebisingan, udara dan kualitas pencahayaan ruangan kerja.
  5. Faktor proses meliputi resiko yang timbul dari proses produksi dan produk samping seperti panas, kebisingan, debu, uap dan asap.

Kecelakaan Kerja

Sumber : https://stockfresh.com/

Dengan adanya kecelakaan kerja kerugian yang dapat ditimbulkan bisa dikategorikan atas dua jenis yakni kerugian langsung dan kerugian tak langsung.

  1. Yang dimaksud kerugian langsung yaitu cidera pada tenaga kerja dan kerusakan pada sarana produksi misalnya mesin berkecepatan tinggi, alat pemotong kain, mesin jahit, alat pengepres, setrika uap serta alat yang digunakan untuk packing.
  2. Sementara untuk kerugian tidak langsung biasanya cenderung tidak terlihat sehingga sering disebut juga sebagai kerugian tersembunyi. Beberapa macam kerugian tidak langsung yang dimaksud yaitu:
    • Terhentinya proses produksi.
    • Penurunan jumlah produksi.
    • Klaim atau ganti rugi.
    • Menurunnya citra dan kepercayaan konsumen.

Kecelakaan Kerja

Sumber : https://www.istockphoto.com/

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan maka sudah menjadi hal yang wajib bahwa seorang pekerja harus tahu alat bantu yang diperlukan serta seberapa jauh tingkat keamanannya. Tanggung jawab yang harus dimiliki oleh para pekerja meliputi:

  1. Menghormati semua peraturan kesehatan dan keselamatan.
  2. Mengidentifikasi potensi resiko atau bahaya pada lingkungan kerja.
  3. Menciptakan kesadaran di antara rekan kerja tentang pentingnya budaya K3 di tempat kerja.

Kecelakaan Kerja

Sumber : https://www.groupon.com/

Kecelakaan Kerja Saat Menjahit dan Cara Pencegahannya

Dalam bidang pekerjaan apapun termasuk menjahit, keamanan dan kesehatan dalam bekerja harus selalu diupayakan dalam diri setiap karyawan. Untuk mencegah bahaya kecelakaan dan gangguan kesehatan yang ditimbulkan berikut kami bagikan beberapa kemungkinan yang dapat terjadi dan upaya pencegahannya.

Tertusuk Jarum Tangan

Bahaya akibat tertusuk jarum tangan bisa saja terjadi ketika anda sedang mengesum atau membuat pola jahitan lain yang melibatkan jarum jahit tangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut lakukan pencegahan sebagai berikut:

  1. Konsentrasi saat menjahit.
  2. Pakailah bidal atau tudung jari agar tangan anda tidak terasa sakit atau terluka karena menekan jarum.

Jika tangan anda terlanjur tertusuk jarum tangan lakukan penanganan sebagai berikut:

  1. Segera cuci tangan dengan alkohol 70% serta betadin.
  2. Guyur luka dibawah air yang mengalir selama 3 menit.
  3. Biarkan darah keluar bersama air yang mengalir (agar virus penyebab infeksi ikut keluar bersama darah).
  4. Bersihkan darah atau bekas tusukan jarum dengan bahan yang bersih.
  5. Bila masih berdarah balut bekas tusukan dengan menggunakan kain kasa.
  6. Untuk penanganan lebih lanjut mintalah pertolongan dokter.

Tertusuk Jarum Mesin Jahit

Bahaya akibat tertusuk jarum mesin jahit bisa saja terjadi jika anda salah meletakkan tangan di bawah jarum jahit dalam keadaan mesin jahit sedang beroperasi. Untuk mengantisipasi hal tersebut lakukan pencegahan sebagai berikut:

  1. Konsentrasi saat menjahit.
  2. Bila sedang menjahit jangan memasukan bahan kemesin dengan tangan terlalu kedepan karena ada kemungkinan jarum jahit akan mengenai jari tangan.
  3. Tidak meletakkan kaki pada pedal mesin jahit saat memasang atau melepas jarum mesin ketika kondisinya masih menyala.
  4. Kalau mau aman matikan mesin saat memasang atau melepas jarum.

Jika tangan anda terlanjur tertusuk jarum mesin jahit lakukan penanganan sebagai berikut:

  1. Matikan sumber aliran listrik ke mesin jahit.
  2. Buka jarum mesin dari mesin jahit.
  3. Cabut jarum mesin dari jari atau tangan yang tertusuk.
  4. Lakukan penekanan pada bekas tusukan jarum, biarkan darah keluar beberapa menit untuk membersihkan bekas tusukan dari penyebab infeksi.
  5. Bersihkan darah atau bekas tusukan jarum dengan bahan yang bersih.
  6. Bila masih berdarah balut bekas tusukan dengan menggunakan kain kasa.
  7. Untuk penanganan lebih lanjut mintalah pertolongan dokter.

Terkena Gunting

Bahaya akibat terkena gunting bisa saja terjadi karena anda salah meletakkan gunting di tempat yang kurang tepat. Untuk mengantisipasi hal tersebut lakukan pencegahan sebagai berikut:

  1. Tidak meletakkan gunting di atas meja mesin atau dipangkuan saat menjahit.
  2. Letakkan gunting di laci mesin, atau kantong alat yang tersedia di mesin.

Jika bagian tubuh anda ada yang tergores gunting lakukan penanganan sebagai berikut:

  1. Periksa seberapa parah luka yang terdapat pada tubuh anda, apakah lukanya kecil atau besar.
  2. Biarkan darah mengalir bebas selama beberapa menit untuk membersihkannya dari penyebab infeksi.
  3. Bersihkan luka dengan bahan yang bersih.
  4. Jika lukanya kecil tempelkan kasa steril anti septik dan balut dengan kain kasa.
  5. Jika lukanya besar atau dalam mintalah pertolongan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Terpeleset

Bahaya akibat terpeleset bisa saja terjadi karena anda terlalu terburu-buru ketika berjalan atau karena memang lantai tempat anda bekerja dalam keadaan basah. Untuk mengantisipasi hal tersebut lakukan pencegahan sebagai berikut:

  1. Jangan terlalu terburu-buru saat berjalan.
  2. Jauhi air, minyak atau benda yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan.
  3. Usahakan lantai tempat bekerja dalam keadaan kering.

Jika rekan kerja anda ada yang terpeleset dan cideranya cukup parah maka lakukan penanganan sebagai berikut:

  1. Mintalah bantuan orang lain untuk memindahkan rekan kerja anda.
  2. Posisikan agar korban tetap dalam keadaan lurus, cegahlah agar korban tidak membungkukkan leher atau punggunggnya.
  3. Topanglah anggota badan yang terluka.
  4. Beri bantuan penyandaran jika korban pingsan.
  5. Untuk penanganan lebih lanjut mintalah pertolongan dokter jika diperlukan.

Tersandung

Bahaya akibat terpeleset bisa saja terjadi karena anda terlalu terburu-buru ketika berjalan atau ada benda yang menghalangi jalan. Untuk mengantisipasi hal tersebut lakukan pencegahan sebagai berikut:

  1. Jangan terlalu terburu-buru saat berjalan.
  2. Tidak meletakkan benda yang menghalangi jalan.
  3. Hindari pemasangan kabel yang mengganggu jalan.

Jika rekan kerja anda ada yang tersandung dan cideranya cukup parah maka lakukan penanganan sebagai berikut:

  1. Mintalah bantuan orang lain untuk memindahkan rekan kerja anda.
  2. Posisikan agar korban tetap dalam keadaan lurus, cegahlah agar korban tidak membungkukkan leher atau punggunggnya.
  3. Topanglah anggota badan yang terluka.
  4. Beri bantuan penyandaran jika korban pingsan.
  5. Untuk penanganan lebih lanjut mintalah pertolongan dokter jika diperlukan.

Terkena Strum Listrik

Bahaya akibat tersengat arus listrik bisa saja terjadi karena anda tidak memakai alas kaki saat menjahit, ada alat yang rusak atau memang ada kabel yang bermasalah. Untuk mengantisipasi hal tersebut lakukan pencegahan sebagai berikut:

  1. Gunakan alas kaki saat menjahit.
  2. Selalu gunakan kabel sesuai kebutuhan.
  3. Pastikan kabel yang digunakan dalam keadaan baik.
  4. Periksalah dengan seseama kabel yang terhubung dengan mesin jahit jangan sampai ada yang terkelupas.

Jika rekan kerja anda ada yang terkena strum listrik dan cideranya cukup parah maka lakukan penanganan sebagai berikut:

  1. Matikan sumber aliran listrik yang tersambung ke alat yang rusak atau bila tidak mungkin, hindarkan korban dari aliran listrik.
  2. Lakukan pertolongan (pertama) kecelakaan berdasarkan gejala si korban.
  3. Terapkan cara terbaik untuk membebaskan korban dari hubungan listrik tanpa membuat cidera yang dialaminya menjadi semakin parah.
  4. Bila mungkin matikan aliran listrik yang bersangkutan lalu periksa apakah korban bermuatan listrik atau tidak.
  5. Sentuh cepat-cepat bagian tubuh korban dengan punggung telapak tangan. Bila anda merasakan kejutan kecil ini menunjukkan masih ada arus listrik, jadi jauhkan korban dari tempat semula.
  6. Pindahkan korban hanya bila ia berada dalam keadaan bahaya misal kebakaran. Jika perlu mintalah bantuan orang lain untuk memindahkannya.
  7. Posisikan agar korban tetap dalam keadaan lurus untuk mencegah pembungkukan leher atau punggung. Pembengkokan leher ke bagian depan pada korban yang pingsan mungkin bisa menghalangi jalan pernafasan.
  8. Beri bantuan penyandaran bila sesaat korban berhenti bernafas atau pingsan.
  9. Topanglah anggota badan yang terluka.
  10. Untuk penanganan lebih lanjut mintalah pertolongan dokter.

Penerapan K3 Dalam Menjahit

Karena kecelakaan kerja saat menjahit baju sangat mudah terjadi maka penting bagi anda untuk merawat peralatan serta tempat yang anda pakai menjahit baju agar tidak terjadi masalah yang mempengaruhi produktifitas kerja.

  1. Upaya pencegahan kecelakaan kerja melalui pengendalian bahaya bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut.
    • Pemantauan dan pengendalian kondisi tidak aman di tempat kerja.
    • Pemantauan dan pengendalian tindakan tidak aman di tempat kerja.
  2. Upaya pencegahan kecelakaan kerja melalui pembinaan dan pengawasan bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut.
    • Pelatihan dan pendidikan K3 terhadap tenaga kerja.
    • Konseling dan konsultasi mengenai penerapan K3 bersama tenaga kerja.
    • Pengembangan sumber daya ataupun teknologi yang berkaitan dengan peningkatan penerapan K3 di tempat kerja.
  3. Upaya pencegahan kecelakaan kerja melalui sistem manajemen bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut.
    • Prosedur dan aturan K3 di tempat kerja.
    • Penyediaan sarana dan prasarana K3 dan pendukungnya di tempat kerja.
    • Penghargaan dan sanksi terhadap penerapan K3 di tempat kerja kepada tenaga kerja.

Kecelakaan Kerja

Sumber : https://fcfta.com/

Kesimpulan

Untuk menjamin keselamatan kerja dan mencegah terjadinya cidera yang tidak diharapkan pastikan anda selalu bersikap tenang saat melakukan pekerjaan menjahit, merawat dengan baik alat-alat yang diperlukan untuk proses produksi pakaian serta menjaga lingkungan kerja agar tetap nyaman.

  1. Bersikap tenang dan serius sesuai prosedur kerja tertentu bisa menghindarkan anda dari bahaya yang mengancam keselamatan kerja. Gunakan alat yang tepat sesuai dengan fungsinya.
  2. Pastikan lingkungan kerja yang anda pakai untuk menjahit selalu bersih dan rapi serta tidak licin (bebas dari minyak maupun air). Kembalikan alat dan bahan untuk menjahit baju ke tempatnya dalam keadaan bersih dan ditata rapi.
  3. Saat menjahit kenakan pakaian kerja yang simple dan tidak ribet. Jika perlu ikat rambut anda yang panjang agar tidak mengganggu kelancaran proses menjahit baju saat bekerja.
  4. Bekerjalah di ruangan yang cukup cahaya dan ventilasi. Bagi anda yang sensitif terhadap bau dan suara kenakan pula masker hidung, peredam suara serta alat pelindung lain yang sesuai.
  5. Untuk mencegah bahaya tersengat listrik periksa aliran listrik atau sambungan kabel yang terhubung dengan mesin jahit anda. Sangat dianjurkan untuk memakai alas kaki saat menjahit.
  6. Jangan menyentuh atau memegang kabel yang dialiri listrik saat tangan anda dalam keadaan basah. Bila anda hendak memasang dan melepas stecker dari stop kontak pegang steckernya bukan kabelnya.
  7. Saat bekerja usahakan untuk menjaga kebersihan tangan dan posisikan bagian tubuh anda berada dalam keadaan tegak saat menjahit.
  8. Hindari meletakkan peralatan menjahit di atas meja mesin saat mesin dijalankan atau  meletakkan makanan serta minuman yang dapat mengotori meja mesin jahit.
  9. Selalu gunakan bantalan jarum saat bekerja dan tidak menyimpan ataupun menggigit jarum di mulut karena kemungkinan jarum akan tertelan. Simak juga pembahasan mengenai Cara Membuat Pinchusion Bunga Sederhana Dari Bahan Kain Perca.
  10. Bila anda ingin memotong benang jahit gunakan gunting khusus benang dan bukan memakai gigi.

Kecelakaan Kerja

Sumber : https://pintherest.eu/

Demikian pembahasan singkat mengenai pengertian keselamatan dan kesehatan kerja, jenis kecelakaan kerja yang sangat mungkin terjadi saat menjahit baju lengkap dengan cara pencegahannya yang dapat kami bagikan untuk anda. Simak terus artikel Fitinline ya untuk mendapatkan info penting lainnya.

Kalau anda mau tahu lebih banyak tentang tips dan teknik menjahit anda bisa mendownload video tutorial menjahit dari kami Di Sini. Bagi anda yang butuh mesin jahit anda juga bisa membelinya dari kami Di Sini.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.