Article

Homepage Article Fashion Design Mengulik Keseruan Deafash…

Mengulik Keseruan Deafash Teman Tuli Antusias Belajar Menggunakan Teknologi Desain.

Teknologi Desain

Suasana peserta saat mengikuti pelatihan

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Pelatihan fashion design gratis untuk Teman Tuli bertajuk Deafash kembali hadir di Laboratorium Komputer Universitas Amikom, Yogyakarta pada Sabtu (15/10/2022). Berkat jalinan kerja sama dengan universitas ini, Deafash pun bisa menyediakan pelatihan bagi 17 peserta untuk bisa mendapatkan bekal ilmu tentang cara penggunaan aplikasi atau situs di dunia digital. Contohnya seperti Canva dan juga Fitinline.com
Acara ini berhasil diadakan berkat dana hibah dari Pemerintah Australia melalui Skema Hibah Alumni yang diadministrasikan oleh Australia Awards in Indonesia. Dengan begitu, teman-teman tuli bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung tentang cara membuat desain busana.

Gambaran Kegiatan

Dengan dibantu oleh dua Juru Bahasa Isyarat, Istofani Api Diany selaku Ketua Deafash pun mulai membuka acara dengan memberikan gambaran singkat tentang keseluruhan rangkaian kegiatan yang sudah dilalui. Dimulai dari sekilas cerita mengenai workshop fashion design di bulan Juli hingga susunan acara pada hari ini.

Teknologi Desain

Rizky memberi sambutan sebelum penyampaian materi.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Di pertemuan yang terakhir ini, Teman Tuli diberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai tutorial penggunaan aplikasi desain berupa Canva. Dengan harapan, mereka bisa memahami cara membangun branding dari usaha produk mereka melalui logo ataupun poster digital.

“Mereka kan di awal sudah dibekali cara bikin desain, kemudian menjahit, dan bahkan sudah jadi produknya. Jadi hari ini, teman-teman akan diajarkan tiga hal, seperti cara membuat akun, membuat logo, beserta cara membuat poster digital dan unggahan di sosial media. Karena sekarang arahnya ke digital marketing, kita perlu agar teman-teman ini bisa melakukan rebranding ataupun digital marketing,” ucap Rizky selaku dosen Teknologi Informasi di Universitas Amikom.

Para peserta pun begitu antusias memperhatikan dan mempraktikkan materi yang disampaikan tentang cara menggunakan situs Canva.com. Adapun materi yang dipelajari berkisar pada cara memakai template desain yang sudah ada, cara menambahkan elemen desain, cara mengubah warna pada elemen, dan masih banyak lagi. Setelah penyampaian materi, baru Teman Tuli diberikan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam bentuk branding sebuah logo dan juga desain poster digital.

Teknologi Desain

Suasana peserta saat belajar menggunakan Fitinline.com

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Seusai belajar mengenai Canva, mereka juga dibekali lebih lanjut tentang proses penggunaan laman Fitinline.com bagi para desainer. Di mana peserta bisa mengunggah hasil foto dari produk mereka sebagai bagian dari portofolio. Bahkan mereka juga bisa menjualnya sesuai dengan jumlah yang diinginkan.

Pelatihan situs Fitinline.com ini diberikan secara langsung pula oleh Istofani yang juga menjabat sebagai CEO & Founder dari Fitinline. Sesi kali ini diawali dengan bagaimana cara para peserta bisa membuat akun sebagai seorang desainer dari Fitinline. Mereka diminta untuk memasukkan data pribadi sebagai syarat agar akun tersebut dapat dibuat.

Jika berhasil, baru para peserta akan diminta untuk mengunggah foto produk desain busana mereka beserta dengan deskripsi produknya. Bahkan mereka juga bisa memasukkan berupa harga yang ingin ditawarkan jika ingin menjual busana tersebut.

Menjelang sesi penutupan keseluruhan rangkaian kegiatan Deafash, Istofani pun memberikan penghargaan berupa hadiah kepada tiga desainer yang berhasil memperoleh nilai rata-rata tertinggi dari seluruh tugas yang pernah diberikan selama pelatihan berlangsung. Juara pertama berhasil diraih oleh Bagaskara Maharastu Paradigdaya Irawan. Berlanjut pada juara kedua, yang berhasil didapatkan oleh Estadila Tiariza Widi. Juara ketiga disabet oleh Acalaida Cendaneswari.

Di akhir acara, seluruh peserta Deafash bisa membawa pulang sertifikat yang menyatakan bahwa peserta telah menyelesaikan pelatihan desain fashion, hasil busana yang telah dibuat sebelumnya, dan buku katalog berisikan foto hasil dari seluruh karya Teman Tuli.

Harapan Bagi Masa Depan

Teknologi Desain

Bagas yang sedang bertanya pada pemateri.

Sumber: Dokumentasi Pribadi.

Bagas, selaku peraih juara pertama yang memperoleh nilai tertinggi dalam acara ini, mengungkapkan bahwa banyak wawasan baru yang terbuka dari mengikuti rangkaian kegiatan ini. Ia mengaku bahwa dirinya menjadi lebih berani untuk menggali berbagai ide-ide dalam membuat produk fashion ataupun diberikan pengalaman untuk membuka bisa membuka usaha.

“Harapan aku, kegiatan ini tidak selesai sampai di sini saja, tetapi bisa berkelanjutan. Deafash tetap bisa memberikan motivasi untuk teman-teman dalam berkarir dan membangun pengalaman dalam dunia fashion. Dengan tujuan Teman Tuli dan teman disabilitas itu bisa diberikan kesempatan untuk mendapatkan ide atau inspirasi dalam produk sendiri, desain sendiri dan menunjukkan pada dunia bahwa kita itu bisa,” ujar laki-laki lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu. 

Hal ini pun sejalan dengan harapan Rizky bahwa teman-teman bisa semakin semakin berkembang menjadi jauh lebih baik lagi.
“Pendidikan itu hak untuk semua orang. Jadi semuanya bisa merasakan bagaimana sentuhan teknologi ini bisa mempermudah kehidupan. Harapannya tidak sampai di sini saja, tetapi teman-teman bisa improve, improve, dan improve,” pungkasnya.

Pantau terus media Fitinline.com jika ingin mendapatkan informasi terkait fashion!

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.